Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perkembangan Lahan Terbangun Kota Pekanbaru Tahun 2000-2020 Almegi, Almegi; Fatmawati, Fatmawati
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 21 No. 2 (2023): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v21i2.65372

Abstract

This research aims describe the development of built-up area and identify trends the development of built-up area in Pekanbaru City in 2000-2020. The approach in research is descriptive quantitative with stages of temporal landsat image interpretation, field verification, and spatial analysis. The study population is the entire pixel data in satellite imagery with sampling techniques for the image interpretation process. Supervised classification is used in the interpretation process, kappa index with 22 sample points is used to test the accuracy of the interpretation results, and map overlays are used in spatial analysis. The results of the analysis show that in the last two decades (2000-2020) the built-up area in Pekanbaru City increased by 13,45% (85,99 km2) with an average increase of 0.67% (4,30 km2) annually. Spatially, the distribution of development of built up area is unevenly, but forms a patterns and directions that tends to be the same, namely the pattern of spreading from the city center to the fringe area with development trends in the south and southwest following the main road route.
Penguatan Pemahaman Materi SIG Melalui Workshop bagi Guru-Guru Geografi Kota Pekanbaru Almegi, Almegi; Amelia, Hutri Rizki; Novita, Yulia
COMMUNITY SERVICE JOURNAL OF ECONOMICS EDUCATION Vol 4, No 2 (2025): Community Service Journal Of Economic Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/csjee.v4i2.38353

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru-guru yang tergabung dalam MGMP Geografi Kota Pekanbaru tentang materi Sistem Informasi Geografi (SIG). Kegiatan pengabdian dilakukan 1 (satu) hari, pada hari sabtu tanggal 5 Februari 2024 yang bertempat di aula SMAN 8 Kota Pekanbaru. Kegiatan ini dihadiri oleh para guru anggota MGMP Geografi Kota Pekanbaru. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini mengikuti tahapan metode Participatory Action Research (PAR) yang dimulai dengan identifikasi masalah melalui observasi awal dan wawancara bersama ketua serta pengurus MGMP Geografi Kota Pekanbaru. Hasil observasi tersebut kemudian dijadikan dasar dalam perencanaan aksi yang disusun secara kolaboratif dengan pihak MGMP. Rencana yang telah dirumuskan selanjutnya diimplementasikan melalui kegiatan workshop materi Sistem Informasi Geografi (SIG) sebagai bentuk aksi nyata pengabdian. Setelah kegiatan berlangsung, dilakukan evaluasi yang meliputi tes untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi SIG dan penyebaran kuesioner guna mengetahui respon peserta terhadap kegiatan. Hasil evaluasi ini menjadi bahan refleksi untuk perbaikan berkelanjutan serta perencanaan kegiatan lanjutan di masa mendatang. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru terhadap materi Sistem Informasi Geografi (SIG). Peningkatan tersebut terlihat dari rata-rata nilai pre-test sebesar 7,5 yang meningkat menjadi 9,1 pada post-test setelah pelaksanaan workshop.Kegiatan workshop ini perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan pendalaman materi dan atau praktek pengoperasi SIG berbasis digital, sehingga guru-guru Geografi bisa mengikuti perkembangan SIG yang cepat berkembang seiring perkembangan teknologi informasi.Kata kunci: Sistem Informasi Geografi, workshop, guru geografi
Systematic Literature Review: Dinamika Penggunaan Lahan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi di Wilayah Pegunungan Almegi, Almegi; Munajar, Adhi; Rahmah, Rahmah
EL-JUGHRAFIYAH Vol 5, No 2 (2025): El-Jughrafiyah : August, 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v5i2.38183

