Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

CANNY EDGE DETECTION AND IMAGE SEGMENTATION FOR PRECISION FACE RECOGNITION SYSTEM Devita, Retno; Sumijan, Sumijan
JURTEKSI (jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol. 10 No. 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v10i2.3059

Abstract

Abstract: Facial recognition is widely used in areas such as video surveillance and database management. Facial images have been used as a preferred biometric feature in many identity recognition systems to obtain good image results in image segmentation. A good image must pay attention to several factors, namely high resolution, good contrast, image sharpness, consistent colors, lack of noise and appropriate lighting conditions. In this face recognition research, using canny edge detection method for 10 original images paired with 10 other images. The original faces taken are male and female. Canny edge detection has a low error rate in image segmentation compared to other edge detections. The purpose of this study is to determine the edge of the image in I-rat and can display the results of a good segmentation of facial images. The results of the test data with data stored in the database in the study is 1 face image produces 67.69% accuracy and 26.92% and 8 other face images produce 100% accuracy. The average success rate of 10 experiments using image segmentation is 89.461%. In conclusion, the canny edge detection method can provide accurate results in the face recognition process.            Keywords: accuracy; canny edge detection; face recognition; image; segmentation  Abstrak : Pengenalan wajah banyak digunakan dalam diberbagai bidang seperti pengawasan video dan manajemen basis data. Gambar wajah telah digunakan sebagai ciri biometrik yang disukai di banyak sistem pengenalan identitas untuk mendapatkan hasil citra yang bagus dalam segmentasi citra. Citra yang baik harus memperhatikan beberapa faktor yaitu resolusi tinggi, kontras yang baik, ketajaman citra, warna yang konsisten, kurangnya noise dan kondisi pencahayaan yang sesuai. Pada penelitian pengenalan wajah ini, menggunakan metode deteksi tepi canny untuk 10 citra asli yang dipasangkan dengan 10 citra lainnya. Wajah asli yang diambil berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Deteksi tepi canny memiliki tingkat kesalahan rendah dalam segmentasi citra dibandingkan dengan deteksi tepi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tepi gambar secara akurat dan dapat menampilkan hasil segmentasi citra wajah yang baik. Hasil dari data uji dengan data yang tersimpan di database dalam penelitian adalah 1 citra wajah menghasilkan akurasi 67,69% dan 26,92% dan 8 citra wajah lainnya menghasilkan akurasi 100%. Rata-rata tingkat keberhasilan dari 10 kali percobaan dengan menggunakan segmentasi citra adalah 89,461%. Kesimpulan, metode deteksi tepi canny dapat memberikan hasil yang akurat dalam proses pengenalan wajah. Kata Kunci : akurasi; deteksi tepi canny; citra; pengenalan wajah; segmentasi
EXPLANATION OF FEATURE EXTRACTION IN FACE RECOGNITION USING VIOLA JONES ALGORITHM Devita, Retno; Rianti, Eva; Yuhandri, Muhammad Habib; Putra, Ondra Eka
JURTEKSI (jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol. 11 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v11i3.3844

Abstract

Face recognition has become a common thing used in the field of surveillance and security in computer technology and image devices. This study aims to identify the usefulness of a person's face on 3 test images. This study examines the methods of cropping techniques, image enhancement through intensity measurement, and histogram analysis to improve the contrast and distribution of image intensity. In addition, the Viola-Jones algorithm is used to detect key facial features such as eyes, nose, and mouth. The results of the analysis are then applied in the feature evaluation stage, where usually between facial features are applied to measure the ratio of facial proportions. Furthermore, the comparison of proportional ratios of several images was analyzed using bar graphs and line graphs to evaluate the trend and stability of facial proportions. The results showed the best ratio stability with a smaller variation of the on-off ratio of image 2 which is 0.4762 pixels to 0.4983 pixels. Image 2 is the most ideal for face measurement systems based on geometric ratios because it provides more consistent and visible results.
Analisis Perbandingan Kernel Morfologi Citra Otak Ditinjau dari Nilai PSNR Retno Devita
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 13 No. 3 (2024): The Indonesian Journal of Computer Science
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v13i3.3787

Abstract

Image processing banyak digunakan diberbagai bidang kehidupan diantaranya dibidang kedokteran untuk mendiagnosa penyakit. Salah satu penyakit yang menggunakan image processing adalah tumor otak. Tumor otak merupakan penyakit yang sangat membahayakan manusia yang menyerang organ otak. Pada penelitian ini, membandingkan morfologi citra otak dengan menggunakan kernel 11 dan kernel 13. Data yang digunakan ada 5 citra otak hasil CT-Scan yang diproses menjadi 45 citra otak. Metode yang digunakan adalah metode morfologi dilasi, erosi, closing dan opening. Citra otak diproses menggunakan morfologi kernel 11 dan kernel 13 kemudian akan dibandingkan nilai citranya menggunakan nilai MSE, RMSE dan PSNR. Hasil penelitian citra otak yang tertinggi didapat dari kernel 11 yaitu metode closing dengan nilai MSE=453.634.918, RMSE=21.298.707 dan PSNR=21.563739 dB. Nilai terendah didapat dari kernel 13 metode dilasi dengan nilai MSE=9.101.720.394, RMSE=95.402.937 dan PSNR=8.539569 dB. Kesimpulanya, nilai kernel 11 lebih bagus hasilnya dibandingkan dengan kernel 13 jika ditinjau dari nilai PSNR.
Rancang Bangun Media Pembelajaran Interaktif Pengaruh Resistor dan Kapasitor Terhadap Tegangan Dalam Rangkaian Seri Dan Paralel Di Sekolah Menengah Atas Berbasis Mikrokontroler Rionaldo Willian Putra; Retno Devita; Okta Andrica Putra
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v2i4.220

