Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRONIDA

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth.) PADA BERBAGAI TINGKAT NAUNGAN Revianto, Revianto; Rahayu, Arifah; Mulyaningsih, Yanyan
JURNAL AGRONIDA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.613 KB) | DOI: 10.30997/jag.v3i2.1042

Abstract

This study was aimed at assessing the effects of shade (paranet) on the growth and production of kenikir (Cosmos caudatus).  The study was conducted from April to September 2016 at the Agrotechnology Trial Farm of Djuanda University, Bogor.  A split plot completely randomized design was used with shade levels, namely 0 (no shade), 25, 50, and 75% as the main plot and places of origin, namely Bogor, Cianjur, and Sukabumi as the sub plot.  Results showed that 50 and 75% shades at 8 weeks after planting (WAP) significantly decreased plant height, leave length, stem diameter, harvest fresh weight and harvest dry weight.  Leaf width of kenikir was found to be higher.  Number of leaves of kenikir of Sukabumi and Cianjur origins was higher than that of Bogor origin.  Chlorophyl content of kenikir of Cianjur origin was higher than that of Sukabumi and Bogor origins.  However, biomass yield harvested from all acessions was not different.  Key words: chlorophyl content, plant origin, harvest yield.
THE GROWTH RATE OF CELERY (Apium graveolens L.) AT VARIOUS COMPOSITIONS OF ORGANIC AND SYNTHETIC FERTILIZER Hendrika, Ghani; Rahayu, Arifah; Mulyaningsih, Yanyan
JURNAL AGRONIDA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.812 KB) | DOI: 10.30997/jag.v3i1.1004

Abstract

This study was aimed at assessing the growth and production of celery plants grown with various compositions of N,P and K fertilizer and compost. The study was done at the Trial Farm of Faculty of Agriculture, Djuanda University, Bogor fiom September to November 2015. A completely randomized design with two factors was used. The factors consisted of compost rate and N,P and K fertilizer rate. Compost was given in four levels, namely no compost (0% R), 26.3% gcompost/plant (50% R), 52.5 g compost/plant (100% R), and 78.7 g compost/plant (150% R). N, P and K fertilizer was given in five levels, namely no fertilizer (0% R), 4 g Urea, 0.3 g SP-36, 0.2 g KCl (25% R), 0.9 g Urea, 0.6 g SP-36, 0.4 g KCI (50% R), 1.3 g Urea, 0.8 g SP-36, 0.6 g KCl (75% R), and 1.7 g Urea, 1.1 g SP-36, 0.8 g KCl (100% R). All fertilizers were administered gradually at the time of planting and 2 weeks after planting. Three replicates were allocated into each treatment making up 60 experimental units. Results showed that celery plants given synthetic fertilizer at 100% R had higher plant height, number of leaves, number of seedlings, harvest fresh weight (g), saleable fresh weight (g), root biomass (g), and root dry weight (g) than those treated with no fertilizer (0% R). Plants treated with 150% compost had higher plant height, number of leaves, harvest fresh weight (g), saleable fresh weight (g), root length (cm), and root dry weight (g) than those treated with no fertilizer (0% R). Thus the best celery growth and production in this study was obtained on plant 150% R compost   and 100% R synthetic fertilizer nourished.Key words: celery, compost, N, P, K fertilizer, harvest flesh weight
Efektivitas penggunaan pestisida biorasional daun kipahit (Tithonia Diversifolia) dan atau daun mindi (Melia Azadirach) dalam pengendalian hama dan penyakit penting tomat (Licopersicon Esculentum Mill) Supriatna, Hendi; Mulyaningsih, Yanyan; Rochman, Nur
JURNAL AGRONIDA Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.289 KB) | DOI: 10.30997/jag.v1i2.151

