Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Workload and Stress Level in Non-COVID-19 Zoning Nurses at National Central Public Hospital Jakarta Zakiyah, Zakiyah; Karim, Ulfah Nuraini; Dewi, Aliana; Nuraini, Siti; Sutandi, Aan; Alnur, Rony Darmawansyah
Kesmas Vol. 18, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic has increased the workload for nurses directly handling COVID-19 patients and those working in non-COVID-19 zones. As the number of COVID-19 cases rises, nurses face psychological problems, including stress. This study aimed to determine the relationship between workload and stress levels in a non-COVID-19 zoning ward using a cross-sectional approach and Spearman’s correlation test conducted on 94 nurses at one hospital in Jakarta, Indonesia, selected through simple random sampling. The workload questionnaire with 15 items and the DASS 42 questionnaire were used to measure stress levels. The results indicated that most nurses (73.4%) experienced a heavy workload. Regarding stress levels, most nurses (66%) reported severe stress, while a small number experienced mild (2.1%) and moderate stress (2.1%). The Spearman’s test revealed a significant relationship between workload and stress levels in the non-COVID-19 zoning ward (p-value = 0.001). Based on these findings, hospitals are urged to effectively manage nurses’ workload during the COVID-19 pandemic and implement specific interventions for nurses experiencing occupational stress.
ACADEMIC STRESS OF FINAL-YEAR STUDENTS OF THE NURSING STUDY PROGRAM: A CROSS-SECTIONAL STUDY WITH THEIR SLEEP QUALITY Dewi, Aliana; Wiratmo, Puji Astuti; Mussyarifah, Ratu Fiddini; Pamungkas, Indra Gilang
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): Nursing - World's Buoyant
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i2.1172

Abstract

Background: Academic stress is a condition when students react in the form of negative behavior or emotions that arise because of academic demands, or anything related to teaching and learning activities. The types of academic stress felt by students are lack of rest time, busy assignments, competition with friends, fear of change, and failure to obtain results from the academic demands that have been carried out. Purposes: This study aims to assess the relationship between academic stress and sleep quality in final-year students of the nursing study program. Methods: This research used a cross-sectional research design with a total of 93 respondents. Sampling used a total sampling technique. Data were collected using the instruments The Perception of Academic Stress Scale and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and analyzed using the chi-square test. Results: This research shows that there is a significant relationship between academic stress and sleep quality in final-year students of the nursing study program with a p-value of 0.01 (p-value < 0.05). Individuals who feel stressed will cause hormones such as epinephrine, norepinephrine, and cortisol to affect the central nervous system, causing a state of wakefulness and increasing the alertness of the central nervous system. Conclusion: There is a significant relationship between academic stress and sleep quality. An academic stress management approach through an intervention program can have a positive impact on the sleep quality of nursing students. Latar Belakang: Stres akademik merupakan suatu kondisi ketika mahasiswa bereaksi dalam bentuk perilaku atau emosi negatif yang timbul karena tuntutan akademik, atau segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Jenis stres akademik yang dirasakan oleh mahasiswa adalah kurangnya waktu istirahat, padatnya tugas, persaingan dengan teman, takut akan perubahan, dan tidak memperoleh hasil dari tuntutan akademik yang telah dilaksanakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara stres akademik dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir program studi keperawatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 93 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen The Perception of Academic Stress Scale dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) serta dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir program studi keperawatan dengan p-value sebesar 0,01 (p-value < 0,05). Individu yang merasa stres akan menyebabkan hormon seperti epinefrin, norepinefrin, dan kortisol memengaruhi sistem saraf pusat, sehingga menyebabkan keadaan terjaga dan meningkatkan kewaspadaan sistem saraf pusat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dan kualitas tidur. Pendekatan manajemen stres akademik melalui program intervensi dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas tidur mahasiswa keperawatan
APPLICATION OF SHAKER EXERCISE TECHNIQUE IN OVERCOMING SWALLOWING PROBLEMS IN ISCHEMIC STROKE PATIENTS: A SINGLE CASE STUDY Saputra, Dwi Candra Ari; Pamungkas, Indra Gilang; Dewi, Aliana
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 2 (2025): Nursing Insights: Bridging Science and Care
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i2.1313

Abstract

Stroke is a clinical sign characterized by focal or global neurological deficits that may worsen and persist for 24 hours or more, potentially resulting in death. One of the symptoms experienced by stroke patients is difficulty swallowing (dysphagia). Patients with positive dysphagia are at significantly increased risk of aspiration and pneumonia. One of the independent nursing interventions for managing swallowing disorders is swallowing training using the Shaker Exercise technique. This case study aims to determine whether the Shaker Exercise technique can help improve swallowing ability in ischemic stroke patients. This study used a single case study of a patient suffering from Ischemic Stroke. This involves performing 1 intervention called the Shaker Exercise Technique. The intervention was carried out twice a day for 15–20 minutes over 5 days. The intervention was evaluated using the Royal Adelaide Prognostic Index for Dysphagic Stroke. The implementation of the Shaker Exercise showed that the patient was able to swallow after 5 days of intervention. The Royal Adelaide Prognostic Index for Dysphagic Stroke score before the intervention was 71, and after the intervention, it increased to 92, allowing the patient to swallow normally and enabling the removal of the Nasogastric Tube. Swallowing exercises using the Shaker technique can improve swallowing function in patients with positive dysphagia and are therefore recommended as a structured intervention for stroke patients experiencing swallowing disorders.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Resiliensi Pasien Kanker Payudara: Sebuah Studi Cross-Sectional Harahap, Nurlelasari; Agustin, Olivia; Saroh, Fatimatus; Dewi, Aliana; RA, Mella Yuria
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i2.1865

