Articles
Studi Fenomenologi: Peran Keluarga Dalam Perawatan Pasien Dengan Skizofrenia
Cempaka, Anindya Arum;
Lilyana, Maria Theresia Arie;
Maryuti, Ira Ayu
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 5, No 1 (2025): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51849/j-bikes.v5i1.114
Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat penyebab gangguan terhadap realita, kesulitan berkomunikasi normal, afek tak wajar, kognitif terganggu dan ketidakmampuan melakukan kegiatan harian. Gangguan yang terjadi menyebabkan tingkat ketergantungan pada anggota keluarga sebagai caregiver. Peran caregiver dalam merawat pasien skizofrenia bermanfaat pada tingkat kesembuhan, kemandirian serta kualitas hidup yang baik. Tujuan penelitian: memberikan gambaran peran keluarga dalam perawatan pasien dengan skizofrenia. Metode penelitian menggunakan studi kualitatif untuk mendapatkan gambaran dari peran caregiver dalam perawatan pasien dengan skizofrenia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam pada 14 caregiver yang memenuhi kriteria inklusi, selanjutnya dilakukan transkrip verbatim dan analisa data dengan metode colaizzi untuk mendapatkan tema hasil penelitian. Tema hasil penelitian yaitu: pengalaman stigma dan perlakuan diskriminatif pada ODGJ; peran keluarga dalam konsep sehat dan sakit; aktualisasi diri dengan kondisi sakit. Peran keluarga sebagai pemberi asuhan dalam konsep sehat sakit secara signifikan berpengaruh pada kondisi kesehatan dan kualitas hidup orang dengan skizofrenia. Aktualisasi diri bagi pasien skizofrenia dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki merupakan bentuk peran keluarga yang positif. Kondisi lingkungan sekitar yang positif dan tidak memberi label negatif berkontribusi bagi kondisi individu skizofrenia ke arah yang lebih baik sehingga mampu mandiri dan produktif dan mencegah kekambuhan
Studi Kasus: Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Melitus Dengan TB Kutis
Lilyana, Maria Theresia Arie
JURNAL NERS LENTERA Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v5i1.1570
Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Kontrol gula darah bagi pasien DM dilaksanakan dengan patuh menjalankan terapi seumur hidup untuk mencegah komplikasi akut maupun kronik serta penurunan imunitas tubuh. Metode: Studi kasus asuhan keperawatan pada Tn. N dengan riwayat DM dan TB kutis disertai fistula di dada kanan yang mengeluarkan pus. Hasil: Intervensi yang diberikan pada Tn. N: oral antihiperglikemi, pemasangan WSD dan perawatan area WSD yang mengalami fistula di dada kanan dengan pengeluaran pus, serta pengaturan diet DM. Evaluasi hasil menunjukkan: Tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 84 x/menit, pernapasan 22 x/menit, sesak berkurang setelah terpasang chest tube WSD di dada kanan, keadaan lokasi luka sekitar WSD tidak tampak kemerahan, cairan drainage WSD berwarna serosa sebanyak 50 ml. Pembahasan: Pasien DM dengan kontrol gula darah yang kurang beresiko mengalami penurunan imunitas, sehingga rentan mengalami infeksi seperti TB Paru. Kesimpulan: Pasien DM harus patuh dalam penatalaksanaan DM seumur hidupnya agar kontrol gula darah baik dan terhindar dari komplikasi seperti infeksi paru oleh TB.
Tinjauan Pustaka: Manfaat Exercise Terapi pada Osteoarthritis
Lilyana, Maria Theresia Arie
JURNAL NERS LENTERA Vol. 7 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v7i1.2492
Pendahuluan: Osteoarthritis (OA) merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi dan menyebabkan nyeri dan kekakuan sendi, sehingga menganggu aktivitas harian individu. Penatalaksanaan OA untuk mengurangi gejala berupa terapi Farmakologi dan non Farmakologi seperti diet untuk mengontrol berat badan, modifikasi gaya hidup, penggunaan alat bantu, edukasi pasien, rehabilitasi okupasi serta exercise terapi. Tujuan dari tinjauan pustaka ini adalah untuk mengkaji exercise terapi sebagai terapi komplementer yang dapat diterapkan pada kasus OA untuk mengurangi keluhan, serta manfaatnya untuk mempertahankan kualitas hidup individu dengan OA. Metode: Kajian ini merupakan tinjauan pustaka tentang manajemen nonfarmakoterapi yaitu exercise terapi pada OA dari beberapa artikel. Kata kunci yang dipergunakan dalam penelusuran adalah osteoarthritis dan exercise therapy. Hasil: Excersise terapi yang dapat diterapkan pada kasus OA antara lain tai chi, yoga dan qigong. Rekomendasi: Exercise terapi seperti tai chi, yoga dan qigong dapat diterapkan pada kasus OA untuk mengontrol gejala OA
Multifaktorial Pemicu Cancer-Related (CRF) Pada Pasien Kanker
Werdani, Yesiana Dwi Wahyu;
Lilyana, Maria Theresia Arie;
Putri, Tiffani Aditya Wijono
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v10i1.4052
