Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN MIKROOGANISME LOKAL UNTUK PENINGKATAN KUALITAS TANAH Supartono, Toto; Adhya, Ilham; Hendrayana, Yayan; Pasha, Listi Surenra; Julianti, Gina; Alimah, Elma
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i1.42771

Abstract

Masyarakat Desa Cimara sebagaimana masyarakat desa pada umumnya memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pupuk sintetis.  Akan tetapi, masyarakat desa ini di sisi lain memiliki keterbatasan kemampuan dalam membeli pupuk tersebut meskipun terdapat subsidi untuk pembelian pupuk.  Oleh karena itu, perlu ada upaya pemanfaatan sumber daya lokal yang dapat dijadikan sebagai pengganti peran pupuk sintetis, salah satunya adalah budidaya mikroorganisme lokal karena mikroorganisme di dalam tanah dapat berperan dalam membantu kesuburan tanah.  Peningkatakan kapasitas melalui pelatihan sudah dilaksanakan kepada kelompok tani Daun Tilu yang berada di Desa Cimara.  Kegiatan pelatihan telah meningkatkan pemahaman para anggota kelompok tani terkait peranan mikroorganisme tanah dan meningkatkan kemampuan dalam melakukan pembiakannya.
Pemberdayaan Kelompok Masyarakat dalam Pembuatan Persemaian Tendani (Goniothalamus Macrophyllus) di Desa Legokherang, Cilebak Kabupaten Kuningan Adhya, Ilham; Supartono, Toto; Hendrayana, Yayan
Empowerment Vol. 5 No. 03 (2022): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v5i03.5187

Abstract

Efforts to preserve biodiversity, in this case Tendani (Goniothalamus macrophyllus) as a medicinal plant, are not only the responsibility of the manager of an area but also the responsibility of all of us, because collaborative efforts will provide maximum results. real efforts are needed, especially from the surrounding community to get to know the existing natural resources as well as efforts to preserve them through plant cultivation activities in nurseries, this activity is expected to increase awareness of the preservation of natural resources and improve the community's economy. The purpose of this activity is to preserve tendani, increase public knowledge about the benefits and cultivate tendani as medicinal plants
Pelatihan Analisis Vegetasi dan Pengamatan Satwa Liar di Desa Cimara Kecamatan Cibeureum, Kuningan Hendrayana, Yayan; Kosasih, Dede; Nasihin, Iing; Adhya, Ilham; Herlina, Nina; Ismail, Agus Yadi; Deni, Deni; Nurlaila, Ai; Nurdin, Nurdin; Karyaningsih, Ika; Supartono, Toto; Fujiman, Heris; Hidayatullah, Robby Ardiansah
Empowerment Vol. 6 No. 03 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i03.7252

Abstract

The Tilu Daun community group, Cimara Village, Kuningan Regency has the goal of realizing the Mount Tilu forest area which has the potential for biological natural resources, both flora and fauna. Apart from this, this regional group also utilizes natural resources to become special interest tourism. The purpose of this community service activity is to hold training on vegetation analysis and wildlife observation for the Tilu Daun group so that their capacity to utilize Mount Tilu's natural resources increases. This activity was carried out in Cimara Village which involved members of the Tilu Daun community group by training the participants' skills in vegetation analysis and wildlife observation activities starting from the preparation stage to the appearance of observations in the field. This training activity received a good response from the activity participants and must continue to be carried out on an on going basisKelompok masyarakat Tilu Daun Desa Cimara Kabupaten Kuningan mempunyai tujuan melestarikan kawasan hutan Gunung Tilu yang mempunyai potensi sumberdaya alam beranekaragam baik flora maupun fauna. Selain melestarikan kawasan kelompok ini juga memanfaatkan sumberdaya alam menjadi wisata minat khusus. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengadakan pelatihan analisis vegetasi dan pengamatan satwa liar bagi kelompok Tilu Daun sehingga kapasitas dalam memanfaatkan sumberdaya alam Gunung Tilu meningkat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Cimara yang melibatkan anggota kelompok masyarakat Tilu Daun dengan melatih kemampuan peserta dalam kegiatan analisis vegetasi dan pengamatan satwa liar mulai dari tahap persiapan sampai pada pelaksanaan pengamatan di lapangan. Kegiatan pelatihan ini mendapat respon yang baik dari peserta kegiatan dan harus terus dilakukan secara berkesinambungan.
Pengadaan Sarana Penunjang Kegiatan Pelestarian Sumberdaya Alam Kawasan Hutan Gunung Tilu di Desa Cimara Kecamatan Cibeureum, Kuningan Jawa Barat Adhya, Ilham; Hendrayana, Yayan; Supartono, Toto; Herlina, Nina; Nasihin, Iing; Nurdin, Nurdin; Waniatri, Wina; Nurlaila, Ai; Fujiman, Heris; Syahban, Fahrul Shobarudin; Althaaf, Naufal
Empowerment Vol. 6 No. 02 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i02.7424

