Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) Bagi Kelompok Sadar Wisata Teluk Majantu Kelurahan Sedau Singkawang Selatan Sapar, Ajuk; Zaharah, Titin Anita; Alimuddin, Andi Hairil; Shofiyani, Anis; Gusrizal, Gusrizal; Sayekti, Endah; Rudiyansyah, Rudiyansyah; Usman, Thamrin; Widiyantoro, Ari; Nofiani, Risa; Wibowo, M. Agus
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.21033

Abstract

Kelurahan Sedau terletak di wilayah Selatan Kota Singkawang Kalimantan Barat. Daerah Teluk Majantu sebagai lokasi kegiatan Pengabdian Kepada Maysarakat (PKM) berada di wilayah pesisir Kelurahan Sedau. Mata pencaharian utama warganya adalah nelayan namun banyaknya pohon kelapa yang tumbuh di pesisir Teluk Majandi menjadi pontesi sumber daa alam yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Masyarakat Teluk Majantu sebagian besar bergabung pada Kelompok sadar Wisata (POKDARWIS) yang aktivitasnya tidak hanya tentang pengelolaan wisata tetapi juga pengolahan sumber daya alam menjadi produk yang bernilai ekonomi. Kegiatan PKM diawali dengan orientasi lapangan tim pengabdi ke lokasi kegiatan untuk mengidentifikasi masalah mitra, kesepakatan teknologi yang akan diimplementasikan serta penjadwalan PKM. Sehubungan dengan kegiatan PKM yang telah dilakukan sebelumnya, maka warga kelompok sadar wisata menginginkan ada kegiatan pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO). Oleh karena itu Tim Pascasarjana Kimia FMIPA Untan berinisiatif melakukan kegiatan PKM di lokasi tersebut. PKM dilaksanakan melalui penyampaian materi oleh tim pengabdi dilanjutkan dengan praktek pembuatan VCO. Setelah pelaksanaan pelatihan selesai, dilanjutkan dengan tahapan evaluasi secara kuantitatif dengan menganalisis hasil kuisioner sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Berdasarkan respon positif dari warga yang diamati dari antusisme peserta saat pelaksanaan kegiatan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif untuk meningkatkan keterampilan peserta pelatihan.
Fotodegradasi Metilen Biru Menggunakan Campuran Pasir Puya/TiO2 Amanda, Ferdian Rizki; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Zaharah, Titin Anita; Wahyuni, Nelly
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 13 No. 2 (2024): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v13i2.81388

Abstract

Pasir puya merupakan istilah yang dikenal untuk pasir yang bersumber dari sisa pertambangan emas yang dilakukan khususnya oleh masyarakat lokal Kalimantan, telah diketahui memiliki kandungan mineral yang berharga seperti ZrSiO4, FeTiO3, dan TiO2 yang belum dimanfaatkan. Target penelitian ini adalah memanfaatkan pasir puya sebagai matriks fotokatalis TiO2 yang dapat  memperbaiki efisiensi katalitik TiO2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik serta aktivitas campuran pasir puya/TiO2 terhadap degradasi metilen biru dalam larutan berair. Campuran pasir puya/TiO2 disintesis melalui metode sol-gel kemudian dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), analisis sorpsi gas (BET) dan Scanning Electron Microscope-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX). Konsentrasi metilen biru diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil analisis XRD mengkonfirmasi bahwa fase kristal TiO2 dalam campuran pasir puya/TiO2 yang telah disintesis adalah fase anatase pada 2θ 25,32o, 37,78o, 48,04o, 54o, 55,09o, dan 62,78o bersama dengan kristal zirkonium silikat pada 2θ 26,97o, 52,19o, dan 55,57o yang berasal dari pasir puya. Hasil analisa EDX menunjukkan bahwa campuran pasir puya/TiO2 mengandung unsur dominan O, Ti, dan Zr. Analisis gas sorpsi BET menunjukkan peningkatan luas permukaan pada campuran pasir puya/TiO2 lebih dari 10 kali lipat dibandingkan pasir puya. Kemampuan fotokatalitik optimum dalam mengurangi kadar metilen biru dalam larutan berair berdasarkan analisis statistik adalah campuran pasir puya/TiO2 5%, yang tidak berbeda signifikan dari campuran TiO2 dengan pasir puya 3% dan 1% namun berbeda dengan campuran dengan pasir puya 10%.
EXTRACTION OF TITANIUM COMPOUNDS FROM CHLORIDE ACID SOLUTION OF BAUXITE RESIDUE USING ACID-BASE PRECIPITATION METHOD Ernilia, Kristina; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Zaharah, Titin Anita
Indonesian Journal of Pure and Applied Chemistry Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/indonesian.v7i1.66531

Abstract

The bauxite residue from the Bayer process can be categorized into red cake and iron sand. In this paper the iron sand has been characterized and used as a research object in order to obtain material with a higher concentration of the titanium element. Iron sand has a dominant chemical content of 60% iron and 10% titanium. Titanium can be extracted by several methods, one of which is the precipitation method. The precipitation process involves dissolving minerals in an acidic solution and extracting them with a base. The type of base and the pH are factors that affect the precipitation process. The aim of this study is to determine the effect of variations in pH and type of base on the extraction of TiO2 from a solution of iron sand in hydrochloric acid and to determine the elemental composition of the precipitation product. The first treatment of the iron sands was magnetic separation, which yielded 31.76% of relatively weakly magnetic sand. The magnetic sand was leached by using HCl (25%) to result in a solid with a percentage recovery of 40.8%, followed by an alkali fusion reaction with NaOH to give 56.85% of material. This material was then dissolved in the concentrated HCl and precipitated with NH4OH and NaOH at various pH values. The elemental analysis by using XRF of the precipitation products shows that the precipitation in NH4OH and pH 8 gives the material with the highest content of the element Ti, which is 49.5%, increases from only 10% in the iron sand. The selectivity of titanium for the iron element seems to be higher for the precipitation in NaOH, pH 8 than in NH4OH, pH 8, with Ti/Fe ratios of 1.50 and 1.44, respectively
Studi Pemanfaatan Abu Boiler Kelapa Sawit (Palm Oil Fuel Ash) dan Limbah Karbit Sebagai Campuran Beton Putri, Rinka Carolina; Silalahi, Imelda Hotmarisi; Zaharah, Titin Anita; Widiyantoro, Ari
POSITRON Vol 15, No 2 (2025): Vol. 15 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/positron.v15i2.88882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi optimum beton dari campuran semen, palm oil fuel ash (POFA), dan limbah karbit berdasarkan nilai kuat tekan dan ketahanannya dalam media asam dan media garam. Metode penelitian meliputi preparasi beton dimana 30% semen diganti dengan campuran POFA dan limbah karbit. Komposisi campuran POFA dan limbah karbit divariasikan sesuai dengan persentase (%) POFA:limbah karbit 70:30; 60:40; 50:50 dan 40:60. Komposisi terbaik yang ditetapkan adalah beton dengan nilai kuat tekan tertinggi. Terhadap beton terbaik tersebut (disebut beton campuran) dianalisis komposisi unsur, diuji ketahanannya dalam media asam dan garam kemudian dibandingkan dengan beton tanpa campuran POFA dan limbah karbit. Metode untuk menguji ketahanan dalam media asam dan garam dilakukan dengan cara perendaman beton dalam media selama 28 hari kemudian diuji kuat tekannya. Berdasarkan hasil uji kuat tekan beton, diketahui bahwa komposisi terbaik pengganti 30% semen adalah campuran dari 60% POFA dan 40% limbah karbit, dengan nilai kuat tekan 40,49 MPa. Nilai ini memenuhi standar beton mutu normal (SNI 03-6468:2000, ACI 318) namun lebih rendah daripada beton tanpa penggantian semen (disebut beton kontrol). Hasil pengamatan terhadap ketahanan beton dalam media asam maupun garam menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton campuran relatif bertahan setelah mengalami perlakuan dalam kondisi asam maupun garam. Dibandingkan dengan beton kontrol, beton campuran lebih tahan dalam kondisi tersebut, mengimplikasikan potensi campuran POFA dan limbah karbit sebagai pengganti sebagian semen dalam beton.