Claim Missing Document
Check
Articles

DISTRIBUSI DAN PENGGUNAAN HABITAT EMPAT SPESIES FELIDAE DI TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN Toto Supartono; Iing Nasihin; Feizal Tawaqal
Wanamukti: Jurnal Penelitian Kehutanan Vol 22, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/wanamukti.v22i2.329

Abstract

The polulation of Cat Family (Felidae) in Southeast Asia has declined in nature owing to its lost habitat, fragmentation one and massive hunting. Meanwhile, the research of Asiatic Golden Cats, Sunda Clouded  Leopards, Marbled Cats, and Asian Leopard Cats is not much conducted. This research aimed to find out their distribution and habitat use in Southern Bukit Barisan National Park (BBSNP). The data intake employed Camera Trap, then analyzed by occupancy model with single season and single species applying R-software. It was found that  Asiatic Golden Cat Occupancy Model yielded 0.75 in Intensive Protection Zone or Zona Perlindungan Intensive (IPZ) and 0.4 occupancy value in northen parts of  Sourthern Bukit Barisan National Park (BBSNP). Furthermore, its Sunda Clouded Leopards resulted in 0.50 in IPZ and 0.42 occupancy value in northen parts of BBSNP. Its Asian Leopard Cats was 0.16 occupancy value in IPZ  and unexecuted occupancy model in northen parts of BBSNP due to extremly low detection.
Identifikasi Penyebab Ketidakhadiran Surili (Presbytis comata) pada Sebuah Ekosistem Kebun Campuran di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat Toto Supartono; Dede Kosasih
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.1.69-83

Abstract

Surili (Presbytis comata) tergolong primata langka dan tidak ditemukan lagi keberadaannya di beberapa habitatnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab hilangnya surili di kebun campuran pada blok yang tetap ditempati dan blok yang sudah tidak ditempati surili (Hulu Ciberung dan Argasari), dengan menggunakan metode wawancara, survei, dan analisis peta. Data dinalisis melalui uji beda nilai tengah dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel vegetasi berupa kepadatan pohon, kepadatan pohon berdiameter >30 cm, kepadatan pohon dengan tinggi >15 m, kepadatan pohon pakan, luas bidang dasar (LBDS) pohon, dan LBDS pohon pakan antara kedua blok tidak berbeda nyata (P >0,05). Penelitian juga memperoleh hasil bahwa blok Argasari dilalui oleh jalan angkutan, memiliki areal yang lebih sempit (137,39 ha vs 144,12 ha), lebih jauh terhadap hutan alam (1,04 km vs 2,06 km) dan lebih dekat terhadap jalan raya (154,35 m vs 169,63 m) dibandingkan dengan blok Hulu Ciberung. Hasil ini menunjukkan bahwa absennya surili di blok Argasari tidak berhubungan dengan kondisi vegetasi, tetapi diduga berhubungan dengan atribut lansekap yang memicu tingginya gangguan manusia. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pelestarian surili di luar kawasan lindung harus menekankan faktor keamanan dengan meminimalkan gangguan, serta luasan areal.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN BEDENG PERSEMAIAN PADA KOMPEPAR PASIR BATANG TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI, KABUPATEN KUNINGAN Toto Supartono; Iing Nasihin; Dede Kosasih
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Berdaya Mandiri (JBM: EDISI KERJASAMA STIE EKUITAS BANDUNG)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.49 KB) | DOI: 10.31316/jbm.v3i2.1779

Abstract

Persemaian merupakan salah satu sarana penting dalam kegiatan pemulihan ekosistem karena dapat berperan sebagai sumber perbanyakan bibit.  Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah membangun persemaian di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Ciremai yang di dalamnya terdapat kelompok masyarakat yang mengelola obyek wisata.  Kompepar Pasir Batang telah dijadikan mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat.  Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dan implementasi lapangan.  Persemaian dapat terbangun sesuai dengan yang diharapkan.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon positif terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh lembaga pendidikan.
PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI BIOHANDSANITIZER DAN BIODESINFEKTAN BERBASIS ECO-COMMUNITY UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA Nurdin Nurdin; Iing Nasihin; Nina Herlina; Toto Supartono; Dede Kosasih; Ai Nurlaila
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Berdaya Mandiri (JBM: EDISI KERJASAMA STIE EKUITAS BANDUNG)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.551 KB) | DOI: 10.31316/jbm.v3i2.1780

