Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENINGKATAN PENJUALAN BATIK WONOSOBO MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PEMASARAN ONLINE BERBASIS ANDROID Astuti, Erna Dwi; Hidayat, Muslim; Hartiyah, Sri; Sibyan, Hidayatus; Wirayuda, Reynal Dista; Pratama, Tegar Rafi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 12 No 1 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v12i1.7998

Abstract

Sentra UMKM perajin batik Lipursari Wonosobo, khususnya UMKM Batik Abidin, mengalami penurunan penjualan yang signifikan akibat pandemi COVID-19. Sebelum pandemi, penjualan mencapai 450 potong per bulan, namun kini menurun hingga 76%. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pemasaran berbasis android yang dapat meningkatkan manajemen data dan penjualan. Metode yang digunakan mencakup survei, pelatihan manajemen keuangan, pemanfaatan teknologi informasi, serta pembuatan dan pendampingan penggunaan aplikasi toko online. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil memberikan pelatihan dan mendukung pengelolaan keuangan yang lebih baik serta memperluas akses pasar melalui pemasaran online. Dengan penggunaan aplikasi, diharapkan penjualan batik dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan. Rekomendasi mencakup pemanfaatan perangkat lunak untuk pencatatan transaksi dan evaluasi keuangan secara rutin
Pencegahan Kasus Stunting melalui Program Dapur Sehat Stunting (DASHAT) di Desa Tambi Hidayat, Muslim
Servis : Jurnal Pengabdian dan Layanan kepada Masyarakat Vol. 1 No. 01 (2022): Desember 2022
Publisher : CV. Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58641/servis.v1i01.7

Abstract

Tujuan kegiatan adalah untuk mengetahui pengaruh dan dampak yang ditimbulkan dari adanya Dapur Sehat Stunting (DASHAT) sebagai upaya penekanan angka stunting di desa Tambi.Permasalahan stunting di Desa Tambi menjadi permasalahan yang serius, desa Tambi memiliki angka stunting yang tinggi dengan 18 balita dari 400 balita yang terkena kasus stunting. Oleh sebab itu desa Tambi melaksanakan program Dapur Sehat Stunting (DASHAT) dimana hal ini akan menjadi upaya utama dalam menekan angka stunting yang ada di desa Tambi. Salah satu penyebab utama stunting adalah permasalahan gizi atau adanya gizi yang tak terpenuhi pada balita. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan pendataan penerima program Dapur Sehat Stunting (DASHAT), pelaksanaan program Dapur Sehat Stunting (DASHAT), kemudian dilakukan monitoring. Adanya montoring ini untuk pembuktian adanya pengaruh Dapur Sehat Stunting (DASHAT) yang sudah terlaksana. Monitoring dilakukan setiap bulan dari monitoring ini dapat dilihat adanya perubahan terkait pelaksanaan program Dapur Sehat Stunting (DASHAT). Dari 18 anak yang menerima program Dapur Sehat Stunting (DASHAT) di ambil 5 anak sampel acak, 5 anak setelah dilakukanya monitoring ketiga terdapat perkembangan yang positif dengan adanya peningkatan di hasil akhir pengukuran. Menurut penelitian program Dapur Sehat Stunting (DASHAT) memiliki dampak yang positif dan dapat dijadikan upaya untuk menekan angka stunting di Desa Tambi.
Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Penyuluhan pada Masyarakat di Desa Tieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo Hidayat, Muslim; Norman Yahya; Lukman Khawazi; Yulia Dyah Pramesti
Servis : Jurnal Pengabdian dan Layanan kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : CV. Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus Stunting di Wonosobo masih terbilang cukup tinggi, hal tersebut dapat diperoleh dari data berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) dan aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGMB), yakni masih di atas 20 % namun berdasarkan dari penimbangan serentak yang dilakukan pada Februari 2022, data manual angka stunting sudah turun menjadi 12,6 % sesuai data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Wonosobo. Sedangkan target nasional angka stunting sendiri pada tahun 2024 di angka 14%, dengan ini dapat dinyatakan bahwa Kabupaten Wonosobo telah dibawah target Nasional. Permasalahan stunting di Wonosobo perlu mendapatkan perhatian khusus. Terlebih dengan adanya pandemic Covid-19 yang tak kunjung usai, masalah ini tentunya sangat berdampak pada perekonomian warga dan cenderung kurang maksimal dalam memberikan ataupun memantau status gizi dan perkembangan kesehatan anak. Dapat dikatakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan menjadi penentu perkembangan anak yang tentunya sangat sensitive. Sebab dari dampak tak tercukupnya kebutuhan gizi anak, akan bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Berdasarkan hasil rekapitulasi keluarga berresiko stunting di desa Tieng kecamatan Kejajar terdapat 299 keluarga sasaran stunting dan terdapat 276 keluarga yang berresiko stunting dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah peningkatan pengetahuan tentang   pencegahan   stunting   dan   monitoring perkembangan anak kepada masyarakat desa Tieng Kecamatan Kejajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah edukasi dan evaluasi. Penelitian ini berdampak pada munculnya kesadaran orang tua dalam menunjang pemenuhan gizi bagi anak, khususnya selama 1000 hari pertama kehidupan baik pemenuhan gizi dari ibu yang mengandung bahkan memberikan wawasan kepada para remaja yang kelak akan menjadi ibu. Penelitian ini berdampak pada meningkatnya pengetahuan warga mengenai penanganan stunting sebesar 54 %.
PENINGKATAN PENJUALAN BATIK WONOSOBO MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PEMASARAN ONLINE BERBASIS ANDROID Astuti, Erna Dwi; Hidayat, Muslim; Hartiyah, Sri; Sibyan, Hidayatus; Wirayuda, Reynal Dista; Pratama, Tegar Rafi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 12 No 1 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v12i1.7998

