Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN ISPA PADA BALITA Muhammad Amin; Heru Listiono; Sutriyati Sutriyati
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.502

Abstract

Latar belakang: Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak. Faktor risko kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut di antaranya kepadatan hunian, status imunisasi, kebiasaan merokok dan BBLR. Episode penyakit batuk-pilek pada balita di Indonesia diperkirakan 3-6 kali per tahun, ini berarti seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk pilek sebanyak 3 sampai 6 kali setahun. Tujuan:  Untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian,  berat badan lahir rendah,  status imunisasi, dan kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah Puskesmas Talang Pangeran Kabupaten Ogan Ilir. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat survey analitik dengan desain Ccross Sectional. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei sampai Juli 2020, di Puskesmas Talang Pangeran. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita yang berkunjung ke Puskesmas Talang Pangeran. Sampel penelitian ini di ambil dari total populasi yang berjumlah 40 orang. Sampel di ambil dengan menggunakan metode non random. dengan tehnik Accident Sampling. Analisis data dilakukan dengan dua tahap yaitu analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil: Ada hubungan kepadatan hunian (p : 0,008), status imunisasi (p : 0,035), dan kebiasaan merokok (p : 0,045) dengan Kejadian ISPA, dan tidak ada hubungan BBLR (0,138) dengan Kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Talang Pangeran Kecamatan Pemulutan Barat Tahun 2020. Saran: Kepada Tenaga Kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Talang Pangeran dengan mengadakan penyuluhan mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut, promkes,  serta  posyandu yang dilaksanakan secara rutin. Kata kunci    : Kepadatan Hunian, BBLR, Imunisasi, Merokok
DETERMINAN PERILAKU PENDUDUK TENTANG HIGIENE DAN SANITASI DALAM MENERAPKAN CUCI TANGAN Andre Andre; Heru Listiono; Sutriyati Sutriyati
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.489

Abstract

Latar Belakang: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari-jemari menggunakan air dan sabun untuk menjadi bersih. Dipengaruhi beberapa factor seperti: Pengetahuan, Pendidikan, sarana cuci tangan, peran petugas tenaga kesehatan dengan cuci tangan yang baik. Tujuan: Mengetahui hubungan antara (pengetahuan, pendidikan, sarana cuci tangan, peran petugas tenaga kesehatan) dengan penerapan cuci tangan di wilayah RT 44 Kelurahan 3-4 ulu kecamatan seberang Ulu 1 Palembang tahun 2020. Metode: Desain penelitian ini adalah Cross sectional, penelitian dilakukan pada bulan Juni 2020 di RT 44 Kel 3-4ulu kec seberang Ulu 1 palembang dengan populasi masyarakat di wilayah RT 44 Kelurahan 3-4 ulu kecamatan seberang Ulu 1 Palembang dan sampel penelitian berjumlah 46 orang. Analisis data yang digunakan analisis univariat (proporsi), bivariat (uji chi square). Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa Pengetahuan (p-value = 0,010), pendidikan (p-value = 0,009), sarana cuci tangan  (p-value = 0,001) dan peran petugas tenaga kesehatan (p-value = 0,008,) ) memiliki hubungan signifikan dengan cuci tangan yang baik. Saran: Diharapkan pada setiap rumah dapat menyediakan tempat cuci tangan yang di lengkapi dengan sabun yang di letakkan di depan rumah agar mudah di jangkau. Kata kunci: Pengetahuan, Pendidikan, Sarana Cuci Tangan, Peran Petugas
Factors Affecting Behavior for Preventing Covid-19 Infection When Working on Employees During A Pandemi at Puskesmas Balai Agung, Sekayu District in 2021 Rizka Muliani; Ririn Noviyanti Putri; Heru Listiono; Sutriyati; Nurrahmah Romadhona
Science Midwifery Vol 10 No 4 (2022): October: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i4.598