Abstract

Covid-19 telah menyebar secara luas keseluruh dunia melaluli perantara manusia ke manusia. Upaya memutus mata rantai penyebaran virus tersebut salah satunya dengan menjalankan perilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Upaya tersebut dimulai dari tingkatan rumah tangga melalui suatu komunitas peduli lingkungan Bale Riung yang kemudian dikenal dengan  “Bale Riung Eco Community (BREC). Kegiatan diawali dengan fermentasi sampah organik buah dan sayuran untuk menghasilkan eco enzyme. Setelah itu eco enzyme dibuat biohandsanitizer dan biodesinfektan. Pengurangan sampah organik mulai terlihat sebagai dampak positif  pengolahan sampah organik tersebut. Masyarakat sudah mulai menggunakan biodesinfektan untuk mengepel lantai, mencuci bak mandi dan membersihkan kaca. Tidak ditemukan indikasi adanya iritasi kulit setelah penggunaan biohandsanitizer.  Lingkungan rumah menjadi lebih bersih dan segar serta terbebas dari gangguan serangga yang membahayakan kesehatan. Kandungan asam asetat (H3COOH) dalam eco enzyme dapat membunuh kuman, virus dan bakteri. Sedangkan kandungan enzyme lipase, tripsin, amilase  mampu membunuh /mencegah bakteri patogen. Kata Kunci: Covid-19, sampah, eco enzyme, biohandsanitizer, biodesimfektan.
FLOWERING AND FRUITING CYCLE OF Cinnamomum sintoc Blume IN LOWLAND FOREST OF CIREMAI MOUNTAIN NATIONAL PARK, WEST JAVA AND THE IMPLICATION FOR CONSERVATION AGUS YADI ISMAIL AGUS YADI ISMAIL; Toto Supartono; Agung Rifai; Eming Sudiana; Elly Proklamasiningsih
Media Konservasi Vol 27 No 2 (2022): Media Konservasi Vol 27 No 2 Agustus 2022
Publisher : Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism - IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/medkon.27.2.76-81

Abstract

Cinnamomum sintoc Blume is an endangered species experiencing an ongoing decline due to overharvesting; in- and ex-situ conservation efforts are urgently needed to ensure its survival. We performed a detailed assessment of the flowering and fruiting phenology of C. sintoc in a lowland forest in West Java, Indonesia. We aimed to relate the duration of each phenological phase to environmental factors including elevation, humidity, temperature, and slope, as well as the orientation of the flowers. A total of 30 trees were sampled from three elevation ranges (500–700, 700–900, and 900–1,100 m). We found that C. sintoc requires approximately 40 days to complete flowering and an additional 82 days to produce mature fruit. The period from flower initiation to fruit ripening spans 4 months, from late July to early November. Flowers that are east-facing developed mature fruit more rapidly than those facing other directions, and the shortest flowering and fruiting phenological period was observed for east-facing flowers at 700–900 m. These results provide a baseline for studying phenological shifts in C. sintoc, and could inform seed harvesting efforts for conservation projects in the study area of Gunung Cermai National Park. Key words: Bintangkot, declining population, Endangered species, Lauraceae, phenology
Kumpulan Burung dan Mamalia pada Kiara Bunut (Ficus virens) di Hutan Gunung Tilu Kabupaten Kuningan Yayan Hendrayana; Dian Teja Permana; Ai Nurlaila; Ilham Adhya; Toto Supartono
LOGIKA : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Vol 14 No 01 (2023)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/logika.v14i01.7276

