Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Window of Nursing Journal

Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Kognitif pada Lansia Ramli, Rahmawati; Fadhillah, Masyita Nurul
Window of Nursing Journal Vol. 1.No. 1 (Juni 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.156 KB) | DOI: 10.33096/won.v1i1.21

Abstract

Perubahan mental yang dialami lanjut usia diantaranya perubahan kepribadian, memori, dan perubahan intelegensi, diantaranya: perkembangan dunia, pertambahan usia, faktor geografis, jenis kelamin, kepriadian, stresor sosial, dukungan sosial, dan pekerjaan. Seiring dengan pertambahan jumlah lanjut usia maka dokter dilayanan primer akan sering mendapatkan masalah gangguan fungsi kognitif pada lanjut usia. Jika dikaitkan dengan tekanan darah, hipertensi meningkatkan risiko terjadinya mild cognitive impairment dan demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif pada lansia di Puskesmas JUmpandang baru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. pengambilan sampel dalam penelitain ini adalah purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 67 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel Hipertensi adalah 0,770 atau p > a = 0,05 sedangkan pada variable aktifitas olahraga didapatkan Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square dengan nilai alternatif Fisher’s exact test diperoleh nilai p pada variabel aktivitas olahraga adalah 0,006 atau p ˂ a = 0,05. Sehingga dpat disimpulkan Tidak terdapat hubungan antara Hipertensi dengan status kognitif lansia dan terdapat hubungan antara aktifitas olahraga terhadap status kognitif Lansia.
Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an terhadap Tingkat Insomnia pada Lanjut Usia di Puskesmas Usuku Wakatobi salam, syukriana; Alwi, Khidri; Ramli, Rahmawati
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.538 KB) | DOI: 10.33096/won.v2i1.368

Abstract

Insomnia is a common health problem in the elderly. The aging process causes a decrease or change in physical and psychological conditions, thereby increasing sleep latency, decreasing sleep efficiency, and waking up earlier. This study aims to determine the effect of murottal Al-Qur'an therapy on reducing insomnia levels in the elderly. Murottal Al-Qur'an therapy is one of the healing methods that can reduce stress hormones and increase endorphins, thereby increasing feelings of relaxation and happiness. This study used a one-group pretest-posttest design. Data analysis used paired T test. The population in this study were elderly people who experienced insomnia of ​​Puskesmas Usuku Wakatobi with a sample of 30 people (15 people in the control group and 15 people in the intervention group). The control group was not given therapy while the intervention group was given therapy. Insomnia level measurements before (pretest) and after therapy (posttest) were carried out in both groups. The results of the study using the paired t test showed that the provision of Al-Qur'an murottal therapy can reduce the level of insomnia in the elderly by a significant level of 5%. Murottal Al-Qur'an therapy can reduce the number of insomnia sufferers to 5 people (33%) mild insomnia and 10 people (67%) recovered from insomnia. Whereas in the control group, there was no significant reduction in insomnia levels. It can be concluded that, giving murottal Al-Qur'an therapy with Surah Al-Rahman can reduce insomnia levels in the elderly in the working area of ​​Puskesmas Usuku Wakatobi.
Pengaruh Refleksi Massage Therapy terhadap Penurunan Kualitas Nyeri pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis: Febriansa, Andi Ferdi; Asfar, Akbar; Ramli, Rahmawati
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.192 KB) | DOI: 10.33096/won.v2i1.384