Abstract

Sentra UMKM perajin batik Lipursari Wonosobo, khususnya UMKM Batik Abidin, mengalami penurunan penjualan yang signifikan akibat pandemi COVID-19. Sebelum pandemi, penjualan mencapai 450 potong per bulan, namun kini menurun hingga 76%. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi pemasaran berbasis android yang dapat meningkatkan manajemen data dan penjualan. Metode yang digunakan mencakup survei, pelatihan manajemen keuangan, pemanfaatan teknologi informasi, serta pembuatan dan pendampingan penggunaan aplikasi toko online. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil memberikan pelatihan dan mendukung pengelolaan keuangan yang lebih baik serta memperluas akses pasar melalui pemasaran online. Dengan penggunaan aplikasi, diharapkan penjualan batik dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan. Rekomendasi mencakup pemanfaatan perangkat lunak untuk pencatatan transaksi dan evaluasi keuangan secara rutin
Dampak Psikologis Kekerasan Seksual Pada Anak Hidayat, Muslim; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
Coution: Journal Counseling and Education Vol. 2 No. 1 (2021): Coution
Publisher : Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/coution.v2i1.237

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai dampak psikologis lain dari kekerasanseksual pada anak korban bujuk rayu. Korban kekerasan seksual anak akibatdari bujuk rayu yang dimaksud, bahwa membujuk anak untuk berbuat asusilamerupakan bagian dari sebuah kejahatan. Kajiannya meliputi bagaimanadinamika psikologis dari korban kekerasan seksual bujuk rayu pada saatmenghadapi permasalahannya. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran dinamika psikologis dari anak korban kekerasanseksual bujuk rayu. Pengalaman dari subjek atau informan yang mengalamitindakan kekerasan seksual bujuk rayu digali dan dikaji menggunakan studikasus, dengan menelaah terhadap dokumen laporan sosial penulis pada saatmenjadi pekerja sosial pendamping korban. Dokumen kerja dari penulisdianalisis dan disajikan dengan deskriptif kualitatif studi kasus. Hasilpenelitian ini disajikan sebagai gambaran mengenai dampak psikologissubjek yang mengalami peristiwa menjadi korban kekerasan seksual bujukrayu selain pengalaman traumatis pada korban.
KEBERAGAMAN PADA KELOMPOK PENGGEMAR K-POP DI INDONESIA Hidayat, Muslim; Ahmadiyati, Jihan Nurrizki; Sulistiyani, Ratna; Vebryana, Lukluk Chaeratunnisya; Azzahra, Yumna; Bobihu, Nursyahdina Al-Rahmah; Maknuna, Luluk
Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Prodi Studi Agama-Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/arj.v2i2.12194