Abstract

Perkembangan teknologi telah mendorong inovasi dalam media pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran fisika yang sering dianggap abstrak oleh siswa SMA karena kurangnya pembelajaran praktek atau alat peraga agar lebih efektif. Pemahaman mengenai pengaruh resistor dan kapasitor dalam rangkaian seri dan paralel seringkali sulit dipahami jika hanya mengandalkan teori pada buku teks. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat peraga interaktif berbasis mikrokontroler Arduino Mega 2560 sebagai media pembelajaran. Alat ini dilengkapi dengan sensor tegangan dan arus secara real-time, layar TFT untuk memberikan pemahaman materi tentang resistor dan kapasitor, serta sistem keamanan RFID. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi lapangan, studi literatur, dan pengembangan sistem (SDLC). Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu memvisualisasikan perubahan tegangan akibat variasi nilai resistor dan kapasitor dengan akurasi yang baik. Media ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep rangkaian listrik pada pelajaran fisika bagi siswa Sekolah Menengah Atas (SMA).
Perancangan Gazebo Sehat dengan Atap Otomatis Berbasis IoT dan Notifikasi Blynk Haniva Budiana Deswary; Retno Devita; Halifia Hendri
Culture education and technology research (Cetera) Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : FKIP - Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ctr.v2i4.222

Abstract

Perancangan gazebo sehat dengan atap otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dan notifikasi Blynk bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan serta mendukung aspek kesehatan pengguna di ruang terbuka melalui sistem yang adaptif terhadap perubahan cuaca. Di wilayah tropis seperti Indonesia, cuaca yang tidak menentu dan paparan sinar matahari berlebihan dapat memengaruhi aktivitas serta kondisi fisik masyarakat. Paparan sinar matahari pagi pada pukul 06.00 hingga 10.00 diketahui membantu proses pembentukan vitamin D yang berperan penting bagi kesehatan tulang dan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, sistem dirancang mempertahankan atap tetap terbuka pada rentang waktu optimal tersebut. Sistem ini menggunakan sensor hujan, sensor suhu (DHT), sensor cahaya (LDR), dan sensor ultrasonik yang terhubung dengan mikrokontroler ESP32 untuk membaca kondisi lingkungan secara real-time serta mengontrol mekanisme buka tutup atap secara otomatis sesuai parameter yang ditetapkan. Ketika terdeteksi hujan, peningkatan suhu, atau perubahan intensitas cahaya di luar batas aman, atap akan menutup sebagai bentuk perlindungan terhadap cuaca ekstrem dan menjaga ketahanan bangunan. Aplikasi Blynk diintegrasikan sebagai media pengontrolan jarak jauh dan sistem notifikasi berbasis internet. Hasil pengujian menunjukkan sistem bekerja responsif, stabil, dan sesuai perancangan.
Sistem Monitoring Ketersediaan Tisu Toile Dengan Sensor Time Of Flight Dan Notifikasi Real-Time Via Android Gustina Putri; Retno Devita; Yogi Wiyandra
Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika | E-ISSN : 3063-9026 Vol. 2 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan pemantauan dan pengendalian perangkat secara real-time melalui jaringan internet. Salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di fasilitas umum, khususnya toilet, adalah keterlambatan pengisian tisu akibat tidak adanya sistem pemantauan otomatis. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan pengguna dan menurunkan kualitas pelayanan Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Monitoring Ketersediaan Tisu Toilet dengan Sensor Time of Flight dan Notifikasi Real-Time via Android. Sistem menggunakan sensor ToF VL53L1X untuk mengukur jarak sebagai indikator sisa tisu. Data dikirimkan melalui internet dan ditampilkan pada aplikasi Blynk di smartphone Android. Ketika jumlah tisu berada pada batas minimum, sistem secara otomatis mengirimkan notifikasi kepada petugas kebersihan.Penelitian ini hanya berfokus pada penggunaan sensor ToF VL53L1X tanpa membandingkan dengan sensor lain. Dengan adanya sistem ini, diharapkan pengelolaan fasilitas toilet dapat menjadi lebih efisien, responsif, dan tepat waktu sehingga meningkatkan kenyamanan pengguna
Perancangan Sistem Pemanas Makanan Otomatis Pada Tudung Saji Berbasis Mikrokontroler Dengan Control Blynk Alifa Carradya; Retno Devita; Defnizal .
Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika | E-ISSN : 3063-9026 Vol. 2 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pemanas makanan otomatis yang terintegrasi pada tudung saji berbasis mikrokontroler dengan kontrol blink. Sistem menggunakan sensor suhu DS18B20 untuk memantau suhu makanan dan elemen pemanas PTC untuk menjaga suhu dalam kisaran aman 40–70°C. Mikrokontroler Arduino Uno berfungsi sebagai pusat kendali, memastikan operasi yang efisien dan otomatis. Penelitian menguji efektivitas sistem dalam mempertahankan suhu makanan serta efisiensi energinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini menjadi solusi praktis untuk menjaga makanan tetap hangat dengan mengurangi intervensi manual dan konsumsi energi. Inovasi ini bermanfaat bagi rumah tangga dan industri kuliner dalam meningkatkan kualitas dan penyajian makanan.
Accurately Determining Labor Test Results Using the Rough Set Method Retno Devita; Sarjon Defit
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 4 (2024): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i4.7069