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun Kipahit dan atau daun Mindi serta perbedaan konsentrasi dapat mengendalikan hama dan penyakit penting tomat. Selain itu, apakah ada interaksi antara ekstrak daun Kipahit dan daun Mindi.Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dengan pemberian ekstrak daun Kipahit (Tithonia diversifolia) dan daun Mindi (Melia azadirach) terdiri atas 5 taraf : P0 = (kontrol), P1 = (Kipahit 16 kg berat basah), P2 = (Kipahit 10 kg bb + Mindi 6 kg bb), P3 = (Kipahit 6 kg bb + Mindi 10 kg bb), P4 = (Mindi 16 kg bb). Faktor ke dua yaitu konsentrasi ekstrak daun Kipahit dan daun Mindi terdiri dari 2 taraf yaitu : K1 = 8 kg bb, K2 = 16 kg bb.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Kipahit dan atau daun mindi serta perbedaan konsentrasi tidak berpengaruh nyata pada Ulat Buah (Helicoverpa armigera) pada umur 66, 73, 80 dan 87 HST, Kutu Kebul (Bemicia tabaci) pada umur 45, 52, 59, 66, 73 dan 80 HST, Ulat Grayak (Spodoptera litura) pada Umur umur 45, 52, 59, 66, 73, 80 dan 87 HST dan penyakit busuk daun (Phytophthora infestans) pada umur 45, 52, 59, 66, 73, 80 dan 87 HST. Selain itu tidak terdapat interaksi antara ekstrak daun kipahit dan daun mindi.
PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KUALITAS SAWI MANIS (Brassica juncea L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI URIN SAPI DAN DOSIS PUPUK N, P DAN K Nawawi, Ade Hilman Sholeh; Rahayu, Arifah; Mulyaningsih, Yanyan
JURNAL AGRONIDA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.135 KB) | DOI: 10.30997/jag.v2i1.746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urin sapi dan pupuk N, P dan K terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas sawi manis (Brassica junccea L.). Kegiatan penelitian dilaksanakan pada 01 Januari – 21 Pebruari 2013 di Kebun Percobaan Jurusan Agroteknologi dan Laboratorium Biologi Fakultas Ilmu dan Bisnis Pertanian Universitas Djuanda, Ciawi, Bogor. Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas dua faktor.Faktor pertama adalah konsentrasi urin sapi (U) (0 cc/l, 5 cc/l, 10 cc/l, 15 cc/l, 20 cc/l) dan faktor kedua adalah dosis pupuk N, P dan K (N) (0 g/polibag, 2.02 g/polibag, 4.03 g/polibag, 6.03 g/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi urin sapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas sawi manis (Brassica juncea L.), kecuali pada lingkar batang. Pupuk N, P dan K nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi sawi manis (Brassica juncea L.), tetapi tidak meningkatkan kualitas sawi manis (Brassica juncea L.). Hal ini tampak pada rata – rata tinggi tanaman (2 dan 3 MST), jumlah daun (2 dan 3 MST), lingkar batang (2 dan 3 MST), diameter tajuk (2 dan 3 MST), bobot basah brangkasan, bobot kering pucuk dan luas rata – rata daun.Kata Kunci: Brassica juncea, urin sapi, N, P dan K
Efektivitas pestisida nabati saliara (Lantara camara L.) terhadap hama tanaman rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Hardiansah, Hardiansah; Mulyaningsih, Yanyan; Rochman, Nur