Abstract

Ficus is the largest genus of the Moraceae family which is often found in Indonesia, both in the highland and in the lowlands. Kiara bunut (Ficus virens) is classified as one of the top ten Ficus species that attracts the most frugivorous species. The purpose of the study was to determine the diversity of bird and mammal species in kiara bunut (Ficus virens). The method used is the silent observer method (silent detection) which is counting the animals when the animals are not disturbed and the observation method where the observer approaches the animals are not quietly as possible (as silent as possible). There are 18 species of bird found in kiara bunut (Ficus virens) in the Mount Tilu forest, Kuningan Regency, consisting of frugivore, insectivore, nectarivore and grainivore and 2 species of mammals, namely surili (Prebytis comata) and squirrel (Callosciurus notatus) with an index diversity for bird species H’=2,355 is categorized as medium and mammals cpecies H’= 0,7 is catagorized as low. This information becomes important and can be use by forest managers to support biodiversity concervationFicus merupakan marga terbesar Famili Moraceae yang banyak dijumpai di Indonesia, baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Kiara bunut (Ficus virens) digolongkan sebagai salah satu dari sepuluh spesies Ficus teratas yang menarik paling banyak spesies pemakan buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman kumpulan jenis burung dan mamalia yang ada pada pohon kiara bunut (Ficus virens). Metode yang digunakan adalah metode pengamat diam (silent detection) adalah menghitung satwa ketika satwa tidak dalam keadaan terganggu dan metode pengamatan dimana pengamat mendekati satwa setenang mungkin (as silent as possible). Jenis burung dan mamalia yang ditemukan pada pohon kiara bunut (Ficus virens) di Hutan Gunung Tilu Kabupaten Kuningan sebanyak 18 jenis terdiri dari burung frugivora, insectivora, nectivora serta granivora dan 2 jenis mamalia yaitu surili (Presbytis comate dan tupai (Callosciurus notatus) dengan indeks keanekaragaman untuk jenis burung H’= 2.355 dikategorikan sedang dan jenis mamalia H’= 0.7 dikategorikan rendah. Informasi ini sangat penting yang dapat dimanfaatkan oleh pengelola kawasan untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati.
TEKNIK BUDIDAYA MIKROORGANISME TANAH UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN MEDIA TANAM Toto Supartono; Ilham Adhya; Yayan Hendrayana
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): APTEKMAS Volume 6 Nomor 1 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v6i1.6240

Abstract

Fertility of planting media is one of the critical success factors in plant production activities. The use of local microorganisms in increasing the fertility of planting media can be an alternative in the use of synthetic fertilizers and help realize the independence of rural communities in plant cultivation. The purpose of this activity is to provide knowledge about soil microorganism breeding techniques to increase the fertility of the growing media. The target groups in this activity are the Women Farmers Group (KWT) and the Mandapajaya Village Community, Cilebak District, Kuningan Regency. In accordance with the expected target, the activity was attended by KWT and representatives of farmers. All participants who attended followed the activity until it was finished. The participants also asked several questions related to the material presented during the discussion session. At the end of the discussion, the participants also said that they understood the material that had been delivered and planned to implement the material. Keywords: cultivation, fertility, microorganisms, soil, plants
Peran Masyarakat terhadap Rehabilitasi Hutan dan Lahan: Studi di Desa Dukuhdalem, Japara, Kuningan Rhaisya Hayatul Hamidah; Ilham Adhya; Deni Deni; Yayan Hendrayana; Toto Supartono
LOGIKA : Jurnal Penelitian Universitas Kuningan Vol 14 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/logika.v14i02.7843

Abstract

Forest and land rehabilitation is an effort to restore, maintain and improve the function of forests and land so that their carrying capacity, productivity and their role in supporting life support systems are maintained. Community involvement should be a stimulus for community participation and a driving force for successful forest rehabilitation. This study aims to find out the role of the community in forest and land rehabilitation activities. The method used is in the form of observation and in-depth interviews, then analyzed with a qualitative descriptive method. The community's role in the vegetative forest and land rehabilitation activities carried out is still not participatory, especially during the monitoring and evaluation stages because program implementation tends to take place only as a project that needs to be completed..Rehabilitasi hutan dan lahan merupakan suatu upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga, keterlibatan masyarakat seharusnya menjadi stimulus partisipasi masyarakat dan pendorong keberhasilan rehabilitasi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. Metode yang digunakan berupa observasi dan wawancara mendalam, selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Peran masyarakat terhadap kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan secara vegetatif yang dilakukan masih bersifat kurang partisipatif terutama pada tahap pengawasan dan tahap evaluasi karena pelaksanaan program cenderung berlangsung hanya sebagai sebuah proyek yang perlu diselesaikan.
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KARAKTERISTIK HABITAT ULAR (Serpentes) DI KAWASAN HUTAN SEKUNDER Rafli Alviansyah; Toto Supartono; Nurdin Nurdin
Journal of Forestry And Environment Vol 5, No 1 (2022): Journal of Forestry and Environment
Publisher : Faculty of Forestry and Environment, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jfe.v5i1.9044

