Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Korelasi antara Self-Regulated Learning dengan Kemampuan Pemahaman Matematis Mahasiswa Ruswana, Angra Meta; Zamnah, Lala Nailah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 3 (2018): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.520

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan pemahaman matematis mahasiswa yang masih belum maksimal dan juga mahasiswa belum bisa mengatur diri dalam belajar terutama ketika menghadapi tugas sehingga berpengaruh terhadap self-regulated learning mahasiswa. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menelaah dan mendeskripsikan korelasi antara self-regulated learning dengan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Galuh pada mahasiswa tingkat I Tahun Akademik 2017/2018. Data hasil penelitian diperoleh dari instrumen tes kemampuan pemahaman matematis dan angket skala self-regulated learning. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi dengan menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data, analisis data dan pengujian hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat korelasi antara self-regulated learning dengan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa. This research was conducted based on the consideration of low mathematical understanding ability and their awareness in accomplishing their assignments. These obstacles influence their self-regulated learning. This study aimed to investigate and to describe the correlation between self-regulated learning with mathematical understanding ability. This study was conducted in the mathematics education program at Galuh University. The population is the first year of students in the academic year 2017/2018. The data was obtained from tests and questionnaires dealing with self-regulated learning. The research design was used in correlation with the Pearson’s product moment analysis. The result showed that there is a positive correlation between self-regulated and mathematical understanding ability.
PENGARUH MODEL CHALLENGE BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA Arifin, Reina Stevany; Solihah, Sri; Ruswana, Angra Meta
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 7, No 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v7i1.20690

Abstract

The background of this study is ineffective mathematics learning, which has an impact on students' low mathematical connection abilities. This study aims to determine the effect of the challenge based learning model on students' mathematical connection abilities. The research method used is a quasi experiment with a Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population in this study were all students of grade VII at MTs Negeri 2 Ciamis, with a sample of two classes, namely class VII F as the experimental class and class VII E as the control class selected through purposive sampling techniques. Data analysis techniques were carried out through pretests and posttests of mathematical connection abilities which were analyzed using normality tests, homogeneity tests, two-mean difference tests, and effect sizes. The results showed that there were differences in mathematical connection abilities between the experimental class using the challenge based learning model and the control class using the conventional learning model. Thus, it can be concluded that the challenge based learning model has an effect on students' mathematical connection abilities.  Latar belakang penelitian ini adalah pembelajaran matematika yang belum efektif, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model challenge based learning terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di MTs Negeri 2 Ciamis, dengan sampel dua kelas, yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan melalui pretest dan posttest kemampuan koneksi matematis yang dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji perbedaan dua rata-rata, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematis antara kelas eksperimen yang menggunakan model challenge based learning dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model challenge based learning berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.
Green STEAM-H pedagogy with eco-mathematical literacy: a developmental framework for sustainability-oriented education Fatimah, Ai Tusi; Isyanto, Agus Yuniawan; Erlin, Euis; Sunaryo, Yoni; Zamnah, Lala Nailah; Ruswana, Angra Meta; Solihah, Sri
Interdisciplinary International Journal of Conservation and Culture Vol 3 No 2 (2025): October 2025
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/iijcc.v3i2.5942

Abstract

This study proposes a conceptual framework for Green STEAM-H Pedagogy, integrating Eco-Mathematical Literacy as an approach to sustainability-oriented education. The framework responds to the growing need for educational models that systematically connect sustainability values, interdisciplinary learning, and analytical competencies in addressing complex environmental challenges. It synthesizes three key dimensions: green pedagogy as a value-oriented foundation, STEAM-H (Science, Technology, Engineering, Agriculture, Mathematics, and Health) as an interdisciplinary structure, and eco-mathematical literacy as a central analytical component. The framework is operationalized through a developmental progression consisting of three stages: eco-awareness, eco-integration, and eco-transformation. These stages represent a structured pathway through which learners develop ecological understanding, integrate knowledge across disciplines, and apply their competencies in sustainability-oriented actions. In addition, a pedagogical model is proposed to translate the framework into classroom practice by aligning instructional strategies, learning activities, and expected outcomes. This study contributes to the literature by offering a coherent and operationalizable model that bridges the gap between sustainability theory and educational practice. The framework highlights the role of eco-mathematical literacy in supporting data-driven reasoning and decision-making within interdisciplinary learning contexts. It also provides implications for curriculum development, pedagogy, and assessment in fostering transformative and future-oriented learning.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI SELF-CONFIDENCE SISWA Afifah, Rizky Nur; Sunaryo, Yoni; Ruswana, Angra Meta
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 3, No 3 (2022): OKTOBER
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v3i3.8769

Abstract

Latar belakang masalah pada penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematis siswa yang masih rendah. Pembelajaran matematika tidak hanya membentuk siswa menjadi paham dengan materi-materi matematika saja, akan tetapi kemampuan lain yang dimiliki siswa ditumbuhkan dalam pembelajaran matematika seperti kemampuan berpikir matematis. Salah satu jenis kemampuan berpikir matematis yaitu kemampuan komunikasi matematis. Kemampuan komunikasi merupakan salah satu bagian penting dalam matematika, karena merupakan alat bantu dalam transmisi pengetahuan matematika atau sebagai pondasi dalam membangun pengetahuan matematika. Selain itu, self-confidence juga merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika, karena seseorang yang memiliki rasa percaya diri akan yakin dengan kemampuannya untuk menyelesaikan suatu masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari self-confidence tinggi, sedang dan rendah. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif. Penelitian dilakukan di kelas XI IPA 1 yang terdiri dari 15 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah intrumen tes kemampuan komunikasi dan angket self-confidence. Pokok bahasan materi yang dibahas dalam soal tes yaitu materi matriks. Hasil penelitian ini adalah siswa dengan self-confidence tinggi dapat memenuhi 3 indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu indikator written text, drawing dan mathematical expressions, siswa dengan self-confidence sedang dapat memenuhi 2 indikator kemampuan komunikasi matematis. Subjek S-1 dapat memenuhi indikator 1 (written text) dan indikator 3 (mathematical expressions), sedangkan subjek S-2 dan S-3 dapat memenuhi indikator 1 (written text) dan indikator 2 (drawing), siswa dengan self-confidence rendah hanya dapat memenuhi 1 indikator kemampuan komunikasi matematis yaitu semua subjek R-1, R-2 dan R-3 dapat memenuhi indikator 1 (written text).