Abstract

An exam is something that must be done to test a person's ability or intelligence. The laboratory exam in the Computer Systems study program at Putra Indonesia University "YPTK" Padang consists of a digital systems exam, a fuzzy logic control exam, and a tool presentation. The Labor Exam must be passed by students who will take the comprehensive exam. In this study, laboratory exam data was taken for 20 students. So far, processing of student laboratory exam results has been done manually so it takes a long time to make decisions. To overcome this problem, a Rough Set method is used to determine laboratory test results. The Rough Set method is part of machine learning. This research produces 29 rules as knowledge, namely {Digital System} Or {A} = 3 rules, {Fuzzy Logic} Or {B} = 3 rules, {Tool Presentation} Or {C} = 3 rules, {Fuzzy Logic, Tool Percentage} Or {BC} = 6 rules, {Digital System, Fuzzy Logic} Or {AB} = 6 rules and {Digital System, Tool Percentage} Or {AC} = 8 rules. The Rough Set method can determine student laboratory exam results (pass or fail) accurately.
Perkembangan Smart Distribution Seosoning System Menggunakan Delphi 7 Berbasis Orange Pi Ratna Gusrianti; Retno Devita; Yogi Wiyandra
Journal of Computer Scine and Information Technology Volume 9 Issue 1 (2023): JCSITech
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcsitech.v9i1.138

Abstract

Kitchen seasonings are substances that generally come from aromatic plants which are added to dishes with the aim of flavoring food. Seasoning serves to make food taste better. Delicious or not a food depends on the spices added. Seasoning is made from a mixture of spices through various processing processes. Generally, cooking spices are classified into three groups, namely red, white and yellow main spices. Many types of spices can be made into seasonings, for example coriander, pepper, black pepper. There are various types of spices, so storage in the warehouse requires a place that is suitable for the types of spices. So that suppliers are not confused about storing kitchen spices and if needed they are not confused anymore. The supplier will send the spices according to consumer demand, samples in kilo sizes according to the space provided and there will be no more mistakes. This research was carried out by designing, manufacturing and implementing the process, LCD as an information display, Load Cell as a detector for spices, and speakers providing information in the form of sound covering the microcontroller controlling the process, namely the Orange Pi.
Rancang Bangun Pet Food Station and Monitoring Berbasis Arduino Ramadhan Kamil; Retno Devita; Ruri Hartika
Journal of Computer Scine and Information Technology Volume 9 Issue 1 (2023): JCSITech
Publisher : Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jcsitech.v9i1.141

Abstract

Mikrokontroler merupakan suatu perangkat komputer mini yang tertanam di dalam satu chip tunggal yang memiliki fitur-fitur yang lumrah ditemukan pada komputer biasa. Tujuan dari tugas akhir ini merupakan utilisasi mikrokontroller dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari, kesibukan karena tuntutan kerja dan sosialisasi kerap membuat hewan-hewan peliharaan yang tertinggal sendirian di kediaman perumahan masyarakat menjadi terlantar. Pada umumnya hewan peliharaan diberi pakan secara manual oleh pemilik, namun pemilik yang terlalu sibuk dapat secara tidak disengaja terlupa untuk memberi pakan terhadap hewan peliharaan, hal tersebut dapat berakibat non-fatal seperti terhambatnya pertumbuhan hewan peliharaan karena kurangnya asupan nutrisi, maupun berakibat fatal seperti hewan peliharaan yang mati karena kelaparan. Dengan memanfaatkan perangkat mikrokontoller yaitu Arduino 2560, perangkat pelacak waktu secara nyata RTC DS3231, perangkat wireless IP kamera ES32CAM, dan motor DC, tugas akhir ini mengkombinasikan komponen menjadi sebuah sistem yang dapat melakukan otomatisasi pemberian pakan terhadap hewan peliharaan dan dapat digunakan untuk mengawasi hewan peliharaan disaat pemilik tidak berada di sekitar hewan-hewan peliharaan