JURNAL AGRONIDA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.419 KB) | DOI: 10.30997/jag.v1i1.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi efektif pestisida nabati saliara (Lantara camara L.) terhadap populasi hama, intensitas penyakit dan luas serangan hama dan penyakit serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman rosela. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2009 sampai dengan 27 Oktober 2009 bertempat di Kebun Percobaan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu konsentrasi pestisida nabati saliara, dengan 6 taraf perlakuan, yaitu P0 kontrol negatif (0%), P1 (2,5%), P2(3,65%), P3 (5%), P4 (6,25%) dan P5 kontrol positif (0,1% Decis dan 0,2% Propineb). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pestisida hayati berpengaruh nyata terhadap populasi dan luas serangan hama kutu putih (Pseudoccus sp.), dan konsentrasi pestisida nabati 6,25% menunjukkan hasil terbaik dibandingkan dengan taraf yang lainnya.Kata Kunci : pestisida nabati saliara, rosela, Pseudococcus
DAYA INSEKTISIDA EKSTRAK DAUN KIPAHIT (Tithonia diversifolia (HAMSLEY) A. GRAY) DAN TEMBELEKAN (Lantana camara L.) TERHADAP HAMA GUDANG Callosobruchus maculatus F. Pangihutan, Josua Crystovel; Rochman, Nur; Mulyaningsih, Yanyan
JURNAL AGRONIDA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.381 KB) | DOI: 10.30997/jag.v2i1.757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun kipahit dan tembelekan dalam mengendalikan hama gudang Callosobruchus maculatus yang umum menyerang biji-bijian. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini dibedakan atas dua percobaan. Percobaan pertama menggunakan ekstrak daun kipahit dan percobaan kedua menggunakan ekstrak daun tembelekan. Konsentrasi ekstrak daun tembelekan dan kipahit yang digunakan pada uji pendahuluan masing-masing adalah 0.0%; 0.5%; 1.0%; 1.5%; 2.0%; 2.5% dan 3.0% (w/v). Hasil konsentrasi pada uji pendahuluan digunakan untuk menentukan konsentrasi pada tahap aplikasi uji utama. Konsentrasi yang digunakan pada kegiatan uji utama adalah sebesar 0.0%; 1.0%; 2.0%; 3.0%; 4.0%; 5.0%; 6.0% (w/v) untuk ektrak daun tembelekan dan 0.0%; 1.25%; 2.0%; 3.75%; 5.0%; 6.25%; 7.5% (w/v) untuk ekstrak daun kipahit. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Ekstrak daun kipahit dan tembelekan tidak berhasil untuk mematikan serangga Callosubruchus maculatus sebesar 95% selama 72 jam setelah perlakuan. Tingkat kematian tertinggi selama 72 jam berada pada konsentrasi 6.0% untuk ekstrak daun tembelekan dengan kematian sebesar 85.56% dan sebesar 7.5% untuk aplikasi pada ekstrak daun kipahit dengan nilai sama yaitu kematian sebesar 78.89%. Kata Kunci: insektisida nabati, tingkat kematian, Callosobruchus maculatus
PENGARUH PUPUK HAYATI MAJEMUK CAIR DAN PUPUK SINTETIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN EDAMAME (Glycine max (L.) Merr) Fahmi, Lukman; Rahayu, Arifah; Mulyaningsih, Yanyan
JURNAL AGRONIDA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.021 KB) | DOI: 10.30997/jag.v3i2.1051

