Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Preventif Journal

FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEAMANAN BERKENDARA ( SAFETY DRIVING ) PADA PENGEMUDI ANGKUTAN UMUM JURUSAN KENDARI – BOMBANA DI TERMINAL BARUGA, KOTA KENDARI Nirmala G, Fifi; Karimuna, Siti Rabbani; Budiman, Yusuf
Preventif Journal Vol 3, No 2 (2019): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.787 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i2.8384

Abstract

Besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh kecelakaan lalu lintas, dianggap perlu untuk menekan angka kejadian kecelakaan lalu lintas. Banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh pengemudi disebabkan oleh rendahnya perilaku disiplin berlalu lintas dan ketidaktahuan pengemudi mengenai cara mengemudi yang baik dan aman di jalan raya. Safety driving (keamanan berkendara) merupakan dasar pelatihan mengemudi yang lebih memperhatikan keselamatan bagi pengemudi dan penumpang. Safety driving didesain untuk meningkatkan kesadaran (awareness) pengemudi terhadap segala kemungkinan yang terjadi selama mengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap keamanan berkendara (safety driving) pada pengemudi angkutan mobil jurusan Kendari – Bombana di Terminal Baruga, Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan sampel sebanyak 34 orang. Analisis yang digunakan yakni analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dan uji simultan regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hanya variabel pengetahuan yang berpengaruh terhadap keamanan berkendara (p-value = 0,017). Sedangkan pengalaman mengemudi (p-value = 0,134) dan pelatihan mengemudi (p-value = 0,086) tidak berhubungan terhadap keamanan berkendara. Berdasarkan uji simultan menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh secara simultan terhadap keamanan berkendara (safety driving) adalah pengetahuan dan pengalaman. Pengalaman akan menambah pengetahuan mengemudi yang dapat berpengaruh terhadap keamanan berkendara (safety driving). Kata Kunci : Keamanan Berkendara (Safety Driving), Pengetahuan, Pengalaman Mengemudi, Pelatihan Mengemudi
STUDI SANITASI LINGKUNGAN WILAYAH PESISIR DI KELURAHAN NAMBO KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI Nurmaladewi, Nurmaladewi; Nirmala G, Fifi; Lisnawaty, Lisnawaty; Pratiwi, Arum Dian; Jumakil, Jumakil
Preventif Journal Vol 5, No 1 (2020): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/epj.v5i1.15587

Abstract

AbstrakSanitasi merupakan upaya dasar dalam menjaga kesehatan manusia dengan cara penyediaan lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan. Penyediaan sarana sanitasi akan memberikan dampak positif namun faktanya penyediaan sarana sanitasi masih belum memadai karena masyarakat yang belum menyadari pentingnya sarana sanitasi dalam kehidupan sehari-hari sehingga angka kesakitan akibat buruknya fasilitas sanitasi masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ketersediaan fasilitas sanitasi pemukiman di wilayah pesisir masyarakat Kelurahan Nambo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan teknik simple random sampling. Populasi adalah semua kepala keluarga di Kelurahan Nambo Kota Kendari berjumlah 321 kepala keluarga dan jumlah sampel adalah 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari kepemilikan kategori sarana penyediaan air bersih masyarakat yang memenuhi syarat sebanyak 29 orang (59,2%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 20 orang (40,8%). Saluran pembuangan air limbah yang memenuhi syarat sebanyak 67 orang (95,7%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 3 orang (4,3%). Kepemilikan jamban yang memenuhi syarat sebanyak 46 orang (51,1%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 44 orang (48,9%). Kepemilikan tempat pembuangan sampah yang memenuhi syarat sebanyak 42 orang (52,5%) dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 38 orang (47,5%). Dapat disimpulkan bahwa dari sisi kepemilikan fasilitas sanitasi, masyarakat Kelurahan Nambo sudah masuk dalam kategori baik namun yang perlu menjadi perhatian ialah masih banyak fasilitas sanitasi yang belum memenuhi syarat. Kepemilikan dan kualitas sanitasi ialah dua hal yang harus tercapai dalam menciptakan kondisi lingkungan yang baik sehingga derajat kesehatan masyarakat juga baik. Rekomendasi yang diberikan perlunya pemicuan motivasi untuk jamban, SPAL, dan pengelolaan sampah. Kata kunci: sanitasi; lingkungan; wilayah; pesisir
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, ASUPAN ENERGI DAN STRES DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA MAHASISWA FKIP JURUSAN PENJASKESREK UNIVERSITAS HALU OLEO KOTA KENDARI TAHUN 2019 Nirmala G, Fifi; Wahyuni, Deka; Paridah, Paridah; Rezal, Farid
Preventif Journal Vol 5, No 1 (2020): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/epj.v5i1.15577

