Program Keluarga Berencana bertujuan untuk menciptakan keluarga yang sejahtera melalui pengendalian jumlah kelahiran. Salah satu metode kontrasepsi yang tersedia dalam program ini adalah implant yang mengandung hormon progestogen. Pada desa Sarang Burung dan desa Bitin terdapat tiga permasalahan utama terkait program ini, yaitu rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam penggunaan kontrasepsi implan, dominannya preferensi masyarakat untuk menggunakan metode non-MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang), serta kurangnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai informasi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program kontrasepsi implan serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengambilan data dilakukan melalui pemilihan sampel secara purposive sampling yang melibatkan 10 informan. Setelah data terkumpul, analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program kontrasepsi implan di Desa Sarang Burung dan Bitin tergolong cukup efektif. Efektivitas program ini dapat dilihat dari aspek sasaran yang terarah kepada pasangan usia subur serta mencegah kehamilan jangka panjang. Terdapat beberapa aspek yang menunjukkan efektivitas yang baik yaitu sosialisasi yang dilakukan melalui penyuluhan langsung pada pertemuan posyandu, pelaksanaan program kegiatan yang sesuai dengan rencana, kebutuhan pengguna yang relevan untuk mencegah kehamilan, serta tanggung jawab yang dilaksanakan oleh penyuluh Keluarga Berencana. Pelaksanaan program ini berdampak positif dalam pengurangan angka kelahiran serta mendapatkan dukungan dari pemerintah, penyuluh keluarga berencana, bidan, dan masyarakat luas. Dan aspek yang kurang efektif, seperti keberlangsungan program, di mana banyak masyarakat yang enggan menggunakan kontrasepsi implan. Pencapaian tujuan program belum sepenuhnya mencapai target yang diharapkan, pemahaman masyarakat tentang kontrasepsi implan masih terbatas pada informasi yang diterima di pertemuan posyandu, serta pandangan beberapa individu yang menganggap semua metode kontrasepsi adalah sama. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program kontrasepsi implan meliputi faktor pendorong, yaitu adanya kerjasama antar pelaksana program KB implan dan manfaat yang dirasakan dari program tersebut. Faktor penghambat mencakup penyuluhan yang kurang terfokus pada inti program dan kurangnya pemahaman mengenai perbedaan metode kontrasepsi.