Abstract

Preserving natural resources besides requiring the collaboration of all parties in its implementation, also requires supporting facilities and infrastructure, one of the efforts to preserve forest resources in the Mount Tilu forest area requires the existence of a meeting hall that can be used by all people who are active around Mount Tilu. Saung Kehati is a collaboration of the local community and the Faculty of Forestry, University of Kuningan. The presence of Saung Kehati is expected to be a means of supporting the preservation of Mount Tilu's natural resources. The implementation method uses the observation approach to the need for supporting facilities for forest resource conservation activities and facilitation of facilities and socialization regarding the use of meeting halls/saung/shelters. The target of this community service is the people of Cimara Village. The activity location is located on community-owned land bordering the Mount Tilu Forest area and the Tilu Mountain Forest area. The community service activities carried out in Cimara Village, Cibeureum District, Kuningan Regency ran smoothly and the participation of the community in participating in these activities was quite high, the existence of Saung Kehati increased activities related to the preservation of natural resources in the Mount Tilu forest area. Pelestarian sumberdaya alam disamping memerlukan kolaborasi semua pihak dalam pelaksanaannya, juga memerlukan sarana dan prasarana penunjang, salah satu upaya pelestarian sumberdaya hutan pada kawasan hutan Gunung Tilu memerlukan adanya balai sarana  pertemuan yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat yang beraktivitas di sekitar Gunung Tilu. Saung Kehati ini merupakan kolaborasi dari masyarakat setempat dan Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan. Kehadiran Saung Kehati diharapkan menjadi sarana pendukung pelestarian sumberdaya alam Gunung Tilu. Metode pelaksanaan dengan pendekatan observasi kebutuhan sarana penunjang kegiatan pelestarian sumberdaya hutan dan fasilitasi sarana serta sosialisasi mengenai pemanfaatan balai pertemuan/saung/shelter. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat Desa Cimara. Lokasi kegiatan terletak di lahan milik masyarakat yang berbatasan dengan kawasan Hutan Gunung Tilu dan kawasan Hutan Gunung Tilu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Cimara Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan berjalan dengan lancar dan peran serta masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi, keberadaan Saung Kehati meningkatkan aktivitas yang berkaitan dengan pelestarian sumberdaya alam kawasan hutan Gunung Tilu.
Sosialisasi dan Pelatihan Pengelolaan Air Bersih di Pondok Pesantren Binaul Ummah Kuningan Akhmaddhian, Suwari; Rifai, Iman Jalaludin; Supartono, Toto; Agustian, Agung Gumelar; Hermansyah, Dadan; Royvaldo, Royvaldo
Empowerment Vol. 6 No. 03 (2023): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v6i03.8764

