Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERSEPSI MAHASISWA PGSD KONSENTRASI IPS SD STKIP PERSADA KHATULISTIWA SINTANG TERHADAP PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN PEMANFAATAN LABORATORIUM BERBASIS BUDAYA LOKAL SINTANG - KALIMANTAN BARAT Seran, Eliana Yunitha
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA Vol 3, No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi mahasiswa PGSD konsentrasi IPS SD STKIP Persada Khatulistiwa Sintang terhadap pengembangan pembelajaran kontekstual dengan pemanfataan laboratorium berbasis budaya lokal Sintang- Kalimantan Barat. Sampel penelitian ini adalah  mahasiswa semester VI PGSD Konsentrasi IPS STKIP Perasa Khatulistiwa Sintang yang berjumlah 63 orang.  Analisa data menggunakan uji t dengan one tail test. Hasil penelitian menunjukkan persepsi mahasiswa terhadap pengembangan pembelajaran kontekstual dengan pemanfataan laboratorium berbasis budaya lokal sebesar 74,67%. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis tersebut diperoleh harga t hitung lebih besar dari harga t tabel yaitu 2,21 >1,67, maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya persepsi mahasiswa PGSD kosentrasi IPS SD STKIP Persada Khatulistiwa sintang terhadap pengembangan pembelajaran kontekstual siswa dengan pemaanfaatan laboratorium berbasis masyarakat (Budaya lokal) Sintang Kalimantan Barat lebih dari sama dengan 75% dari yang diharapkan. Kata Kunci: Persepsi, Pembelajaran Kontekstual, Laboratorium berbasis budya lokal.
STUDI SURVEI KEMAMPUAN BERBICARA SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS V Ayu, Lisa Citra; Kurniati, Agusta; Seran, Eliana Yunitha
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berbicara siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas V SDN 09 Sintang. Jenis  penelitian yang    digunakan  adalah  penelitian  deskriptif  kualitatif  berbentuk  survey.  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 60 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi langsung, dan teknik komunikasi langsung dengan alat pengumpulan data berupa lembar observasi, lembar wawancara, dan lembar angket. Analisis data kualitatif terdiri atas empat alur kegiatan yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat sebagai berikut: (1) kemampuan  berbicara siswa di kelas V sudah  baik; (2) upaya yang di lakukan guru untuk meningkatkan kemampuan berbicara di kelas  yaitu  penggunaan  metode  tanya jawab dan diskusi serta mengajak siswa ke perpustakaan untuk membaca buku setelah itu meminta siswa untuk bercerita; (3) faktor  pendukung  kemampuan  berbicara  siswa adalah  penggunaan Bahasa  Indonesia  yang  baik  dan  benar, mengikuti perintah guru dengan tekun untuk  bercerita,  berkunjung ke perpustakaan, serta mau ketika diminta  guru  untuk  tampil  di depan kelas, sedangkan faktor penghambat adalah masih ada siswa yang pasif serta keberadaan sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai. 
STUDI SURVEI TENTANG INTERAKSI EDUKATIF PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SEKOLAH DASAR NEGERI 01 NANGA MAHAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 E, Mega Anjela; Seran, Eliana Yunitha
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA Vol 2, No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh informasi yang objektif mengenai interaksi edukatif pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar Negeri 01 Nanga Mahap Tahun Pelajaran 2015/2016. Metode yang digunakan dalam penelitian metode penelitian kuantitatif dengan bentuk penelitian survei. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah populasi sebanyak 140 orang. Hasil penelitian yang diperoleh Interaksi edukatif siswa di Sekolah Dasar Negeri 01 Nanga Mahap Tahun Pelajaran 2015/2016 paling tinggi 75% dari yang diharapkan, dengan rincian sebagai berikut: 1) interaksi edukatif siswa termasuk dalam kategori “Baik” dengan skor angket 79,45%; 2) dan hasil observasi termasuk dalam kategori “Baik” dengan skor 70,67. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis diperoleh harga t hitung lebih besar dari harga t tabel yaitu 8,98>1,66, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkah hasil analisis dapat disimpulkan bahwa, Interaksi edukatif memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilan pembelajaran.
Perwujudan Masyarakat Desa Lengkong Nyadom Kecamatan Ella Hilir Yang Higienis Dan Saniter Melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Karmila, Sinta; Gandasari, Adriana; Seran, Eliana Yunitha
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): Edisi November
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v2i2.2626

