Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Content Creator Digital Center dengan Pendekatan Tema Arsitektur Kontemporer di Surabaya Permanasari, Wahyu Dinda; Widjajanti, Wiwik Widyo; Atika, Firdha Ayu
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4972

Abstract

Pada dasarnya proyek ini tidak hanya sebatas membangun sebuah ‘tempat membuat konten’ tapi wadah sekaligus tempat menambah wawasan tentang Content Creator Digital yang salah satunya tengah digandrungi oleh sebagian warga Surabaya dan sekitarnya terutama pada saat ini Content Creator Digital tidak hanya dimanfaatkan untuk waktu luang tetapi juga merambah ke mata pencaharian. Fungsi utama dari proyek ini adalah sebagai wadah dalam wujud suatu kelompok kreatif terhadap social media yang ada di Kota Surabaya ini yang dilengkapi dengan fasilitas utama dan penunjangnya yang merupakan wadah untuk memfasilitasi para konten kreator yang membutuhkan untuk membuat konten dengan fasiitas yang lebih lengkap.
Penerapan Konsep Ekspresif Pada Rancangan Bentuk Galeri Seni Rupa Dengan Tema Arsitektur Kontemporer. Adhatania, Marta Wulan; Ramadhani, Suci; Atika, Firdha Ayu
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 5, No 1 (2024): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.tekstur.2024.v5i1.4959

Abstract

Surabaya memiliki peminat Seni Rupa Kontemporer yang cukup banyak sehingga terdapat beberapa seniman dan komunitas, serta jurusan seni rupa di perguruan tinggi Surabaya. Hal tersebut memunculkan beberapa galeri seni di Surabaya, namun dari segi kapasitas hingga fasilitas kurang memadai, baik dari galeri khusus maupun umum untuk menampung hasil karya para komunitas maupun seniman. Selain itu, masih terdapat beberapa galeri seni yang masih dilaksanakan di fasilitas umum seperti mall maupun menyewa ruko. Oleh karena itu, dari permasalahan diatas diperlukannya perencanaan dan perancangan Galeri Seni Rupa Kontemporer di Kota Surabaya dengan tema Arsitektur Kontemporer. Metode pendekatan desain pada tema Arsitektur Kontemporer menggunakan teori dari Egon Schimbeck, yang memunculkan beberapa ciri-ciri dari arsitektur kontemporer yang diaplikasikan pada konsep mikro pada Bentuk. Dengan menggunakan metode jenis kualitatif yang mendeskripsikan dan menganalisis terkait dengan judul dan tema melalui Observasi, Dokumentasi, Kuisioner, dan Kepustakaan. Studi banding yang diakukan antara lain di Galeri Prabangkara, Vinautism Art Gallery, Galeri Nasional Indonesia, Selasar Sunaryo Art Space, and the Chinese Tujia Pan-Museum Complex. Konsep Mikro Bentuk “Ekspresif” yang ditinjau dari permasalahan galeri seni pada study objek lapangan dan literatur memiliki bentuk yang kurang mencerminkan galeri seni serta monoton. Dengan adanya Perencanaan dan Perancangan Galeri Seni Rupa Kontemporer menggunakan tema Arsitektur Kontemporer, diharapkan dapat mencerminkan Galeri Seni Rupa Kontemporer itu sendiri.
Kajian Penyesuaian Arsitektur Tradisional Rumah Joglo Terhadap Perilaku Pengguna di Wiyung Surabaya Atika, Firdha Ayu; Relyanto N., Dimpa; Ayu N, Dhea; Cahyani B, Berliana; Fitrianty A, Rizka; Satria Chandra D; Wahyu Dinda P
Jurnal Anggapa Vol 4 No 2 (2025): ANGGAPA Volume 4 No 2 November 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i2.854

Abstract

Peradaban masyarakat dalam hal ini perilaku yang menjadi wujud cerminan budaya adalah nilai-nilai yang kemudian diwujudkan secara nyata menjadi produk arsitektural dan menjadi hal yang lumrah dalam mewadahi perilaku tersebut. Sehingga dapat disimpulkan, Arsitektur tradisional belum tentu dapat mewadahi kebutuhan pengguna saat ini. Ketika kemudian ada segolongan masyarakat kota di waktu ini menggunakan arsitektur tradisional, maka hal ini menjadi pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Joglo adalah bangunan tradisional di Jawa Tengah. Bentuk bangunan, khususnya atap, dan tata ruang dalam memiliki filosofi khusus sesuai dengan peradapan di Jawa Tengah pada masa lalu. Penggunaan Joglo sebagai pilihan desain rumah tinggal yang ada di Wiyung Surabaya ini setelah dianalisis menggunakan beberapa filosofi dan tempelan yang seolah sama denganJoglo tradisional, tetapi tidak sama persis dengan aslinya. Penyesuaian ini dilakukan agar nyaman dan memenuhi kebutuhan serta perilaku pengguna.
Cultural Tourism in Indonesia: The Relevance of Policy to Accompanying Issues Atika, Firdha Ayu; Pramono, Retno Widodo Dwi
Journal of Local Government Issues Vol. 9 No. 1 (2026): March (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/logos.v9i1.35749

Abstract

Cultural tourism is seen as effective in introducing cultural heritage and as a source of foreign exchange, but it also creates a dualism of meaning that can threaten cultural destruction. For this reason, appropriate policies are needed to optimize opportunities and anticipate threats. This research aims to find principles for optimizing cultural tourism policies related to developing issues, taking Indonesia as a case. The research method is bibliometric analysis and content analysis applied to scientific articles and official documents published by the government related to the development of cultural tourism. The variables observed are trends in the number of tourist destinations, visitors, foreign exchange earnings from the tourism industry, government policies, and emerging issues. The results indicate that cultural tourism development in Indonesia is characterized by a persistent dualism, where economic gains are accompanied by risks of cultural commodification and degradation. The findings show that existing policies demonstrate moderate responsiveness to tourism growth and emerging issues, but remain limited in ensuring equitable benefit distribution, controlling land-use change, and strengthening community empowerment. Furthermore, the study identifies that policy optimization is most effectively achieved through a holistic and collaborative governance approach that enables adaptive responses to the dualism inherent in cultural tourism development.