Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Bagi Kelompok Sadar Wisata Teluk Majantu Kelurahan Sedau Singkawang Selatan Sapar, Ajuk; Zaharah, Titin Anita; Alimuddin, Andi Hairil; Shofiyani, Anis; Gusrizal, Gusrizal; Sayekti, Endah; Rudiyansyah, Rudiyansyah; Usman, Thamrin; Widiyantoro, Ari; Nofiani, Risa; Wibowo, M. Agus
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.21033

Abstract

Kelurahan Sedau terletak di wilayah Selatan Kota Singkawang Kalimantan Barat. Daerah Teluk Majantu sebagai lokasi kegiatan Pengabdian Kepada Maysarakat (PKM) berada di wilayah pesisir Kelurahan Sedau. Mata pencaharian utama warganya adalah nelayan namun banyaknya pohon kelapa yang tumbuh di pesisir Teluk Majandi menjadi pontesi sumber daa alam yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Masyarakat Teluk Majantu sebagian besar bergabung pada Kelompok sadar Wisata (POKDARWIS) yang aktivitasnya tidak hanya tentang pengelolaan wisata tetapi juga pengolahan sumber daya alam menjadi produk yang bernilai ekonomi. Kegiatan PKM diawali dengan orientasi lapangan tim pengabdi ke lokasi kegiatan untuk mengidentifikasi masalah mitra, kesepakatan teknologi yang akan diimplementasikan serta penjadwalan PKM. Sehubungan dengan kegiatan PKM yang telah dilakukan sebelumnya, maka warga kelompok sadar wisata menginginkan ada kegiatan pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO). Oleh karena itu Tim Pascasarjana Kimia FMIPA Untan berinisiatif melakukan kegiatan PKM di lokasi tersebut. PKM dilaksanakan melalui penyampaian materi oleh tim pengabdi dilanjutkan dengan praktek pembuatan VCO. Setelah pelaksanaan pelatihan selesai, dilanjutkan dengan tahapan evaluasi secara kuantitatif dengan menganalisis hasil kuisioner sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Berdasarkan respon positif dari warga yang diamati dari antusisme peserta saat pelaksanaan kegiatan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif untuk meningkatkan keterampilan peserta pelatihan.
Fotodegradasi Metilen Biru Menggunakan Campuran Pasir Puya/TiO2 Amanda, Ferdian Rizki; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Zaharah, Titin Anita; Wahyuni, Nelly
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 13 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v13i2.81388

Abstract

Pasir puya merupakan istilah yang dikenal untuk pasir yang bersumber dari sisa pertambangan emas yang dilakukan khususnya oleh masyarakat lokal Kalimantan, telah diketahui memiliki kandungan mineral yang berharga seperti ZrSiO4, FeTiO3, dan TiO2 yang belum dimanfaatkan. Target penelitian ini adalah memanfaatkan pasir puya sebagai matriks fotokatalis TiO2 yang dapat  memperbaiki efisiensi katalitik TiO2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik serta aktivitas campuran pasir puya/TiO2 terhadap degradasi metilen biru dalam larutan berair. Campuran pasir puya/TiO2 disintesis melalui metode sol-gel kemudian dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), analisis sorpsi gas (BET) dan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX). Konsentrasi metilen biru diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis XRD mengkonfirmasi bahwa fase kristal TiO2 dalam campuran pasir puya/TiO2 yang telah disintesis adalah fase anatase pada 2θ 25,32o, 37,78o, 48,04o, 54o, 55,09o, dan 62,78o bersama dengan kristal zirkonium silikat pada 2θ 26,97o, 52,19o, dan 55,57o yang berasal dari pasir puya. Hasil analisa EDX menunjukkan bahwa campuran pasir puya/TiO2 mengandung unsur dominan O, Ti, dan Zr. Analisis gas sorpsi BET menunjukkan peningkatan luas permukaan pada campuran pasir puya/TiO2 lebih dari 10 kali lipat dibandingkan pasir puya. Kemampuan fotokatalitik optimum dalam mengurangi kadar metilen biru dalam larutan berair berdasarkan analisis statistik adalah campuran pasir puya/TiO2 5%, yang tidak berbeda signifikan dari campuran TiO2 dengan pasir puya 3% dan 1% namun berbeda dengan campuran dengan pasir puya 10%.
EXTRACTION OF TITANIUM COMPOUNDS FROM CHLORIDE ACID SOLUTION OF BAUXITE RESIDUE USING ACID-BASE PRECIPITATION METHOD Ernilia, Kristina; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Zaharah, Titin Anita
Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/indonesian.v7i1.66531

Abstract

The bauxite residue from the Bayer process can be categorized into red cake and iron sand. In this paper the iron sand has been characterized and used as a research object in order to obtain material with a higher concentration of the titanium element. Iron sand has a dominant chemical content of 60% iron and 10% titanium. Titanium can be extracted by several methods, one of which is the precipitation method. The precipitation process involves dissolving minerals in an acidic solution and extracting them with a base. The type of base and the pH are factors that affect the precipitation process. The aim of this study is to determine the effect of variations in pH and type of base on the extraction of TiO2 from a solution of iron sand in hydrochloric acid and to determine the elemental composition of the precipitation product. The first treatment of the iron sands was magnetic separation, which yielded 31.76% of relatively weakly magnetic sand. The magnetic sand was leached by using HCl (25%) to result in a solid with a percentage recovery of 40.8%, followed by an alkali fusion reaction with NaOH to give 56.85% of material. This material was then dissolved in the concentrated HCl and precipitated with NH4OH and NaOH at various pH values. The elemental analysis by using XRF of the precipitation products shows that the precipitation in NH4OH and pH 8 gives the material with the highest content of the element Ti, which is 49.5%, increases from only 10% in the iron sand. The selectivity of titanium for the iron element seems to be higher for the precipitation in NaOH, pH 8 than in NH4OH, pH 8, with Ti/Fe ratios of 1.50 and 1.44, respectively
Studi Pemanfaatan Abu Boiler Kelapa Sawit (Palm Oil Fuel Ash) dan Limbah Karbit Sebagai Campuran Beton Putri, Rinka Carolina; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Zaharah, Titin Anita; Widiyantoro, Ari
POSITRON Vol 15, No 2 (2025): Vol. 15 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v15i2.88882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum beton dari campuran semen, palm oil fuel ash (POFA), dan limbah karbit berdasarkan nilai kuat tekan dan ketahanannya dalam media asam dan media garam. Metode penelitian meliputi preparasi beton dimana 30% semen diganti dengan campuran POFA dan limbah karbit. Komposisi campuran POFA dan limbah karbit divariasikan sesuai dengan persentase (%) POFA:limbah karbit 70:30; 60:40; 50:50 dan 40:60. Komposisi terbaik yang ditetapkan adalah beton dengan nilai kuat tekan tertinggi. Terhadap beton terbaik tersebut (disebut beton campuran) dianalisis komposisi unsur, diuji ketahanannya dalam media asam dan garam kemudian dibandingkan dengan beton tanpa campuran POFA dan limbah karbit. Metode untuk menguji ketahanan dalam media asam dan garam dilakukan dengan cara perendaman beton dalam media selama 28 hari kemudian diuji kuat tekannya. Berdasarkan hasil uji kuat tekan beton, diketahui bahwa komposisi terbaik pengganti 30% semen adalah campuran dari 60% POFA dan 40% limbah karbit, dengan nilai kuat tekan 40,49 MPa. Nilai ini memenuhi standar beton mutu normal (SNI 03-6468:2000, ACI 318) namun lebih rendah daripada beton tanpa penggantian semen (disebut beton kontrol). Hasil pengamatan terhadap ketahanan beton dalam media asam maupun garam menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton campuran relatif bertahan setelah mengalami perlakuan dalam kondisi asam maupun garam. Dibandingkan dengan beton kontrol, beton campuran lebih tahan dalam kondisi tersebut, mengimplikasikan potensi campuran POFA dan limbah karbit sebagai pengganti sebagian semen dalam beton.
Kinetika Adsorpsi Antibiotik Tetrasiklin Oleh Komposit TiO2-Ni/PVA/Serat Sabut Pinang Teraktivasi Povi, Povi; Wahyuni, Nelly; Zaharah, Titin Anita
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 14, No 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v14i1.98383

Abstract

Environmental pollution from tetracycline antibiotics has become a serious concern because of their stability and tendency to bind to Ca2+ and other ions, leading to frequent detections in wastewater, surface water, groundwater, sludge, and sediments. One effective method to address this issue is adsorption using TiO2-Ni-based composite materials. This study aims to investigate the effect of variations in polyvinyl alcohol (PVA) mass on the adsorption capacity and rate of tetracycline in TiO2-Ni/PVA/activated areca fiber composites. TiO2-Ni/activated areca fiber was composited with PVA at mass ratios of 1, 2, and 3 and then tested in a tetracycline solution for 5 hours. Kinetic data were analyzed using first-order, second-order, pseudo-first-order, and pseudo-second-order models. The results showed that increasing PVA mass enhanced the adsorption percentage, with the highest value observed at 3 grams of PVA, reaching 12.60% after 5 hours of contact. The kinetic pattern of TiO2-Ni/PVA/activated areca fiber composites with 1 and 2 grams of PVA followed the pseudo-first-order adsorption model. In contrast, the composite with 3 grams of PVA tended to follow the first-order adsorption model.
Effect of Mackerel (Scomberomorus Commerson) Bone-Derived Gelatin on Alum Performance in Coagulation–Flocculation Processes Ramadhan, Aditya Nur; Zaharah, Titin Anita; Sayekti, Endah
POSITRON Vol 16, No 1 (2026): Vol. 16 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v16i1.88690

Abstract

Mackerel fish bones are commonly discarded as waste and may contribute to environmental pollution. This study aimed to extract gelatin from mackerel fish bones and evaluate its use as a coagulant aid with alum for the removal of organic matter and total suspended solids (TSS) from peat water. Gelatin was extracted and its functional groups were characterized using Fourier transform infrared (FTIR) spectroscopy. Treatment performance was evaluated through jar test experiments by varying Gelatin dosage (2, 4, 6, 8, and 10 g/L) and pH (4–8). Organic matter concentration was determined using the permanganometric titration method, while TSS was measured using the nephelometric method. The gelatin yield was 2.45%, and FTIR analysis confirmed the presence of amide functional groups, indicated by N–H stretching at 3353 cm⁻¹. The addition of gelatin enhanced alum performance, with optimal conditions at a dosage of 8 g/L and pH 7, achieving removal efficiencies of 89.3% for organic matter and 87.8% for TSS with a sedimentation time of 15 minutes. These findings demonstrate the potential of fish bone–derived gelatin as an effective and sustainable coagulant aid for peat water treatment.
Effect of Hydrochloric Acid Leaching on the Elemental Composition and Photocatalytic Properties of Puya Sand, Local Gold Mining Residues From Sintang, West Kalimantan Silalahi, Imelda Hotmarisi; Khairiyah, Uun Rabi'atul; Zaharah, Titin Anita; Widiyantoro, Ari
POSITRON Vol 16, No 1 (2026): Vol. 16 No. 1 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v16i1.88656