Abstract

Salah satu sasaran Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ada Desa Lengkong Nyadom Kecamatan Ella Hilir dengan jumlah 111 Rumah Tangga yang belum memiliki jamban sehat. Sehingga menjadi fokus dalam Pelaksanaan Program ini. Kerjasama antar pemerintah Desa dan Warga yang belum memiliki akses jamban sehat sangat diperlukan agar tercapai tujuan yang maksimal.untuk mengetahui bagaimana upaya pencegahan stunting dan penyakit berbasis lingkungan terutama , demam berdarah dan penyakit lainnya kepada mitra dan masyarakat, meningkatkan akses sanitasi serta meningkatkan kemampuan masyarakat menerapkan sarana sanitasi yang layak. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat merupakan pendekatan yang sangat penting untuk merubah perilaku manusia untuk Hidup yang bersih dan sehat guna keberlangsungan hidup kita
PENGOLAHAN RECYCLE PAPER MENJADI KERAJINAN TANGAN PAPIER MACHE CLAY SEBAGAI MEDIA PENUNJANG PEMBELAJARAN SBDP DI SEKOLAH DASAR NEGERI 6 NANGA NUAK KECAMATAN ELLA HILIR KABUPATEN MELAWI Seran, Eliana Yunitha; Awang, Imanuel Sairo; Pelipa, Emilia Dewiwati; Marganingsih, Anna
JPPM: Jurnal Pelayanan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 1 (2024): Edisi April
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jppm.v3i1.3151

Abstract

AbstrakBerbahan dasar lempung kertas (paper clay) adalah bahan untuk karya ukir yang murah dan praktis, dibuat dari kerta, lem, dan air. Lempung kertas dapat menggantikan bubur kertas lembaran (paper mache) untuk mendapatkan hasil yang lebih halus dan realistis. Hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk membuat lempung kertas. Lempung kertas ini juga akan mengering di udara menjadi permukaan keras tertentu yang kemudian bisa warnai oleh siswa sesuai dengan keinginannya. Pada proses pembelajaran SBDP di Sekolah Dasar dalam rentang usia siswa yang akan diberikan pelatihan tentang pembuatan papier mache clay ini adalah siswa kelas tinggi sesuai dengan tujuan dari komptensi inti 3 (Pengetahuan) yaitu mengetahui karya seni rupa teknik tempel dan kompetensi 4 (keterampilan) yaitu membuat karya kolase, montase, aplikasi dan mozaik. Kegiatan PKm dilaksanakan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 4 Nanga Nuak Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi.Adapun hasil dari kegiatan PKm ini adalah untuk 1) meningkatnya keterampilan guru, siswa dan mahasiswa dalam pengolahan recycle paper sebagai bahan dasar pembuatan prakarya dalam muatan SBDP di Sekolah Dasar Negeri 4 Nanga Nuak Kecamatan Ela Hilir Kabupaten Melawi, 2) meningkatnya  keterampilan dan inovasi guru, siswa dan mahasiswa pembuatan papier mache clay sebagai bahan dasar pembuatan prakarya dalam muatan SBDP di Sekolah Dasar Negeri 4 Nanga Nuak Kecamatan Ela Hilir Kabupaten Melawi AbstractBased on paper clay, is a cheap and practical material for carving works, made from paper, glue, and water. Paper clay can replace paper mache to get smoother and more realistic results. It only takes about five minutes to make paper clay. This paper clay will also dry in the air to become a certain hard surface which students can then color according to their wishes. In the SBDP learning process at Elementary Schools, the age range of students who will be given training on making papier mache clay is high-class students by the objectives of core competency 3 (Knowledge), namely knowing fine artworks, pasting techniques, and competency 4 (skills), namely making collage, montage, appliqué, and mosaic works. PKm activities were carried out for students at Nanga Nuak 4 Elementary School, Ella Hilir District, Melawi Regency.The results of this PKm activity are to 1) increase the skills of teachers, pupils and students in processing recycled paper as a basic material for making crafts in SBDP content at Nanga Nuak 4 Elementary School, Ela Hilir District, Melawi Regency, 2) increase teacher skills and innovation, pupils and students make papier mache clay as a basic material for making crafts in SBDP content at Nanga Nuak 4 Elementary School, Ela Hilir District, Melawi Regency
PENDIDIKAN EKOPEDAGOGIK UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER CINTA LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PEMBELAJARAN IPAS Seran, Eliana Yunitha; Aristo, Thomas Joni Verawanto; Ridwan, Chornelius
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 10, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v10i1.3418