Abstract

The type of snake (Sepentes) has not been properly, completely and thoroughly recorded further research on species diversity and habitat characteristics of snakes (Serpentes) in the forest secondary nature in Tundagan Village, as well as as an initial published data collection with more complete as desired and sustainable for the sub-order Serpentes. The purpose of this research are 1) Knowing the level of diversity of snake species (Serpentes) in the Tundagan secondary forest. 2) Knowing the habitat characteristics of snakes (Serpentes) based on vegetation and environmental factors. found as many as 2 families and 12 species of snakes (Serpentes). In the habitus of undergrowth dominated by Begonia (Begonia sp.) by 22.85%, In the bush habitus it is known that The highest important value index was obtained by the Senggani species (Melastoma sp.) which was 75.51%, the highest important value index on tree habitus was obtained from the Bunut species (Ficus glauca) which is 63.91%. The number of snake species (Serpentes) is most commonly found when the temperature is daily averages at 23°C and 24.5°C which is 6 species. The highest number of species was found when The average daily humidity is 86%, which is found as many as 6 species.Belum terdatanya jenis ular (Sepentes) dengan baik, lengkap dan menyeluruh sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai keanekaragaman jenis dan karakteristik habitat ular (Serpentes) di hutan alam sekunder di Desa Tundagan, serta sebagai pendataan awal yang terpublikasikan dengan lebih lengkap sebagai acuan dan dapat berkelanjutan bagi sub ordo Serpentes. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Mengetahui tingkat keanekaragaman jenis ular (Serpentes) di hutan sekunder Tundagan. 2) Mengetahui karakteristik habitat ular (Serpentes) berdasarkan vegetasi dan faktor-faktor lingkungan. ditemukan sebanyak 2 famili yakni dan 12 spesies ular (Serpentes), Pada habitus tumbuhan bawah didominasi oleh Begonia (Begonia sp.) sebesar 22.85%, Pada habitus semak diketahui bahwa indeks nilai penting tertinggi diperoleh oleh spesies Senggani (Melastoma sp.) yakni sebesar 75.51%, Indeks nilai penting tertinggi pada habitus pohon diperoleh oleh jenis Bunut (Ficus glauca) yakni sebesar 63.91%, Jumlah jenis ular (Serpentes) paling banyak ditemukan ketika suhu rata-rata harian pada 23°C dan 24,5°C yakni 6 jenis, Jumlah jenis tertinggi ditemukan ketika kelembaban rata-rata harian 86% yakni ditemukan sebanyak 6 jenis
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BERBASIS PENYU HIJAU DI KAWASAN PANTAI SUKAMADE TAMAN NASIONAL MERU BETIRI Dylla Axaraliefya; Nina Herlina; Toto Supartono
Journal of Forestry And Environment Vol 6, No 1 (2023): Journal of Forestry and Environment
Publisher : Faculty of Forestry and Environment, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jfe.v6i1.9074

