Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Semesta Sehat

Determinan Perilaku Hubungan Seks Pranikah Remaja di SMK Mekanik Cibinong Mizna Sabilla; Salma Nida Hafidhoh
J-Mestahat Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.598 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v1i1.70

Abstract

Remaja memiliki karakteristik yang tinggi akan keingintahuan namun jika tidak disertai dengan pertimbangan yang matang dapat membawa remaja ke dalam masalah. SDKI 2017 melaporkan 8 persen remaja laki-laki dan 2 persen remaja perempuan mengaku telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Beberapa penelitian lain juga memperoleh data perilaku seksual pranikah remaja yang memprihatinkan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis determinan perilaku hubungan seksual pranikah pada remaja SMK Mekanik Cibinong dengan desain studi potong lintang (cross sectional). Jumlah responden 121 orang siswa dari kelas XI dan XII dengan teknik sampling stratified random sampling. Pengumpulan data pada Juli 2019 dengan pengisian kuesioner melalui wawancara. Diperoleh hasil bahwa remaja yang berhubungan seksual pranikah sebanyak 28,1 persen. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p value = 0,034), sikap (p value = 0,024), dan peran teman sebaya (p value = 0,001) dengan perilaku hubungan seksual pranikah remaja. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, religiusitas, paparan media pornografi serta peran orang tua dengan perilaku hubungan seksual pranikah remaja. Edukasi, bimbingan serta pengawasan orang tua sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan perilaku hubungan seksual pranikah remaja demi mewujudkan generasi emas di masa mendatang.
Analisis Breastfeeding Self-efficacy pada Ibu Menyusui Mizna Sabilla; Rr. Arum Ariasih
J-Mestahat Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.092 KB) | DOI: 10.58185/j-mestahat.v2i1.84

Abstract

Cakupan ASI eksklusif di Indonesia berada pada angka 66,06%. Cakupan di Kota Bogor dan Bekasi masih di bawah angka nasional. Breastfeeding Self-efficacy merupakan prediktor pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan breastfeeding self-efficacy di Kota Bogor dan Bekasi. Desain studi cross sectional digunakan pada 80 ibu menyusui yang diperoleh secara incidental sampling. Ibu mengisi sendiri kuesioner online yang disebar oleh tim peneliti selama bulan September-Oktober 2021. Hasil penelitian terdapat hampir separuh responden (48,8%) memiliki breastfeeding self-efficacy yang rendah. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, pengalaman menyusui, pengamatan orang lain dan persuasi verbal suami dengan breastfeeding self-efficacy ibu (p value > 0,05). Breastfeeding self-efficacy sebaiknya dideteksi lebih dini pada saat kehamilan agar ibu yang berisiko terhadap kegagalan dalam memberikan ASI eksklusif dapat segera diberikan intervensi yang tepat.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan COVID-19 Pada Masyarakat Kelurahan Mekarjaya Depok Afiah Fakhira Bibit Hariyanto; Mizna Sabilla; Thresya Febrianti; Istianah Surury
J-Mestahat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v2i2.98

Abstract

COVID-19 adalah virus baru yang muncul pada akhir 2019. Jawa Barat dengan angka kasus kejadian COVID-19 sebesar 1 juta kasus. Angka kepatuhan protokol kesehatan pada Provinsi Jawa Barat masih diangka 50%. Kota Depok dengan total kasus COVID-19 yaitu sebesar 174.734 kasus. Pada Kelurahan Mekarjaya terdapat 4.413 total kasus COVID-19. Melihat dari angka kasus yang masih cukup tinggi maka perlu untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain studi potong lintang yang menggunakan sampel sebanyak 141 masyarakat pada Kelurahan Mekarjaya Depok. Hasil didapatkan terdapat responden yang masih memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang kurang baik yaitu sebesar 19,9%. Responden dengan pengetahuan kurang terdapat 24,8%, dan 28,4% responden memiliki sikap negatif terhadap perilaku pencegahan COVID-19. Adanya hubungan antara pengetahuan (p-value 0,001), sikap (p-value 0,033), dukungan keluarga (p-value 0,001), dan dukungan petugas kesehatan (p-value 0,000) dengan perilaku pencegahan COVID-19.Diharapkan kepada masyarakat meningkatkan pengetahuan terkait COVID-19 dan terus harus menggunakan masker ketika beraktivitas diluar rumah, Disarankan juga untuk melakukan atau menerapkan berjemur dibawah matahari pagi, kemudian menerapkan etika batuk dan bersin. Kata Kunci : COVID-19, Pengetahuan, Pencegahan, Sikap, Dukungan
Persepsi dan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Depresi Post Partum di Kota Tangerang Selatan Rr. Arum Ariasih; Mizna Sabilla; Dewi Purnamawati
J-Mestahat Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/j-mestahat.v3i1.101

Abstract

Depresi termasuk gangguan kesehatan mental yang umum dan serius bagi ibu yang menjadi masalah kesehatan mental masyarakat yang sangat umum dan dapat terjadi selama kehamilan maupun setelah melahirkan. Pengetahuan dan kemampuan ibu tentang depresi sangat penting untuk mengenali dan mencegahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menggali persepsi dan pengetahuan ibu hamil tentang Depresi Post Partum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap enam ibu hamil yang tinggal di Kota Tangerang Selatan. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menujukkan persepsi dan pengetahuan ibu hamil tentang DPP (pengertian, penyebab, gejala, dampak, dan pencegahannya) masih terbatas. DPP adalah kondisi yang sama dengan baby blues dan dianggap wajar ditemukan pada ibu post partum. Belum adanya informasi dan edukasi tentang DPP pada pelayanan kehamilan menjadi penyebab keterbatasan pengetahuan ibu tentang DPP. Perlunya dukungan pengetahuan dalam bentuk edukasi yang diintergrasikan dalam pelayanan antenatal dapat meningkatkan pengetahuan dan persepsi ibu dalam mencegah sepresi setelah melahirkan.