Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : RUBINSTEIN

Monograf Komprehensif Tradisi Ritual Budaya, Potensi Ekonomi, dan Penerapan Teknologi Informasi dalam Pelestarian Warisan Tionghoa melalui Perayaan Kwan Im Hud Couw pada Kota Tangerang Simbolon, Sabam; Kurnia, Yusuf; Herijawati, Etty; Lianah
RUBINSTEIN Vol. 3 No. 1 (2024): RUBINSTEIN (juRnal mUltidisiplin BIsNis Sains TEknologI & humaNiora)
Publisher : LP3kM Buddhi Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/rubin.v3i1.3416

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelestarian budaya Tionghoa di Kota Tangerang melalui perayaan Kwan Im Hud Couw, yang memadukan tradisi ritual, dampak ekonomi, dan penerapan teknologi informasi. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melakukan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi untuk memahami makna budaya, kontribusi ekonomi, dan peran teknologi dalam pelestarian perayaan tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perayaan Kwan Im Hud Couw, yang berlangsung setiap 12 tahun sekali, tidak hanya penting secara spiritual bagi komunitas Tionghoa, tetapi juga memiliki dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal melalui peningkatan perdagangan dan sektor pariwisata. Perayaan ini menarik wisatawan dan merangsang partisipasi pelaku usaha lokal, memberikan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, teknologi informasi berperan sebagai media promosi dan edukasi dalam memperluas jangkauan perayaan ini. Melalui platform digital seperti aplikasi berbasis web dan media sosial, tradisi ini dapat diperkenalkan kepada generasi muda serta masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya membantu dalam menjaga kesinambungan budaya, tetapi juga mendukung strategi pemasaran yang lebih efektif bagi pelaku usaha lokal. Kesimpulannya, penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas, akademisi, dan pihak terkait dalam melestarikan budaya lokal. Dengan memadukan teknologi informasi dan inisiatif ekonomi, perayaan Kwan Im Hud Couw berpotensi menjadi model pelestarian budaya yang berkelanjutan dan berdampak positif terhadap ekonomi lokal.
Analisa Kelayakan Usaha Dengan pendekatan Keuangan Pada Business Start-Up Herijawati, Etty; Sulistiyowati, Rina; Anggraeni, Rr. Dian
RUBINSTEIN Vol. 2 No. 1 (2023): RUBINSTEIN (juRnal mUltidisiplin BIsNis Sains TEknologI & humaNiora)
Publisher : LP3kM Buddhi Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/rubin.v2i1.2649

Abstract

Dalam era pasca-pandemi COVID-19, melihat fenomena banyaknya pendirian usaha baru, terutama start-up, menjadi perhatian penting. Namun, banyak di antara mereka mengalami tantangan kelangsungan bisnis dalam jangka panjang, dan salah satu faktor kunci yang sering kali terabaikan adalah kurangnya pengetahuan pemilik usaha dalam melakukan studi kelayakan bisnis sebelum mendirikan usaha. Fokus penelitian ini tertuju pada analisis keberlanjutan bisnis start-up, khususnya pada kasus Ayam Goreng Si Mbok Desa, dengan penekanan pada pendekatan keuangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yang menggambarkan hasil data melalui penggunaan rumus-rumus keuangan seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break-even Point (BEP), Payback Period, dan Profitability Index. Hasil perhitungan menunjukkan NPV sebesar Rp. 94.465.555, IRR mencapai 71,40%, BEP pada tahun 2020 sebesar Rp 213.254.132, tahun 2021 sebesar Rp 195.933.110, dan tahun 2022 sebesar Rp. 223.628.576. Payback Period dapat dicapai dalam waktu 13 bulan, sementara Profitability Index mencapai 2,32. Pendapatan total Ayam Goreng Si Mbok Desa juga mencatatkan pertumbuhan dari tahun ke tahun, yaitu Rp. 388.433.000 pada 2020, Rp 414.392.000 pada 2021, dan Rp 452.347.000 pada 2022. Berdasarkan hasil analisis menggunakan berbagai metode keuangan, dapat disimpulkan bahwa bisnis start-up Ayam Goreng Si Mbok Desa layak untuk dilanjutkan. Hasil yang positif dari NPV, IRR, BEP, Payback Period, dan Profitability Index menunjukkan bahwa investasi dalam bisnis ini dapat dianggap sebagai keputusan yang tepat. Data laporan laba rugi dan laporan arus kas memberikan gambaran yang menggembirakan tentang kesehatan keuangan bisnis tersebut. Oleh karena itu, pemilik usaha dapat mempertimbangkan strategi pengembangan dan penguatan aspek-aspek tertentu guna meningkatkan keberlanjutan bisnisnya. Kesimpulan ini menjadi dasar bagi pemilik usaha untuk membuat keputusan strategis yang lebih informasional dan terarah, membuka potensi untuk pertumbuhan dan kesuksesan jangka panjang.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah Kota Tangerang Simbolon, Sabam; Herijawati, Etty
RUBINSTEIN Vol. 1 No. 2 (2023): RUBINSTEIN (juRnal mUltidisiplin BIsNis Sains TEknologI & humaNiora)
Publisher : LP3kM Buddhi Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/rubin.v1i2.2098

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisa Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Daerah Kota Tangerang. Tujuan penelitian adalah  untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi  penerimaan pendapatan pajak daerah di kota Tangerang. Pajak daerah cukup beragam diantaranya Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Parkir, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, dan lainnya sesuai dengan Nomor 28 Tahun 2009 mendefinisikan pajak daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi jumlah penduduk, pendapatan per-kapita, inflasi, pertumbuhan kredit,dan pertumbuhan ekonomi. Metode penelitian adalah metode  deskriptif dengan menggunakan data statistik BPS Kota Tangerang, dengan analisa deskriptif dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimana pertumbuhan penduduk memiliki koefisien negatif, yaitu negatif 0,393 yang artinya pertumbuhan penduduk berdampak nagatif terhadap penerimaan pajak daerah, namun tidak signifikan. Faktor pendapatan per kapita juga menunjukkan koefisien negatif terhadap peneriamaan pajak di kota Tangerang yaitu negatif 0.068, dengan tingkat signifikansi 0,831, artinya bahwa pendapatan perkapita penduduk kota Tangerang berpengaruh negatif terhadap penerimaan pajak daerah kota Tangerang. Sedangkan faktor inflasi juga menunjukkan koefien negatif 3.215, dengan tingkat signifikansi 0,00, artinya inflasi berpengaruh signifikan  untuk menunrunkan penerimaan pajak daerah. Kesimpulan bahwa faktor-faktor yang dianggap signifikan terhadap penerimaan pajak daerah di kota Tangerang adalah tingkat inflasi, sedangkan faktor lainnya berpengaruh tetapi tidak signifikan. Saran dalam penelitian ini adalah agar pemerintah daerah dapat membuat kebijakan akan tingkat inflasi lebih rendah, dan meningkatkan kualitas penduduk, memperluas usaha dan kesempatan kerja bagi warga kota Tangerang sehingga kegiatan-kegiatan masyarakat kota Tangerang semakin tinggi, dan memberikan pengaruh yang positif terhadap penerimaan pajak daerah di kota Tangerang.