Abstract

Lansia merupakan salah satu kelompok atau populasi berisiko, populasi lansia meningkat sangat cepat pada tahun 2020. Keluhan yang sering dialami lansia adalah nyeri yang diakibatkan oleh rheumatoid artritis. Refleksi massage therapy adalah salah satu tindakan nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh refleksi massage therapy terhadap penurunan kualitas nyeri pada lansia penderita rheumatoid arthritis di desa barang kab.soppeng. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment menggunakan pre dan post test design. Adapun pengambilan sampel ialah dengan menggunakan tehnik total sampling dengan besar sampel sebanyak 30 responden. Uji pengaruh menggunkan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρ lebih kecil dari nilai α = 0,05. Hasil penelitian adalah tingkat nyeri rheumatoid arthritis pada lansia sebelum diberikan refleksi massage therapy; yaitu skala nyeri sedang 18 orang (60.0%); dan nyeri berat terkontrol 12 orang (40.0%), tingkat nyeri rheumatoid arthritis pada lansia sesudah diberikan refleksi massage therapy; yaitu tidak nyeri 8 orang (26.7%); dan nyeri ringan 22 orang (73.3%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh refleksi massage therapy terhadap penurunan kualitas nyeri pada lansia penderita rheumatoid arthritis dengan nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρ<α, maka H1 diterima. Adapun saran dari peneliti yaitu untuk lansia serta keluarganyauntuk mengatasi nyeri dengan metode non farmakologi seperti menerapkan teknik refleksi massage therapy.
Hubungan Sikap dengan Perilaku Pencegahan COVID-19 pada Lansia Siti Hadijah Syam; Ramli, Rahmawati; Akbar Asfar
Window of Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v3i2.25

Abstract

Kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat secara signifikan. Kurangnya pengetahuan dan perilaku lansia dalam mencegah COVID-19 menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah kasus COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada lansia di Dusun Sampakang Desa Simbang Kabupaten Maros Kecamatan Simbang. Desain penelitian berupa analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Penentuan sampel yang dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan besar sampel sebanyak 65 responden lansia. Analisis yang digunakan adalah uji distribusi frekuensi dan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 56,9% lansia memiliki pengetahuan kurang, dan 67,7% memiliki perilaku kurang menerapkan pencegahan COVID-19 serta terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan dengan perilaku (p=0,034). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifkan pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada lansia di Dusun Sampakang Desa Simbang Kecamatan Simbang Kabupaten Maros. Berbagai upaya perlu terus dilakukan baik disektor kesehatan maupun non-kesehatan guna meningkatkan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat terutama kalangan lansia.
Pengaruh Refleksi Massage Therapy terhadap Penurunan Kualitas Nyeri pada Lansia Penderita Rheumatoid Arthritis Sandi Kurniawan; Andi Ferdi Febriansa; Asfar, Akbar; Ramli, Rahmawati
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v2i1.278

Abstract

Lansia merupakan salah satu kelompok atau populasi berisiko, populasi lansia meningkat sangat cepat pada tahun 2020. Keluhan yang sering dialami lansia adalah nyeri yang diakibatkan oleh rheumatoid artritis. Refleksi massage therapy adalah salah satu tindakan nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh refleksi massage therapy terhadap penurunan kualitas nyeri pada lansia penderita rheumatoid arthritis di desa barang kab.soppeng. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment menggunakan pre dan post test design. Adapun pengambilan sampel ialah dengan menggunakan tehnik total sampling dengan besar sampel sebanyak 30 responden. Uji pengaruh menggunkan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρ lebih kecil dari nilai α = 0,05. Hasil penelitian adalah tingkat nyeri rheumatoid arthritis pada lansia sebelum diberikan refleksi massage therapy; yaitu skala nyeri sedang 18 orang (60.0%); dan nyeri berat terkontrol 12 orang (40.0%), tingkat nyeri rheumatoid arthritis pada lansia sesudah diberikan refleksi massage therapy; yaitu tidak nyeri 8 orang (26.7%); dan nyeri ringan 22 orang (73.3%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh refleksi massage therapy terhadap penurunan kualitas nyeri pada lansia penderita rheumatoid arthritis dengan nilai ρ = 0.000, dimana nilai ρ<α, maka H1 diterima. Adapun saran dari peneliti yaitu untuk lansia serta keluarganyauntuk mengatasi nyeri dengan metode non farmakologi seperti menerapkan teknik refleksi massage therapy.
Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an terhadap Tingkat Insomnia pada Lanjut Usia Syukriana; Alwi , Muhammad Khidri; Ramli, Rahmawati
Window of Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (Juni, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v2i1.300

