Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA OSTEOPOROSIS PADA LANSIA DI PANTI WERDHA YAYASAN GUNA BUDI BAKTI MEDAN TAHUN 2012 Sarmaida Siregar
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO (1994), angka kejadian patah tulang (fraktur) akibat osteoporosis diseluruh dunia mencapai angka 1,7 juta orang dan diperkirakan angka ini meningkat hingga mencapai 6,3 juta orang pada tahun 2050 dan 71% kejadian ini akan terdapat dinegara-negara berkembang. Di Indonesia 19,7% dari jumlah lansia atau sekitar 3,6 juta orang diantaranya menderita osteoporosis (Klinik medis, 2008). Lima Provinsi dengan resiko osteoporosis lebih tinggi Sumatera selatan (27,7%), Jawa tengah (24,02%0, Yogyakarta (23,5%), Sumatera utara (22,82%), Jawa timur (21,42%), Kalimantan timur (10,5%) (Depkes, 2005). Pada tulang osteoporosis telah menjadi suatu ancaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Osteoporosis Pada Lansia Di Panti Werdha Guna Budi Bakti Medan. Penelitian ini deskriptif dengan menggunakan data primer dalam pengambilan data sampel digunakan metode quota sampling, dengan jumlah responden 30 responden. Hasil penelitian dari 30 responden yaitu mayoritas responden yang menyatakan gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya osteoporosis pada lansia si panti werdha yayasan guna budi bakti medan berdasarkan peningkatan usia sebanyak 15 orang (50%) dengan kriteria tinggi, sebanyak 11 orang (37%) dengan kriteria cukup tinggi, dan sebanyank 4 orang (13%) dengan kriteria rendah. berdasarkan menopouse dengan kriteria tinggi sebanyak 10 orang (33%), cukup tinggi sebanyak 14 orang (47%), sedangkan dengan kriteria rendah sebanyak 6 orang (20%). berdasarkan pola makan dengan kriteria tinggi sebanyak 3 orang (10%), cukup tinggi sebanyak 12 orang (40%), sedangkan dengan kriteria rendah sebanyak 15 orang (50%).
GAMBARAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN TB PARU DI RUMAH SAKIT IMELDA MEDAN TAHUN 2018 Sarmaida Siregar; Vita Sari Tampubolon
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v4i2.292

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis). Salah satu faktor yang mempengaruhi terjangkitnya penyakit tuberkulosis paru adalah status gizi. Status gizi yang yang buruk akan meningkatkan risiko penyakit tuberkulosis paru. Sebaliknya, tuberkulosis paru berkontribusi menyebabkan status gizi buruk karena proses perjalanan penyakit yang mempengaruhi daya tahan tubuh. Hal ini yang menjadi salah satu alasan utama peneliti untuk mengetahui gambaran status gizi terhadap kejadian TB Paru di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan . Jenis penelitian adalah deskriptif yang dilaksanakan di Rumah Sakit Imelda dan bertujuan untuk mengetahui gambaran Status Gizi terjadap kejadian TBParu di Rumah Sakit Imelda Medan. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling jenis purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 45 orang. Hasil penelitian menunjukan status 5gizi pada pnderita TB Paru dengan kriteria kurang tingkat berat sebanyak 17 responden (37,78%), dengan kriteria kurang tingkat ringan sebanyak 9 responden (20%), dengan kriteria normal sebanyak 19 responden (42,22%), sedangkan tidak ditemukan responden dengan kriteria lebih tingkat ringan. Hasil dari penelitian ini diharapkan kepada perawat di Rumah sakit Imelda Medan untuk melakukan upaya penyuluhan atau pemberian informasi mengenai cara pencegahan, penularan, tanda, gejala tuberkulosis paru, dan hal-hal yang dapat menghambat penyembuhannya seperti merokok baik kepada penderita maupun kepada orang-orang yang berada di sekitar penderita sehingga penularannya dapat dicegah.
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSU IPI MEDAN Sarmaida Siregar
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v6i1.355

Abstract

Abstrak Sectio caesarea dilakukan untuk mengeluarkan satu atau lebih bayi dari rahim ibu. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka yaitu kadar gula darah yang dapat menghambat leukosit melakukan fagositosis sehingga rentan terhadap infeksi oleh karena itu jika mengalami luka akan sulit sembuh. Rumusan masalah penelitian adalah bagaimana hubungan kadar gula darah sewaktu dengan proses penyembuhan luka pada pasien post sectio caesarea. Tujuan penelitian untuk menguji hubungan kadar gula darah sewaktu dengan proses penyembuhan luka pada pasien post sectio caesarea. Jenis penelitian adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan di RSU IPI Medan. Sampel penelitian seluruh ibu post sectio caesarea tiga hari sebesar 77 orang. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi kadar gula darah dan lembar observasi penyembuhan luka. Uji yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukkan Ada hubungan yang signifikan antara kadar gula darah normal dengan penyembuhan luka sectio caesarea (p value < 0,05) dengan Rasio Prevalensi (RP) = 12,1 artinya kadar gula darah yang hiperglikemi pada ibu post sectio caesarea mempunyai risiko 12,1 kali ibu mengalami infeksi pada luka operasi dibandingkan dengan kadar gula darah yang normal. Disarankan kepada ibu post sectio caesarea lebih aktif dalam mencari informasi tentang cara mengontrol kadar gula darah yang baik agar mendukung proses penyembuhan luka untuk mencegah infeksi pada pasien post sectio caesarea.
GAMBARAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PEMBUANGAN LIMBAH SAMPAH TERHADAP PENCEGAHAN DBD DI LINGKUNGAN V KELURAHAN LABUHAN DELI Sarmaida Siregar; Aureliya Hutagaol; Hamonangan Damanik; Sarida Surya Manurung
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v7i2.400