Abstract

COVID-19 is a disease caused by the Novel Coronavirus (2019-nCov) or SARS-CoV-2. The highest cases were recorded in Sekayu District, where there were 811 positive confirmed cases, 14 deaths and 711 recovered cases. For an addition of 12 positive confirmed cases. Cases of COVID-19 infection in Indonesia, including cases of health workers and non-health workers exposed to COVID-19 infection, continue to increase in health care facilities. From this data, researchers are interested in researching "Factors Influencing Behavioral Prevention of COVID-19 Infection While Working for Employees During a Pandemic at the Balai Agung Health Center, Sekayu District in 2021". This study is an analytic study using a cross sectional approach, which involves the independent variables (knowledge, attitudes, gender, availability of hygiene facilities and availability of PPE) and the dependent variable (COVID-19 infection prevention behavior) collected at the same time. The sample research in this study used a non-random sampling method with a total sampling technique of 91 respondents. There is a relationship between knowledge and availability of cleaning facilities with COVID-19 infection prevention behavior while working for employees during the pandemic at the Balai Agung Health Center, Sekayu Subdistrict in 2021. It is expected to improve the quality and quantity of facilities and infrastructure that can protect employees working in health care facilities from exposure to the COVID-19 virus and can determine programs and policies to improve the quality of preventing COVID-19 infection for employees at the Puskesmas.
ANALISA FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU Heru Listiono
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 11, No 1 (2019): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v11i1.252

Abstract

Latar belakang: TBC paru-paru adalah penyakit yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB Paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control, sampel penelitian berjumlah 192 orang, melalui simple random sampling, analisis univariat (proporsi), bivariat (uji chi square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara faktor pengetahuan (p value 0,080) dan faktor sikap (p value 0,078) dengan kejadian TB Paru. Kemudian ada hubungan antara faktor tindakan (p value 0,000), ventilasi rumah (p value 0,006), pencahayaan rumah (p value 0,008), kepadatan hunian (p value 0,000), peran petugas kesehatan (p value 0,000) dan peran PMO keluarga (p value 0,000) dengan kejadian tuberkulosis paru dan variabel kepadatan hunian adalah variabel yang paling dominan mempengaruhi kejadian TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Saran: Disarankan untuk penggiatan penyuluhan TB Paru dan Program TOSS Tuberculosis. Kata kunci: Faktor Risiko, Tuberkulosis Paru
DETERMINAN PERILAKU PENDUDUK TENTANG HIGIENE DAN SANITASI DALAM MENERAPKAN CUCI TANGAN Andre Andre; Heru Listiono; Sutriyati Sutriyati
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.933

Abstract

Latar Belakang: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari-jemari menggunakan air dan sabun untuk menjadi bersih. Dipengaruhi beberapa factor seperti: Pengetahuan, Pendidikan, sarana cuci tangan, peran petugas tenaga kesehatan dengan cuci tangan yang baik. Tujuan: Mengetahui hubungan antara (pengetahuan, pendidikan, sarana cuci tangan, peran petugas tenaga kesehatan) dengan penerapan cuci tangan di wilayah RT 44 Kelurahan 3-4 ulu kecamatan seberang Ulu 1 Palembang tahun 2020. Metode: Desain penelitian ini adalah Cross sectional, penelitian dilakukan pada bulan Juni 2020 di RT 44 Kel 3-4ulu kec seberang Ulu 1 palembang dengan populasi masyarakat di wilayah RT 44 Kelurahan 3-4 ulu kecamatan seberang Ulu 1 Palembang dan sampel penelitian berjumlah 46 orang. Analisis data yang digunakan analisis univariat (proporsi), bivariat (uji chi square). Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa Pengetahuan (p-value = 0,010), pendidikan (p-value = 0,009), sarana cuci tangan  (p-value = 0,001) dan peran petugas tenaga kesehatan (p-value = 0,008,) ) memiliki hubungan signifikan dengan cuci tangan yang baik. Saran: Diharapkan pada setiap rumah dapat menyediakan tempat cuci tangan yang di lengkapi dengan sabun yang di letakkan di depan rumah agar mudah di jangkau. Kata kunci: Pengetahuan, Pendidikan, Sarana Cuci Tangan, Peran Petugas
HUBUNGAN KARAKTERISTIK KONTAINER AIR BERSIH DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI Edi Samsuar; Heru Listiono; Sutriyati Sutriyati
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.498

