Articles
Pengaruh Relaksasi Genggam Jari Terhadap Nyeri pada Anak dengan Sindrom Nefrotik di Ruang Aster RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo
Nabila, Bangkit Isna;
Triana, Noor Yunida
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/jsi.v7i01.230
Tujuan penelitian ini ialah guna melihat pengaruh relaksasi pegangan jari atas pengurangan nyeri pada pasien dengan diagnosis medis sindrom nefrotik di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo. Subjek dari studi kasus ini ialah seorang pasien dengan masalah nyeri dan didiagnosis dengan sindrom nefrotik, dilakukan selama tiga hari. Pengumpulan data lewat observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi. Hasil penelitian memperlhatkan bahwa studi kasus yang sudah dilaksanakan pada pasien menunjukkan penurunan tingkat nyeri pada pasien pediatrik yang menderita sindrom nefrotik sebelum serta setelah diberikan terapi relaksasi pegangan jari. Dari hasil studi kasus mengenai pengaruh relaksasi pegangan jari, bisa ditarik kesimpulan yakni terapi ini efektif meminimalisir nyeri pada pasien dengan sindrom nefrotik. Hal ini menunjukkan bahwa relaksasi pegangan jari dapat menjadi alternatif terapi yang bermanfaat dalam mengelola nyeri pada pasien dengan kondisi ini.
Hubungan Durasi Operasi terhadap Kejadian Waktu Pulih Sadar Pasien Pasca Anestesi Umum di Ruang Pemulihan RSUD Dr. Soedirman Kebumen
Giffari, Aidil;
Yudha, Magenda Bisma;
Triana, Noor Yunida
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 5 No 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.69503/medika.v5i2.1028
Anestesi umum merupakan prosedur yang menyebabkan hilangnya kesadaran dan nyeri secara sentral, diperlukan untuk kenyamanan pasien selama pembedahan. Salah satu komplikasi yang kerap terjadi pasca anestesi umum adalah keterlambatan pulih sadar, yang dapat meningkatkan risiko gangguan jalan napas, hipoksemia, hingga komplikasi neurologis. Durasi operasi menjadi salah satu faktor yang diduga mempengaruhi waktu pemulihan kesadaran. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel sebanyak 90 pasien pasca operasi dengan anestesi umum di ruang pemulihan RSUD dr. Soedirman Kebumen diambil menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah durasi operasi (≤60 menit dan > 60 menit), sedangkan variabel dependen adalah waktu pulih sadar (≤ 15 menit dan >15 menit) yang diukur menggunakan lembar observasi Aldrete Score. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher’s Exact Test (p < 0,05). Mayoritas pasien menjalani operasi singkat ≤60 menit (61,1%) dan mengalami pulih sadar cepat ≤ 15 menit (56,7%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi operasi dengan kejadian waktu pulih sadar (p = 0,000), di mana operasi dengan durasi > 60 menit cenderung meningkatkan risiko pemanjangan waktu pulih sadar. Durasi operasi berhubungan signifikan dengan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum. Disarankan tenaga anestesi mempertimbangkan durasi pembedahan dalam perencanaan anestesi dan melakukan pemantauan ketat pada pasien dengan operasi berdurasi panjang untuk meminimalkan risiko keterlambatan pulih sadar.
Hubungan antara Status Gizi dan Prestasi Belajar Siswa
Rostikawaty, Intan Dwi;
Hartati, Hartati;
Triana, Noor Yunida
JURNAL KEPERAWATAN MERSI Vol. 14 No. 1 (2025): April
Publisher : Prodi Keperawatan Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jkm.v14i1.11553
Background: Nutrition is one of the main determining factors in the quality of human resources. Good nutritional status will influence the growth and development process of children, which can improve intellectual abilities, which will have an impact on learning achievement at school. Objective: This research aims to determine the relationship between nutritional status and learning achievement of class VI students at SD Negeri Mandala 03, Cimanggu District, Cilacap Regency. Method: This research is a correlational and analytical design. The sampling technique was a total sampling of 34 respondents. Data analysis used the Spearman Rank test. Results: The findings show no relationship between nutritional status and the learning achievement of class VI students at SD Negeri Mandala 03, Cimanggu District, Cilacap Regency (p=0.712). Student learning achievement is not only influenced by nutritional status, but also they can be influenced by other factors, such as interest and motivation, environment, social media, ease of access to information, and genetic factors. Conclusion: Student learning achievement is not only influenced by nutritional status.