Abstract

Hallyu or Korean cultural wave has become a cultural force in Asia and began to export its cultural products widely to the Middle East, Europe, South America, Africa and North America. Korean pop music or better known as K-pop has now succeeded in placing it self in the global market and producing a new musical sensation. K-pop has the characteristics of music that can provide its own pleasure for the audience, so that this type of music is increasingly favored and consumed by many people regardless of gender or age range. Individuals in early adulthood tend to have a strong attraction to celebrities in their lives, such as pop idols, movie stars, and the like. This will eventually give rise to fan groups who are the most visible part of the audience of cultural texts and practices dominated by people in early adulthood. Fan groups that appear in K-pop culture are called K-popers (K-pop Lovers) or the K-pop community who hunts for all information about their favorite K-pop idols such as groups of singers and Korean music groups commonly referred to as Boy Bands and Girlbands. This study aims to determine the process of forming social groups and how the phenomenon of K-pop fan groups in the process of group formation is viewed from the point of view of social psychology. The method used in this research is to use a literacy study method or commonly referred to as a literature study, where the data obtained are sourced from recording and processing the research data obtained.Abstrak Hallyu atau gelombang budaya korea telah menjadi kekuatan budaya di Asia dan mulai mengekspor produk budayanya secara luas hingga ke Timur Tengah, Eropa, Amerika Selatan, Afrika dan Amerika Utara. Musik pop Korea atau lebih dikenal sebagai K-pop kini berhasil menempatkan diri di pasar global dan menghasilkan sensasi musik yang baru. K-pop memiliki ciri khas musik yang dapat memberikan kesenangan tersendiri bagi para penikmatnya, sehingga jenis musik tersebut semakin digemari dan dikonsumsi oleh banyak orang tanpa membedakan jenis kelamin maupun rentang usia. Individu pada masa dewasa awal cenderung memiliki ketertarikan yang kuat terhadap selebritas dalam kehidupannya, seperti idola pop, bintang film, dan semacamnya. Hal ini pada akhirnya akan memunculkan kelompok penggemar yang merupakan bagian paling tampak dari khalayak teks dan praktik budaya yang didominasi oleh orang-orang pada tahap dewasa awal. Kelompok penggemar yang muncul dalam budaya K-pop disebut dengan K-popers (K-pop Lovers) atau komunitas K-pop yang berburu segala informasi tentang idola K-pop yang disukainya seperti kelompok penyanyi dan grup musik Korea yang biasa disebut dengan Boy Band dan Girl Band. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan kelompok sosial dan bagaimana fenomena kelompok penggemar K-pop dalam proses pembentukan kelompok yang dirtinjau dari sudut pandang ilmu psikologi sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode studi literasi atau biasa disebut juga sebagai studi kepustakaan, dimana data yang diperoleh bersumber dari mencatat dan mengolah data penelitian yang didapatkan. 
Analisis Prasangka dan Diskriminasi pada Etnis Tionghoa di Indonesia Hidayat, Muslim; Putra, Megantara; Saputro, Muhammad Rizki; Husna, Rahmawati Nuril
Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi Studi Agama-Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/arj.v3i2.19550

