Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 SERAWAI Nurhani, Asteria; Beding, Valentinus Ola; Kurniati, Agusta
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v2i2.293

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa kelas IX di SMP Negeri 4 Serawai yang belum mencapai standar ketuntasan pada pelajaran menulis cerita pendek, adapun hambatan pembelajaran menulis cerita pendek bagi siswa yaitu: malas menulis, kurang mampu dalam mengelola waktu, merasa kurang bahan dalam menyusun tulisan, sulit menentukan topik yang menarik untuk sebuah tulisan, kesulitan dalam menuangkan ide dan gagasan dan merasa tidak memiliki tantangan dalam menghasilkan sebuah tulisan. Penelitian ini difokuskan pada peningkatan kemampuan menulis cerita pendek menggunakan media audio visual. Subyek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 4 Serawai Kec. Serawai Kab. Sintang Barat yang berjumlah 24 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas siswa, peningkatan kemampuan menulis siswa, serta respon siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan media audio visual yang terdiri dari dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi siswa dan guru, lembar wawancara, dan tes kemampuan menulis. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan menulis siswa pada siklus I sebesar 70,83% dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 83,33%, sehingga terjadi peningakatan dari siklus I ke siklus II sebesar 12,50%. Hal ini menunjukan kemampuan menulis siswa mengalami peningkatan setelah menggunakan media audio visual. Peneliti menyarankan untuk pembelajaran menulis sebaiknya menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan perkembangan siswa, agar siswa lebih senang menulis.Kata kunci: kemampuan menulis cerita pendek, media audio visual
ANALISIS STRUKTURAL KUMPULAN CERITA RAKYAT DAYAK JANGKANG TANJUNG Beding, Valentinus Ola; Suryadi, Tedi; Heni, Frideta
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v5i1.736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis terhadap unsur intrinsik dan nilaimoral dalam kumpulan cerita rakyak Dayak Jangkang Tanjung. Metode dalam penelitian iniadalah metode Kualitatif berbentuk Deskriptif. Peneliti menggunakan teknik observasi, teknikperekaman. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, handponeandroid, kamera handpone. Berdasarkan hasil analisis ditemukan unsur intrinsik kumpulancerita rakyat Dayak Jangkang Tanjung Dusun Kompor Baru Desa Engkode Kecamatan MukokKabupaten Sanggau memiliki 5 tema, terdapat alur cerita dengan jenis alur maju dan alurcampuran, 8 latar waktu,18 latar tempat, 5 latar sosial, terdapat 30 penokohan dan perwatakan,sudut pandang dengan jenis campuran, gaya bahasa majas metafora, majas interupsi, danbahasa yang biasa, serta terdapat 5 amanat. dalam kumpulan cerita rakyat juga terdapat nilaimoral berkaitan manusia dengan Tuhan, hubungan antara manusia sesama manusia danhubungan antara manusia dengan alam. Dari analisis struktural kumpulan cerita rakyat yangtelah dikaji, ditemukan banyak hal positif yang dapat diterapkan di kehidupan dan penelitianini diharapkan kepada pembaca atau peminat untuk menjaga kebudayaan secara turun-temurunkhususnya kebudayaan. Peneliti yang akan melakukan penelitian lebih lanjut agar memahamiunsur struktural dalam kumpulan cerita rakyat Dayak Jangkang Tanjung Dusun Kompor BaruDesa Engkode Kecamatan Mukok Kabupaten Sanggau.Kata kunci: analisis struktural, unsur intrinsik, nilai moral, cerita rakyat
VERBA BAHASA DAYAK ENSILAT DESA RUMBEH KECAMATAN SILAT HILIR Marsiana, Marsiana; Tyas, Debora Korining; Beding, Valentinus Ola
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v2i1.289

Abstract

Peneliti ini dimulai dari ketetarikan peneliti terhadap Bahasa Dayak Ensilat.Peneliti memfokuskan masalah penelitian pada kelas kata, khususnya Verba Bahasa Dayak Ensilat yang peneliti singkat (BDE).Peneliti tertarik untuk mngetahui bentuk verba serta bagaimana verba aktif transitif dan verba aktif intransitif dalam Bahasa Dayak Ensilat.Tujuan analisis ini adalah untuk mendiskripsikan Verba Bahasa Dayak Ensilat dan bagaimana pembentukan verba aktif transitif dan intrasitif dalam Bahsa Dayak Ensilat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan bentuk diskriptif analisis. Diskriptif analisis dilakukandengan cara menjelaskan, membuat gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat hubungan verba Bahasa Dayak Ensilat Desa Rumbeh Kecamatan Silat Hilir Kabupaten Kapuas Hulu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (teknik cakap langsung), teknik pencatatan lapangan, dan teknik rekam.Selanjutnya peneliti menganalisis verba, pembentukan verba aktif transitif dan intrasitif dalam Bahasa Dayak Ensilat.Terdapat verba dasar dan turunan dalam Bahasa Dayak Ensilat. Proses pembentukan verba aktif transitif dan intrasitif dapat terjadi karena adanya verba dasar dan juga verba turunan. Verba trunan dibentuk oleh afiks be- dan te-. Makna gramatikal afiks be- yang melekati verba tertentu dapat menyatakan sedang melakukan sesuatu’ sedangkan afiks te- yang melekati verba tertentu yang dapat menyatakan’tidak sengaja’. Kata kunci: verba, bahasa dayak ensilat
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL DEAR NATHAN KARYA ERISCA FEBRIANI (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA) Beding, Valentinus Ola; Dharma, Yokie Prasetya; Wiyati, Sergie Novella
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v4i2.994

