Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Penggunaan Aplikasi Tiktok dengan Tingkat Motivasi Belajar Siswa Maida, Melia; Triana, Noor Yunida; Andini, Amelia
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i4.8410

Abstract

Penggunaan media sosial seperti TikTok dalam konteks pendidikan dapat memengaruhi motivasi belajar siswa, baik secara positif maupun negatif Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan aplikasi TikTok dengan tingkat motivasi belajar siswa kelas VIII di SMP Maarif NU 1 Purwokerto. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan rancangan penelitian Cross Sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan aplikasi TikTok dalam kategori sedang (79,6%) dan memiliki tingkat motivasi belajar dalam rentang sedang (57,4%). Uji spearman rank menunjukkan nilai p-value sebesar 0,022, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara penggunaan aplikasi TikTok dengan tingkat motivasi belajar siswa. Nilai korelasi (CC) sebesar -0,220 menunjukkan hubungan yang lemah dan negatif, yang berarti peningkatan penggunaan TikTok berkorelasi dengan penurunan motivasi belajar. Penelitian ini penting karena memberikan wawasan tentang pengaruh media sosial terhadap motivasi belajar, yang dapat digunakan sebagai dasar bagi pendidik dan orang tua untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam mengelola penggunaan 1teknologi oleh siswa.
PEMBERIAN TERAPI NEBULIZER UNTUK MENINGKATKAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA ANAK DENGAN BRONKOPNEUMONIA aviaduta, Avindha; Cahyaningrum, Etika Dewi; Triana, Noor Yunida
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33448

Abstract

Bronkopneumonia adalah peradangan paru yang merembet ke bronkus karena agen infeksius menjadi penyebab, seperti virus, bakteri, jamur, dan benda asing, dengan tanda-tanda gejala demam tinggi, gelisah, dispenu, nafas cepat dan dangkal, suara napas terdengar ronkhi, muntah, diare, dan batuk berdahak. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan asuhan keperawatan terapi nebulizer terhadap masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada anak dengan bronkopneumonia. Penelitian ini bersifat deskriptif berbentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan terhadap pasien bronkopneumonia. Wawancara dan observasi pada responden dengan kriteria anak usia 1,5 tahun, tanda dan gejala batuk tidak efektif, dan suara nafas tambahan (ronkhi). Hasil penelitian didapatkan diagnose keperawatan pada An.Z yaitu bersihan jalan napas tidak efektif dengan indikator An.Z mengalami batuk tidak efektif ditambah dengan adanya suara nafas tambahan yang terdengar yaitu ronkhi. Setelah dilakukan tindakan pemberian nebulizer selama 3x24 jam dengan obat nasal nebu 2,5 mg per 8 jam, didapatkan hasil batuk efektif meningkat, dan suara nafas tambahan menurun. Pemberian terapi nebulizer dapat mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien dengan bronkopneumonia. Bagi Rumah Sakit dapat memberikan promosi kesehatan tentang bronkopneumonia agar dapat meningkatkan derajat kesehatan, dan bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan asuhan keperawatan bronkopneumonia dengan lebih maksimal.
Pengaruh Relaksasi Genggam Jari Terhadap Nyeri pada Anak dengan Sindrom Nefrotik di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Nabila, Bangkit Isna; Triana, Noor Yunida
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.230

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah guna melihat pengaruh relaksasi pegangan jari atas pengurangan nyeri pada pasien dengan diagnosis medis sindrom nefrotik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo. Subjek dari studi kasus ini ialah seorang pasien dengan masalah nyeri dan didiagnosis dengan sindrom nefrotik, dilakukan selama tiga hari. Pengumpulan data lewat observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi. Hasil penelitian memperlhatkan bahwa studi kasus yang sudah dilaksanakan pada pasien menunjukkan penurunan tingkat nyeri pada pasien pediatrik yang menderita sindrom nefrotik sebelum serta setelah diberikan terapi relaksasi pegangan jari. Dari hasil studi kasus mengenai pengaruh relaksasi pegangan jari, bisa ditarik kesimpulan yakni terapi ini efektif meminimalisir nyeri pada pasien dengan sindrom nefrotik. Hal ini menunjukkan bahwa relaksasi pegangan jari dapat menjadi alternatif terapi yang bermanfaat dalam mengelola nyeri pada pasien dengan kondisi ini.
Edukasi Kompres Formulasi Irisan Bawang Merah sebagai Alternatif Penurun Demam Anak pada Kader dan Ibu Aziz, Salva Nurdianti; Wirakhmi, Ikit Netra; Triana, Noor Yunida
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i2.5812