Abstract

Ethnic diversity becomes an advantage for Indonesia, both from the island, race, ethnicity, language, and so on. This diversity can be a selling point in its own international arena. But on the other hand, it also has a negative side. One of the downsides is that it tends to be easy to arise prejudice and discrimination. Prejudice and discrimination itself occur in several groups, one of which is ethnic Chinese. Whereas Indonesia has the motto "Bhineka Tunggal Ika" which means although different but still in one unit. But in reality in a different society, where there are still things that are contrary to the motto. Based on this, the author conducted this study. Therefore, this study aims to find out the source of prejudice, aspects of prejudice, ethnic Chinese discrimination, and how to deal with the problem of prejudice and discrimination in ethnic Chinese in Indonesia. The methods used in this research are literature studies with library research, as well as sources used in the form of journals and documents relevant to the study in this study. From the sources obtained, analysis related to the purpose of the research is carried out. The results of this study are known to have several sources that cause prejudice in ethnic Chinese, aspects of prejudice, forms of discrimination that occur in ethnic Chinese, so that a way to overcome this can be proposed.AbstrakKeberagaman etnis menjadi suatu keuntungan bagi Indonesia, baik dari pulau, ras, etnis, bahasa, dan lain sebagainya. Keberagaman tersebut mampu menjadi suatu nilai jual tersendiri di kancah internasional. Namun di sisi lain hal tersebut juga memiliki sisi negatif. Salah satu sisi negatifnya adalah cenderung mudah timbul prasangka dan diskriminasi. Prasangka dan diskriminasi ini sendiri terjadi pada beberepa kelompok salah satunya pada etnis Tionghoa. Padahal Indonesia memiliki semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti walaupun berbeda-beda tetapi tetap dalam satu kesatuan. Namun pada kenyataannya di masyarakat berbeda, di mana masih terdapat hal-hal yang bertolak belakang dengan semboyan tersebut. Berlandaskan pada hal tersebutlah penulis melakukan penelitian ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber prasangka, aspek-aspek prasangka, diskriminasi etnis Tionghoa, dan cara menangani permasalahan prasangka dan diskriminasi pada etnis Tionghoa di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan kajian kepustakaan (library research), serta sumber yang digunakan berupa jurnal dan dokumen-dokumen yang yang relevan dengan kajian dalam penelitian ini. Dari sumber yang didapat maka dilakukan analisis yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui terdapat beberapa sumber yang menyebabkan terjadinya prasangka pada etnis Tionghoa, aspek-aspek dalam prasangka, bentuk diskriminasi yang terjadi pada etnis Tionghoa, sehingga dapat diajukan suatu cara mengatasi hal teresebut.
PREDIKSI HARGA KENTANG DI WONOSOBO DENGAN MENGGUNAAN METODE LONG SHORT TERM MEMORY (LSTM) Rifai, Ahmad; Hidayat, Muslim; Nulngafan, Nulngafan
Biner : Jurnal Ilmiah Informatika dan Komputer Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/biner.v4i1.7794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi harga kentang di Wonosobo menggunakan metode Long Short Term Memory (LSTM). Harga kentang merupakan parameter penting dalam sektor pertanian dan ekonomi lokal. Metode LSTM dipilih karena kemampuannya dalam menangani data berurutan dan ketergantungan jangka panjang. Data harga kentang dari Wonosobo dikumpulkan dan dibagi menjadi set pelatihan dan validasi. Model LSTM dijalankan pada set pelatihan dengan hasil Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 155.87, menunjukkan kemampuan model dalam mengestimasi harga kentang pada data pelatihan. Evaluasi model pada set validasi menghasilkan RMSE sebesar 186.31, memberikan gambaran kinerja model pada data yang tidak digunakan selama pelatihan. Selain itu, Mean Absolute Percentage Error (MAPE) digunakan untuk mengukur tingkat kesalahan relatif. Model memberikan MAPE sebesar 0.62 pada data pelatihan dan 0.82 pada data validasi. Hasil tersebut menunjukkan tingkat akurasi model dalam meramalkan perubahan harga kentang, dengan nilai yang rendah menandakan kualitas prediksi yang baik. Penelitian ini menyoroti potensi penggunaan metode LSTM dalam meramalkan harga komoditas pertanian di tingkat lokal.