Abstract

Pegunungan adalah ekosistem yang paling rapuh di dunia dengan topografi yang curam, tanah yang tipis dan iklim yang ekstrem, sehingga dampak perubahan penggunaan lahan pada ekosistem ini lebih parah dibanding perubahan pada ekosistem lainnya. Perubahan penggunaan lahan di pegunungan lebih banyak disebabkan oleh aktivitas antropogenik yang merusak akibat intensifikasi penggunaan lahan tidak berkelanjutan dan eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan. Tulisan ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman mengenai dinamika penggunaan lahan di wilayah pegunungan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan Systematic Literature Review (SLR) dari jurnal bereputasi yaitu sciencedirect.com. Review dipandu oleh model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis). Hasil SLR menunjukkan tren publikasi fokus pada degradasi lahan dan atau restorasi ekosistem, dan pengabaian lahan pertanian. Seluruh artikel menggunakan data-data berorientasi geografis, sehingga teknologi Penginderaan Jauh dan atau Sistem Informasi Geografi (SIG) digunakan dalam tahapan pengumpulan, pengolahan dan analisis data. Metode kuantitatif digunakan pada sebagian besar artikel dan metode campuran (mix method) ditemukan dalam artikel dengan jumlah terbatas. Faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika penggunaan lahan yang umum digunakan adalah kondisi geografi, akses lahan dan kondisi sosial-ekonomi. Faktor lain yang digunakan secara terbatas adalah kependudukan, kebijakan dan kondisi sosial-politik. Penelitian ke depan dapat diarahkan pada bahasan pemetaan atau identifikasi pengabaian lahan pertanian dan analisis faktor-faktor penyebabnya dengan pengembangan pada strategi pencegahan bertambahnya pengabaian lahan pertanian di masa mendatang. Penelitian ini juga terbatas dilakukan pada pegunungan di wilayah subtropis, terutama Cina sehingga belum ada perbandingan pengabaian lahan pertanian dengan wilayah pegunungan tropis.
Dinamika Persepsi Spasial Masyarakat Pariangan: Mempertahankan Kearifan Tradisional di Tengah Tekanan Modernisasi Almegi, Almegi; Pratama, Yunda Hasbi; Putra, Novendri
TSAQIFA NUSANTARA: Jurnal Pembelajaran dan Isu-Isu Sosial Vol 5, No 1 (2026): Vol 05. No. 01 2026 (Maret)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/tsaqifa.v5i1.39252

Abstract

Ekosistem pegunungan memainkan peran vital sebagai penyedia jasa lingkungan sekaligus ruang hidup yang membentuk identitas sosial-budaya masyarakat lokal. Namun, di tengah arus modernisasi yang masif, cara masyarakat memaknai dan berinteraksi dengan ruang ekologisnya mulai mengalami transformasi nilai yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi spasial masyarakat lokal terhadap jasa ekosistem pegunungan serta perubahan persepsi tersebut di tengah tekanan modernisasi di Nagari Tuo Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-eksploratif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 28 informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas petani, tokoh adat, dan masyarakat yang memiliki keterkaitan langsung dengan pemanfaatan jasa ekosistem Gunung Marapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memandang Gunung Marapi sebagai sistem ekologis terintegrasi yang menyediakan jasa penyedia, pengaturan, budaya, dan pendukung. Persepsi spasial masyarakat dibentuk oleh kedekatan lokasi, aksesibilitas, keterkaitan antarwilayah, serta aktivitas manusia. Kearifan lokal masih berperan sebagai dasar moral dan ekologis dalam pengelolaan lingkungan, namun modernisasi mendorong transformasi persepsi dari orientasi ekologis–spiritual menuju orientasi ekonomi dan pemanfaatan ruang yang lebih rasional. Meskipun demikian, nilai-nilai tradisional tidak sepenuhnya ditinggalkan, melainkan berintegrasi dengan kebutuhan adaptasi modern. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan ekosistem pegunungan berbasis persepsi spasial dan pengetahuan lokal untuk menjaga keberlanjutan sistem sosial-ekologi pegunungan. Kata Kunci: Ekosistem pegunungan, jasa lingkungan, kearifan lokal, modernisasi, persepsi spasial