Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : POSITRON

Peningkatan Kadar Zirkonium Silikat dalam Pasir Puya, Residu Penambangan Emas dari Kecamatan Monterado Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Kartika, Novi; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Zaharah, Titin Anita; Aritonang, Anthoni B
POSITRON Vol 14, No 1 (2024): Vol. 14 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v14i1.66460

Abstract

Pasir zirkon memiliki kandungan zirkonium berkisar antara 30-50% berat di beberapa lokasi penambangan emas yang berada di Kalimantan Barat. Analisis XRF memperlihatkan persen berat unsur dalam pasir hitam non magnetik (PHNM) dari pasir zirkon yang berasal dari Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang adalah 48,05% Zr; 3,35% Si serta unsur lain seperti 20% Ti, 18,95% Fe dan 1,62% Hf. Peningkatan kadar zirkon dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu metode fusi alkali dengan perbandingan massa PHNM terhadap massa NaOH yaitu 10 gram : 5 gram (2:1) pada variasi temperatur 700 °C dan 800 °C selama 2 jam, kemudian tahap pelindian menggunakan HCl 2% diikuti oleh pelindian lanjut dalam HCl 37%. Perbedaan temperatur dalam reaksi fusi alkali menghasilkan perbedaan komposisi Zr, dimana pada temperatur 700 °C adalah 88,45% sedangkan pada temperatur 800 °C adalah 90,11% dengan rasio Zr/Si masing-masing adalah 5,33 dan 4,85. Temperatur reaksi fusi alkali pada 800 °C memperlihatkan komponen Zr lebih tinggi dengan rasio Zr/Si yang mendekati ZrSiO4 yaitu 3,25. Analisis jenis mineral menggunakan XRD padat memperlihatkan keberadaan mineral ZrSiO4 dengan struktur kristal tetragonal, memiliki puncak utama pada 2θ adalah 20,04 °-20,10 °, 26,94 °-26,98 °, dan 53,48 °-53,49 °. Ukuran kristal ZrSiO4 berdasarkan perhitungan menggunakan persamaan Debye Scherrer berada dalam kisaran 120,78 nm (2θ = 20,10 °), 122,30 nm (2θ = 26,98 °), dan 133,17 nm (2θ = 53,48 °). Rendemen perlakuan PHNM dengan rangkaian proses reaksi fusi alkali, reaksi basa dan pelindian menggunakan HCl adalah berkisar 33% dengan kadar zirkon silikat dalam produk akhir meningkat dari 46,2% menjadi 90,11%.
Studi Pemanfaatan Abu Boiler Kelapa Sawit (Palm Oil Fuel Ash) dan Limbah Karbit Sebagai Campuran Beton Putri, Rinka Carolina; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Zaharah, Titin Anita; Widiyantoro, Ari
POSITRON Vol 15, No 2 (2025): Vol. 15 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v15i2.88882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum beton dari campuran semen, palm oil fuel ash (POFA), dan limbah karbit berdasarkan nilai kuat tekan dan ketahanannya dalam media asam dan media garam. Metode penelitian meliputi preparasi beton dimana 30% semen diganti dengan campuran POFA dan limbah karbit. Komposisi campuran POFA dan limbah karbit divariasikan sesuai dengan persentase (%) POFA:limbah karbit 70:30; 60:40; 50:50 dan 40:60. Komposisi terbaik yang ditetapkan adalah beton dengan nilai kuat tekan tertinggi. Terhadap beton terbaik tersebut (disebut beton campuran) dianalisis komposisi unsur, diuji ketahanannya dalam media asam dan garam kemudian dibandingkan dengan beton tanpa campuran POFA dan limbah karbit. Metode untuk menguji ketahanan dalam media asam dan garam dilakukan dengan cara perendaman beton dalam media selama 28 hari kemudian diuji kuat tekannya. Berdasarkan hasil uji kuat tekan beton, diketahui bahwa komposisi terbaik pengganti 30% semen adalah campuran dari 60% POFA dan 40% limbah karbit, dengan nilai kuat tekan 40,49 MPa. Nilai ini memenuhi standar beton mutu normal (SNI 03-6468:2000, ACI 318) namun lebih rendah daripada beton tanpa penggantian semen (disebut beton kontrol). Hasil pengamatan terhadap ketahanan beton dalam media asam maupun garam menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton campuran relatif bertahan setelah mengalami perlakuan dalam kondisi asam maupun garam. Dibandingkan dengan beton kontrol, beton campuran lebih tahan dalam kondisi tersebut, mengimplikasikan potensi campuran POFA dan limbah karbit sebagai pengganti sebagian semen dalam beton.
Effect of Mackerel (Scomberomorus Commerson) Bone-Derived Gelatin on Alum Performance in Coagulation–Flocculation Processes Ramadhan, Aditya Nur; Zaharah, Titin Anita; Sayekti, Endah
POSITRON Vol 16, No 1 (2026): Vol. 16 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v16i1.88690