Abstract

Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan IVA Test Di RW 04 Kelurahan Cawang Karim, Ulfah Nuraini; Dewi, Aliana
Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53276/dedikasi.v3i1.102

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker terbanyak keempat pada wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, kanker serviks menduduki peringkat pertama, 65% penderita berada dalam stadium lanjut. Pemeriksaan skrining kanker serviks bisa dilakukan dengan cara Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Test). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan IVA Test Kerjasama Dengan Puskesmas Kelurahan Cawang Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur. Metode pengabdian masyarakat ini berupa metode IVA Test Target skrining kanker serviks. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 23 November 2022, jam 09.00. Peserta dilakukan pemeriksaan kesehatan, edukasi tentang penyakit kanker serviks, dan dilakukan Pemeriksaan IVA test. Hasil dari Pemeriksaan IVA test diperlukan dalam rangka menurunkan risiko penyakit Kanker Serviks dengan cara edukasi preventif dan promotif. Hasil pemeriksaan IVA test terdapat 87 orang yang di periksa dengan  hasil IVA Test positif sejumlah 56 orang (64%) dan  hasil IVA Test negatif sejumlah 31 orang (36%). Peserta yang hasil positif di rujuk ke RS Budi Asih Jakarta timur untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan lebih lanjut. Adapun kesimpulan kegiatan ini adalah Pemeriksaan IVA test efektif digunakan deteksi dini sebagai bagian dari salah satu pencegahan penyakit Kanker Serviks dan diharapkan masyarakat dapat memahami mengenai edukasi penyakit Kanker Serviks dan pentingnya Pemeriksaan IVA test.
PENERAPAN TEKNIK BRANDT DAROFF EXERCISE DALAM MENGATASI NYERI AKUT PADA PASIEN ANAK DENGAN VERTIGO: A SINGLE CASE STUDY Mutia, Jeihan; Pamungkas, Indra Gilang; Dewi, Aliana; Utami, Yuli
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/s2fe9a91

Abstract

Vertigo suatu penyakit yang memiliki sensasi berputar, penyebab utama terjadinya vertigo adalah gangguan keseimbangan. Serangan vertigo pada anak yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan dampak serius, bahkan berisiko mengancam nyawa. Pada pasien dengan vertigo, nyeri bisa menjadi salah satu masalah keperawatan yang muncul. Nyeri merupakan pengalaman fisik dan emosional yang muncul akibat kerusakan pada jaringan tubuh. Banyak tindakan atau terapi yang sering diterapkan pada penderita vertigo. Selain pengobatan medis, vertigo juga memerlukan latihan fisik yang dapat membantu mengurangi atau mengatasi gangguan keseimbangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah pengaruh secara klinis pemberian Brandt Daroff Exercise dalam menurunkan nyeri akut pada pasien anak dengan vertigo. Salah satu metode yang umum digunakan adalah latihan Brandt Daroff, yang merupakan bentuk terapi fisik atau senam vestibuler untuk mengatasi gangguan vestibular seperti vertigo. Pemberian terapi Brandt Daroff selama 3 hari menunjukkan hasil penurunan intensitas nyeri secara perlahan. Setelah dilakukan intervensi skala nyeri pasien menurun dari 6 menjadi 2. Terapi latihan Brandt Daroff mampu menurunkan skala nyeri dan jenis latihan yang aman untuk dilakukan di rumah sakit tanpa perlu mengikuti pelatihan khusus dan melibatkan praktisi terlatih.
KOMPETENSI PERAWAT DALAM MANAGEMEN SAFETY DENGAN PENCEGAHAN RESIKO INJURY PADA PASIEN DI RSCM Dewi, Aliana; Karim, Ulfah Nuraini
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 4 No. 2 (2025): Volume 4 Issue 2
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/hmjd7s93

Abstract

Injury pada pasien menimbulkan ketidaknyamanan fisik dan rasa sakit dan mengganggu kualitas hidup. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Kompetensi Perawat Dalam Management Safety Dengan Pencegahan Risiko Injury  di Rumah Sakit Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  deskriptif analitik dengan Survey dan Cross sectional dengan jumlah sampel 41 orang. Metode pengambilan sampel dengan  total sampling. Pada penelitian ini dilakukan analisis dengan chi square. Berdasarkan hasil analisa data, dapat diketahui Kompetensi perawat baik sebanyak 65,9 %, Risiko injury rendah sebanyak 92,2 %. Berdasarkan uji analisis, P-value menunjukkan nilai 0,04, sehingga Kompetensi Perawat Dalam Management Safety dengan Pencegahan Risiko Injury terbukti. Kompetensi Perawat dalam Management Safety dengan Pencegahan Risiko Injury setelah intervensi, dan mengaitkannya dengan efektivitas program edukasi, perawatan komprehensif dan praktik keperawatan yang lebih baik. Disarankan penelitian lanjut yang mencakup eksplorasi intervensi baru, evaluasi luaran jangka panjang, dan penerapan protokol standar di berbagai lingkungan pelayanan kesehatan