Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MANFAAT JAMU BUMI PADA TANAMAN CABAI MERAH SEBAGAI PENCEGAHAN PENYAKIT TANAMAN DI DESA SEI SILAU BARAT Hasibuan, Syafrizal; Ningsih, Sri Susanti; Pane, Hildayanti Br Torus; Harmayani , Harmayani; Armaniar, Armaniar; Wibowo, Fachrina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30898

Abstract

Jamu bumi merupakan pupuk organic cair yang terbuat dari bahan-bahan organik , yang ramah terhadap lingkungan. Umumnya petani hanya mengetahui pembuatan pupuk organic berasal dari bahan sisa sisa atau bagian dari makhluk hidup yang tidak terpakai atau dibuang seperti kotoran makhluk hidup dari hewan ternak. Jamu bumi ini mempunyai kelebihan yaitu dapat sebagai pupuk tanaman dan dapat mencegah perkembangbiakan dari penyakit tanaman. Hal ini sesuai dengan nama yaitu jamu. Dengan memberikan informasi ini kepada para petani maka penggunaan pestisida dan pupuk yang berbahan kimia dapat dikurangi sehingga lahan pertanian akan tetap terjaga kesuburannya untuk dimasa yang akan dating.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI LISTRIK SEDERHANA BOLA LAMPU UNTUK MENGETAHUI KUALITAS PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA BENTENG JAYA Hasibuan, Syafrizal; Ningsih, Sri Susanti; Harmayani, Harmayani; Wibowo, Fachrina; Armaniar, Armaniar; Zulia, Cik
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42080

Abstract

Pupuk merupakan bahan yang sangat diperlukan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman.  Kebutuhan pupuk terus meningkat seiring dengan peningkatan hasil produksi tanaman.  Permintaan akan kebutuhan pupuk meningkat maka produsen penghasil pupuk tidak menutup kemungkinan membuat pupuk yang tidak memiliki kualitas atau tidak memliki manfaat untuk tanaman.  Dengan menggunakan teknologi sederhana menggunakan bola lampu yaitu menggunakan sistem kerja bersumber dari muatan elektron terdiri dari muatan positif dan negatif yang dapat menghidupkan bola lampu.  Semakin terang bola lampu menyala semakin banyak muatan elektron yang terdapat pada suatu larutan pupuk tersebut dan dapat dinyatakan pupuk tersebut banyak mengandung unsur hara yang berguna pada tanaman untuk pertumbuhan dan perkembang.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN JEPANG (CUCUMIS SATIVUS VAR JAPONESE) TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS AMPAS KELAPA DAN POC DAUN KELOR Armaniar, Armaniar; Lubis , Ade Fipriani; Handayan, Turi; Sari , Wahyu Indar
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32895

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun Jepang (Cucumis sativus var Japonese) Terhadap Pemberian Kompos Ampas Kelapa dan POC Daun Kelor. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara dengan topografi ketinggian 23 cm dpl dengan suhu sekitar 20 oC - 30 oC dan kelembaban mencapai 90%. Penelitian ini dilaksanakan Januari – Februari 2024 .Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan pemberian kompos ampas kelapa (K) terdiri dari dengan 4 taraf, yaitu K0 = 0 kg/plot (kontrol), K1 = 6 ton /ha (0,5 kg/plot), K2 = 12 ton/ha (1 kg/ plot), K3 = 18 ton/ha (1,5 kg/plot). Faktor kedua adalah perlakuan pemberian POC daun kelor (P) dengan 4 taraf, yaitu P0 = 0 ml (kontrol), P1 = 50 ml/l air, P2 = 100 ml/l air P3 = 150 ml /l air. Pemberian kompos ampas kelapa berbeda nyata terhadap parameter amatan panjang buah, produksi per tanaman dan produksi per plot. Pemberian kompos ampas kelapa menunjukkan panjang buah terpanjang yaitu 25,79 cm, produksi per tanaman terbanyak yaitu 355,41 g, produksi per plot terbanyak yaitu 4,23 kg. Pemberian POC daun kelor berbeda nyata terhadap parameter amatan panjang buah, produksi per tanaman dan produksi per plot. Perlakuan POC daun kelor menunjukkan panjang buah terpanjang yaitu 25,25 cm, produksi per tanaman terbanyak yaitu 333,58 g, produksi per plot terbanyak yaitu 4,22 kg. Interaksi pemberian kompos ampas kelapa dan POC daun kelor tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan
Penggunaan Pupuk Organik Cair pada Budidaya Selada (Lactuca sativa L.) Sistem Hidroponik Rakit Apung Muhammad Rivaldi; Tharmizi Hakim; Armaniar, Armaniar
JURNAL TRITON Vol 16 No 2 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i2.1287

Abstract

Penelitian mengenai budidaya selada varietas araya dengan sistem hidroponik rakit apung ini dilaksanakan di Jalan Komplek Perumahan Damai Indah no rumah 96, pada ketinggian sekitar 28 MDPL, di Kabupaten Binjai Utara, Kota Binjai, Provinsi Sumatra Utara. Penelitian ini berlangsung dari Juni hingga Agustus 2024. Pupuk organik cair yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari kotoran kambing, limbah ampas tahu, tandan kosong kelapa sawit, limbah air cucian beras, dan air kelapa tua. Pupuk organik cair komersial ini dapat dimanfaatkan sebagai alternatif nutrisi untuk tanaman sayuran selada varietas araya yang dapat dibudidayakan menggunakan teknik hidroponik rakit apung. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil terbaik dari empat perlakuan, yaitu R0, R1, R2, dan R3. Metode yang diterapkan adalah rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan satu faktor, empat perlakuan, dan lima ulangan, menghasilkan 20 unit percobaan. Keempat perlakuan tersebut adalah pemberian pupuk organik cair dengan simbol (R): R0 = POC (kontrol), R1 = POC 560 ppm/plot, R2 = POC 840 ppm/plot, dan R3 = POC 1040 ppm/plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan produksi selada. Perlakuan R3 = POC 1040 ppm/plot memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman selada varietas Araya. Dengan menggunakan pupuk organik cair dengan sistem hidroponik rakit apung penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan hidroponik yang efesien. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik cair dapat digunakan sebagai alternatif nutrisi untuk jenis tanaman hortikultura sayuran selada varietas araya.