Abstract

Pasir puya merupakan residu yang dihasilkan dari penambangan emas dengan metode pendulangan (panning) yang mengandung unsur-unsur seperti ZrO2, TiO2  dan Fe2O3, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai fotokatalis. Namun, kandungan Fe2O3yang masih cukup tinggi pada pasir puya dapat mengurangi aktivitas fotokatalitiknya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi HCl terbaik dalam pelindian untuk mengurangi kandungan Fe2O3  dan mengetahui aktivitas fotokatalitiknya dalam mengurangi konsentrasi metilen biru (MB) pada kondisi gelap, cahaya tampak dan sinar UV. Metode penelitian meliputi preparasi, reaksi fusi alkali, pelindian dan aktivasi. Selanjutnya, dikarakteriasi menggunakan  X-Ray Flurescence  (XRF) dan  Diffused Reflectance Spectroscopy  (DRS UV-Vis). Uji aktivitas fotokatalitik dilakukan dengan memvariasikan waktu kontak kemudian konsentrasi MB diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil XRF menunjukkan bahwa rasio Ti/Fe pada pelindian dengan HCl 3 M meningkat dari 0,62 menjadi 0,79. Berdasarkan analisis DRS UV-Vis material yang dihasilkan memiliki nilai celah-pita yang sesuai dengan komposit TiO2/Fe2O3  yaitu 2,62-2,88 eV. Selain itu, analisis XRD mengidentifikasi puncak difraksi muncul pada sudut 2θ yang menunjukkan keberadaan fase ZrO2  monoklinik, TiO2  anatase, hematit (α-Fe2O3) dan TiO2  rutil. Material yang telah mengalami proses fusi alkali, pelindian dan aktivasi memperlihatkan kemampuan mengurangi konsentrasi MB dalam keadaan gelap sedangkan kemampuan mengurangi konsentrasi MB dibawah iradiasi sinar tampak dan Uv tidak jauh berbeda dari keadaan gelap, hal ini menandakan bahwa material belum fotoaktif. Uji fotokatalitik menunjukkan bahwa pasir yang mengalami pelindain 3 M menunjukkan aktivitas fotokatalitik dalam mengurangi konsentrasi MB pada keadaan dibawah sinar tampak dann UV dibandingkan dengan HCl 4 dan 5 M.
Substitution Reaction of Hydroxy of Citronellol with Chloride Using A Mixture of Ammonium Chloride and Sulphuric Acid Sayekti, Endah; Silalahi, Imelda H; Zaharah, Titin Anita
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 11, No 2 (2015): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.11.2.720.135-146

Abstract

Substitution reaction of hydroxy of citronellol with chloride using a mixture of ammonium chloride (NH4Cl) and sulphuric acid (H2SO4) has been conducted. The citronellol was obtained from the reduction of citronellal using sodium borohydride (NaBH4) at room temperature for 30 minutes. Substitution of hydroxy of citronellol with chloride ion was carried out at 80 oC and molarity ratio of citronellol and NH4Cl 1:1, 1:2; 1:3; and 1:4 respectively. Identification of the product by gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) showed that the substitution reaction produced 2-isopropyl-5-methyl-1-chlorocyclohexane compound with rendemen 64,49 % in mol ratio of 1:4. The infra red (IR) analysis showed that there was a vibration at wave number 763 cm-1 which is a typical C-Cl vibrations.
Characteristics of Chlorella sp Biomass Immobilized on Chitosan (Chlo-Kit) for Adsorption of Chromium(III) Solution Zaharah, Titin Anita; Shofiyani, Anis; Sayekti, Endah
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 11, No 1 (2015): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.11.1.102.15-28

Abstract

Properties of biosorbent prepared from biomass of Chlorella sp immobilized on chitosan (Chlo-Kit) have been studied for adsorption of Chromium(III). Chlo-Kit adsorbent prepared by following steps: dissolving chitosan to get hydrogel form, immobilization of biomasson chitosan hydrogel, beads formation and crosslinkingthe adsorbent beads using epichlorohydrin reagent.Characterization using FT-IR spectrophotometry  and SEM showed that mechanism of biomass immobilization on chitosan involves electrostatic interactions between the functional groups of such both materials. Biomass immobilized on chitosan (Chlo-Kit) showed the higher stability in acid medium than un-immobilized biomass. Adsorption of Cr(III) metal ion on Chlo-Kit occured at optimum pH of 4-5 and followed well the Langmuir adsorption isotherm model. The adsorption capacity of Cr(III) on Chlo-Kit was 68.965 mg/g, about 91% higher than that on Chlorella biomass