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang ditandai dengan demam mendadak dua sampai tujuh hari tanpa penyebab yang jelas,lemah atau lesu, gelisah, nyeri ulu hati, disertai dengan tanda-tanda perdarahan di kulit berupa bintik perdarahan (petechia), ruam (purpura).Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskrifsikan pengetahuan keluarga tentang pembungan limbah sampah terhadap pencegahan DBD di Lingkungan V Kelurahan Medan Marelan.Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk membuat gambaran pengetahuan keluarga tentang pembungan limbah sampah terhadap pencegahan DBD dengan rancangan cross sectional. Pada penelitian ini mengunakan kuesioner dalam pengumpulan data. Populasi dalam penelitian seluruh keluarga yang tinggal di Lingkungan V Kelurahan Medan Marelan dan salah satu anggota keluarganya pernah menderita penyakit DBD. Jumlah populasi adalah sebanyak 37 orang dan sampel yang diambil dengan tehnik total sampling yaitu 37 orang. Identifikasi pengetahuan Keluarga tentang pembungan limbah sampah terhadap pencegahan DBD menggunakan instrumen dalam bentuk kuisioner tertutup. Berdasarkan hasil penelitian mayoritas pengetahuan keluarga cukup sebanyak 18 responden (48%) dan minoritas baik sebanyak 9 responden (24%), Untuk itu masih sangat penting penyuluhan pada keluarga tentang pembungan limbah sampah terhadap pencegahan DBD di Lingkungan V Kelurahan Medan Marelan agar tercapai kategori pengetahuan keluarga baik.
PENGARUH TERAPI NEBULIZER TERHADAP FREKUENSI NAPAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) Ratna Dewi; Sarmaida Siregar; Mukhtar Effendi Harahap; Christine Handayani Siburian
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v8i1.682

Abstract

Physiological changes due to inflammation in COPD patients significantly reduce the low level of carbon dioxide in the blood which causes shortness of breath with increased respiratory rate, so the importance of therapy that quickly dilutes secretions, clears the airway, and weakens the respiratory tract such as nebulizer therapy. This study aims to identify the effect of nebulizer therapy on respiratory rate in COPD patients. The research design used was a quasi-experimental pre and post test one sample test. The sample in this study amounted to 49 respondents by calculating the respiratory rate through the inspection method. The test used was the Wilcoxon signed rank test. The results of this study showed that there was an effect before and after nebulizer therapy on respiratory rate in COPD patients with value = 0.000. Based on the research, it can be concluded that the action of nebulizer therapy greatly affects the decrease in respiratory rate in COPD patients. It is recommended that nurses perform nebulizer therapy with the right frequency and duration for the successful effect of decreasing respiratory frequency.
THE EFFECT OF AUDIO-VISUAL MEDIA ON ADOLESCENTS’ KNOWLEDGE AND ATTITUDE TOWARD SMOKING DANGEROUS AT SECONDARY HIGH SCHOOL 2 HALONGONAN SUBDISTRICT, INDONESIA Sarmaida Siregar; Kintoko Rochadi; Linda T Maas
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 2 No. 3 (2019): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.825 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v2i3.147

Abstract

Smoking is a bad behavior which can cause danger to health. Today, it becomes a habit for adolescents. It can be prevented by promoting health education by using audiovisual media, which provides information and education for increasing good knowledge and attitude toward the prevention of smoking. The research problem was how about the influence of audiovisual media on adolescents' knowledge and attitude. The objective of the research was to analyze the impact of audiovisual media on adolescents' knowledge and attitude toward the danger of smoking at SMP Negeri 2 Halongonan Timur Subdistrict. The study used a quasi-experimental method with pretest-posttest design. It was conducted at SMP Negeri 2 Halongonan Timur Subdistrict, Padang Lawas Utara Regency. Eighty-four samples were selected and allocated to the intervention group and the control group. The data were gathered using questionnaires. The hypothesis was tested by using paired t-test ad independent t-test. The result of the research showed that there was a significant influence of audiovisual media (p<0.05) on adolescents' knowledge and attitude after they had been given intervention. The conclusion was that audiovisual media was more effective in increasing adolescents' knowledge and attitude toward the danger of smoking. It is recommended that parents not smoke in front of their children. The school management needs to collaborate with the parents for discussing the academic development and students' behavior, and health care providers should increase health education program about the danger of smoking. Keywords: audiovisual media, knowledge, attitude, the danger of smoking
THE EFFECTIVENESS OF CELL PHONE-BASED MENTORING THROUGH SMS ON DIET COMPLIANCE AMONG TYPE 2 DIABETES MELLITUS (T2DM) PATIENTS ratna dewi; Rostinah Manurung; Sarmaida Siregar
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 2 No. 3 (2019): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.961 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v2i3.214