Abstract

AbstrakPenumpukan kadar gula dalam darah merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit diabetes melitus.Aktivitas fisik yang dilakukan oleh seseorang akan mempengaruhi kadar glukosa darahnya. Faktor yangmempegaruhi glukosa darah puasa tidak terkendali adalah pengetahuan, pendidikan, diet, stres, asupanmakan, kurang aktivitas fisik, asupan obat yang berhubungan dengan pengendalian kadar gula darah. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktifitas fisik, asupan energi dan stres dengan kadarglukosa darah puasa mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pengetahuan Jurusan Penjaskesrek kota Kendari diUniversitas Halu Oleo. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.Jumlah sampel adalah sebanyak 120 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling.Analisis yang digunakan yakni analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitianmenunjukan bahwa terdapat Hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah puasa (p value 0,000),tidak ada hubungan asupan energi dengan kadar glukosa darah puasa (p value 0,656) dan tidak ada hubunganstres dengan kadar glukosa darah puasa (p value 0,510). Sehingga dapat disimpulkan dari hasil tes menunjukanaktivitas fisik dapat menyebabkan glukosa darah puasa. Glukosa akan diubah menjadi energi pada saatberaktivitas fisik. Aktivitas fisik mengakibatkan insulin semakin meningkat sehingga kadar gula dalam darahakan berkurang. Dengan beraktivitas fisik maka banyak manfaat untuk menurunkan stres.Kata Kunci: Aktivitas fisik, Asupan energi, dan Stres dengan Kadar glukosa darah puasa
STUDI KUALITATIF DUKUNGAN KELUARGA DAN MOTIVASI TERHADAP KESEMBUHAN PADPENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMARAYAKOTA KENDARI TAHUN 2019 Rezal, Farid; Nirmala G, Fifi; Syafri, Widya Utari
Preventif Journal Vol 5, No 1 (2020): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/epj.v5i1.15595

Abstract

AbstractTuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang menyerang paru disebabkan oleh mycobacteriumtuberculosis. Pengobatan TB paru memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga kelangsungan pengobatan TBparu membutuhkan faktor penunjang yaitu salah satunya adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui dukungan keluarga dan motivasi terhadap kesembuhan pada penderita tuberkulosis paru diWilayah Kerja Puskesmas Kemaraya Kota Kendari Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitiankualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknikpurposive sampling, 6 informan kunci dan 2 informan biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kesembuhan yang paling dominan dalam menunjang kesembuhan penderita adalah dukungan keluarga dalam bentuk dukungan emosional yaitu dukungan perhatian terhadap pemenuhan makanan dan yang paling utamaadalah perhatian dalam mengontrol pengobatan penderita. Penderita sendiri merasa lebih termotivasi denganadanya dukungan perhatian yang lebih dari keluarga. Petugas kesehatan memberikan penderita motivasi untukselalu sabar, ikhlas dan semangat dalam menjalani pengobatan hingga sembuh serta tidak mudah untukberputus asa. Peranan kader kesehatan dalam melayani pasien TB Paru diharapkan dapat membangun hubunganyang baik dengan penderita.Kata kunci: Tuberkulosis paru, dukungan keluarga, motivasi