Abstract

Demam merupakan suhu tubuh diluar batas normal yang dapat menyebabkan dehidrasi dan kejang demam. Salah satu metode non farmakologi untuk menurunkan demam yaitu perawatan kompres formulasi irisan bawang merah yang memiliki kandungan minyak atsiri berfungsi melancarkan peredaran darah serta menurunkan suhu tubuh. Permasalah ini dapat ditangani melalui edukasi kesehatan kompres formulasi irisan bawang merah sebagai alternatif penurun demam anak pada kader dan ibu di Posyandu Bina Kasih. Tujuan edukasi ini meningkatkan pengetahuan kader dan ibu dalam penggunaan kompres formulasi irisan bawang merah sebagai alternatif penurun demam anak. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebanyak 5 kader dan 35 ibu di Posyandu Bina kasih. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri dari ceramah, sesi tanya jawab dan diskusi serta mengukur tingkat pengetahuan kader dan ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi Kesehatan. Kegiatan evaluasi pengabdian ini yaitu melalakukan praktik kompres formulasi irisan bawang merah kepada kader dengan menggunakan alat bantu pantom. Hasil Pengabdian kepada masyarakat diperoleh nilai rata-rata pengetahuan kader dan ibu yaitu 61 (75%) dikategori cukup dan setelah diberikan edukasi kesehatan yaitu nilai rata-rata 83 (82,5%) berada dikategori baik. Luaran dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah publikasi jurnal yang terkareditasi.
Edukasi Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk Meningkatkan Pengetahuan Kader dan Ibu Bayi Usia 6-24 Bulan serta Keterampilan Kader Putrie, Azzahra; Wirakhmi, Ikit Netra; Triana, Noor Yunida
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i3.5798

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan bayi usia 6-24 bulan erat kaitannya dengan pemberian nutrisi melalui MPASI. Kurangnya pengetahuan ibu menjadi faktor utama ketidaktepatan pemberian MPASI. Berdasarkan hasil wawancara di Posyandu Melati 1 Desa Mersi terhadap ibu kader posyandu, rata-rata ibu memperkenalkan MPASI bayi usia 6-24 bulan dengan menu MPASI fortifikasi. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini untuk meningkatkan pengetahuan kader dan ibu serta keterampilan kader tentang pemberian dan pembuatan MPASI dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi. Media yang digunakan yaitu power point dan buku saku. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2x pertemuan yang diikuti oleh 8 kader dan 18 ibu bayi dengan usia 6-24 bulan, dan dilakukan evaluasi penilaian cara pembuatan MPASI. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan kader memiliki nilai rata-rata 57,63 meningkat menjadi 80,88. Pada ibu nilai pengatahuan rata-rata 57,63 menjadi 81,44 serta keterampilan kader dengan nilai rata-rata 84,38. Kesimpulan PkM yaitu dapat meningkatkan pengetahuan kader dan ibu serta keterampilan kader dalam pemberian MPASI bayi usia 6-24 bulan. Oleh karena itu, disarankan untuk melaksanakan edukasi lanjutan dari kader kepada ibu bayi dan pemantauan berkala agar praktik pemberian MPASI lebih optimal dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hasil pengabdian ini dipublikasikan dalam jurnal pengabdian masyarakat dan haki buku saku.
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Fisioterapi Dada (Clapping) pada Anak dengan Diagnosis Medis Bronkopneumonia Khomalasari, Intan Dwi; Triana, Noor Yunida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6639

Abstract

Bronkopneumonia salah satu penyakit pernapasan pada balita yang menjadi penyebab kematian tertinggi dikalangan anak - anak bronkopneumonia merupakan radang yang menyerang paru-paru. Proses peradangan dari penyakit bronkopneumonia menimbulkan manifestasi klinis yang ada sehingga muncul beberapa masalah, salah satunya bersihan jalan napas tidak efektif. Hipoksia merupakan dampak yang terjadi jika bersihan jalan napas tidak efektif dan tidak segera ditangani. Penanganan tindak lanjut secara farmakologi maupun non farmakologis, penanganan nonfarmakologis salah satunya dengan fisioterapi dada. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode study kasus melalui pendekatan proses keperawatan. Subjek yang digunakan adalah satu pasien bronkopneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif di RSUD Prof. Dr. Margono Sukardjo Purwokerto. Instrumen penelitian yang digunakan berupa format asuhan keperawatan anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui pengkajian, analisa data, rencana keperawatan, implementasi, evaluasi dengan metode pendekatan keperawatan. Hasil penerapan terapi fisioterapi dada pada anak dengan bronkopneumonia menunjukkan bahwa evaluasi pada hari ke 3 pasien sudah bias batuk dan mengeluarkan sputum, suara ronchi berkurang dan frekuensi naas 22 x/menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa fisioterapi dada efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada anak dengan bronkopnumonia.
Edukasi Audio-Visual tentang Mobilisasi Dini pada Pasien Post Operasi dengan Spinal Anestesi Cantika, Virginia Raida; Yudha, Magenda Bisma; Triana, Noor Yunida
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Juli 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i4.6993