Abstract

The Sukamade Beach area of Meru Betiri National Park is one of the distribution areas for green turtles in Indonesia. The existence of these green turtles has the potential to become an ecotourism attraction. The aim of this research is to determine the potential of green turtles (nesting season and nesting behavior) and to develop green turtle-based ecotourism for Meru Betiri National Park Management. The research method used for data collection is the "simple random sampling" method. Data collection includes data on green turtle potential (nesting season and nesting behavior) and green turtle-based ecotourism development strategies. The research data shows that the potential for green turtle-based ecotourism is data on the number of green turtles that appear on the surface of Sukamade Beach, the number of green turtle eggs, the number of green turtle eggs that hatch into hatchlings, the number of green turtle hatchlings that are released into the sea, the number of green turtles laying eggs and the behavior of green turtles when laying eggs, while the green turtle-based ecotourism development strategy that is appropriate for ecotourism development is the strength-opportunity (S-O) strategy by creating a strategy that uses strengths to take advantage of opportunities in the form of increasing ecotourism objects with the "Green Turtle Enchantment" program for the purposes of education and research. The suggestions in this research are the need to monitor vegetation and the distribution of green turtle nests so that the existence of green turtles will remain sustainable, create an interpretation board regarding information on the existence, benefits and behavior of green turtles, collaborate with the community and village government in management around the Sukamade Beach area so that it does not cause problems. Social reflection and further research on Habitat Specifications for Green Turtles Laying Eggs on Sukamade Beach, Meru Betiri National Park to make it easier for managers to find out the location of green turtles nesting.Kawasan Pantai Sukamade Taman Nasional Meru Betiri merupakan salah satudaerah penyebaran penyu hijau di Indonesia. Keberadaan penyu hijau tersebut sangatberpotensi untuk dijadikan sebagai salah satu objek ekowisata. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui potensi penyu hijau (musim bertelur dan perilaku bertelur) danmenyusun engembangan ekowisata berbasis penyu hijau kepada Pengelola Taman Nasional Meru Betiri. Metode penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data yaitumenggunakan metode “simple random sampling”. Pengumpulan data meliputi data potensi penyu hijau (musim bertelur dan perilaku bertelur) dan strategi pengembangan ekowisata berbasis penyu hijau. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ekowisata berbasis penyu hijau adalah data jumlah keberadaan penyu hijau yang muncul di permukaan Pantai Sukamade, jumlah telur penyu hijau, jumlah telur penyu hijau yang menetas menjadi tukik, jumlah tukik penyu hijau yang di lepas ke laut, jumlah penyu hijau yang bertelur dan perilaku penyu hijau saat bertelur sedangkan strategi pengembangan ekowisata berbasis penyu hijau yang tepat untuk pengembangan ekowisata yaitu strategi kekuatan-peluang (S-O) dengan menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang berupa peningkatan objek ekowisata dengan program “Pesona Penyu Hijau” untuk keperluan pendidikan dan penelitian. Saran dalam penelitian ini adalah perlunya monitoring vegetasi dan penyebaran sarang penyu hijau sehingga keberadaan penyu hijau akan tetap lestari, pembuatan papan interpretasi mengenai informasi keberadaan, manfaat dan perilaku penyu hijau, kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah desa dalam pengelolaan di sekitar Kawasan Pantai Sukamade sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial dan penelitian lanjutan tentang Spesifikasi Habitat Penyu Hijau Bertelur di Pantai Sukamade Taman Nasional Meru Betiri agar dapat mempermudah pengelola untuk mengetahui lokasi peneluran penyu hijau
Co-Authors Aang Aprizal Mashuri Ade Hamdani Aditya Aditya Agung Rifai Agus Hikmat Agus Priyono Kartono Agustian, Agung Gumelar Agustiana, Hendri Syulis Ai Nurlaila Ai Nurlaila Ai Nurlaila, Ai Alfani, Alfani Alfin Muhamad Alfiyasin Alifah Sari Alimah, Elma Althaaf, Naufal Alwi Zulva Maulida Anggraeni, Dina Mariana Asep Budi Wahyono Bima Aria Indra Prahasta Chandra, Rufidi Dadan Nugraha Danda Priyana Dede Kosasih Deni Deni Deni Deni Dian Teja Permana Dylla Axaraliefya Elly Proklamasiningsih Eming SUDIANA Erni Nuraeni Fahrul Shobarudin Syahban Febri Ramdani Feizal Tawaqal Feizal Tawaqal Fujiman, Heris Galang Aulia Prasetya Gita Yudistira Haydar Rahardian Herma Wiharno Hermansyah, Dadan Hidayatullah, Robby Ardiansah Hidayatulloh, Syahrul Ibrahim, Maulana Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Karyaningsih Ilham Adhya ISMAIL, AGUS YADI Iwan Hermawan Jaya, Ramdhan Risnur Julianti, Gina Kristanto, Martinus Ari LILIK BUDIPRASETYO Mafaz, Mihra Fauzia Menara, Sekar Amalia Muhammad Sulaiman Nasihin, Iing Naufal Althaf NINA HERLINA Nina Herlina Nina Herlina Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurul M Ghojali Opik Rahmadiana Pasha, Listi Surenra Prasetya, Galang Aulia Pratama, Ilham Pratama, Reynaldi Purnama, Rofi Putri Lestari Rafli Alviansyah Rahmadina, Laeli Rhaisya Hayatul Hamidah Rifai, Iman Jalaludin Robi Robi Royvaldo, Royvaldo Santoso, Rio Sari, Alifah Shobarudin Syahban, Fahrul Siti Tamala Suswanto Suswanto, Suswanto Suwari Akhmaddhian Syahban, Fahrul Shobarudin Tawaqal, Feizal Unan Nur Abain Waniatri, Wina Yadi Ismail, Agus Yayan Hendrayana Yudayana, Bambang Zillan Zalila