Abstract

Insomnia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada lanjut usia. Proses penuaan menyebabkan terjadi penurunan atau perubahan kondisi fisik dan psikologis sehingga meningkatkan latensi tidur, menurunkan efisiensi tidur, serta terbangun lebih awal. Salah satu metode penyembuhan insomnia adalah dengan terapi murottal Al-Qur’an. Terapi murottal Al-Qur’an dapat menurunkan hormon-hormon stress dan meningkatkan hormon endorfin sehingga meningkatkan perasaan rileks dan bahagia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi murottal Al-Qur’an terhadap penurunan tingkat insomnia pada lanjut usia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan one-group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah lanjut usia yang mengalami insomnia di wilayah kerja Puskesmas Usuku Wakatobi dengan sampel berjumlah 30 orang (15 orang di kelompok kontrol dan 15 orang di kelompok intervensi). Kedua kelompok dilakukan pengukuran tingkat insomnia sebelum (pretest) dan setelah terapi (posttest). Analisis data menggunakan uji T berpasangan. Hasil penelitian dengan menggunakan uji t berpasangan menunjukkan bahwa pemberian terapi murottal Al-Qur’an dapat menurunkan tingkat insomnia pada lanjut usia dengan taraf signifikan sebesar 5%. Pemberian terapi murottal Al-Qur’an dapat menurunkan jumlah penderita insomnia menjadi 5 orang (33%) insomnia ringan dan 10 orang (67%) tidak lagi menderita insomnia. Pada kelompok kontrol, tidak terdapat penurunan tingkat insomnia secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi penurunan tingkat insomnia pada lanjut usia setelah pemberian terapi murottal Al-Qur’an. Saran dari penelitian ini adalah senantiasa meningkatkan keimanan dengan membaca dan murottal Al-Qur’an. Selain itu, penelitian selanjutnya lebih baik menggunakan ukuran sampel lebih dari 30 orang.
Faktor Perilaku Seksual pada Remaja Rini Rahmadani; Akbar Asfar; Ramli, Rahmawati
Window of Nursing Journal Vol. 4 No. 2 (Desember, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v4i2.572

Abstract

Sexual behavior is any behavior that can be triggered by sexual desire carried out between two people of the opposite sex or the same sex. This study aims to determine what factors are associated with sexual behavior in adolescents at SMK BAZNAS SUL-SEL. The research design used a quantitative approach with a cross-sectional method. The determination of the sample was carried out using a proportional stratified random sampling technique with a sample size of 91 people. The bivariate test used in this study was the chi square test. The results showed that the environment was not related to sexual behavior with a p value = 0.596, while family was associated with sexual behavior with a p value = 0.001, peers associated with sexual behavior with a p value = 0.006, and social media was associated with sexual behavior with a p value. = 0.035. It can be concluded that there is no significant relationship between environmental factors and sexual behavior, and there is a significant relationship between family, peer and social media factors with sexual behavior in adolescents at SMK BAZNAS SUL-SEL. The suggestion from the researcher is that it is hoped that the results of this study can be used as a reference for researchers and can be useful for respondents in understanding factors related to sexual behavior in adolescents.
Pengetahuan Anak Usia Sekolah tentang Perawatan Gigi dan Mulut Alya Fauziah; Sunarti; Ramli, Rahmawati; Jama, Fatma; fauziah, alya
Window of Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (Juni, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v4i1.758