Abstract

Prosedur pembedahan pada ekstremitas bawah umumnya dilakukan bersamaan dengan tindakan anestesi spinal untuk menghilangkan rasa nyeri. Salah satu masalah yang sering muncul setelah prosedur tersebut adalah imobilisasi, yang dapat memperlambat proses pemulihan dan meningkatkan risiko komplikasi. Mobilisasi dini merupakan upaya yang dilakukan secara bertahap oleh pasien post operasi untuk mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi. Berdasarkan survei yang dilakukan pada 04 November 2024, menunjukkan bahwa beberapa pasien post operasi dengan spinal anestesi memiliki pengetahuan yang rendah mengenai mobilisasi dini dan merasa khawatir untuk melakukannya. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang mobilisasi dini post operasi dengan spinal anestesi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan melalui media audio-visual berupa video edukatif berdurasi ±4 menit dan disertai leaflet sebagai penunjang informasi tertulis. Kegiatan dilaksanakan di ruang recovery room Rumah Sakit Islam Purwokerto dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi hanya 5 peserta (16,7%) berada pada kategori baik, sedangkan setelah edukasi meningkat menjadi 25 peserta (83,3%). Sebanyak 23 peserta (76,7%) mampu melakukan mobilisasi dini sesuai tahapan. Edukasi audio-visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi pasien.
Pengaruh Relaksasi Genggam Jari Terhadap Nyeri pada Anak dengan Sindrom Nefrotik di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Nabila, Bangkit Isna; Triana, Noor Yunida
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.230

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah guna melihat pengaruh relaksasi pegangan jari atas pengurangan nyeri pada pasien dengan diagnosis medis sindrom nefrotik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo. Subjek dari studi kasus ini ialah seorang pasien dengan masalah nyeri dan didiagnosis dengan sindrom nefrotik, dilakukan selama tiga hari. Pengumpulan data lewat observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi. Hasil penelitian memperlhatkan bahwa studi kasus yang sudah dilaksanakan pada pasien menunjukkan penurunan tingkat nyeri pada pasien pediatrik yang menderita sindrom nefrotik sebelum serta setelah diberikan terapi relaksasi pegangan jari. Dari hasil studi kasus mengenai pengaruh relaksasi pegangan jari, bisa ditarik kesimpulan yakni terapi ini efektif meminimalisir nyeri pada pasien dengan sindrom nefrotik. Hal ini menunjukkan bahwa relaksasi pegangan jari dapat menjadi alternatif terapi yang bermanfaat dalam mengelola nyeri pada pasien dengan kondisi ini.
Hubungan antara Status Gizi dan Prestasi Belajar Siswa Rostikawaty, Intan Dwi; Hartati, Hartati; Triana, Noor Yunida
JURNAL KEPERAWATAN MERSI Vol. 14 No. 1 (2025): April
Publisher : Prodi Keperawatan Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkm.v14i1.11553

Abstract

Background: Nutrition is one of the main determining factors in the quality of human resources. Good nutritional status will influence the growth and development process of children, which can improve intellectual abilities, which will have an impact on learning achievement at school. Objective: This research aims to determine the relationship between nutritional status and learning achievement of class VI students at SD Negeri Mandala 03, Cimanggu District, Cilacap Regency. Method: This research is a correlational and analytical design. The sampling technique was a total sampling of 34 respondents. Data analysis used the Spearman Rank test. Results: The findings show no relationship between nutritional status and the learning achievement of class VI students at SD Negeri Mandala 03, Cimanggu District, Cilacap Regency (p=0.712). Student learning achievement is not only influenced by nutritional status, but also they can be influenced by other factors, such as interest and motivation, environment, social media, ease of access to information, and genetic factors. Conclusion: Student learning achievement is not only influenced by nutritional status.
Studi Kasus: Terapi Bermain Mewarnai dan Puzzle untuk Mengatasi Kecemasan Hospitalisasi pada Anak Priastanto, Danny Dwi; Fadhli, Arief Chulafaul; Triana, Noor Yunida; Murniati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.572

Abstract

Anak usia prasekolah (3–6 tahun) rentan mengalami kecemasan saat menjalani hospitalisasi akibat lingkungan yang asing dan prosedur medis yang menakutkan. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak psikologis berupa rasa takut, rewel, hingga menghambat proses penyembuhan. Terapi bermain merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan pada anak. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan terapi bermain mewarnai dan puzzle dalam menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada dua anak dengan tingkat kecemasan ringan hingga sedang berdasarkan Faces Anxiety Scale dan Spence Children’s Anxiety Scale Parent Report. Intervensi diberikan melalui terapi bermain mewarnai dan puzzle selama dua sesi (30 menit per hari) dalam periode hospitalisasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang ditandai dengan berkurangnya perilaku gelisah, ketegangan, dan verbalisasi kekhawatiran. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi bermain mewarnai dan puzzle berpotensi membantu menciptakan suasana nyaman dan mengurangi kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah.