Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

An Overview of Mother's Knowledge about Prevention of Stunting on Toddlers at Kasih Bunda Clinic Sunggal Deli Serdang Regency 2022 Hutapea, Rina; Veronika, Anita; Manik, Risda Mariana; Sinaga, Desriati
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 01 (2022): Jurnal EduHealth, April - September 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.917 KB)

Abstract

Stunting is defined as the condition of the nutritional status of toddlers who have a length or height that is classified as less when compared to age. One of the factors that most influence the incidence of stunting in toddlers is mother's knowledge. Mother’s knowledge is very important in preventing stunting in order to create actions or behaviors to avoid stunting in toddler. This study aims to describe the knowledge of mothers about stunting prevention on toddlers the Kasih Bunda Clinic Sunggal, Deli Serdang Regency 2022. This research uses a descriptive method. The sample in this study are mothers who had toddlers aged less than 2 years who make repeated visits to the posyandu at Kasih Bunda Clinic using accidental sampling technique. The location of this research is at Kasih Bunda Clinic on May 2022. With 30 respondents The measuring instrument used is the questionnaire. The results of the study are as follows: the majority of mothers' knowledge about exclusive breastfeeding aged 0-6 months had good knowledge as many as 13 people (43.33%), mother's knowledge about complementary foods according to the recommendation was sufficient knowledge 15 people (50%), mother's knowledge about Nutrition Intervention 7-23 months had good knowledge only 12 people (40%), Mother's knowledge about Growth and Development Monitoring has good knowledge of 13 people (43.33%), mother's knowledge of Environmental Hygiene has sufficient knowledge of 19 people (63.33%). The conclusion of the study is that some respondents have good knowledge about preventing stunting in toddlers at the Kasih Bunda Sunggal Clinic, Deli Serdang Regency. The research site is expected to provide counseling to mothers who have toddlers aged less than 2 years about stunting prevention. Respondents are expected to be able to apply the knowledge they already have in preventing stunting
Gambaran Karakteristik Dan Pengetahuan Tentang Stunting Pada Ibu Yang Memiliki Balita Usia 36-60 Bulan Di Klinik Romauli Tahun 2024 Ritha, Aniah; Viosita Simbolon, Vani; Sinaga, Desriati; Arisandi, Ermawaty; Sinabariba, Melina
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v9i2.5649

Abstract

Toddlerhood is the most important period in the life cycle, because at the age of 0 to 5 years toddlers experience physical, mental and behavioral development.Stunting is a condition where a child experiences growth disorders, so that the child's height does not match his age, as a result of chronic nutritional problems, namely lack of nutritional intake for a long time. Based on a preliminary study in April, it is found that most mothers did not know for sure about stunting in toddlers. Research Objective: To determine the characteristics and knowledge of mothers about stunting in toddlers aged 36-60 months. Research Method: This type of research is descriptive. The sampling technique was probability sampling with purposive techniques. The location of this research is. With 35 respondents. The measuring instrument used is a questionnaire, Research Results: The results show that out of 35 Respondents, there are Respondents in the category of good knowledge 13 respondents (37,14%), the category of sufficient knowledge 9 Respondents (26,5%), and the category of low knowledge 13 respondents (37,14%). Conclusion: Based on the results of the study, it shows that the highest percentage aspect is good and low knowledge.. Health workers are expected to increase counseling in clinics so that mothers' knowledge about stunting in toddlers increases and invite mothers to seek information from health workers.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Kejadian Stunting Pada Bayi Usia 2 Tahun Sinaga, Desriati; Sinabariba, Merlina; Siallagan, Ermawaty A.
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v9i2.5733

Abstract

Stunting is a condition where infants experience growth failure due to malnutrition that has been experienced for a long period of time, exposed to repeated infections and not supported by adequate stimulation. The 0-24 month period is a golden period that determines the quality of life and is very sensitive because the consequences caused to babies in that period will be permanent and irreparable. The purpose of this study was to analyze the factors that influence the incidence of stunting  for 2 years old babies. The research design used in this study was descriptive analytic. The population in this study were 2-year-old babies in the work area of the Katarina Simanjuntak Clinic and the sampling technique in this study was a purposive technique, namely a sampling technique based on certain criteria predetermined by the researcher with a total of 98 people. Secondary data were collected using the MCH book and primary data were collected using microtoise instruments and questionnaires. The results of data analysis showed that infant variables associated with the incidence of stunting were infant birth weight and history of MP breastfeeding. Statistically significant factors were birth weight with a p-value of 0.001 and history of MP breastfeeding with a p-value of 0.003. This study can be used as a reference material for health workers in efforts to prevent stunting by optimizing complementary feeding and stimulation, especially in infants with low birth weight..
PEMBERIAN EDUKASI IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN ANEMIA DEFISIENSI BESI DAN PEMERIKSAAN HB GRATIS DI KLINIK BERTHA Ambarita, Bernadetta; Br Sitepu, Aprilita; Arisandi, Ermawaty; Sinaga, Desriati; Veronika, Anita; Gustina Simamora, Hetty; Mariana Manik, Risda; Oktaviance.S, R.; Sinabariba, Merlina
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.983-986