Abstract

Anak yang berada pada tahapan usia sekolah merupakan masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun mental. Periode ini juga disebut sebagai periode kritis karena pada masa ini anak mulai mengembangkan kebiasaan yang biasanya cenderung menetap hingga dewasa. Salah satunya kebiasaan yang harus diperhatikan yaitu kebiasaan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini Mengetahui hubungan pengetahuan dengan perawatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah di SD Negeri Mandai Makassar Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional study. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Chi Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak berpengetahuan kurang yaitu 48 (80%), sebagian besar perawatan gigi dan mulut pada anak kurang terawat sebanyak 45 (75%) dan hasil uji statistic didapatkan ada hubungan signifikan pengetahuan dengan perawatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah di SD Negeri Mandai Makassar dengan nilai þ=0,001 < α=0,05.  Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan pengetahuan dengan perawatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah di SD Negeri Mandai Makassar. Oleh karena itu, di diharapkan kepada pihak tenaga kesehatan maupun pihak sekolah untuk senantiasa melakukan penyuluhan terkait kesehatan gigi dan mulut agar pengetahuan siswa-siswi dapat ditingkatka sehingga berdampak pada kebiasaan perawatan gigi dan mulut anak secara baik dan benar.
Dukungan Keluarga terhadap Kesepian pada Lansia Andi Zaenab Nganro; Muhammad Khidri Alwi; Ramli, Rahmawati; Alam, Rizqy Iftitah
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.781

Abstract

Loneliness is a problem experienced by a person, which is unpleasant and absorbs in the form of sadness, helplessness, hopelessness and emptiness. This condition is where people feel left out of their group and are not cared about by the people around them. Family support is the most important part in helping elderly people solve all the problems they face. If there is a relationship from the family, self-confidence will increase and motivation to face problems that occur will increase. Family support is a factor that influences the well-being of the elderly. This study aims to determine the relationship between family support and loneliness in the elderly. The research used is quantitative research with a research design using a cross sectional study. The sampling technique used was Purposive Sampling with a sample size of 64 samples. The data analysis carried out in this research was bivariate analysis. The relationship test was carried out using the Chi Square statistical test with a significance level of <0.05. The results of this study show that there is insufficient family support for 50 (78%) elderly people, while there is good family support for 14 (22%) elderly people. Loneliness in the elderly who are included in the unequal category is 12 (19%) elderly, while those who are included in the equal category are 52 (81%) elderly. There is a significant relationship between family support for loneliness in the elderly in the working area of ​​the Bontoimarannu Community Health Center, Gowa Regency and p value = 0.00 (p < 0.05. The conclusion of this research is that more than half of the elderly have less family support, most of the elderly experience equality in the Bontomarannu Community Health Center area, Gowa Regency. There is a relationship between family support and loneliness among the elderly in the region Bontomarannu Community Health Center, Gowa Regency.
Dukungan Keluarga dengan Kejadian Demensia pada Lansia Adila, Adila Nurdefianty; Suhermi; Ramli, Rahmawati; Andi Yuliana
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.783

Abstract

Dementia is one of the global health problems with a total of more than 55 million cases in the world and more than 60% of them live in low to middle class countries. Adequate family support will inhibit the decline in cognitive function.This study aims to determine whether there is a relationship between family support and the incidence of dementia in the elderly in the working area of ​​the Bontomarannu Health Center. The design used in this study is descriptive analytic using a cross-sectional study approach. The sample included in this study was random sampling with a sample of 60 respondents. The test used in this research is using chi square. The results of this study indicate that family support for moderate family dysfunction is 67% compared to severe family dysfunction 10% and good 23%, severe cognitive impairment is 43% more than with 30% moderate cognitive impairment and 27%. There is a significant relationship between the relationship between family support and the incidence of dementia in the elderly in the Bontomarannu Community Health Center (p value 0.001 < 0.05). The conclusion of this study is that there is a relationship between family support and the incidence of dementia in the elderly in the Bontomarannu Community Health Center. Therefore, it is hoped that the puskesmas can increase counseling to families about the importance of providing support to the elderly and then for the elderly and their families to be active in participating in posyandu activities, and routinely conducting health checks.