Abstract

The background of this research is the interest in efforts to preserve nature and the environment in Kalimantan as an island that has very rich natural potential. Through science subject, elementary school students are intended to have an active role in maintaining, guarding, conserving the natural environment, managing natural resources and the environment wisely. So, through ecopedagogic education, elementary school students can develop the character of the environment care. This research method applied descriptive quantitative survey methods. Data collection tools are questionnaires, observation sheets and interviews. The research subjects were 63 students of class IV at SDN 6 Nanga Nuak, Ella Hilir District, Melawi Regency. Data analysis uses descriptive statistics with percentage formulas. The research results show that the aspect of preparing reading related to the environment for children is 65%, the aspect of making students aware of their relationship with the environment and society is 76%, the aspect of adapting experiences, assignments in class, agreements with the community to turn knowledge into action social, welfare, environmental justice and sustainability 72%, and teaching aspects that link sustainable creatures at 64%. Awareness for the environment when learning science in class is measured by indicators of getting used to throwing rubbish on its place, taking care of plants, maintaining cleanliness, being aware of greenery, tidying up learning equipment.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS III SD Seran, Eliana Yunitha; Suani, Veronika Lili
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2019): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.382 KB) | DOI: 10.31932/jpaud.v1i1.606

Abstract

AbstrakMasalah penelitian ini adalah bahwa proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih belum maksimal dalam proeses pembelajaran guru belum menerapkan model pembelajaran sehingga nilai siswa rendah dan guru belum menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III pada Materi Jenis-jenis Pekerjaan. Metode penelitian Eksperiment. Bentuk penelitian penelitian Quasi Experimental Design. Sampel dalam penelitian adalah kelas III B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 21 orang dan kelas III A sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 21 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah  Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi langsung, teknik pengukuran, teknik konikasi tidak langsung dan dokumentasi. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, soal tes, angketdan dokumentasi. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut:  Hasil observasi siswa kelas eksperimen diperoleh rata-rata pertemuan pertama dan kedua 100% dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan uji hipotesis pada  pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai Sig (2-tailed)=0,687 > nilai α =0,05 yang artinya hipotesis ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar kognitif pada materi Materi Jenis-jenis Pekerjaan. Berdasarkan uji hipotesis pada  posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai Sig (2-tailed)=0,02 < nilai α =0,05 yang artinya hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kognitif pada materi Materi Jenis-jenis Pekerjaan. Berdasarkan uji hipotesis kelas eksperimen pada pretest dan posttest diperoleh nilai Sig (2-tailed)=0,00 < nilai α=0,05 yang artinya hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kognitif pada materi Materi Jenis-jenis Pekerjaan. Berdasarkan uji hipotesis kelas eksperimen pada pretest dan posttest diperoleh nilai Sig (2-tailed)=0,00 < nilai α=0,05 yang artinya hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kognitif pada materi Materi Jenis-jenis Pekerjaan Berdasarkan hasil pengolahan data angket respon siswa kelas eksperimen diperoleh rata-rata nilai 81,57% dengan kategori sangat kuat.Kata kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture, Hasil Belajar
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENULIS DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS X SMA NEGERI 1 BELITANG Noriyani, Noriyani; Seran, Eliana Yunitha; Oktaviani, Ursula Dwi
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v2i2.294

