Kultsum, Umi
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Education Research

Transformasi Organisasi Pesantren: Dari Era Kolonial hingga Tantangan Globalisasi Nuruliana, Chandra; Syafuri, B.; Kultsum, Umi
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2398

Abstract

Artikel ini mengkaji transformasi organisasi pesantren dari era kolonial hingga era globalisasi dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Fokus utama terletak pada sejarah lahirnya pesantren, konsep awal sebagai lembaga pendidikan Islam, peran strategisnya dalam pendidikan dan organisasi sosial, serta eksistensinya di tengah arus globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas tradisionalnya. Organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menjadi contoh bagaimana pesantren berperan dalam membentuk sistem pendidikan Islam nasional yang moderat dan berdaya saing. Pesantren terbukti sebagai institusi pendidikan yang holistik, yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga membina karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup. Dengan demikian, pesantren memiliki kontribusi besar sebagai agen transformasi sosial dan spiritual dalam pembangunan peradaban Islam di Indonesia.
Transformasi Pendidikan Islam Nusantara dari Abad ke-13 hingga Era Modern (Kajian Sejarah) Auladi, Jihaduddin Akbar; Syafuri, B.; Kultsum, Umi
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2397

Abstract

Kajian terhadap pendidikan Islam di Nusantara menunjukkan adanya dinamika yang kompleks dalam interaksi antara ajaran Islam dengan konteks lokal. Melalui pendekatan sejarah, artikel ini menelusuri evolusi pendidikan Islam sejak abad ke-13 hingga era kontemporer dengan menekankan peran institusi tradisional seperti pesantren, serta transformasi kurikulum dan nilai-nilai lokal yang terinternalisasi dalam proses pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif historis dengan penelusuran sumber primer dan sekunder, termasuk manuskrip, arsip, dan literatur historiografi Islam Nusantara. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai wahana transmisi ajaran agama, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan identitas budaya lokal yang khas. Temuan utama mengungkapkan adanya kontinuitas nilai-nilai tradisional dalam pendidikan Islam meskipun mengalami berbagai gelombang modernisasi. Artikel ini berkontribusi pada pengayaan khazanah keilmuan pendidikan Islam dengan menegaskan bahwa pendidikan Islam Nusantara memiliki karakter historis yang unik, bersifat akomodatif terhadap budaya lokal, dan mampu merespons perubahan zaman secara adaptif.
Kontribusi Madrasah dalam Pelestarian Identitas Budaya dan Agama di Banten pada Masa Kolonial Rohati, Siti; Safuri, B.; Kultsum, Umi
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2661

Abstract

Madrasah telah memainkan peran penting dalam menjaga identitas agama dan budaya lokal di tengah kebijakan kolonial yang bertujuan untuk mengintegrasikan masyarakat ke dalam sistem pendidikan Barat. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan madrasah sebagai bagian integral dari sejarah sosial dan budaya Banten selama masa kolonial. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah berbasis metode kualitatif, yang melibatkan analisis arsip kolonial, dokumen resmi, literatur akademik, dan narasi masyarakat lokal sebagai sumber utama. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa madrasah tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran agama Islam, tetapi juga berperan dalam membangun identitas kolektif komunitas Muslim Banten. Penelitian ini menawarkan wawasan baru tentang dinamika sosial dan budaya Banten selama masa kolonial dan menyoroti pentingnya pendidikan madrasah sebagai elemen integral dalam menjaga identitas budaya dan agama dalam menghadapi tekanan kolonialisme. Penelitian ini juga menjadi acuan penting untuk pemahaman yang lebih luas tentang hubungan antara pendidikan tradisional dan transformasi sosial-politik dalam sejarah Indonesia.