Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Effectiveness of a 4-Week Physical Exercise Program in Patients with Pulmonary Arterial Hypertension: A Pilot Study in Sumatra Kiki Krevani, Citra; Azzuhdi, Muhammad Zakiy; Soegistiono, Feiky Herfandi; Maulina, Putri
Frontiers on Healthcare Research Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63918/fhr.v1.n1.p46-54.2024

Abstract

Background: Pulmonary Arterial Hypertension (PAH) is known to induce a decline in functional capacity, attributed to mechanisms such as right ventricular dysfunction, chronotropic incompetence, ventilation abnormalities, and skeletal muscle dysfunction. Despite the recommendation of physical exercise programs, a standardized and easily implementable regimen for PAH patients is currently lacking. This study aims to investigate the influence of physical exercise on the 6-minute walking distance (6MWD), functional capacity, and pulmonary vascular resistance (PVR) in individuals with PAH. Methods: This study employed a non-randomized clinical trial design involving adult patients with Pulmonary Arterial Hypertension (PAH), who were divided into intervention and control groups. Baseline characteristics, differences in 6-Minute Walking Distance (6MWD), peak VO2, and Pulmonary Vascular Resistance (PVR) before and after a four-week period (20 sessions, five times a week) of physical exercise were documented. The Shapiro-Wilk normality test was conducted before analyzing numerical data, followed by independent t-tests or Mann-Whitney tests to assess intergroup differences. Results: The study included 32 PAH patients, with 16 subjects in each group. Baseline characteristics revealed a distribution of 22 females (68.75%) and 10 males (31.25%), with an age range of 18-55 years. Statistical analysis indicated no significant differences in baseline characteristics, hemodynamic data, and echocardiography between the two groups. However, there were significant differences between the control and intervention groups in terms of Δ6MWD (17.07 ± 48.30 (95% CI: -10.82 – 44.96) vs. 115.36 ± 54.69 meters (95% CI: 83.78 – 146.94), p-value < 0.001), ΔVO2 peak (159.42 ± 209.32 (95% CI: -92 – 707) vs. 14.5 ± 60.4 (95% CI: -77 – 148), p-value < 0.05), and ΔPVR (-1.36±0.67 (95% CI: -0.33-(-2.85)) vs. -0.34±0.30 (95% CI: -0.39-(0.63)), p-value < 0.05). Conclusion: A four-week physical exercise program improved 6MWD, functional capacity, and PVR in patients with PAH.
Penerapan Syariat Islam dari Sudut Pandang Media dan Perempuan di Aceh Maulina, Putri
Jurnal Komunikasi Global Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v8i2.14959

