Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Proporsi Fungsi Hunian dan Fungsi Usaha pada Home Based Enterprise Desa Klangonan, Gresik Firdha Ayu Atika; Annisa Nur Ramadhani; Shandy Oyteza Fortuna
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2019: Menuju Penerapan Teknologi Terbarukan pada Industri 4.0: Perubahan Industri dan Transformasi P
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Gresik memiliki banyak wisata religi bersejarah islam. Situs Makam Sunan Giri merupakan salah satu objek wisata religi yang banyak dikenal oleh masyarakat. Klangonan adalah salah satu desa terdekat dengan Situs Makam Sunan Giri, yang memiliki potensi ekonomi lokal. 80% penduduk Desa Klangonan membuka usaha berbasis rumah tangga. Home Based Enterprise (HBE) / Usaha Berbasis Rumah Tangga (UBR) merupakan sebuah konsep yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Banyaknya HBE Desa Klangonan berpotensi mendukung pengembangan wisata dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu, diperlukan penelitian yang dapat mengidentifikasi kondisi eksisting HBE Desa Klangonan berdasarkan proporsi pembagian ruang hunian dan ruang usaha. Penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. 8 rumah ditetapkan menjadi sampel yang akan mewakili 199 HBE Desa Klangonan sebagai subjek penelitian. Proporsi ruang HBE yang paling mendominasi pada wilayah studi adalah tipe campuran. Keunikan langgam arsitektur pada beberapa rumah dapat digunakan sebagai pedoman perencanaan kawasan tematik. HBE Desa Klangonan membutuhkan perbaikan sirkulasi udara, penataan perabot dan perluasan pada ruang produksi. Permasalahan HBE di Desa Klangonan tidak hanya tentang perbaikan hunian saja, melainkan juga minimnya modal untuk usaha.
Housing Quality pada Permukiman Informal Sempadan Rel Kereta Api, Dupak Magersari, Surabaya Firdha Ayu Atika
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman informal menjadi tempat tinggal bagi sebagian besar masyarakat perkotaan, khususnya di negara berkembang. Permukiman Informal Dupak Magersari merupakan salah satu permukiman informal yang tumbuh di Surabaya Utara. Housing Quality mencakup banyak faktor yang meliputi kondisi fisik bangunan serta fasilitas dan pelayanan lain yang membuat hunian di suatu kawasan menjadi kondusif. Riset ini mengkaji mengenai Housing Quality pada permukiman informal dalam upaya memperbaiki kondisi hunian dan kualitas hidup. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi secara kualitatif yang mengungkapkan Housing Quality pada Permukiman Informal Dupak Magersari RW 09, Surabaya. Data yang diperoleh kemudian diuraikan dan dianalisis secara deskriptif. Hasil identifikasi dari Housing Quality akan membantu dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan, pembangunan infrastruktur fisik, perbaikan sosial ekonomi, perbaikan lingkungan, serta peningkatan pembangunan bagi stakeholder yang terlibat dalam perbaikan permukiman informal.
PENERAPAN TEMA ARSITEKTUR EKOLOGI DALAM RANCANGAN PUSAT KONSERVASI MACAN TUTUL JAWA DI BANYUWANGI Fitri Sri Maudina Febriyani; Firdha Ayu Atika; Esty Poedjioetami
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 6 No 1 (2022): JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v6i1.1731

Abstract

Macan Tutul Jawa merupakan satwa khas Pulau Jawa yang saat ini populasinya semakin menurun. Hal tersebut disebabkan oleh perburuan liar yang sampai saat ini tidak terkendali, serta semakin berkurangnya habitat asli mereka. Apabila tidak segera dilakukan sebuah tindakan kepunahan Macan Tutul Jawa, dapat berdampak buruk bagi ekosistem alam. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mempertahankan populasi mereka adalah dengan kegiatan konservasi. Konservasi merupakan wadah yang dapat digunakan untuk melindungi, menjaga, serta mengembangbiakan satwa yang populasinya semakin berkurang. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menjaga serta mengembangbiakan Macan Tutul Jawa agar terhindar dari kepunahan yang menggunakan penerapan tema Arsitektur Ekologi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik dokumen, dan teknik wawancara. Penerapan konsep makro pada perancangan ini bertajuk Nature. Nature berarti sebagai alam adalah basis dari desain rancangan. Mikro konsep tatanan lahan terarah Tatanan lahan memiliki mikro konsep terarah, yang bertujuan untuk mengerahkan antara zona publik dan zona private. Mikro konsep pada bentuk menggunakan konsep adaptif. Arsitektur ekologi sangat adaptif terhadap arsitektur tradisional, oleh sebab itu bentuk bangunan akan mencerminkan bentuk arsitektur tradisional khas Banyuwangi. Sedangkan mikro konsep ruangan menggunakan konsep open space. Konsep pada setiap ruangnya didesain dengan menggunakan banyak bukaan sehingga sirkulasi pada setiap ruangnya dapat berjalan dengan baik.
Pendekatan Arsitektur Simbolis pada Komplek Pusat Seni Jaranan di Kediri Winda April Liyanti; Suci Ramadhani; Firdha Ayu Atika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2917