Abstract

Latar belakang: Aedes aegypti merupakan vektor penularan penyakit Demam Berdarah Dengue. Tempat perkembangbiakan utama bagi nyamuk Aedes aegypti adalah kontainer. Ada tidaknya jentik nyamuk Aedes aegypti dalam suatu kontainer dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: Bahan dasar kontainer, letak kontainer, keberadaan penutup kontainer, Volume kontainer, Kondisi kontainer dengan  Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti. Tujuan: mengetahui hubungan antara Karakteristik Kontainer (Bahan Kontainer, Letak Kontainer, Keberadaan Penutup Kontainer, Volume Kontainer, Kondisi air kontainer)   secara simultan dengan Keberadaan jentik nyamuk Ades Aegypti di desa Bukit Selabu Tahun 2020. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitikdengan desain penelitian cross sectional, penelitian dilakukan pada bulan Juni 2020di desa Bukit Selabu Kabupaten Musi Banyuasin, sampel penelitian berjumlah 82 rumah, melaluisimple random sampling, analisis univariat (proporsi), bivariat (uji chi square). Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan kontainer (p value:0,032), letak kontainer (pvalue:0,036), Keberadaan penutup kontainer (p vaue:0,031), volume kontainer (p value:0,037), dan kondisi kontainer (p value:0,034) memiliki hubungan signifikan dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti. Saran:Perlunya meningkatkan kegiatan sanitasi lingkungan khususnya ditujukan pada pemutusan rantai perkembangbiakan jentik dan nyamuk Aedes Aegypti, misalnya dengan penggunaan abate, kegiatan 3 M (menguras dan menutup tempat penampungan air serta mengubur kaleng bekas) serta pemeliharaan ikan tempalo. Kata Kunci: Karakteristik Kontainer, Jentik Nyamuk Aedes Aegypti
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN ISPA PADA BALITA Muhmmad Amin; Heru Listiono; Sutriyati Sutriyati
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.940

Abstract

Latar belakang: Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak. Faktor risko kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut di antaranya kepadatan hunian, status imunisasi, kebiasaan merokok dan BBLR. Episode penyakit batuk-pilek pada balita di Indonesia diperkirakan 3-6 kali per tahun, ini berarti seorang balita rata-rata mendapat serangan batuk pilek sebanyak 3 sampai 6 kali setahun. Tujuan:  Untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian,  berat badan lahir rendah,  status imunisasi, dan kebiasaan merokok dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah Puskesmas Talang Pangeran Kabupaten Ogan Ilir. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat survey analitik dengan desain Ccross Sectional. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei sampai Juli 2020, di Puskesmas Talang Pangeran. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita yang berkunjung ke Puskesmas Talang Pangeran. Sampel penelitian ini di ambil dari total populasi yang berjumlah 40 orang. Sampel di ambil dengan menggunakan metode non random. dengan tehnik Accident Sampling. Analisis data dilakukan dengan dua tahap yaitu analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil: Ada hubungan kepadatan hunian (p : 0,008), status imunisasi (p : 0,035), dan kebiasaan merokok (p : 0,045) dengan Kejadian ISPA, dan tidak ada hubungan BBLR (0,138) dengan Kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Talang Pangeran Kecamatan Pemulutan Barat Tahun 2020. Saran: Kepada Tenaga Kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Talang Pangeran dengan mengadakan penyuluhan mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut, promkes,  serta  posyandu yang dilaksanakan secara rutin. Kata kunci    : Kepadatan Hunian, BBLR, Imunisasi, Merokok
ANALISIS LINGKUNGAN FISIK DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI PADA VEGETASI PERINDUKAN DAUN PISANG Listiono, Heru; Rimbawati, Yazika; Apriani, Miftah
JOURNAL OF HEALTH SCIENCE Vol 1 No 1 (2021): Journal Of Health Science
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.37 KB)

Abstract

Latar Belakang : Aedes aegypti merupakan vektor yang paling banyak ditemukan menjadi perantara timbulnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan lingkungan fisik seperti tingkat pH, volume air, kelembaban udara dan jenis perindukan daun pisang dengan keberadaan jentik Aedes aegypti dan faktoryang paling dominan mempengaruhi keberadaan jentik Aedes aegypti. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik dengan desain Cross Sectional. Analisis data yang digunakan meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Variabel independen dikaitkan dengan variabel dependen dengan analisis statistik uji chi-square dan untuk melihat variabel yang paling dominan mempengaruhi variabel dependen digunakan uji regresi logistik. Populasi penelitian ini adalah semua jenis perindukan tanaman pohon pisang yang terdapat air pada pelepah daunya yang ada di wilayah kerja puskesmas Sako Kota Palembang. Sampel dalam penelitian berjumlah 87 pelepah yang terdapat air. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan Simple Random Sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat PH (p value 0,253) dengan keberadaan Jentik Aedes aegypti. Kemudian ada hubungan antara volume air (p value 0,0), kelembaban udara (p value 0,038) dan jenis perindukan daun pisang (p value 0,012) dengan keberadaan Jentik Aedes aegypti dan variabel volume air adalah variabel yang paling dominan mempengaruhi keberadaan jentik Aedes aegypti. Saran :Perlunya meningkatkan kegiatan sanitasi lingkungan khususnya ditujukan pada pemutusan rantai perkembangbiakan jentik dan nyamuk Aedes aegypti. Kata kunci: Lingkungan, Fisik, Jentik, Aedes aegypti
Faktor Risiko Kejadian Fungsi Paru pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Gudang Semen Pelabuhan Boom Baru Kota Palembang Arista, Zane; Listiono, heru
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 5, No 1 (2024): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v5i1.9080

Abstract

Salah satu dampak negatif dari industri semen adalah pencemaran udara oleh debu. Bahan pencemar tersebut dapat berpengaruh terhadap lingkungan dan manusia. Berdasarkan laporan pola penyakit dari Poliklinik TKBM Pelabuhan Boom Baru selama 5 tahun (tahun 2018-2023) penyakit saluran pernapasan menduduki peringkat pertama. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko kejadian fungsi paru pada tenaga kerja bongkar muat gudang semen. Desain dalam penelitian ini dilakukan dengan rancangan studi cross sectional atau potong lintang. Populasi pada penelitian ini adalah semua tenaga kerja bongkar muat gudang semen di Pelabuhan Boom Baru Kota Palembang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian tenaga kerja bongkar muat yang bekerja di lokasi gudang semen Pelabuhan Boom Baru Palembang yang berjumlah 60 orang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini antara lain kuesioner, personal dust sampler dan Spirometer, data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian analisis bivaritat yaitu ada hubungan yang antara masa kerja, status gizi dan kadar debu dengan gangguan fungsi paru dan hasil analisis multivariat bahwa masa kerja dan kebiasaan merokok, memiliki hubungan dengan kejadian gangguan fungsi paru (p=0,000) pada pada tenaga kerja bongkar muat Gudang Semen Pelabuhan Boom Baru Kota Palembang. Perlunya pergantian tenaga kerja yang telah lama bekerja dan melakukan pemeriksaan gangguan fungsi paru secara periodik pada tenaga kerja untuk mencegah terjadinya kasus gangguan fungsi paru yang lebih lanjut
Effectiveness of Biolarvicides of Imperata cylindrica, Saccharum spotaneum and Andropogon aciculatus on Aedes aegypti larval Mortality and Egg-laying Ability in Adults Listiono, Heru; Damiri, Nurhayati; Kamaluddin, Totong; Irsan, Chandra; Rahim, Supli Effendi
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 3 (2025): May 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.3.649-660

Abstract

Vector-borne disease such as Dengue Hemorrghagic (DHF), transmitted by Aedes aegypti and Aedes albopictus, remain a significant public health concern in Indonesia. Controlling these disease often involves insectides; however, the negative impact of chemical insecticides have prompted interest in organic alternatives derived from plants. Certain weeds, including cogon grass (Imperata cylindrica), wild sugarcane (Saccharum spontaneoum), and needle grass (Andropogon aciculatus), have shown potential as botanical insecticides. Research findings showed that weed root extracts significantly affect larval mortality rate of Ae. Aegypti. At 1000 ppm, larval mortality was significantly higher compared to 100 ppm and the control, while treatments of 1 ppm and 10 ppm showed similar results to the control. Probit analysis revealed that I. cylindrica root extract achieved an LC50 of 974.99 ppm within 24 hours, indicating it could kill 50% of Ae. Aegypti larvae. Within 48 hours, the LC50 dropped to 889.20 ppm. Toxicity tests further revealed significant differences in Ae. Aegypti egg-laying abilities when treated with extracts. Analysis of variance yielded p-values of 0.000 for egg hatching within 72 and 96 hours, highlighting significant differences across samples. These findings suggest the extracts influence mosquito reproduction, warranting further studies to assess the quality of egg hatched from larvae exposed to these treatments. The potential of botanical insecticides derived from weeds represents a promising step toward sustainable mosquito control in the fight against vector-borne diseases.