Cancer related Fatigue (CRF) is a symptom that occurs in almost all cancer patients. CRF causes various physical and psychological impacts that can hinder the patient's normal life. The aim of this study was to explain the multifactorial triggers of CRF in cancer patients. The research design used is a descriptive design. The population of all cancer patients at the Kedungdoro Public Health Center Surabaya, with a large sample of 28 people. Samples were taken by purposive sampling based on inclusion criteria. The instrument uses a Brief Fatigue Inventory (BFI) which has been tested for validity and reliability. The triggering factor for CRF in this study with the highest CRF score for each factor was age in the elderly group (23.4 + 6.8), gender factor was found in women (18.96 + 6.73), the type of cancer was found in breast cancer (21.25 + 7.36), the cancer stage factor was in stage 3 cancer (24.11 + 8.29), the length of cancer was 4-6 years (21.62 + 6.04), and the cancer therapy factor was found in respondents who received chemotherapy + surgery therapy (24.11 + 8.29). All of the above factors trigger mild CRF with varying mean scores ranging from the lowest score of 16 to the highest score of 24.11. CRF does not appear only because of cancer, but there are other multifactorial factors that trigger CRF in cancer patients
Studi Fenomenologi: Budaya Manajemen Diet Bagi Lanjut Usia Dengan Diabetes Melitus
Lilyana, Maria Theresia Arie;
Pae, Kristina
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v10i2.4061
DM patients must be obedient in carrying out treatment therapy management to avoid complications of acute and chronic DM disease such as: stroke, heart disease, nephropathy and retinopathy. Therapeutic management that must be carried out by DM patients includes medical nutrition therapy, physical activity, education, and pharmacological therapy. This study aims to explore the experience of the elderly in implementing the DM diet. Methods: This qualitative study explores the experiences of 4 respondents in running the DM diet. Results: The themes of this study include: sources of information on DM diet, DM diet that is understood, implementation of DM diet being followed. Discussion: sources of information on dieting are doctors and nutritionists, the DM diet is understood to reduce blood sugar levels so that the implementation of the diet is done by reducing the consumption of rice and fat in their daily menu. Conclusion: The main source of information in DM therapy management is from doctors and nutritionists with the aim of controlling blood sugar levels by reducing the intake of carbohydrates and sweet foods such as cakes. Suggestion: there is an educational model that is easy to understand and implement in the daily life of the elderly with DM.
Terapi Komplementer Pada Asma: Literature Review
Lilyana, Maria Theresia Arie
JURNAL NERS LENTERA Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v10i1.4106
Bronchial asthma is a reversible narrowing of the bronchi due to bronchial hyperactivity. Repeated asthma attacks with mild or severe degrees turned out to have a negative impact on the sufferer and became a cause of death. Routine therapy given during asthma exacerbations is expected to prevent the severity of acid attacks when they occur. Complementary therapies that exist today are expected to have a positive impact when an asthma attack occurs. Methods: The writing of this article uses the literature review method to find complementary therapies that can be given to asthma patients. Results: Traditional eastern medicine states that asthma attacks occur due to weakness of the lung meridians, Discussion: weakness that occurs in the lung meridians can be improved by increasing Qi (energy) through herbs, strengthening the lung meridians using acupuncture. Conclusion: Complementary therapy can be applied appropriately and carefully once we are able to establish a diagnosis based on TCM treatment of excess or defensive lung meridians.
Gambaran kepatuhan lansia dalam pencegahan penularan Covid-19: Studi Kualitatif
Cempaka, Anindya Arum;
Lilyana, Maria Theresia Arie
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v12i1.5340
Introduction: Most of the world's population is elderly. Older people are a vulnerable group during the Covid-19 period. An older adult will experience decreased cognitive abilities, physiological functions, physical fitness and body immunity. Older adults with chronic or comorbid illnesses are significantly more susceptible than others. Purpose: This study aims to explore the description of elderly compliance in preventing transmission of Covid-19 so that it brings benefits, especially in the field of nursing, so that it can improve the quality of life of older people in the future. Research method: This qualitative study with Colaizzi data analysis involving 10 participants in Surabaya. Results: In-depth interviews conducted with respondents resulted in 4 themes, namely: 1) Health protocols followed by older adults; 2) Sources of information on how to prevent transmission; 3) Factors supporting transmission prevention measures. Conclusion: Education and training programs regarding disease prevention strategies, the long effects of covid, and how to distinguish between hoaxes and valid information from the internet are highly recommended.Keywords: elderly; prevention of transmission; covid-19
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Denyut Jantung Penderita Diabetes Melitus
Manungkalit, Maria;
Lilyana, Maria Theresia Arie;