Abstract

The discourse of the Sharia implementation in Aceh in the context of media places women as the most reported group. Serambi Indonesia is one of the local print media that has intensively covered the enforcement of Sharia in Aceh. This study aims to look at the discourse of Sharia enforcement in local media and how the female audiences as active audiences interpret the discourse conveyed by the media. The theoretical approach used in this study is Reception Analysis. This study is descriptive qualitative research. Data were collected using Ferdinand de Saussures semiotics on six news articles of Serambi Indonesia throughout 2014 and in-depth interviews with eight female informants who were selected by purposive sampling technique. The results of the study illustrated that the dominant discourse in the media was women in Aceh were prone to violate Sharia. Findings also documented the tendency of informants to occupy oppositional reading positions that the way Serambi Indonesia covered Shariain Aceh was more likely to discriminate against women.
Sosialisasi Strategi dan Trik Sukses Seleksi CPNS sebagai Upaya Pemenuhan Indikator Kinerja Utama Universitas Teuku Umar Zuhri, Al; Pratama, Agus; Maulina, Putri; Maulida, Desi; Umuri, Khairil; Sandela, Ilka; Jalaluddin, Jalaluddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Teuku Umar poin 1 dan 3, yaitu membantu lulusan memperoleh pekerjaan yang layak dengan membekali kesiapan dalam menghadapi tes CPNS dengan berbagai regulasi yang ada saat ini dan menggerakkan dosen untuk berkegiatan di luar kampus dengan menggalakkan sosialisasi-sosialisasi yang berimbas pada kepentingan masyarakat umum. Harapannya dengan pembekalan tersebut mampu menghantarkan para peserta diterima menjadi abdi negara dalam upaya menjaring para pelayan publik yang prima serta cendekia Indonesia yang berwawasan, berketerampilan, dan berakhlak. Adapun metode yang penulis gunakan adalah presentasi menggunakan alat bantu slide power point dengan bobot materi berisi regulasi-regulasi yang harus diketahui oleh para peserta, strategi dan trik andalan dari para narasumber, cara mengelola waktu belajar dan tes yang apik, serta berisi bahasan-bahasan soal dengan mengangkat soal-soal yang pernah muncul di seleksi CPNS sebelumnya. Kemudian di akhir sesi ditutup dengan diskusi secara informal. Semua proses dilakukan melalui pemanfaatan media video conference zoom meeting. Hasil dari sosialisasi ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para peserta, ini dapat diasesmen dari antusias dan intensitas pertanyaan yang diutarakan, bobot pertanyaan, kesungguhan untuk tetap standby mendengarkan meskipun sering terjadi system error disepanjang perjalanan sosialisasi, respon secara personal dari peserta kepada para narasumber, dan lainnya. Para peserta juga berharap akan ada sosialisasi lanjutan yang diselenggarakan demi kedalaman materi yang dikehendaki. Bahkan para peserta yang tidak sempat gabung karena memiliki kepentingan mendesak lain atau terlewat informasi, meminta secara personal kepada narasumber rekaman video meeting atau slide materi yang disampaikan. Kata Kunci: IKU 1 dan 3, Jadi ASN, Trik Sukses CPNS
Disrupting From Within: Teungku Inong and The Reconfiguration of Religious Authority in Aceh's Dayah Maulina, Putri; Abdullah, Irwan; Sushartami, Wiwik; Rahmawati, Arifah
Fenomena Vol 24 No 2 (2025): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v24i2.596

Abstract

The participation of women ulama in Aceh has grown alongside the tightening of religious regulations. However, Southeast Asian scholarship on piety and agency rarely unpacks dayah's institutional mechanisms—especially the conversion of ethical capital into institutional recognition through negotiation and strategy within conventional (male-dominated) leadership arenas. To address this gap, drawing on qualitative data (interviews, observation, and forum documentation), this study examines: (i) the formation of piety and credentials among teungku inong; (ii) strategies for negotiating authority across compliance and resistance; and (iii) the conditions that render leadership legitimacy contingent. The findings show the cultivation of piety through a dayah–university trajectory, mastery of turāth texts and sanad networks, ritual discipline, and varied sartorial expressions; and the expansion of authority via the lexicon of musāwah, alternative spaces (beut seumeubeut and protection services), participation in formal bodies, sanad networks, and collaborations with NGOs. Overall, women's religious legitimacy in Aceh is contextual and contingent, emerging at the intersection of piety and institutional recognition, and shifting between transformation and co-optation. Keterlibatan ulama perempuan di Aceh meningkat seiring penguatan regulasi keagamaan, sementara kajian tentang kesalehan dan agensi di Asia Tenggara masih jarang mengurai mekanisme institusional dayah—khususnya konversi modal etis sebagai negosiasi dan strategi dalam arena kepemimpinan konvensional yang didominasi laki-laki. Untuk mengisi kekosongan tersebut dengan berbasis data kualitatif (wawancara, observasi, dokumentasi forum), studi ini memfokuskan pada: (i) pembentukan kesalehan dan kredensial teungku inong; (ii) strategi negosiasi otoritas antara kepatuhan dan resistensi; dan (iii) kondisi yang membuat legitimasi kepemimpinan bersifat kontingen. Temuan menunjukkan pembudayaan kesalehan melalui lintasan dayah–kampus, penguasaan kitab turāth, disiplin ritual, dan ragam ekspresi busana; perluasan otoritas lewat kosakata musāwah, ruang alternatif (beut seumeubeut dan layanan perlindungan), partisipasi di lembaga formal, jejaring sanad, dan kolaborasi LSM. Temuan menegaskan legitimasi keagamaan perempuan di Aceh bersifat kontekstual-kontingen, lahir dari persilangan kesalehan dan rekognisi kelembagaan, serta bergerak antara transformasi dan ko-optasi.