Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Implementation Of Convolutional Neural Network (Cnn) Based On Mobile Application For Rice Quality Determination Altim, Muhammad Zainal; Basalamah, Abdullah; kasman, kasman
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 12, No 1 (2025): Protek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v12i1.9396

Abstract

The purpose of this study is to design and build a CNN deep learning program modeling for a mobile application for rice quality classification and analyze the performance of a mobile application-based classification program as a means of halal information in real time. The method applied is an experimental method that utilizes machine learning technology by using many rice images that are used as datasets. The data of these images is classified by their shape, color and background. This image is used as a reference for the training dataset. After the CNN training model is formed, it is then set up in a web editor p5.js then an interface is created to connect to a server such as Google Cloud using FastAPI, which can be accessed using a mobile application or a web server such as Chrome. In the mobile application, create an interface to connect with the camera system and data base on the cloud server. The results of the study were obtained that CNN deep learning modeling can be used in real time. In web browser usage, the data shown is also affected by lighting. The accuracy level of the built model reached above 99.8 percent with a validation accuracy rate of 99.7 percent in the data training process. When testing, the average accuracy of the data was around 99.9 percent. This clearly proves that CNNs can be used to classify objects properly and accurately.
On-Grid Photovoltaic (PV) - Battery - PLN for Smart Home System Abdurrahman, Tanridio Silviati Delfina; Basalamah, Abdullah; Salmiah, Salmiah; Rahman, Muhammad Natsir
PROtek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 11, No 2 (2024): Protek : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/protk.v11i2.7089

Abstract

Electricity is one of basic human needs. However, PLN's ability to meet customer demands is hampered by its limitations. On the other hand, the sunny geographical advantage of Makassar city can be utilized as a new renewable and environmentally friendly energy source in a smart home. Smart house is a family residence that is able to synergize electricity usage based on the habits of its residents with the help of smart technology so that comfort, safety and efficiency of using electrical energy are obtained. The utilization of solar cell hybrid power – battery – PLN can be implemented in addition to meeting the needs of electricity load in the smart home, it can also contribute excess energy to fulfill off-grid building load.  Monte Carlo Simulation (MCS) is carried out at the beginning of data processing by randomly generating 24-hour models of solar irradiance and smart home load requirements along with weather conditions. PLN not only takes over fulfilling the needs of the smart home load when there is less and or no sunlight and minimum battery capacity conditions, but also it will charge the battery capacity up to 100% every midnight. On average, the daily load requirement for a smart home is almost half the energy produced by PVs, which are 12,439 kW and 24,509 kW respectively. Furthermore, the smart home hybrid power is capable of producing 8,946 MW of excess energy in a year to serve the off-grid building load needs.
Analisis Potensi Teknologi Jaringan 5G Area Sulawesi Selatan Masa, Muhammad Anas; Abdurrahman, Tanridio Silviati Delfina; Basalamah, Abdullah; Rahman, Muhammad Natsir; Lahmado, Haris; Afdhal, Ahmad
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 5, No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v5i1.16870

Abstract

Teknologi jaringan Generasi ke-5 (5G) menjadi fenomena yang baru di Sulawesi Selatan dimana akan terjadinya migrasi teknologi jaringan Generasi ke-4 (4G) ke 5G. Menyusul semakin meningkatnya penetrasi pengguna internet, maka wajar jika teknologi 5G perlu segera diterapkan. Penelitian ini menggunakan metode observasi berupa studi literature dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Strength-Weakness-Opportunities-Threat (SWOT). Hasil analisis migrasi 4G ke 5G berdasarkan perubahan arsitekturnya adalah Serving Gateway (SGW), Mobility Management Entity (MME), Access and Mobility Management Function (AMF), Evolved-Universal Terresterial Radio Access Network (E-UTRAN), dan Next Generation-Radio Access Network (NG-RAN). Standar pengimplementasian teknologi jaringan 5G berdasarkan rekomendasi International Telecommunication Union (ITU) melalui program International Mobile Telecommunication (IMT)-2020. Pada kurun waktu 2018 sampai 2021, jumlah pengguna internet di Sulawesi Selatan meningkat sebesar 67,6%. Sementara itu selang waktu tiga tahun jumlah desa/kelurahan yang  dapat dilayani Base Transceiver Station (BTS) berteknologi 4G bertambah 335 wilayah. Hal tersebut menjadi salah satu peluang yang dimiliki Sulawesi Selatan untuk mengimplementasikan jaringan 5G. Ditambah lagi infrastruktur yang cukup baik menjadi salah satu kekuatan karena tersedianya 94% BTS 4G dari keseluruhan BTS di tahun 2021. Hanya saja perlu memaksimalkan teknologi Device to Device (D2D). 5th Generation (5G) network technology is a new phenomenon in South Sulawesi where there will be 4G to 5G technology migration. Following the increasing penetration of internet users, the technology needs to be implemented immediately. This study used observation method in the form of literature studies and interviews. The obtained data were analyzed using Strength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT) method. The analysis results of  4G to 5G migration based on architecture evolution are Serving Gateway (SGW), Mobility Management Entity (MME), Access and Mobility Management Function (AMF), Evolved-Universal Terresterial Radio Access Network (E-UTRAN), and Next Generation-Radio Access Network (NG-RAN). The standards required for the 5G network technology implementation are based on the recommendation of International Telecommunication Union (ITU) through International Mobile Telecommunication (IMT)-2020 program. During 2018 to 2021, the number of internet users in South Sulawesi increased by  67,6%. Meanwhile, the number of villages/wards served by BTS with 4G technology expanded by 335 area for three years. This is one of the opportunities for South Sulawesi implementing 5G network. Futhermore, sufficiently good infrastructure is as one of the strengths due to the availability of 94% of 4G BTS from all BTS in 2021. However, it needs to maximize Device to Device (D2D) technology.
PEMBUATAN WEBSITE UNTUK PENYEBARAN INFORMASI DESA BORISALLO KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA Basalamah, Abdullah; Altim, Muhammad Zainal; Gani, Pratiwi Juniar Achmad; Kasman, Kasman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37154