Abstract

Fertilizer administration is a way to increase the productivity of edamame plants.  Synthetic fertilizer is commonly used in edamame cultivation today.  However, excessive use of synthetic fertilizer could reduce soil fertility so that substitution of it with biofertilizer is needed.  This study was aimed at assessing the effects of biofertilizer and synthetic fertilizer administration on the growth and production of edamame plants.  A completely randomized design in a factorial pattern was used.  The first factor was biofertilizer rates consisting of three levels namely no fertilizer (0% R), 5 ml/l (50% R), and 10 ml/l (100% R).  synthetic fertilizer was given in five levels consisting of no fertilizer (0% R), 25% recommended rate (urea 37.5 kg/ha, SP-36 37.5 kg/ha, and KCl 25 kg/ha), 50% recommended rate (urea 75 kg/ha, SP-36 75 kg/ha, and KCl 50 kg/ha), 75% recommended rate (urea 112.5 kg/ha, SP-36 112.5 kg/ha, and KCl 75 kg/ha), and 100% recommended rate (urea 150 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, and KCl 100 kg/ha).Results showed that plants given biofertilizer by 100% recommended rate had significantly higher height, number of leaves, and fresh and dry root weight in 5 weeks after planting (WAP).  Synthetic fertilizer administration by 100% recommended rate gave significantly higher plant height, number of branches, number of leaves, and fresh and dry root weight in 5 weeks after planting (WAP).  Interaction of 100% recommended rate of biofertilizer and 100% recommended rate of synthetic fertilizer resulted in significantly higher number of leaves and number of flowers. Keywords: edamame plant. Biofertilizer, synthetic fertilizer
Efektivitas pestisida nabati saliara (Lantara camara L.) terhadap hama tanaman rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Hardiansah Hardiansah; Yanyan Mulyaningsih; Nur Rochman
JURNAL AGRONIDA Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.419 KB) | DOI: 10.30997/jag.v1i1.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi efektif pestisida nabati saliara (Lantara camara L.) terhadap populasi hama, intensitas penyakit dan luas serangan hama dan penyakit serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman rosela. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2009 sampai dengan 27 Oktober 2009 bertempat di Kebun Percobaan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu konsentrasi pestisida nabati saliara, dengan 6 taraf perlakuan, yaitu P0 kontrol negatif (0%), P1 (2,5%), P2(3,65%), P3 (5%), P4 (6,25%) dan P5 kontrol positif (0,1% Decis dan 0,2% Propineb). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pestisida hayati berpengaruh nyata terhadap populasi dan luas serangan hama kutu putih (Pseudoccus sp.), dan konsentrasi pestisida nabati 6,25% menunjukkan hasil terbaik dibandingkan dengan taraf yang lainnya.Kata Kunci : pestisida nabati saliara, rosela, Pseudococcus
Efektivitas penggunaan pestisida biorasional daun kipahit (Tithonia Diversifolia) dan atau daun mindi (Melia Azadirach) dalam pengendalian hama dan penyakit penting tomat (Licopersicon Esculentum Mill) Hendi Supriatna; Yanyan Mulyaningsih; Nur Rochman
JURNAL AGRONIDA Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.289 KB) | DOI: 10.30997/jag.v1i2.151