Studi Kasus: Terapi Bermain Mewarnai dan Puzzle untuk Mengatasi Kecemasan Hospitalisasi pada Anak
Priastanto, Danny Dwi;
Fadhli, Arief Chulafaul;
Triana, Noor Yunida;
Murniati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v9i1.572
Anak usia prasekolah (3–6 tahun) rentan mengalami kecemasan saat menjalani hospitalisasi akibat lingkungan yang asing dan prosedur medis yang menakutkan. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak psikologis berupa rasa takut, rewel, hingga menghambat proses penyembuhan. Terapi bermain merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan pada anak. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan terapi bermain mewarnai dan puzzle dalam menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif pada dua anak dengan tingkat kecemasan ringan hingga sedang berdasarkan Faces Anxiety Scale dan Spence Children’s Anxiety Scale Parent Report. Intervensi diberikan melalui terapi bermain mewarnai dan puzzle selama dua sesi (30 menit per hari) dalam periode hospitalisasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan yang ditandai dengan berkurangnya perilaku gelisah, ketegangan, dan verbalisasi kekhawatiran. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi bermain mewarnai dan puzzle berpotensi membantu menciptakan suasana nyaman dan mengurangi kecemasan hospitalisasi pada anak prasekolah.
Implementasi Kompres Aloevera terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Anak dengan Kejang Demam Sederhana
Malik, Asef Abdul;
Triana, Noor Yunida
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): November : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55606/jikki.v5i3.8331
Child health encompasses physical, mental, and social well-being, which must be maintained optimally by parents and the community through comprehensive child protection efforts. Toddlers are particularly vulnerable to various illnesses such as fever, acute respiratory infections, and diarrhea, all of which can trigger febrile seizures. Prompt and appropriate management of hyperthermia is essential to prevent serious complications, including seizures and death. One non-pharmacological method that can be used to reduce body temperature is an Aloe vera compress. This case study aims to analyze the effectiveness of Aloe vera compresses in lowering body temperature in children experiencing febrile seizures. The study employed a descriptive case study approach with data collected through physical examination, interviews, and direct observation of the patient. The results showed a decrease in body temperature from 39℃ to 36.5℃ after the administration of Aloe vera compresses over three days (3×24 hours), accompanied by clinical improvement such as the absence of shivering and increased patient comfort. Based on these findings, it is recommended that healthcare providers consider Aloe vera compresses as an non-pharmacological therapy in managing hyperthermia in children, that parents be educated on proper application techniques, and that further research using an experimental design be conducted to evaluate the effectiveness of this intervention in a larger population.
Mekanisme Koping Siswi Usia 10-12 Tahun dalam Menghadapi Menarche
Ningrum, Gishella Wijaya;
Triana, Noor Yunida;
Nurniati, Murniati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2130
Salah satu perubahan fisik yang dialami anak perempuan saat memasuki fase remaja adalah berfungsinya organ reproduksi wanita yang ditandai terjadinya menarche (menstruasi pertama). Pada umumnya remaja akan mengalami menarche pada usia 12-16 tahun, tetapi beberapa remaja mengalami menarche lebih cepat, yaitu pada usia 10-12 tahun, hal ini tentu saja akan mempengaruhi mekanisme koping remaja dalam menghadapi menarche. Tujuan untuk mengetahui mekanisme koping siswi usia 10-12 tahun dalam menghadapi menarche di Sekolah Dasar Negeri Sampang 01 Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Ciri-ciri partisipan adalah: siswi berusia 10-12 tahun yang sudah mengalami menarche, memiliki pengalaman menarche kurang dari atau sama dengan 1 tahun. Dalam penelitian ini pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, partisipan sejumlah 4 orang, metode analisa data yang digunakan adalah dengan pendekatan tematik. Dari 4 partisipan diperoleh 6 tema. Semua partisipan mengalami ketidaknyamanan dan perubahan pada tubuh mereka sebelum maupun sesudah menarche. Selain itu remaja juga merasakan berbagai perasaan saat menarche, hal ini menyebabkan stress pada remaja. Mekanisme koping yang dilakukan oleh partisipan dalam menghadapi menarche ada yang berfokus pada masalah, dan ada juga remaja yang berfokus pada emosi. Koping remaja dalam menghadapi menarche sangat dipengaruhi oleh dukungan dari orang terdekat dan cara remaja memaknai menarche. Remaja di SD Negeri Sampang 01 Cilacap mengatasi masalah saat menarche dengan mekanisme koping problem focus coping dengan strategi planful problem solving yaitu usaha untuk mengubah keadaan stres dengan cara yang analisis, bertahap dan hati-hati.
Pengaruh Fisioterapi Dada pada Anak dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif pada Kasus Pneumonia
Utama, Berlina Trisni Fara;
Triana, Noor Yunida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2185
Pneumonia mengalami penurunan sebesar 14% dari seluruh kematian anak dibawah usia 5 tahun dan menewaskan 740.180 anak pada tahun 2017. Masalah utama yang sering muncul pada pasien pneumonia adalah tidak efektifnya bersihan jalan nafas. Teknik fisioterapi dada dapat meningkatkan efektivitas kebersihan jalan nafas pada pasien pneumonia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel pada penelitian ini menggunakan sebanyak 1 sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan cara observasi dan studi ringkasan yang menghasilkan data untuk interpretasi lebih lanjut dan perbandingan dengan teori yang ada. Hasil penelitian diperoleh data bahwa faktor pasien yang menyebabkan tidak efektifnya bersihan jalan nafas adalah adanya produksi lendir atau sekret yang berlebihan. Data subyektif ibu klien mengatakan anaknya batuk, dan terdengar dengkuran saat tidur, data obyektif adalah adanya suara tambahan seperti ronki, frekuensi pernafasan tidak normal, dan retraksi dinding dada. Analisa penulis, pemberian intervensi berupa fisioterapi dada pada anak belum mampu mengatasi permasalahan higienitas saluran nafas yang tidak efektif.