Abstract

Water is one of the most important and useful substances for the survival of almost all living things on earth. Water is a material that covers about 71% of the earth's surface. Water is a very important primary need for humans and living creatures. More than 70% of the human body consists of water (75% in the brain, 75% in the heart, 86% in the lungs, 86% in the liver, 83% in the kidneys, 75% in the muscles, and 83% in the blood). Water is needed by all body organs in order to function perfectly, for example: in the process of eliminating toxins, lubricating the joints, helping the digestive process, stabilizing body temperature, and facilitating the body's metabolic processes. The method for carrying out service activities at this socialization stage is through lecture and discussion methods for activity participants, namely employees and students of the Binaul Ummah Kuningan Islamic Boarding School. The results of the activity are based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 2 of 2023 concerning Implementing Regulations of Government Regulation Number 66 of 2014 concerning Environmental Health. Water Standards for Hygiene and Sanitation Purposes is water used for individual and/or household hygiene purposes. Water sanitation includes monitoring, protecting and improving water quality. Conclusion Water resource management must meet health standards Air adalah salah satu zat paling penting dan berguna untuk kelangsungan hampir seluruh makhluk hidup di bumi. Air merupakan materi yang menutupi sekitar 71% dari permukaan di bumi. Air merupakan kebutuhan utama yang sangat penting bagi manusia dan makhluk hidup. Lebih dari 70% tubuh manusia terdiri dari air (75% di otak, 75% di jantung, 86% di paru-paru, 86% di hati 83% di ginjal, 75% di otot, dan 83% di darah). Air diperlukan oleh semua organ tubuh agar dapat berfungsi dengan sempurna, misal: dalam proses pembuangan racun (toxic), pelicin bagi sendi-sendi, membantu proses pencernaan, menstabilkan suhu tubuh, dan memperlancar proses metabolisme tubuh. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian tahap sosialisasi ini yaitu dengan metode ceramah dan diskusi peserta kegiatan yaitu  karyawan dan santri Pondok Pesantren Binaul Ummah Kuningan. Hasil kegiatan yaitu Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Lingkungan  Standar Air untuk Keperluan Higiene dan Sanitasi adalah air yang digunakan untuk keperluan higiene perorangan dan/atau rumah tangga. Penyehatan air meliputi pengawasan, pelindungan, dan peningkatan kualitas air. Simpulan pengelolaan sumberdaya air harus memenuhi standar kesehatan
Pemberdayaan Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Pasir Batang melalui Pembuatan Pembibitan Tanaman Rehabilitasi Supartono, Toto; Nugraha, Dadan; Wiharno, Herma; Hidayatulloh, Syahrul; Mafaz, Mihra Fauzia; Anggraeni, Dina Mariana; Menara, Sekar Amalia
Empowerment Vol. 7 No. 02 (2024): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v7i02.10498

Abstract

The partner or target group for this community service activity is Kompepar Pasir Batang which is located in Karangsari Village, Darma District, Kuningan Regency.  The activity area of Kompepar is the Pasir Batang Block which is part of the Gunung Ciremai National Park area.  One of the problems faced by these partners is the difficulty of obtaining plant for rehabilitation activities around the partner's activity locations.  Therefore, the aim of this service activity is to help provide a nursery for types of rehabilitation plants.  The implementation methods used are counseling, training and empowerment.  This activity can run smoothly as expected.  This activity also received appreciation from the local village government and received full support from partners.  Partners are actively involved in every stage of the activity.  For the sustainability of the program, assistance by the Community Service Team will also continue so that the positive impact of the activities can be felt in real terms by many parties.
Pelatihan Pembuatan Bibit Stek Batang Kiara Karasak (Ficus Kurzii King) untuk Rehabilitasi di Desa Cimara Kecamatan Cibeureum, Kuningan Hendrayana, Yayan; Adhya, Ilham; Supartono, Toto; Herlina, Nina; Siti Tamala; Unan Nur Abain; Alwi Zulva Maulida; Danda Priyana
Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 01 (2025): Empowerment
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/empowerment.v8i01.10887

