Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Edukasi Makanan Bergizi sebagai Strategi Promotif-Preventif bagi Lansia di Sekolah Lansia CETAR Ujungberung Sihombing, Ferdinan; Santoso, Didik Agus; Hertini, Reni; Hidayat, Faried Rahman; Wahyudin, Dedi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/nvr5qx63

Abstract

Jumlah penduduk lanjut usia di Kota Bandung terus meningkat, disertai dengan tantangan pemenuhan kebutuhan gizi yang sesuai dengan kondisi kesehatan lansia. Di Sekolah Lansia CETAR Ujungberung, ditemukan bahwa sebagian besar peserta belum memahami prinsip makanan bergizi yang tepat, terutama dalam kaitannya dengan penyakit kronis dan keterbatasan ekonomi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan edukasi makanan bergizi yang dirancang berbasis komunitas dengan pendekatan partisipatif. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam menyusun pola makan sehat yang sederhana, terjangkau, dan sesuai kebutuhan tubuh. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi penyusunan menu, dengan evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan wawancara lisan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% peserta mampu menyebutkan kembali jenis makanan bergizi dan memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta menunjukkan antusiasme dalam menerapkan pola makan sehat di lingkungan keluarga. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman gizi, mendukung kebiasaan makan sehat, dan berpotensi dikembangkan lebih luas
Strengthening The Soul to Preserve Culture: Hangasa Juice Therapy on Sleep Quality and Anxiety to Prevent Psychosocial Mental Emergencies in Class IIB Correctional Centre, Banjar City Hertini, Reni; Siti Rohimah; Asri Aprilia Rohman
Viva Medika Vol 17 No 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i3.1556

Abstract

Correctional Inmates (WBP) in prisons are vulnerable to experiencing anxiety and sleep disorders due to environmental pressure. This study tested the effectiveness of hangasa juice, a herbal-based non-pharmacological intervention, in reducing anxiety and improving sleep quality in inmates at Class 2B Prison in Banjar City. A quantitative approach with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design was used, involving WBP as the sample. The results show that the significance of the pre-test and post-test results on anxiety levels is 0.331>0.05 and the results of sleep quality show that the significance of the pre-test and post-test results is 0.199>0.05 collected using the PSQI and SAS/SRAS questionnaires. The results showed a decrease in anxiety levels and an increase in sleep quality after the intervention, although not statistically significant. These findings indicate the potential of hangasa juice in overcoming anxiety and improving sleep quality, in line with previous research that research results show that hangasa contains flavonoids, alkaloids, tannins and essential oils, which have biological activity that is good for health. Extracts from Hangasa have significant antioxidant activity. These properties are in line with the antioxidant and antimicrobial properties of the essential oils contained in this plant. So this research opens up opportunities for further research with a stronger design to test its effectiveness and explore its mechanism of action.
Peningkatan Keterampilan Ibu Melalui Pendampingan Tentang Praktik Pemberian Makan pada Balita dalam Upaya Pencegahan Stunting Rohita, Tita; Hertini, Reni; Umah, Arief Khoerul; Rohimah, Siti
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.13663

Abstract

Permasalahan gizi dan kesehatan pada balita masih banyak yang berstatus gizi pendek dan gizi kurus. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan edukasi dan praktik pemberian makan yang baik untuk peningkatan pengetahuan dan perilaku ibu dalam pemberian makan yang baik pada balita. Solusi yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa memberikan edukasi dan praktik pemberian makan kepada orang tua balita tepatnya ibu-ibu yang datang berkunjung ke Posyandu. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk menambah pengetahuan orang tua balita mengenai praktik pemberian makan yang bergizi serta keterampilan yang baik sehingga diharapkan perilaku makan yang baik juga meningkat serta dapat meningkatkan status kesehatan dan gizi balita. Pelaksanaan pelatihan dan penyuluhan tentang peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu melalui pendampingan tentang praktik pemberian makan pada balita dalam upaya pencegahan stunting melaui media lembar balik serta olahan makanan nugget ikan. Hasil kegiatan pendampingan dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan keterampilan ibu terkait materi yang diberikan saat melakukan kegiatan pre-test dan post-test. Edukasi gizi menggunakan media audiovisual dan konvensional yaitu leaflet dan flipchart yang sama-sama memiliki peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai gizi anak Manfaat kegiatan ini adalah agar orang tua terutama ibu balita mengetahui pentingnya praktik pemberian makan yang baik dan mencegah terjadinya permasalahan gizi pada balita sehingga balita tumbuh dan berkembang dengan sehat
Implementasi aplikasi “Mentari” assessment berbasis kearifan lokal Sunda pada remaja untuk peningkatan literasi dan ketahanan mental Hertini, Reni; Rohita, Tita; Wahyudin, Asep; Riyantina, Ade Sity; Cahyani, Gita; Berliani, Melin; Awaliyah, Rida Nurfarida; Mubarok, Resdyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.2055

Abstract

Background: Adolescent mental health is a critical issue currently of global, national, and local concern. According to data from the World Health Organization (WHO), more than 970 million people worldwide experience mental disorders, with depression and anxiety disorders being the two most common conditions. Specifically, the WHO states that approximately 1 in 7 adolescents aged 10–19 years experience a mental disorder. Purpose: To analyze the implementation of the "Mentari" assessment app, based on Sundanese local wisdom, for adolescents to improve mental literacy and resilience. Method: A quantitative approach with a single-group pre-posttest (single-group pretest–posttest) quasi-experimental design was used. Participants were 117 adolescents in Ciamis Regency. The sample was selected using a non-probability purposive sampling technique. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: There was a significant difference between anxiety and depression levels before and after using the "Mentari" assessment app, with a downward trend. Conclusion: The "Mentari" app intervention was shown to have a significant impact on reducing participants' anxiety and depression levels. The integration of a digital approach with the cultural values ​​of silih asah, silih asih, and silih asuh makes this application effective as a medium for early detection and support for promotive-preventive mental health efforts.   Keywords: Adolescents; Digital-Based Intervention; Mental Health Literacy; Mental Resilience; Sundanese Local Wisdom.   Pendahuluan: Kesehatan mental remaja merupakan isu penting yang saat ini menjadi perhatian global, nasional, maupun lokal. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), lebih dari 970 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan mental, dengan depresi dan gangguan kecemasan sebagai dua kondisi yang paling umum. Secara khusus, WHO menyebutkan bahwa sekitar 1 dari 7 remaja usia 10–19 tahun mengalami gangguan mental. Tujuan: Untuk menganalisis Implementasi aplikasi “Mentari” assessment berbasis kearifan lokal Sunda pada remaja untuk peningkatan literasi dan ketahanan mental. Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pre-post single group (one-group pretest–posttest). Partisipan adalah remaja di Kabupaten Ciamis sebanyak 117 siswa. Pemilihan sampel dilakukan secara non-probabilitas purposive. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan dan depresi sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi “Mentari”  Assessment dengan arah perubahan yang cenderung menurun. Simpulan: Intervensi aplikasi “Mentari” terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan dan depresi partisipan. Integrasi pendekatan digital dengan nilai budaya silih asah, silih asih, dan silih asuh menjadikan aplikasi tersebut efektif sebagai media deteksi dini dan pendukung upaya promotif-preventif kesehatan mental.   Kata Kunci: Intervensi Berbasis Digital; Kearifan Lokal Sunda; Ketahanan Mental; Literasi Kesehatan Mental; Remaja.