Abstract

Seni jaranan merupakan kesenian yang berasal dan berkembang di Kediri. Di masa modern seperti saat ini, sebagai usaha pelestarian dan pengembangan diperlukan fasilitas yang dapat mewadahi seluruh kegiatan seni jaranan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif dengan pendekatan rancang yang berbasis pengelompokan fakta-fakta yang ada tentang bangunan tersebut beserta issue permasalahan yang mungkin muncul, lalu tindak lanjut atau solusi dari permasalahan tersebut sehingga dapat terwujud konsep bangunan yang dirancang. Lokasi yang dipilih berada di Jl. Erlangga Tugurejo kabupaten Kediri, dengan luas ± 4.5Ha. Fasilitas utama komplek ini berupa gedung pertunjukan indoor dan amphitheater, fasilitas penunjang berupa sentra kuliner, guest house dan retail penjualan, serta dilengkapi gedung pengelola dan gedung servis. Tema yang dipilih yaitu arsitektur simbolis, dengan konsep makro Representatif, konsep mikro tatanan lahan Adaptif, konsep mikro bentuk Ekspresif, konsep mikro ruang Fungsional. Konsep mikro tatanan lahan diwujudkan dengan cara menciptakan sebuah tatanan lahan yang mengadaptasi bentuk lengkungan dari atribut anyaman bambu yang berbentuk seperti kuda penari jaranan namun tetap menggunakan sirkulasi yang luas dan menjangkau seluruh bangunan agar mudah diakses pengunjung. Konsep mikro bentuk diterapkan dengan cara menciptakan sebuah bangunan yang mengambil ekspresi dari nilai-nilai yang ada dalam kesenian jaranan hal itu diaplikasikan pada atap gedung pertunjukan indoor dan sentra kuliner yang didesain meliuk seperti selendang penari jaranan. Untuk penerapan konsep mikro ruang yaitu dengan penataan ruang sesuai dengan fungsi masing-masing setiap bangunan secara optimal seperti bentuk ruang yang menyesuaikan bentuk dan fungsi bangunan tersebut yang didesain modern dengan penambahan material alami untuk memberikan kesan etnik. Kata Kunci: Arsitektur Simbolis, Kediri, Seni Jaranan..
Penerapan Tema Arsitektur Hi-Tech pada Perpustakaan Hibrida di Samarinda Risti Khairum Priyanti; Suci Ramadhani; Firdha Ayu Atika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 1 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i1.2849

Abstract

Perpustakaan adalah salah satu unit dalam suatu lembaga yang misinya mendukung kegiatan pembelajaran, penelitian, publikasi dan rekreasi dengan menyediakan berbagai jenis informasi yang sesuai dengan kebutuhan penggunannya. Kota Samarinda merupakan sebuah daerah di Provinsi Kalimantan Timur masyarakatnya memiliki minat baca yang rendah dan kurangnya fasilitas internet yang memadai. Oleh karena itu di buat suatu rancangan desain Perpustakaan Hibrida di Samarinda dengan tema Hi-tech. Perpustakaan hibrida merupakan bentuk perpaduan antara perpustakaan tradisional dan perpustakaan digital atau elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian lapangan dan literatur serta metode Analisis Deskriptif. Konsep makro yang digunakan mengidentifikasi hubungan sifat khas suatu benda dengan desain. Untuk penataan lahan menerapkan prinsip komunikatif yang menciptakan tatanan lahan yang mampu dimengerti dan diikuti oleh pengguna sesuai dengan aturan yang telah dirancang. Rancangan bentuk bangunan menggunakan konsep dinamis yang memberikan tampilan yang dinamis dan memiliki teknologi bangunan yang smart. Pada rancangan ruang menggunakan konsep ekspresif yang menciptakan suasana ruang yang menarik. Diharapkan hasil dari desain ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kota. Sehingga mampu menjadi tempat edukasi bagi Kota Samarinda.
Creative Placemaking Pada Ruang Terbuka Publik Wisata Bangunan Cagar Budaya, Untuk Memperkuat Karakter Dan Identitas Tempat: (Studi Kasus : Gedung Cagar Budaya Sobokartti, Semarang) Firdha Ayu Atika; Esty Poedjioetami
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2022): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v6i1.3810