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk pelaksanaan kegiatan dosen yang ditujukan kepada masyarakat sebagai salah satu dari Tri  Dharma Perguruan Tinggi.. Tujuan Kegiatan ini yakni Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pelayanan kesehatan pemberian edukasi ibu hamil dalam pencegahan anemia defisiensi zat besi dan pemeriksaan HB. Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu. Melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan kepada masyarakat maka ibu hamil dapat memperoleh asuhan kebidanan selama kehamilan dan Sasaran kegiatan Pengabdian masyarakat adalah Ibu Hamil dengan sasaran pemeberian Edukasi ibu hamil dalam pencegahan  Anemia dan pemeriksaan Hb pada ibu hamil di masyarakat di Bertha. Jumlah ibu – ibu hamil yang hadir sebanyak 30 orang ibu hamil, tekhnik kegiatan adalah melakukan pemeriksaan HB secara langsung pada ibu hamil : untuk tujuan praktis maka anemia selama kehamilan dapat didefinisikan sebagai anemia pada ibu hamil disebut ringan apabila kadar hemoglobin ibu 10,9 g/dl sampai 10g/dl,  Anemia sedang kadar hemoglobin ibu 9,9g/dl sampai 7,0g/dl. Anemia berat kadar hemoglobin ibu berada dibawah 7,0g/dl Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan secara bergantian kepada ibu hamil yang sudah hadir di klinik Bertha . Dari 30 orang ibu hamil yang diperiksa HBnya ditemukan ibu hamil tidak mengalami anemia yaitu sejumlah 14 orang dengan presentasi 47%, dan responden paling sedikit yang mengalami anemia sedang sejumlah 7 orang dengan presentasi sebanyak 23%. Hasil pemeriksaan tersebut sudah diketahui ibu dan penanggung jawab klinik dan pemberian edukasi tentang gizi selama kehamilan juga sudah dilakukan
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PREMENOPAUSE TENTANG PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL PADA MENOPAUSE DI KLINIK HELEN TARIGAN SIMPANG SELAYANG KOTA MEDAN TAHUN 2021 Enjelina Sirumahombar, Agnes; Sinaga, Desriati; Ambarita, Bernadetta
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1785

Abstract

Latar Belakang : Perdarahan Uterus Abnormal (PUA) merupakan perdarahan dari uterus yang disebabkan oleh gangguan ho rmonal, kelainan organik genetalia yang ditantai dengan adanya perubahan siklus haid normal baik dari interval atau siklus panjang, durasi maupun jumlah perdarahan berlebih, kasus ini sering dijumpai pada wanita usia reproduksi dengan insiden 50% penderita berusia antara 40-50 tahun dan 20% pada remaja. Metode : Teknik pengambilan sempel pada Penelitian ini adalah ibu premenopause yang datang ke klinik Helen Tarigan Simpang Selayang Kota Medan Tahun 2021 sebanyak 20 orang yang diambil menggunkan teknik purposive sampling dengan Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Perdarahan Uterus Abnormal. Hasil :  penelitian bahwa diproleh pengetahuan ibu premenopause mayoritas baik sebanyak 13 orang (65%) dan minoritas cukup sebanyak (35%) di Klinik Helen Tarigan Simpang Selyang Kota Medan Tahun 2021. Kesimpulan : Penelitian ini diharapkan Ibu dapat mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan dengan datang ketenaga kesehatan atau membaca buku-buku dan mengakses internet mengenai PUA. Pengetahuan yang telah di peroleh supaya dapat di terapkan kepada diri sendiri untuk pencegahan perdarahan uterus abnormal (PUA) pada menopause dan diharapkan untuk petugas kesehatan lebih sering melakukan penyuluhan kesehatan dengan membagikan brosur atau leaflet mengenai PUA Kata kunci  : Pengetahuan, Ibu Premenopause, Perdarahan Uterus Abnormal
Pemberdayaan Ibu melalui Dedikasi dalam Upaya Pencegahan Stunting Sinaga, Desriati; Arisandi, Ermawaty; Taringan, Rica Vera Br
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23030

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah bentuk kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama. Kurangnya pemahaman masyarakat dalam melakukan deteksi penyimpangan pertumbuhan bayi menjadi salah satu faktor penyebab tidak terdeteksinya dari awal kejadian stunting pada anak. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kelompok ibu Moria dalam melakukan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang dan stimulasi pada anak. Metode dalam kegiatan ini dilakukan dengan tahapan yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Terdapat tiga kegiatan utama yang dilakukan yaitu 1) edukasi tentang stunting dan pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita, 20 deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan balita, dan 3) stimulasi tumbuh kembang sesuai umur dengan permainan edukatif. Evaluasi kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kelompok mitra dalam menggunakan timbangan, pengukur tinggi badan dan menggunakan KPSP dan stimulasi melakukan deteksi dini dan mampu melakukan stimulasi tumbuh kembang melalui permainan edukatif pada anak. Kegiatan pemberdayaan mitra ini telah meningkatkan kesadaran mitra tentang pentingnya deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang anak sebagai salah satu upaya mencegah stunting.   Kata Kunci: Pemberdayaan, Ibu, Deteksi, Stimulasi, Stunting.   ABSTRACT Stunting is a form of growth failure caused by the prolonged accumulation of nutritional deficiencies. A lack of community understanding in detecting deviations in infant growth is one of the contributing factors to the late detection of stunting in children. This study aimed to improve the knowledge and skills of the Moria mothers’ group in conducting early detection of growth and developmental deviations as well as stimulation in children. The activities were carried out through several stages, including preparation, socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. Three main activities were conducted: (1) education about stunting and the importance of monitoring child growth and development, (2) early detection of growth and developmental deviations, and (3) age-appropriate developmental stimulation through educational play. The evaluation showed an increase in the partners’ understanding and skills in using weighing scales, height measurement tools, developmental screening instruments (KPSP), and in performing early detection and developmental stimulation through educational play with children. This community empowerment activity successfully enhanced partners’ awareness of the importance of early detection and developmental stimulation as an effort to prevent stunting. Keywords: Empowerment, Mother, Detection, Stimulation, Stunting.