Mamahit, Ruth Lady Nyoo
JURNAL NERS LENTERA Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v12i2.5888
Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit dengan lama perawatan dan komplikasi yang sangat jelas. Menurunnya sensitivitas pembuluh darah sebagai akibat dari komplikasi DM yang akan berdampak pada denyut jantung penderitanya. Salah satu penatalaksanaan pengendalian DM adalah aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hubungan aktivitas fisik dengan detak jantung pada penderita DM. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional Study dengan variabel independen aktivitas fisik dan variabel dependen denyut jantung. Populasi penelitian ini sebanyak 297 orang penderita DM tipe 2 yang datang ke ke Puskesmas Blega Bangkalan pada bulan Januari-Mei tahun 2022. Jumlah sampel sebanyak 31 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan menggunakan teknik pengambilan sampling yaitu purposive sampling. Hasil dianalisa menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho (α<0,05) dan didapat hasil ada hubungan aktivitas fisik dengan detak jantung pada penderita DM dengan nilai p value 0.000. Meningkatnya denyut jantung dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik sehingga dilakukan semampunya saja agar kontrol terhadap gula darah tetap terjaga
Studi Komparatif Kualitatif: Makna Alat Bantu Dengar Sebagai Artificial Intelegence
Tantang, Albert Agung;
Aldo, Robertus;
Dela, Brigitta;
Putri, Yuliana;
Winarta, Marseilla Amelia;
Louisa, Valerie Albertina;
Angelina, Petra;
Jelimalini;
Putri, Amelia Andy;
Jesica, Maria Almeyda;
Lilyana, Maria Theresia Arie;
Pae, Kristina
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v13i2.7683
Pendahuluan: Gangguan pendengaran terjadi apabila seseorang tidak bisa mendengar secara normal. Dampak sosial gangguan pendengaran adalah perlakuan kurang baik dari orang atau pengucilan bagi penderita tunarungu. Dampak lainnya gangguan pendengaran adalah: tumbuh kembang anak terganggu, gangguan kualitas hidup, gangguan ekonomi, kesempatan belajar dan masuk dunia kerja juga terganggu. Pemanfaatan tekhnologi Alat Bantu Dengar (ABD) sebagai teknologi medis merupakan solusi mengurangi dampak gangguan pendengaran bagi tunarungu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian komparatif kualitatif yang bertujuan untuk memahami dan membandingkan makna dari Artificial Intelegence (AI) berupa alat bantu dengar (ABD) antara individu normal tanpa ABD dan individu tunarungu dengan ABD. Responden penelitian sebanyak 2 orang Wanita berusia 25 tahun, respoden 1 wanita tanpa ABD dan tidak tunarungu dan responden ke 2 wanita tuna rungu dengan ABD. Hasil: Hasil penelitian mendapatkan 3 tema yaitu: Manfaat ABD, interaksi sosial dan teknologi AI, kualitas hidup dengan teknologi AI. Pembahasan: teknologi saat ini seperti ABD bermanfaat bagi penderita tunarungu berinteraksi dengan komunitasnya dan merasakan jadi bagian meski memiliki kekurangan sehingga merasa hidupnya berkualitas. Kesimpulan: teknologi ini membawa dampak positif terhadap kualitas interaksi sosial, namun tidak menggantikan, dimensi relasional dan emosional dari komunikasi manusia.
Studi Literatur: Hubungan Ansietas dan Kualitas Tidur Pasien Asma
Sukmawati, Ermalynda;
Cempaka, Anindya Arum;
Lilyana, Maria Theresia Arie;
Maryuti, Ira Ayu
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 2 (2025): JURNAL NERS LENTERA
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33508/ners.v13i2.7710
Pendahuluan: Masalah keperawatan yang kerap dialami pengidap asma salah satunya ansietas atau kecemasan. Gangguan emosional stres dapat mencetuskan asma pada beberapa orang, selain itu juga dapat memperberat serangan asma bila respon stres yang tidak tertangani dengan baik. Serangan asma dapat mengganggu istirahat dan tidur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan strategi pencarian artikel penelitian dilakukan dengan menggunakan kata kunci sesuai PICOT: “anxiety” “kecemasan” “cemas” “kualitas tidur” “pasien asma”, ke beberapa database mayor seperti PROQUEST, EBSCO dan GOOGLE yang selanjutnya dikumpulkan dalam aplikasi Mendeley untuk mempermudah melakukan analisis pada akhir penetian. Artikel jurnal yang telah terkumpul diseleksi menggunakan metode PRISMA. Tahap selanjutnya, peneliti menilai 6 artikel tersebut dengan Duffy’s Research Appraisal Checklist Approach. Hasil: Dari 6 artikel didapat hasil terdapat hubungan antara ansietas dan kualitas tidur pengidap asma. Pembahasan: serangan asma yang muncul sewaktu-waktu, menimbulkan kecemasan bagi responden. Kecemasan terjadi karena ketakutan yang dialami bila serangan terjadi dan tempat tinggal mereka yang jauh dari layanan kesehatan, serta menganggu aktifitas harian penderita asma. Kecemasan yang dialami akibatnya akan membuat responden terjaga di malam hari sehingga kualitas tidurnya mengalami gangguan. Kontrol emosi diperlukan sebagai bentuk koping adaptif mengatasi kecemasan yang dialami. Kesimpulan: Ansietas akan memengaruhi kualitas tidur pada penderita asma, karena kecemasan menyebabkan penderita berfokus pada serangan asma yang dialami dan bagaimana mengatasinya.