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun Kipahit dan atau daun Mindi serta perbedaan konsentrasi dapat mengendalikan hama dan penyakit penting tomat. Selain itu, apakah ada interaksi antara ekstrak daun Kipahit dan daun Mindi.Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dengan pemberian ekstrak daun Kipahit (Tithonia diversifolia) dan daun Mindi (Melia azadirach) terdiri atas 5 taraf : P0 = (kontrol), P1 = (Kipahit 16 kg berat basah), P2 = (Kipahit 10 kg bb + Mindi 6 kg bb), P3 = (Kipahit 6 kg bb + Mindi 10 kg bb), P4 = (Mindi 16 kg bb). Faktor ke dua yaitu konsentrasi ekstrak daun Kipahit dan daun Mindi terdiri dari 2 taraf yaitu : K1 = 8 kg bb, K2 = 16 kg bb.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Kipahit dan atau daun mindi serta perbedaan konsentrasi tidak berpengaruh nyata pada Ulat Buah (Helicoverpa armigera) pada umur 66, 73, 80 dan 87 HST, Kutu Kebul (Bemicia tabaci) pada umur 45, 52, 59, 66, 73 dan 80 HST, Ulat Grayak (Spodoptera litura) pada Umur umur 45, 52, 59, 66, 73, 80 dan 87 HST dan penyakit busuk daun (Phytophthora infestans) pada umur 45, 52, 59, 66, 73, 80 dan 87 HST. Selain itu tidak terdapat interaksi antara ekstrak daun kipahit dan daun mindi.
PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN KUALITAS SAWI MANIS (Brassica juncea L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI URIN SAPI DAN DOSIS PUPUK N, P DAN K Ade Hilman Sholeh Nawawi; Arifah Rahayu; Yanyan Mulyaningsih
JURNAL AGRONIDA Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.135 KB) | DOI: 10.30997/jag.v2i1.746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh urin sapi dan pupuk N, P dan K terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas sawi manis (Brassica junccea L.). Kegiatan penelitian dilaksanakan pada 01 Januari – 21 Pebruari 2013 di Kebun Percobaan Jurusan Agroteknologi dan Laboratorium Biologi Fakultas Ilmu dan Bisnis Pertanian Universitas Djuanda, Ciawi, Bogor. Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas dua faktor.Faktor pertama adalah konsentrasi urin sapi (U) (0 cc/l, 5 cc/l, 10 cc/l, 15 cc/l, 20 cc/l) dan faktor kedua adalah dosis pupuk N, P dan K (N) (0 g/polibag, 2.02 g/polibag, 4.03 g/polibag, 6.03 g/polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi urin sapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas sawi manis (Brassica juncea L.), kecuali pada lingkar batang. Pupuk N, P dan K nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi sawi manis (Brassica juncea L.), tetapi tidak meningkatkan kualitas sawi manis (Brassica juncea L.). Hal ini tampak pada rata – rata tinggi tanaman (2 dan 3 MST), jumlah daun (2 dan 3 MST), lingkar batang (2 dan 3 MST), diameter tajuk (2 dan 3 MST), bobot basah brangkasan, bobot kering pucuk dan luas rata – rata daun.Kata Kunci: Brassica juncea, urin sapi, N, P dan K
Co-Authors Abdul Latif Abdul Latif Abdurohman, Saepul Ade Hilman Sholeh Nawawi Adimihardja, Sjarif Avitijadi Adimihardja, Sjarif Avitijadi Aisah Rini Susanti Amida Dwi Safitri Andri Brawijaya Apriliani, Nindi Arifah Rahayu Arti Yoesdiarti Asri Sulastri Aziz, Ferry Abdul Dona Ramdani Sidiq Dwi Pradana Aranta Ekal Kurniawan Ekorini Farastuti Fahmi, Lukman Faisal Fanani, Muhammad Zainal Fatah, Muhamad Arifin Abdul Fia Sri Mumpuni Fikri, Muhamad Abduloh Ghani Hendrika Hanifah, Ishmah Hardiansah Hardiansah Hardiansah, Hardiansah Hendi Supriatna Hendrika, Ghani Hery Widijanto Himmatul Miftah Ikhsan Qodri Pramartaa Indah Ayu Lestari Josua Crystovel Pangihutan Kholipah, Wilda Lesmana, Dudi Lestari, Bening Intan Lestari, Silva Intan Linar Humaira Lukman Fahmi Marlina Marlina Mas Nur Mukmin Maulana, Nanda Akmal Mega Ani Sutomo Meilani, Rizka Fatika Muhamad Zainal Fanani Muhammad Hifniy Aziziy Muhammad Rezky Dwiputra Pulungan Muhammad Sudrajat Mulyana Mulyana Nanda Akmal Maulana Nani Yulianti Nawawi, Ade Hilman Sholeh Nur Rochman Nur Rochman Nur Rochman Oktavianus LT Oktavianus Lumban Tobing Pangestu, R Ali Pangihutan, Josua Crystovel Permana, Rifal R Ali Pangestu Raden Danuningrat Rahayu, Arifah Revianto Revianto Revianto, Revianto Satrio, Muhammad Firas Setyono Setyono, Setyono Sihombing, Zuena Silvani Silva Intan Lestari Sinaga, Jultri Hotmando Siti Rodiah siti rodiah Sudrajat, Muhammad Sulastri, Asri Sumarni Sunardi, O Sunardi, O Supriatna, Hendi Sutomo, Mega Ani Syahidah, Izzatun Syahputra, Kamarujaman Dwi Syaima Lailatul Mubarokah Tatang Santana Ulfa Khaerunnisa Wilda Kholipah Yudi Wahyudin Yuliawati Zulkipli