Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MANFAAT JAMU BUMI PADA TANAMAN CABAI MERAH SEBAGAI PENCEGAHAN PENYAKIT TANAMAN DI DESA SEI SILAU BARAT Hasibuan, Syafrizal; Ningsih, Sri Susanti; Pane, Hildayanti Br Torus; Harmayani , Harmayani; Armaniar, Armaniar; Wibowo, Fachrina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30898

Abstract

Jamu bumi merupakan pupuk organic cair yang terbuat dari bahan-bahan organik , yang ramah terhadap lingkungan. Umumnya petani hanya mengetahui pembuatan pupuk organic berasal dari bahan sisa sisa atau bagian dari makhluk hidup yang tidak terpakai atau dibuang seperti kotoran makhluk hidup dari hewan ternak. Jamu bumi ini mempunyai kelebihan yaitu dapat sebagai pupuk tanaman dan dapat mencegah perkembangbiakan dari penyakit tanaman. Hal ini sesuai dengan nama yaitu jamu. Dengan memberikan informasi ini kepada para petani maka penggunaan pestisida dan pupuk yang berbahan kimia dapat dikurangi sehingga lahan pertanian akan tetap terjaga kesuburannya untuk dimasa yang akan dating.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI LISTRIK SEDERHANA BOLA LAMPU UNTUK MENGETAHUI KUALITAS PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA BENTENG JAYA Hasibuan, Syafrizal; Ningsih, Sri Susanti; Harmayani, Harmayani; Wibowo, Fachrina; Armaniar, Armaniar; Zulia, Cik
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42080

Abstract

Pupuk merupakan bahan yang sangat diperlukan tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman.  Kebutuhan pupuk terus meningkat seiring dengan peningkatan hasil produksi tanaman.  Permintaan akan kebutuhan pupuk meningkat maka produsen penghasil pupuk tidak menutup kemungkinan membuat pupuk yang tidak memiliki kualitas atau tidak memliki manfaat untuk tanaman.  Dengan menggunakan teknologi sederhana menggunakan bola lampu yaitu menggunakan sistem kerja bersumber dari muatan elektron terdiri dari muatan positif dan negatif yang dapat menghidupkan bola lampu.  Semakin terang bola lampu menyala semakin banyak muatan elektron yang terdapat pada suatu larutan pupuk tersebut dan dapat dinyatakan pupuk tersebut banyak mengandung unsur hara yang berguna pada tanaman untuk pertumbuhan dan perkembang.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN JEPANG (CUCUMIS SATIVUS VAR JAPONESE) TERHADAP PEMBERIAN KOMPOS AMPAS KELAPA DAN POC DAUN KELOR Armaniar, Armaniar; Lubis , Ade Fipriani; Handayan, Turi; Sari , Wahyu Indar
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.32895

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun Jepang (Cucumis sativus var Japonese) Terhadap Pemberian Kompos Ampas Kelapa dan POC Daun Kelor. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan fakultas Pertanian Universitas Asahan, Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara dengan topografi ketinggian 23 cm dpl dengan suhu sekitar 20 oC - 30 oC dan kelembaban mencapai 90%. Penelitian ini dilaksanakan Januari – Februari 2024 .Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan pemberian kompos ampas kelapa (K) terdiri dari dengan 4 taraf, yaitu K0 = 0 kg/plot (kontrol), K1 = 6 ton /ha (0,5 kg/plot), K2 = 12 ton/ha (1 kg/ plot), K3 = 18 ton/ha (1,5 kg/plot). Faktor kedua adalah perlakuan pemberian POC daun kelor (P) dengan 4 taraf, yaitu P0 = 0 ml (kontrol), P1 = 50 ml/l air, P2 = 100 ml/l air P3 = 150 ml /l air. Pemberian kompos ampas kelapa berbeda nyata terhadap parameter amatan panjang buah, produksi per tanaman dan produksi per plot. Pemberian kompos ampas kelapa menunjukkan panjang buah terpanjang yaitu 25,79 cm, produksi per tanaman terbanyak yaitu 355,41 g, produksi per plot terbanyak yaitu 4,23 kg. Pemberian POC daun kelor berbeda nyata terhadap parameter amatan panjang buah, produksi per tanaman dan produksi per plot. Perlakuan POC daun kelor menunjukkan panjang buah terpanjang yaitu 25,25 cm, produksi per tanaman terbanyak yaitu 333,58 g, produksi per plot terbanyak yaitu 4,22 kg. Interaksi pemberian kompos ampas kelapa dan POC daun kelor tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan