Sebayang, Husni Thamrin
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH WAKTU PENGENDALIAN GULMA PADA MONOKULTUR DAN TUMPANG SARI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DAN KACANG TANAH (Arachis Hypogea L.) Fadhillah, Ghani Ilman; Baskara, Medha; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.012 KB) | DOI: 10.21776/613

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays L) dan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) ialah tanaman pangan yang mempunyai peranan penting sebagai sumber karbohidrat dan protein. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman adalah dengan memilih sistem pola tanam yang tepat. Sistem pola tanam dilakukan dengan monokultur atau  polikultur. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu pengendalian gulma pada sistem pola tanam monokultur dan  tumpang sari tanaman jagung (Zea mays L.) dan kacang tanah (Arachis Hypogaea L.). Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan yang diulang 3 kali. 9 perlakuan tersebut yaitu N0: Monokultur jagung + penyiangan 21 hst, N1: Monokultur jagung + penyiangan 42 hst, N2: Monokultur jagung + penyiangan 21 hst dan 42 hst, N3: Monokultur kacang tanah + penyiangan 21 hst, N4: Monokultur kacang tanah + penyiangan 42 hst, N5: Monokultur kacang tanah + penyiangan 21 hst dan 42 hst, N6      : Tumpang sari jagung dan kacang tanah + penyiangan 21 hst, N7: Tumpang sari jagung dan kacang tanah + penyiangan 42 hst, N8: Tumpang sari jagung dan kacang tanah + penyiangan 21 hst dan 42 hst.Perlakuan monokultur jagung dengan penyiangan 21 dan 42 hst (N2) menghasilkan pertumbuhan dan hasil produksi yang paling baik   pada tanaman jagung   diantara perlakuan lainnya. Perlakuan monokultur kacang tanah dengan penyiangan 21 hst dan 42 hst  (N5)  menghasilkan pertumbuhan dan hasil produksi yang paling baik   pada tanaman kacang tanah diantara perlakuan lainnya.
RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine Max (L.) Merrill) VARIETAS GROBOGAN TERHADAP JARAK TANAM DAN PEMBERIAN MULSA ORGANIK Setiawan, Eko Agus; Sebayang, Husni Thamrin; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.667 KB) | DOI: 10.21776/715

Abstract

Salah satu cara meningkatkan produksi tanaman kedelai adalah dengan penggunaan mulsa yang tepat. Jenis mulsa yang biasa digunakan adalah sisa tanaman (mulsa organik). Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh jarak tanam dan pemberian mulsa organik terhadap pertumbuhan gulma serta untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max(L) Merrill) varietas grobogan. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Malang. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri atas 9 perlakuan dengan 3 ulangan, yaitu: (P1) Jarak tanam 15x20 cm dengan mulsa sekam padi, (P2) 20x20 cm dengan mulsa sekam padi, (P3) 25x20 cm dengan mulsa sekam padi, (P4) 15x20 cm dengan mulsa jerami padi, (P5) 20x20 cm dengan mulsa jerami padi, (P6) 25x20 cm dengan mulsa jerami padi, (P7) 15x20 cm dengan mulsa daun jati, (P8) 20x20 cm dengan mulsa daun jati, (P9) 25x20 cm dengan mulsa daun jati. Pengamatan pertumbuhan dilakukan secara destruktif dan non-destruktif. Pengamatan gulma meliputi analisis vegetasi dan bobot kering total gulma yang ditentukan dengan nilai SDR (Summed Dominance Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi jarak tanam 15x20 cm dengan mulsa jerami padi mampu menekan pertumbuhan gulma. Kombinasi jarak tanam 15x20 cm dengan mulsa sekam padi tidak mampu menekan spesies gulma Phylanthus niruri. Kombinasi jarak tanam 15x20 cm dengan mulsa sekam padi., jerami padi dan daun jati mampu mengikat tinggi tanaman, luas daun, bobot kering total tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman dan hasil biji per tanaman kedelai.
RESPON DUA VARIETAS UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) PADA FREKUENSI PENYIANGAN GULMA Saputra, Ryan Ananda; Sebayang, Husni Thamrin
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.637 KB) | DOI: 10.21776/722

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang memiliki potensi untuk menjadi bahan diversifikasi pangan. Produktivitas tanaman ubi jalar bisa mencapai sekitar 15-20 ton ha-1 (Zuraida dan Supriati, 2006). Gulma merupakan tumbuhan yang tumbuh tidak dikehendaki dalam suatu kegiatan budidaya. Karena dengan adanya gulma akan terjadi persaingan antara tanaman dengan gulma dan dapat menyebabkan penurunan produksi yang nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dua varietas ubi jalar terhadap penyiangan gulma. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-September 2016 di UPT Benih Singosari, Malang. Penelitian ini merupakan penelitian sederhana dengan Rancangan Acak Kelompok yang diulang 3 kali kombinasi 2 perlakuan pada penelitian ini yaitu jenis varietas (V) yang terdiri atas varietas Antin-1 (V1) dan varietas Beta-1 (V2). Perlakuan penyiangan (G) yaitu, tanpa penyiangan (G0), penyiangan 14 HST (G1), penyiangan 14 dan 28 HST (G2), penyiangan 14, 28, dan 42 HST (G3) dan penyiangan 14, 28, 42, dan 56 HST (G4). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Penyiangan 3 kali dan 4 kali pada kedua varietas memberikan respon yang sama terhadapa hasil produksi umbi ubi jalar. Sedangkan penyiangan dengan frekuensi 3 kali (V1G3) nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar pada kedua varietas. Hasil produksi tanaman ubi jalar varietas antin-1 pada frekuensi penyiangan 3 kali (V1G3) yaitu 24.89 ton ha-1. Varietas Beta-1 hasil produksi tanaman ubi jalar pada frekuensi penyiangan 3 kali (V1G3) yaitu 25.16 ton ha-1.