Abstract

Cimara Village, Cibeureum District, Kuningan Regency, faces the problem of critical land which is at risk of environmental degradation due to erosion and reduced natural vegetation. This condition threatens soil fertility and reduces ecosystem function in maintaining environmental balance. One step that can be taken to restore this condition is land rehabilitation using local plants such as kiara karasak (Ficus kurzii King), which has high adaptability to the local environment and plays an important role in preventing soil erosion. The aim of this service is to provide training to the community regarding techniques for making Kiara Karasak stem cuttings, which is expected to support sustainable land rehabilitation programs. Methods for carrying out activities include introducing kiara karasak plants, training in selecting healthy stems suitable for cuttings, correct cutting techniques, use of root-stimulating hormones, as well as sowing and caring for seedlings so that they grow optimally. The approach used is participatory with direct practice in the field, so that participants can apply each stage independently. In this training, participants are also trained in caring for seedlings until they are ready to be moved to rehabilitation land. The results of the service showed that participants experienced a significant increase in their understanding and technical skills in making cuttings. They feel better prepared to produce Kiara Karasak seeds independently and contribute to land rehabilitation in Cimara Village. This activity is expected to have a long-term positive impact on improving environmental quality and increasing public awareness in maintaining the sustainability of the local ecosystem
Pendugaan Potensi Tumbuhan Berkayu di Sekitar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan Jaya, Ramdhan Risnur; Supartono, Toto; Hendrayana, Yayan
Wana Raksa Vol. 18 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v18i01.9306