Efektivitas Terapi Benson terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea (SC)
Ayuni, Qurrotul;
Triana, Noor Yunida;
Haniyah, Siti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2371
Persalinan yang memerlukan pembedahan disebut sectio caesarea (SC). Kecemasan yang disebabkan oleh tindakan pembedahan dapat menyebabkan ketakutan akan kematian, kegagalan medikasi, dan komplikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi benson terhadap kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea (SC) di Ruang IBS RSUD Ajibarang. Jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan desain quasy experiment dengan jenis pretest-posttest design with control group. Sampel adalah ibu yang menghadapi sectio caesarea (SC) di ruang IBS RSUD Ajibarang sebanyak 60 responden dengan teknik purposive sampling. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah lembar kuesioner. Uji wilcoxon dan mann-whitney digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian pada uji wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea (SC) sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok experimen (p value 0.000 < 0.05) dan tidak ada perbedaan kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea (SC) pada kelompok kontrol (p value (0.058) > 0.05). Hasil penelitian pada uji mann-whitney didapatkan nilai p value sebesar 0.000 < 0.05 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa perbedaan kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea (SC) di Ruang IBS RSUD Ajibarang. Pemberian terapi benson dapat dilakukan sebagai salah satu terapi yang dapat diterapikan untuk mengurangi kecemasan.
Implementasi Baby Field Massage terhadap Penurunan Kadar Bilirubin
Afrizal, Talkhah;
Triana, Noor Yunida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2386
Hiperbilirubinemia adalah kondisi klinis paling umum yang menyerang bayi baru lahir dan menyebabkan tampak ikterik. Ikterik adalah penyakit kuning dengan kadar bilirubin menumpuk dengan total di atas 10 mg%. Intervensi utama adalah baby field massage yang dapat meningkatkan ekskresi bilirubin selama fototerapi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana baby field massage mempengaruhi kadar bilirubin serum bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia yang menerima fototerapi. Penelitian studi kasus dengan penelitian deskriptif kualitatif. Hanya ada satu subjek dalam penelitian ini. Format penilaian, analisis data, penentuan diagnostik, intervensi, implementasi, dan evaluasi digunakan saat mengumpulkan data. Subjek yang digunakan dalam implementasi ini adalah bayi Ny. D usia 2 hari dengan diagnosa medis Hiperbilirubinemia di Ruang Melati RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Hasil studi kasus menjelaskan bahwa baby field massage mempengaruhi kadar bilirubin sebelum dan setelah yang dilakukan selama 3 hari.
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Interaksi Sosial pada Siswa Kelas VII
Wardhani, Putri Pramudya;
Triana, Noor Yunida;
Cahyaningrum, Etika Dewi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2722
Bagi remaja berinteraksi dengan orang lain diluar lingkungan keluarga adalah hal yang harus dilakukan. Interaksi sosial adalah hubungan antara individu dengan individu lain, dan bersifat dua arah karena individu dapat mempengaruhi individu lain dan sebaliknya. Seiring dengan berkembangnya kemajuan teknologi, ini dapat memudahkan semua kalangan untuk berkomunikasi dengan sesama lain. Salah satu media komunikasi yang saat ini sangat digandrungi oleh semua kalangan termasuk remaja adalah gadget. Pengaruh gadget memberikan dampak negatif terhadap interaksi sosial anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan interaksi sosial pada siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas. Desain penelitian studi korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 168 siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas menggunakan teknik probability sampling, pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengurutkan menggunakan nomor absen siswa yaitu menggunakan nomer absen ganjil pada setiap kelas. Analisis data ditentukan dengan uji spearman-rank. Hasil penelitian didapatkan mayoritas siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas berumur 12 tahun sebanyak 118 (70,2%), sedangkan pada karakteristik jenis kelamin mayoritas siswa berjenis kelamin laki-laki sebanyak 87 (51,8%). Penggunaan gadget mayoritas siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas berada pada kategori sedang sebanyak 86 (51,2%) dan interaksi sosial mayoritas siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas berada pada kategori cukup sebanyak 140 (83,3%). Hasil uji spearman-rank didapatkan nilai p-value = 0.000 α (α = 0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,344. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan searah antara penggunaan gadget dengan interaksi sosial pada siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Banyumas.