Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH APLIKASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PUPUK PREMIUM TERHADAP RESPIRASI TANAH PADA PERTANAMAN NANAS RATOON DI LAMPUNG TENGAH Intan Maharani Samsi; Dermiyati, Dermiyati; Winih Sekaringtyas Ramadhani; Arif, M.A Syamsul Arif
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 3 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, AGUSTUS 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i3.11484

Abstract

Respirasi tanah merupakan indikator kesuburan tanah. Pupuk premium yaitu pupuk campuran dari bahan organik dan bahan amelioran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos kotoran sapi dan pupuk premium terhadap respirasi tanah pada pertanaman nanas ratoon. Penelitian dilakukan di PT Great Giant Pineapple, Lampung Tengah dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 = standar budidaya nanas, P2 = kompos kotoran sapi 100% (50 ton ha-1), P3 = pupuk premium A (kompos kotoran sapi 77,6% + batubara muda 9,8% + zeolit 9,8% + liquid organic biofertilizer 1,8% + vermikompos 1%), P4 = pupuk premium B (kompos kotoran sapi 72,7% + batubara muda 14,7% + zeolit 9,8% + liquid organic biofertilizer 1,8% + vermikompos 1%). Data yang didapatkan diuji menggunakan analisis ragam pada taraf 5% yang sudah diuji homogenitas ragam menggunakan Uji Bartlett dan additivitasnya menggunakan Uji Tukey. Kemudian data diuji lanjut menggunakan Uji Ortogonal Kontras. Uji Korelasi digunakan untuk melihat hubungan antara variabel pendukung dengan variabel utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa respirasi tanah pada pengamatan 19 BST perlakuan kompos kotoran sapi (P2), pupuk premium A (P3), pupuk premium B (P4) secara nyata lebih tinggi dibandingkan dengan standar budidaya nanas (P1), dan respirasi tanah pada perlakuan pupuk premium B (P4) secara nyata lebih tinggi dibandingkan pupuk premium A (P3). Terdapat korelasi positif antara biomassa C-mik tanah dengan respirasi tanah pada pengamatan 19 BST.
PENERAPAN TEKNOLOGI PUPUK ORGANIK PLUS UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETERNAK SAPI POTONG DI DESA SIDOSARI NATAR Dermiyati, Dermiyati; Adhianto, Kusuma; Yuwono, Slamet Budi; Sari, Mahrina
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 3 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i3.227

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat tani dan peternak di Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan melalui penerapan teknologi pembuatan pupuk organik plus yang berkualitas dan memiliki kandungan hara tinggi dengan cara meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat mengenai penerapan teknologi pembuatan pupuk dengan menambahkan mikroba pengikat nitrogen (N-fixer), pelarut fosfat (P-solubilizer), dan mikroba pengurai (decomposer) untuk meningkatkan kandungan hara dan kualitas pupuk organik yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah sosialisasi/penyuluhan, demonstrasi pembuatan pupuk organik plus dan percontohan pengujian pupuk di lapang melalui demplot. Khalayak sasaran kegiatan ini adalah anggota kelompok peternak dan kelompok wanita tani di Desa Sidosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Materi yang disampaikan merupakan teknologi tepat guna pembuatan pupuk organik plus. Setiap anggota kelompok ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan dan penerapan kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat perhatian yang serius dari masyarakat khalayak dan dapat dikatakan sangat berhasil dengan meningkatnya pengetahuan petani sebesar 87,9%. Keberhasilan dari pelatihan pembuatan pupuk organik plus yang diperkaya dengan mikroba untuk meningkatkan kandungan hara pupuk yang dihasilkan ditunjukkan dengan selesainya proses pembuatan pupuk dan dihasilkannya pupuk organik sesuai dengan yang diharapkan. Pengujian melalui demplot juga menunjukkan perbedaan antara perlakuan pupuk yang diberikan pada tanaman sayuran.