Abstract

Gedung Kesenian Sobokartti merupakan salah satu cagar budaya di Kota Semarang, yang perlu dilestarikan keberadaannya. Upaya revitalisasi dilakukan untuk menghidupkan kembali eksistensi dari Gedung Sobokartti, sebagai pusat aktivitas budaya. Penelitian ini menekankan kepada penataan ruang terbuka publik, yang dapat berpotensi untuk memperkuat karakter dan identitas suatu tempat. Creative Placemaking digunakan sebagai pendekatan desain ruang publik yang merefleksikan kreatifitas dari seni dan budaya. Studi ini menggunakan metode kualitatif, yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, untuk meningkatkan karakter dan identitas ruang terbuka publik Sobokartti adalah dengan mengkombinasikan aspek budaya, makna, dan kreatifitas menjadi satu kesatuan.
Penerapan Arsitektur Berwawasan Lingkungan pada Desain Ruang Luar Wahana Wisata Berkuda Panahan di Gresik Kurnia Indatur Rofida; Esty Poedjioetami; Firdha Ayu Atika
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 3, No 2 (2022): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2022.v3i2.3336

Abstract

Islamic Lifestyle semakin digandrungi masyarakat muslim di Indonesia. Munculnya istilah ini sebagai pengganti istilah New Normal di era pandemi. Sebenarnya Islam telah mengajarkan untuk menegakkan agama dan gaya hidup sehat. Salah satunya dibidang olah raga, yang dianjurkan yaitu berlari, berenang, berkuda dan panahan. Kabupaten Gresik merupakan kawasan wisata di Kota Santri yang mayoritas masyarakatnya beragama Islamyang mulai menerapkan Islamic lifestyle. Terdapat beberapa tempat berkuda dan panahan yang sudah ada di Kabupaten Gresik, salah satunya adalah di Kalimireng. Di tempat ini fasilitas dan penataan ruang luar yang tersedia sangat minim, hal ini menyebabkan kurang menjadi daya tarik pengunjung wisata maupun orang yang ingin berlatih. Penerapan arsitektur berwawasan lingkungan pada penataan ruang luar bertujuan untuk menarik minat masyarakat luas dan mewadahi komunitas berkuda dan panahan yang ada di daerah Kabupaten Gresik. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode gabungan dengan mendeskripsikan yang telah diamati secara spesifik. Pada desain ruang luar penerapan tema berdasarkan prinsip arsitektur berwawasan lingkungan dari penataan lahan, pemanfaatan potensi alam sekitar dan iklim setempat agar dapat bermanfaat bagi pengunjung sebagai tempat berwisata dan bermanfaat untuk menfasilitasi kegiatan latihan berkuda dan panahan bagi masyarakat yang ingin mencoba serta memfasilitasi para atlet yang berlatih didalam komunitas tersebut.
Perbaikan dan Redesign Balai RT Sebagai Wadah Aktivitas Warga Pasca Pandemi Covid-19 di RT 01 RW 01 Kel. Kedung Baruk, Kec. Rungkut Surabaya suci ramadhani; Firdha Ayu Atika; Amir Mukmin Rachim
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 AbstractCommunity Service is an obligation of the threefold missions of higher education activities, that joint activities between lecturers with students in Architecture Department Adhi Tama Institute of Technology (ITATS). This activity, which was carried out through the collaboration of Architecture Department in Student Study Service Program, focused on the redesign of the Neighbourhood 01 Hamlet 01 Hall, Kedung Baruk Village, Rungkut District, Surabaya. The location of the activity was chosen because this location has social, economic, health, and educational potential. After the Community Activities Restrictions Enforcement (PPKM) due to the covid pandemic that entered Indonesia in 2020, the condition of the neighbourhood Hall and its environment became inadequate to do activities. The implementation of the activity consists of a preparation stage in the form of a site survey and interviews, a construction stage, and an evaluation. There are three main activities that consists of redesigning and repairing the facade of neighbourhood Hall, greening the environment, and also adding furniture in the reading area. Hopefully, inhabitant can continue their activities at the RT Hall and can establish good cooperation between Architecture Department ITATS and Neighbourhood 01 Hamlet 01, Kedung Baruk Village, Rungkut District, Surabaya City.Keywords: Community Service, Kedung Baruk, Redesign, RT Hall, Rungkut, SurabayaAbstrakPengabdian Masyarakat merupakan kewajiban dari kegiatan Tri Dharma Pendidikan yang dilakukan oleh dosen Bersama dengan mahasiswa di Jurusan Arsitektur Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS). Kegiatan yang dilakukan melalui kolaborasi Kegiatan KKN Jurusan Arsitektur ITATS ini menitikberatkan pada redesign Balai RT 01 RW 01, Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut Surabaya. Dipilihnya lokasi kegiatan dikarenakan lokasi ini memiliki potensi sosial, ekonomi, kesehatan, dan juga pendidikan. Pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena pandemic covid yang masuk ke Indonesia pada tahun 2020, kondisi Balai RT dan lingkungannya menjadi kurang memadai untuk kembali melakukan aktivitas. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahap persiapan berupa survey lokasi dan wawancara, tahap pengerjaan, dan evaluasi. Terdapat tiga kegiatan unggulan berupa redesign dan perbaikan fasad Balai RT, penghijauan lingkungan, dan juga penambahan perabot pada area baca. Diharapkan dari kegiatan ini, warga dapat beraktivitas lagi di Balai RT dan juga dapat menjalin kerjasama yang baik antara Jurusan Arsitektur ITATS dengan RT 01, RW 01 Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.Kata kunci: Balai RT, Kedung Baruk, Pengabdian Masyarakat, Redesign, Rungkut, Surabaya
IMPLEMENTASI PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN PADA RANCANG BENTUK DAN RUANG BANGUNAN APARTMENT DI KAWASAN CBD GEM CITY GRESIK Andi Prasetyo Bakti; Firdha Ayu Atika; Siti Azizah
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of the land in Manyar District, Gresik Regency is in the form of agricultural land and cultivated land, along with increasing population growth and the transfer of land use functions as residential areas and industrial areas. In this case, it can cause ecological damage, including a decrease in land productivity, a crisis in rainwater storage areas, and so on. The increase in population growth is very significant, resulting in the expansion of the housing and industrial sectors. Especially East Java Province, one of the provinces based on manufacturing because the existing industry is able to contribute to the regional economy by 40 percent. With the establishment of several companies in integrated industrial areas, it is believed that they will be able to have a chain effect on national and regional economic growth. In the GEM City area there is the Central Business District area which is the center of the Business district. Related to problems in the site environment, Office Tower Apartment is used as a residential area that is directly integrated with the industrial area. Therefore, planning and designing an apartment with an environmentally friendly theme with the aim of becoming a residence that responds to the typology of the surrounding environment and presents green space to improve the quality of life. This research uses architectural planning and design methods based on observations from comparative studies by analyzing related objects and conducting questionnaires for residential enthusiasts in apartments. From the results of the study, it can be concluded that the apartment in the CBD GEM City uses the theme of Biophilic Design, especially in the form of the building by applying the concept of Responsive with Nature and in the design of the building space applying the concept of Efficiency.
Konsep Working with Climate pada Rancangan Bangunan Pasar Keputran Utara di Surabaya Sukma Ayu Wardatul Firdausi; Firdha Ayu Atika; Ika Ratniarsih
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 1 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i1.4354

Abstract

Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota Surabaya memiliki fasilitas yang memadai untuk penduduknya, salah satunya yaitu Pasar Tradisional. Pada tahun 2022, Pemerintah Kota Surabaya memiliki program Revitalisasi Pasar Tradisional, salah satunya Pasar Keputran Utara Surabaya. Sehingga dalam perencanaan ini, Pasar Keputran Utara Surabaya ini mengusung konsep Working with Climate, dimana dapat mewujudkan pasar tradisional yang ramah lingkungan dan dapat menyelesaikan permasalahan seperti bangunan yang terlihat kumuh, dan kurangnya sirkulasi penghawaan dan pencahayaan alami pada bangunan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang dianalisis dan dikaji sesuai dengan permasalahan yang ada. Teknik analisis menggunakan Teknik analisis deskriptif kualitatif yang memuat Teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dan untuk pengumpulan data yang digunakan menggunakan 2 metode diantaranya observasi dan dokumentasi. Dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa revitalisasi pada pasar menerapkan konsep Working with Climate dengan bangunan yang bisa menangkap penghawaan alami dan pencahayaan alami seperti menggunakan secondary skin, skylight, dan panel surya.