Abstract

Kebiasaan merupakan sesuatu yang telah mendarah daging pada seseorang. Demikian pula dengan menulis, karena apabila siswa yang terbiasa menulis dengan baik dan benar maka ia pun akan mampu menulis dengan baik dan benar termasuk dalam menulis teks pidato. Namun sebaliknya jika siswa terus membawa kebiasaan buruk dalam menulis maka hal itu akan menyebabkan siswa tidak teliti dalam menulis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kebiasaan menulis dengan kemampuan menulis teks pidato pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA Negeri 1 Belitang Tahun Pelajaran 2015/2016. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif . Bentuk penelitian yaitu studi hubungan atau korelasi. Kemudian yang menjadi populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Belitang Tahun Pelajaran 2015/2016. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 75 orang dengan teknik stratifikasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik komunikasi tidak langsung dan teknik dokumentasi. Sedangkan alat pengumpul data adalah kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1).Kebiasaan menulis siswa Kelas X SMA Negeri 1 Belitang Tahun Pelajaran 2015/2016 termasuk dalam kategori sangat tinggi, ini dapat dilihat dari hasil data angket diperoleh jumlah skor 6389 dengan skor rata-rata 85,18. (2).Kemampuan menulis teks pidato kelas X SMA Negeri 1 Belitang Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan kategori mampu/baik, dengan nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 73 sedangkan nilai rata-ratanya adalah 80,77. (3). Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan menulis dengan kemampuan menulis teks pidato pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMA Negeri 1 Belitang Tahun Pelajaran 2015/2016. Ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan diperoleh r hitung sebesar 0,552 sedangkan r tabel 0,227, artinya rhitung ˃ dari rtabel, atau 0,552˃0,227 r hitung 0,552 berada antara interval 0,40-0,599 sehingga masuk dalam kategori tingkat hubungan sedang. Kata Kunci: menulis, teks pidato
Kemampuan Siswa Dalam Menulis Puisi Himne Menggunakan Media Gambar Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 06 Satu Atap Pinoh Selatan Beding, Valentinus Ola; Seran, Eliana Yunitha; Dino, Dino
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v5i2.1001

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan kemampuan menulis puisi siswa dengan menggunakan media gambar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan bentuk penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik komunikasi tidak langsung, teknik pengukuran, dan dokumentasi, dengan alat pengumpul data berupa lembar observasi, soal tes dan dokumen sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kritis dan interaktif. Hasil penelitian (1) penerapan media gambar berdasarkan pelaksanaan penelitian, hasil observasi, dan hasil wawancara tentang menulis puisi dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 06 Satu Atap Pinoh Selatan dapat dikatakan baik dan media gambar dapat diterapkan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil observasi bahwa siswa dapat menulis puisi himne dengan menggunakan media gambar, (2) peningkatan berdasarkan ketuntasan belajar siswa mulai dari siklus I sampai siklus II, pada siklus I ketuntasan belajar siswa adalah 60% dan pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan menjadi 90% sehingga terjadi peningkatan sebesar 30%, (3) respon siswa dalam pembelajaran bahwa siswa senang dengan menggunakan media gambar, hal ini tampak dari kegiatan belajar mengajar yang baik. Dimana siswa antusias saat mengikuti proses pembelajaran dan merespon kegiatan pembelajaran selama pembelajaran berlangsung. Kata Kunci: Kemampuan Menulis Puisi, Media Gambar
STIMULASI KEMAMPUAN BERBICARA, KECAKAPAN SOSIAL DAN EMOSIONAL SISWA DIMASA PANDEMI DI SD BETHEL SUNGAI SAWAK Aristo, Thomas Joni Verawanto; Seran, Eliana Yunitha; Riberu, Evansius Dimas Hendro
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2023): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v6i1.2688

Abstract

ABSTRACTThis PkM activity was carried out with the aim of providing options in helping Classroom Teachers to be able to stimulate children's speaking skills, social and emotional skills after experiencing school for some time during a pandemic. so that the Class Teacher has an idea of how to stimulate these three developments in children. Based on this, it is hoped that Classroom Teachers can apply ways to stimulate speaking skills, social and emotional skills in daily activities at school because the main expertise is at school so that children's speaking skills, social and emotional skills can be optimized from an early age.Keywords: Speaking skill, Social, Emotinal Skill ABSTRAKKegiatan PkM ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan opsi dalam membantu Guru Kelas agar dapat menstimulasi kemampuan berbicara, kecakapan sosial dan emosional anak setelah beberapa lama mengalami masa sekolah dalam masa pandemi. sehingga Guru Kelas tersebut mempunyai gambaran bagaimana cara menstimulasi ke tiga perkembangan tersebut pada anak. Berdasarkan hal tersebut maka diharapkan para Guru Kelas dapat menerapkan cara menstimulasi kemampuan berbicara, kecakapan sosial dan emosional dalam kegiatan sehari-hari di sekolah karena keahlian yang utama adalah di sekolah sehingga kemampuan berbicara, kecakapan sosial dan emosional pada anak dapat dioptimalkan sejak usia dini.Kata Kunci: Kemampuan Berbicara, Kecakapan  Sosial, Emosional