Abstract

Appropriate diet and physical exercise is part of diabetes management. The role of health professionals is critical to regulating the lifestyle of type 2 DM patients. The study aimed at examining the effectiveness of cell phone-based mentoring on dietary compliance. A quasi-experimental study design, pre and post-test equivalent with the control group. The research was conducted at Bromo Medan Health Center. We recruited 84 diabetic patients and divided into the experimental and control group. The findings showed there was a positive effect on the patients in the experimental group who received the program than patients in the control group who did not receive the application. This strategy is essential and recommended to apply in the routine diet at home. Keywords: short message service (SMS), diet compliance, type 2 diabetes mellitus
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI DESA CINTA RAKYAT Sopyah Anggraini Anggraini; Sarmaida Siregar; Ratna Dewi
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikebi.v6i1.379

Abstract

ABSTRAK Stunting atau kurang gizi kronik adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan, dan kurang gizi kronik. Stunting dapat juga terjadi sebelum kelahiran dan disebabkan oleh asupan gizi yang sangat kurang saat masa kehamilan, (Unicef Indonesia, 2012). Stunting dipengaruhi oleh faktor pendapatan keluarga, pengetahuan gizi ibu, pola asuh ibu, riwayat infeksi penyakit, riwayat imunisasi, asupan protein, dan asupan ibu. Asupan ibu terutama saat hamil merupakan salah satu faktor yang berperan penting. Gizi janin bergantung sepenuhnya pada ibu, sehingga kecukupan gizi ibu sangat mempengaruhi kondisi janin yang dikandungnya. Ibu hamil yang kurang gizi atau asupan makanan kurang akan menyebabkan gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan (Picauly, 2013). Dalam hal mengurangi angka kejadian stunting pada ibu hamil dapat dilakukan melalui promotif dan preventif. Salah satu upaya tersebut adalah melakukan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media. Media memberikan informasi dan edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan sikap yang positif terhadap pencegahan stunting. Hal ini yang menjadi salah satu alasan utama peneliti untuk mengetahui pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap pada ibu hamil tentang pencegahan stunting di Desa Cinta Rakyat. Jenis penelitian adalah kuantitatif yang dilaksanakan di Desa Cinta Rakyat dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap pada ibu hamil tentang pencegahan stunting di Desa Cinta Rakyat. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling jenis purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 42 orang. Hasil penelitian menunjukan Ibu hamil ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap Ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi menggunakan media audio visual dengan p value 0,001 (p < 0,05). Hasil dari penelitian ini diharapkan kepada Ibu hamil di Desa Cinta Rakyat dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap serta informasi sehingga dapat pencegahan terjadinya stunting pada bayi yang dilahirkan.
SELF CARE DAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN DIABETES MELITUS Sarmaida Siregar; Ratna Dewi; Baharudin Yusuf Munthe
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v8i2.1044

Abstract

Diabetes Mellitus is a health disorder caused by increased blood sugar levels due to insulin deficiency or resistance. This disease has long been known, especially among large families (overweight) along with a high lifestyle. This study was conducted to determine the relationship between self care and the quality of life of diabetes mellitus patients at the Imelda general hospital for Indonesian workers in Medan in 2021. The sample in this study was 30 respondents. This study was taken based on univariate and bivariate data through the chi-square test. The results showed that self care was related to the quality of life of patients with diabetes mellitus (Ket: P < 0.00). It is recommended for people with diabetes mellitus to maintain their diet, activity, routinely check blood sugar levels according to the advice of health and self-care professionals in order to improve their quality of life.
Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Waktu Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap Dirumah Sakit Islam Malahayati Medan Tri Widya Sandika; Akmal Hayati; Sarmaida Siregar
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v8i1.1227

Abstract

Pengembalian rekam medis adalah sistem yang penting di Unit Rekam Medis karena merupakan awal kegiatan sebelum dimulainya pengolahan rekam medis pasien. Ketepatan waktu pengembalian sesuai dengan kebijakan Rumah sakit Islam Malahayati, yaitu 2x24 jam setelah pasien pulang rawat. Dari observasi pada bulan Juni 2022 sering terjadi keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor penyebab keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap. Jenis Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif dengan metode pengumpulan data wawancara di Rumah Sakit Islam Malahayati. Faktor faktor penyebab keterlambatan pengembalian berkas rekam medis diantaranya kurangnya informasi dan jelas tentang standar waktu pengembalian berkas rekam medis rawat inap, terdapat petugas yang lupa mencatat berks rekam medis yang dipinjam buku ekspedisi. Saran sebaiknya pihak rumah sakit melakukan sosialisasi SOP (Standar Operasional Prosedure) tentang pengembalian berkas rekam medis rawat inap dan melakukan pelatihan tentang rekam medis, pencatatan dan pengembalian berkas rekam medis.