Abstract

Forest potential is characterized by vegetation diversity because it is the most dominant resource from the forest component. The presence of community wood plantations in private forests and community land can provide a positive role both economically and ecologically. Types of local wood such as White Teak, Sengon, Jabon, Acacia, Mahogany and others. These types have been cultivated by farmers for a long time and are managed traditionally. It's just that the potential amount of wood contributed from woody plants is not yet known for certain. In fact, data on wood potential is needed to provide information on wood availability to communities where the wood supply is not enough to meet their needs, especially if they only rely on natural forests. If potential information is known, the government can take policies regarding the development of woody plants, especially from mixed gardens. On this basis, research was conducted on Estimating Timber Potential in the Faculty of Forestry and Environment, Kuningan University Potensi hutan dicirikan oleh keanekaragaman vegetasi karena merupakan sumber daya yang paling dominan dari komponen hutan. Kehadiran hutan tanaman rakyat di hutan milik dan lahan masyarakat dapat memberikan peran positif baik secara ekonomi maupun ekologis. Jenis kayu lokal seperti Jati Putih, Sengon, Jabon, Akasia, Mahoni dan lain-lain. Jenis ini sudah lama dibudidayakan oleh petani dan dikelola secara tradisional. Hanya saja potensi kontribusi kayu dari tanaman berkayu belum diketahui secara pasti. Padahal, data potensi kayu diperlukan untuk memberikan informasi ketersediaan kayu kepada masyarakat yang pasokan kayunya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya, apalagi jika hanya mengandalkan hutan alam. Jika diketahui informasi potensinya, pemerintah dapat mengambil kebijakan terkait pengembangan tanaman berkayu, khususnya yang berasal dari kebun campuran. Atas dasar itulah dilakukan penelitian Pendugaan Potensi Kayu di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Universitas Kuningan
ANALISIS MODEL REGRESI LINIER SEDERHANA PADA PEROLEHAN SORTIMEN KAYU RAKYAT JENIS SENGON (Paraserianthes falcataria) BERDASARKAN LINGKAR POHON Rahmadina, Laeli; Nurlaila, Ai; Supartono, Toto
Wana Raksa Vol. 18 No. 01 (2024)
Publisher : Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v18i01.9574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi pendugaan kubikasi kayu Sengon di hutan rakyat. Dengan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan desain korelasional, data dikumpulkan selama 3-4 bulan di Desa Cipari dan Desa Baok, Kabupaten Kuningan. Melalui analisis regresi linier sederhana, ditemukan hubungan positif yang signifikan antara keliling pohon dan kubikasi sortimen kayu Sengon. Persamaan prediksi untuk kubikasi sortimen kayu adalah y = -0,429 + 0,007x, dengan koefisien determinasi sebesar 86,4%. Pengujian hipotesis mengkonfirmasi signifikansi hubungan tersebut (0,000 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan alat penduga volume pohon Sengon untuk mendukung pengelolaan hutan rakyat. Model ini diharapkan dapat membantu petani di lapangan dalam mengestimasi kubikasi kayu secara akurat, meningkatkan pendapatan, dan mendukung keberlanjutan industri perkayuan daerah. Rekomendasi yang dapat diberikan antara lain dengan menambahkan faktor lain ke dalam model, seperti variasi volume cabang, tinggi pohon dan cacat kayu pada batang, untuk meningkatkan akurasi prediksi kubikasi kayu. Kata kunci: Hutan Rakyat, Paraserianthes falcataria, prediksi kubikasi kayu.
Gangguan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Di Desa Karamatwangi Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan Aang Aprizal Mashuri; Toto Supartono; Nurdin
Edubiologica Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monyet ekor panjang merupakan salah satu spesies satwa liar yang sangat popular karena sebarannya yang luas. Hal ini dapat terjadi karena monyet ekor panjang merupakan satwa liar yang mampu beradaptasi di berbagai tipe habitat. Penelitian mengenai gangguan monyet ekor panjang di Desa Karamatwangi Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan menggunakan metode wawancara, observasi dan studi literatur bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman yang diganggu, ukuran kelompok pengganggu, waktu mengganggu dan upaya cara mengusirnya. Penelitian ini dilakukan di Bulan Desember 2023 hingga Januari 2024 dalam dua blok desa Karamatwangi yaitu blok lapang dan blok godong. Gangguan pada lahan pertanian yang disebabkan oleh monyet ekor panjang pada umumnya terjadi pada tiga periode waktu gangguan yaitu pagi, siang dan sore hari. Terdapat 19 jenis tanaman yang diganggu oleh monyet ekor Panjang (Macaca fascicularis). Ukuran kelompok ketika mengganggu lahan pertanian yaitu 20 ekor. Bentuk pencegahan yang sudah dilakukan oleh masyarakat sekitar adalah diusir pakai ketapel, diusir pakai batu, diusir pakai suara tembakan, dilempar kayu, diusir pakai petasan, membuat orang-orangan sawah dan digebreg seng.
Co-Authors Aang Aprizal Mashuri Ade Hamdani Aditya Aditya Agung Rifai Agus Hikmat Agus Priyono Kartono Agustian, Agung Gumelar Agustiana, Hendri Syulis Ai Nurlaila Ai Nurlaila Ai Nurlaila, Ai Alfani, Alfani Alfin Muhamad Alfiyasin Alifah Sari Alimah, Elma Althaaf, Naufal Alwi Zulva Maulida Anggraeni, Dina Mariana Asep Budi Wahyono Bima Aria Indra Prahasta Chandra, Rufidi Dadan Nugraha Danda Priyana Dede Kosasih Deni Deni Deni Deni Dian Teja Permana Dylla Axaraliefya Elly Proklamasiningsih Eming SUDIANA Erni Nuraeni Fahrul Shobarudin Syahban Febri Ramdani Feizal Tawaqal Feizal Tawaqal Fujiman, Heris Galang Aulia Prasetya Gita Yudistira Haydar Rahardian Herma Wiharno Hermansyah, Dadan Hidayatullah, Robby Ardiansah Hidayatulloh, Syahrul Ibrahim, Maulana Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Karyaningsih Ilham Adhya ISMAIL, AGUS YADI Iwan Hermawan Jaya, Ramdhan Risnur Julianti, Gina Kristanto, Martinus Ari LILIK BUDIPRASETYO Mafaz, Mihra Fauzia Menara, Sekar Amalia Muhammad Sulaiman Nasihin, Iing Naufal Althaf Nina Herlina NINA HERLINA Nina Herlina Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurdin Nurul M Ghojali Opik Rahmadiana Pasha, Listi Surenra Prasetya, Galang Aulia Pratama, Ilham Pratama, Reynaldi Purnama, Rofi Putri Lestari Rafli Alviansyah Rahmadina, Laeli Rhaisya Hayatul Hamidah Rifai, Iman Jalaludin Robi Robi Royvaldo, Royvaldo Santoso, Rio Sari, Alifah Shobarudin Syahban, Fahrul Siti Tamala Suswanto Suswanto, Suswanto Suwari Akhmaddhian Syahban, Fahrul Shobarudin Tawaqal, Feizal Unan Nur Abain Waniatri, Wina Yadi Ismail, Agus Yayan Hendrayana Yudayana, Bambang Zillan Zalila