Abstract

Desa Borisallo yang terletak di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, merupakan wilayah yang memiliki letak geografis strategis dan memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Namun di sisi lain, desa ini belum memiliki website desa untuk akses informasi warganya. Selain itu, aparat desa dan masyarakatnya masih kurang dalam kemampuan literasi digital. Berdasarkan hal ini, maka tujuan pelaksanaan PKM adalah pembuatan website desa untuk penyebaran informasi serta peningkatan kemampuan literasi digital bagi aparat dan masyarakatnya. Tahapan pelaksanaan kegiatan PKM untuk menyelesaikan permasalahan mitra yakni melakukan analisis kebutuhan, membuat desain website yang sesuai dengan kebutuhan, memberikan materi dan pelatihan dengan menggunakan metode partisipatif, tanya jawab dan ekspermen. Di akhir kegiatan dilakukan tahapan evaluasi. Hasil yang diperoleh setelah pelaksanaan PK yaitu, website desa yang diimplementasikan ke mitra Desa Borisallo, berfungsi dengan baik dan dapat menjadi sarana penyebaran informasi. Kemudian, kemampuan literasai digital aparat pemerintahan dan masyarakat desa mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh bahwa untuk masyarakat desa terjadi peningkatan kemampuan sebesar 123.08% dan pada aparat desa mengalami peningkatan kemampuan sebesar 97.4%. Peningkatan ini mencerminkan bahwa efektivitas kegiatan PKM yang dilakukan cukup berhasil dalam meningkatkan kemampuan mitra.
Prototype sistem alarm ketinggian air Azzahyra, Fayza; Ismayanti; Saad, A.Muh; Suyuti, Saidah; Basalamah, Abdullah
Jurnal LOGITECH Logika Technology Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/logitech.v7i2.10

Abstract

Kota pesisir menghadapi isu perubahan iklim dan lingkungan. Masyarakat Pulau Bonetambu kesulitan mengantisipasi perubahan muka air lautkarena belum adanya tanggul pemecah ombak dan alat pendeteksi pasang surut air laut. Prototype sistem alarm ketinggian air ini menggunakan sensor HC-SR04 untuk mengukur jarak air,ESP32 sebagai motherboard yang menghubungkan komponen satu dengan komponen lainnya, DFPlayer Mini mengubah data digital menjadi suara dan speaker sebagai pengeras suara yang berfungsi untuk mengeluarkan suara yang diteruskan dari DFPlayer Mini. Hasil pengujian prototype sistem alarm ketinggian air ini menunjukkan nilai rata-rata error 3,45% dari delapan kali pengujian, nilai tersebut masih dalam batas toleransi. Pengujian pada DFPlayer Mini menunjukkan bahwa nada peringatan hanya akan keluar pada batas air terhadap sensor yaitu 45 cm dan nada bahaya akan keluar pada batas air terhadap sensor yaitu 20 cm, pengujian pada speaker menunjukkan bahwa alarm hanya akan berbunyi  jika DFPlayer Mini memberi perintah mengenai ketinggian air.  
PROTOTYPE SISTEM PERINGATAN DINI UNTUK RUMAH MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER, BERBASIS IOT Muhammad Husain, Fadel; Putra, Irfan Pratama; Saad, Muhammad; Basalamah, Abdullah; Pakka, Hariani
Jurnal LOGITECH Logika Technology Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64109/8per2a82

Abstract

Keamanan merupakan aspek penting bagi setiap individu, terlebih dengan meningkatnya tindak kriminal seperti pencurian yang sering terjadi ketika pemilik rumah tidak berada di tempat. Kondisi ini mendorong perlunya sistem keamanan jarak jauh agar potensi pencurian dapat dicegah. Penelitian ini merancang alat pemantau kondisi rumah yang memberikan notifikasi kepada pemilik melalui WhatsApp, dengan judul Prototype Sistem Peringatan Dini untuk Rumah Menggunakan Mikrokontroler Berbasis IoT. Prototype sistem ini dibangun menggunakan metode prototyping, dengan tujuan menghasilkan perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat mengirimkan notifikasi ke smartphone pemilik rumah. Perangkat keras terdiri dari sensor infrared beam sebagai pendeteksi objek yang melintas, buzzer sebagai alarm suara, IC regulator 7805 untuk menstabilkan tegangan menjadi 5 volt DC, kapasitor sebagai filter untuk mengurangi noise dan menyimpan energi, serta NodeMCU ESP32 sebagai mikrokontroler. Sementara itu, untuk perangkat lunak, NodeMCU ESP32 dihubungkan dengan Twilio guna mengirimkan notifikasi melalui aplikasi WhatsApp. Berdasarkan hasil pengujian, sensor dapat mendeteksi objek pada jarak 5 hingga 15 meter dan secara otomatis mengaktifkan buzzer. IC regulator 7805 berhasil menurunkan tegangan dari 12 volt menjadi 5 volt. Pengujian perangkat lunak menunjukkan rata-rata waktu tunda (delay) pengiriman notifikasi WhatsApp adalah 1,6 detik untuk provider Telkomsel, 2,6 detik untuk XL, dan 2,6 detik untuk Tri, sehingga diperoleh rata-rata delay keseluruhan sebesar 2,2 detik.