Abstract

Mackerel fish bones are commonly discarded as waste and may contribute to environmental pollution. This study aimed to extract gelatin from mackerel fish bones and evaluate its use as a coagulant aid with alum for the removal of organic matter and total suspended solids (TSS) from peat water. Gelatin was extracted and its functional groups were characterized using Fourier transform infrared (FTIR) spectroscopy. Treatment performance was evaluated through jar test experiments by varying Gelatin dosage (2, 4, 6, 8, and 10 g/L) and pH (4–8). Organic matter concentration was determined using the permanganometric titration method, while TSS was measured using the nephelometric method. The gelatin yield was 2.45%, and FTIR analysis confirmed the presence of amide functional groups, indicated by N–H stretching at 3353 cm⁻¹. The addition of gelatin enhanced alum performance, with optimal conditions at a dosage of 8 g/L and pH 7, achieving removal efficiencies of 89.3% for organic matter and 87.8% for TSS with a sedimentation time of 15 minutes. These findings demonstrate the potential of fish bone–derived gelatin as an effective and sustainable coagulant aid for peat water treatment.
Effect of Hydrochloric Acid Leaching on the Elemental Composition and Photocatalytic Properties of Puya Sand, Local Gold Mining Residues From Sintang, West Kalimantan Silalahi, Imelda Hotmarisi; Khairiyah, Uun Rabi'atul; Zaharah, Titin Anita; Widiyantoro, Ari
POSITRON Vol 16, No 1 (2026): Vol. 16 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v16i1.88656

Abstract

Pasir puya merupakan residu yang dihasilkan dari penambangan emas dengan metode pendulangan (panning) yang mengandung unsur-unsur seperti ZrO2, TiO2  dan Fe2O3, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai fotokatalis. Namun, kandungan Fe2O3yang masih cukup tinggi pada pasir puya dapat mengurangi aktivitas fotokatalitiknya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi HCl terbaik dalam pelindian untuk mengurangi kandungan Fe2O3  dan mengetahui aktivitas fotokatalitiknya dalam mengurangi konsentrasi metilen biru (MB) pada kondisi gelap, cahaya tampak dan sinar UV. Metode penelitian meliputi preparasi, reaksi fusi alkali, pelindian dan aktivasi. Selanjutnya, dikarakteriasi menggunakan  X-Ray Flurescence  (XRF) dan  Diffused Reflectance Spectroscopy  (DRS UV-Vis). Uji aktivitas fotokatalitik dilakukan dengan memvariasikan waktu kontak kemudian konsentrasi MB diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil XRF menunjukkan bahwa rasio Ti/Fe pada pelindian dengan HCl 3 M meningkat dari 0,62 menjadi 0,79. Berdasarkan analisis DRS UV-Vis material yang dihasilkan memiliki nilai celah-pita yang sesuai dengan komposit TiO2/Fe2O3  yaitu 2,62-2,88 eV. Selain itu, analisis XRD mengidentifikasi puncak difraksi muncul pada sudut 2θ yang menunjukkan keberadaan fase ZrO2  monoklinik, TiO2  anatase, hematit (α-Fe2O3) dan TiO2  rutil. Material yang telah mengalami proses fusi alkali, pelindian dan aktivasi memperlihatkan kemampuan mengurangi konsentrasi MB dalam keadaan gelap sedangkan kemampuan mengurangi konsentrasi MB dibawah iradiasi sinar tampak dan Uv tidak jauh berbeda dari keadaan gelap, hal ini menandakan bahwa material belum fotoaktif. Uji fotokatalitik menunjukkan bahwa pasir yang mengalami pelindain 3 M menunjukkan aktivitas fotokatalitik dalam mengurangi konsentrasi MB pada keadaan dibawah sinar tampak dann UV dibandingkan dengan HCl 4 dan 5 M.