Abstract

Novel sebagai salah satu bentuk karya sastra, menawarkan kisah kehidupan melalui unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. Novel Dear Nathan pengarang memberikan nilai-nilai pesan tersirat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik sosial dan tinjuan sosiologi sastra dalam novel Dear Nathan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah penelitian sendiri yang dibantu oleh lembar format inventarisasi data dan objeknya novel Dear Nathan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca-catat dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model analisis mengalir, yang meliputi tiga komponen, yaitu: 1. Reduksi Data 2. Paparan Data 3. Penarikan Simpulan dan Verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan unsur intrinsik novel Dear Nathan terdapat tema yaitu konflik sosial. Tokoh yaitu Nathan, Salma, Daniel, Ardi (Papa), Mama Meli (Mama). Penokohan terdiri dari tokoh protagonis, antagonis, tritagonis. Alur yaitu campuran. Latar tempat di Jakarta, paviliun, rumah sakit, jalan. Latar suasana yaitu senang, sedih, tegang. Latar waktu yaitu, pagi, malam. Sudut pandang orang ke tiga serba tahu. Amanat yaitu, ikhlas, Mensyukuri, ketulusan, ketidaksetiaan, kerinduan. Serta analisis nilai sosial yaitu cinta dan kasih sayang, tolong menolong, kekeluargaan, kepeduli. Penelitian ini diharapkan pembaca dapat memahami unsur-unsur intrinsik dan konflik sosial yang terdapat pada novel Dear Nathan karya Erisca Febriani.Kata Kunci: Konflik Sosial Novel dalam Tinjauan Sosiologi Sastra
ANALISIS MAKNA SIMBOL PADA PROSES RITUAL NYEMARU DAYAK KETUNGAU SESAEK DI DUSUN SEJIRAK DESA PERONGKAN KECAMATAN SEKADAU HULU KABUPATEN SEKADAU Beding, Valentinus Ola; Erlla, Viktoria
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v9i2.4433

Abstract

Dalam penelitian ini dilatar belakangi oleh simbol yang berhubungan dengan makna, pada penelitian ini hubungan simbol dan makna itu saling melengkapi, simbol merupakan lambang sedangkan makna merupakan arti dari simbol tersebut dalam ritual nyemaru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses ritual, simbol-simbol dan mendeskripsikan makna simbol yang terkandung dalam ritual nyemaru Dayak Ketungau Sesaek di Dusun Sejirak, Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dan dalam bentuk deskriptif. Hasil penelitian dalam penelitian ini yaitu, ditemukan 5 proses dalam melaksanakan ritual nyemaru, ditemukan 8 simbol-simbol dan 8 makna yang terkandung didalam simbol, 13 alat dan bahan, 2 mantra dalam ritual nyemaru, pemimpin dalam ritual nyemaru dan seluruh masyarakat Dusun Sejirak yang mengikuti ritual nyemaru dengan cara melaksanakannya bersama keluarganya. Secara keseluruhan, kesimpulan temuan dan pembahasan pada penelitian Analisis Makna Simbol pada Proses Ritual Nyemaru, Dayak Ketungau Sesaek di Dusun Sejirak, Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau memberikan pemahaman manusia bahwa tradisi adat istiadat leluhur tidak boleh ditinggalkan walaupun perkembangan zaman sudah modern. Saran yang diajukan untuk para masyarakat agar selalu melestarikan adat istiadat kebudayaan daerah agar tidak punah ditelan zaman dan bagi para pembaca agar dapat mengetahui warisan kebudayaan daerah khususnya ritual nyemaru di Dusun Sejirak yang ada di Kabupaten Sekadau.
MAKNA SIMBOL DALAM TRADISI SENGKELAN KANONG MASYARAKAT MELAYU SINTANG Beding, Valentinus Ola; Astuti, Sri
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i1.11068

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna simbol Sengkelan Kanong. Penelitian makna simbol Sengkelan Kanong pada Masyarakat Melayu Sintang, belum pernah dilakukan. Sehingga belum ada laporan tertulis tentangmakna symbol dalam tradisi Sengkelan Kanong. Sengkelan Kanong merupakan tradisi tujuh bulanan yang memadukan kearifan lokal dan agama Islam, sehingga sangat menarik untuk diteliti dan didokumentasikan. Penedekatan penelitian kualitatif, metode penelitian desktiptif, objek penelitian adalah makna simbol dalam tradisi Sengkelan Kanong. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data dengan triangulasi teknik dan analisis data menggunakan analisis data interaktif. Hasil penelitian diperoleh, terdapat 13 benda dan bahan dalam tradisi Sengkelan Kanong yang dapat dimaknai, yaitu: 1) Papan Canai, 2) Kapas Putih, 3) Kain Panjang, 4) Teko, 5) Amplop, 6) Beras, 7) Telur Ayam, 8) Rujak Semparik, 9) Rujak Culet, 10) Tepung Tawar, 11) Airr Putih), 12) Beras Kuning, dan 13) Daun Pandan.Kata Kunci: Makna Simbol, Tradisi Sengkelan Kanong