Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Mahasiswa Terhadap Protokol Kesehatan Pada Masa Menuju Endemic Covid 19 Bina Aquari; Heru Listiono
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.834 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v12i1.293

Abstract

COVID-19 merupakan pandemi yang saat ini sedang terjadi di dunia yang disebabkan oleh virus yang disebut dengan Severe-Acute-Respiratory-Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan mahasiswa terhadap protocol kesehatan pada masa menuju endemic covid 19 di Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan pengambilan sampel total populasi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan analisis Univariat dan Bivariat. Hasil: Karakteristik responden, mayoritas berusia 20-21 tahun 35 (43,2%), jenis kelamin perempuan 46 (56,8%) dan jenis kelamin laki-laki 35 (43,2 %), responden yang rutin olah raga 44 (54,3 %) dan tidak olah raga 37 (45,7%), mayoritas responden rutin mengkonsumsi vitamin 42 (51,9%) dan mahasiwa yang sudah pernah terkonfirmasi 49 (60,5%). Tingkatan kepatuhan mahasiswa terhadap protokol kesehatan kesehatan termasuk dalam kategoti disiplin 53 (65,4%) dan tidak disiplin 28 (34,6 %). Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara kegiatan olahraga, konsumsi vitamin dan konfirmasi riwayat Covid 19 dengan kepatuhan mahasiswa terhadap protocol kesehatan pada masa menuju endemic covid 19 di Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang Kesimpulan: Tingkat kepatuhan mahasiswa terhadap protokol kesehatan termasuk dalam kategori disiplin. Berdasarkan hasil penelitian di harapkan mahasiswa Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang tetap menjaga protokol kesehatan pada saat dikampus maupun diasrama walaupun mahasiswa sudah mendapatkan vaksinasi booster.
Analisis Kinerja Bidan dalam Pelaksanaan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Bina Aquari; Heru Listiono
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.68 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v12i2.325

Abstract

MTBS telah dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia termasuk Sumatera Selatan. Sumatera Selatan adalah provinsi yang terdiri dari 17 Kabupaten/ Kota. Provinsi Sumatera Selatan menurut hasil SDKI 2007, AKN adalah 25/ 1000 KH, AKB 45/1000 KH, dan AKBal 52/1000 KH. Mengalami penurunan yang cukup signifikan pada hasil SDKI 2012 dimana AKN menjadi 20/ 1000 KH, AKB 29/1000KHdanAKBal37/1000KH.Tujuanpenelitianiniadalah menganalisiskinerjabidandalampelaksanaanMTBSdiPuskesmas WilayahKerjaKabupatenBanyuasinSumateraSelatantahun2022. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain penelitian Cross Sectional, dimana penelitian dilakukan dengan mengukur variabel independent dan variabel dependen dalam waktu yang bersamaan. Penelitian ini akan dilakukan di 25 puskesmas di Kabupaten Banyuasin, dengan jumlah Tenaga Bidan sebagai pelaksana Program MTBS yang sudah di latih berjumlah 39 orang bidan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli Tahun 2022.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruhtenaga bidan di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banyuasin yang bertugas sebagai pelaksana manajemen terpadu balita sakit (MTBS) yang berjumlah 39 orang bidan. Sampel dalam penelitian ini adalah total dari populasi yaitu semua tenaga bidan di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banyuasin yang bertugas sebagai pelaksana manajemen terpadu balita sakit (MTBS), dan pengambilan sampel dengan accidental sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara pengetahuan, pengalaman, pelatihan, umur, pendidikan, motivasi, sumber daya, supervisi dan imbalan dengan kinerja bidan dalam pelaksanaan MTBS di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022. Di akhir penelitian disarankan Perlunya peningkatan pelatihan kepada para bidan pelaksana Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) di Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Banyuasin, terutama para bidan yang masih berusia muda, serta perlunya peningkatan imbalan yang sesuai bagi bidan pelaksana MTBS di Puskesmas.
Faktor Perilaku Masyarakat terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Ratih, Eka; Listiono, Heru; Dwibarto, Rendita
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4664

Abstract

Masalah sampah di Kota Pangkalpinang mencapai 160 ton per hari, dengan Kecamatan Gerunggang menyumbang 15 hingga 20 ton. Pengelolaan sampah di wilayah ini menghadapi kendala seperti pembuangan sembarangan dan keterbatasan armada. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Air Kepala Tujuh pada tahun 2024, adapun Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Air Kepala Tujuh Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang Tahun 2024. Metode Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 139 responden. Hasilnya menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,009), sikap (p = 0,000), tindakan (p = 0,000), dukungan fasilitas (p = 0,000), dan dukungan petugas kebersihan (p = 0,015) dengan pengelolaan sampah. Tindakan merupakan faktor dominan dengan nilai POR 8,826. Kesimpulannya, pengetahuan, sikap, tindakan, dukungan fasilitas, dan petugas kebersihan mempengaruhi perilaku pengelolaan sampah secara signifikan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS Listiono, Heru; Irdan, Irdan
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.794 KB)

Abstract

Background: Puskesmas is an organization in which there are professional medical personnel and permanent health facilities that provide health services, ongoing care, diagnosis and treatment of diseases suffered by patients. Objective: To determine the factors associated with inpatient satisfaction at the Puskesmas. Methods: This study used an analytical survey with a cross sectional study design to see the instantaneous relationship between the independent and dependent variables. The sampling technique used was accidental sampling or accidental sampling in the field, with a sample size of 95 people. Result: after being selected with other independent variables, it still has a statistically significant relationship, where: OR: 3.066 (95% CI: 1.262-7.451) p = 0.013, giving an interpretation that patients who stated their response were not good had a tendency of 3.066 times to feel they were not. satisfied with the service compared with patients who expressed good response, after being selected with the empathy variable. Suggestion: It is necessary to improve the quality of service to patients, especially in the aspect of responsiveness and empathy of officers in order to increase patient satisfaction with health services.Key words : Inpatient Satisfaction
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Imunisasi Pcv (Pneumococcal Conjugate Vaccin) Pada Bayi Bina Aquari; Heru Listiono
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.409 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v13i1.344

Abstract

The PCV immunization program or administration of the PCV vaccine or pneumococcal conjugate vaccine has been carried out in stages since 2017. Free PCV immunization is provided by the government. The World Health Organization (WHO) has also recommended that the PCV vaccine be included in routine immunization programs for children around the world. According to (WHO, 2020) pneumonia killed 740,180 children under the age of 5 years in 2019, accounting for 14% of all deaths of 2 children under five years but 22% of all deaths in children aged 1 to 5 years. The infant mortality rate due to pneumonia in Indonesia still tends to fluctuate from 2011-2021. The highest CFR occurred in 2013 at 1.19%. Meanwhile, the lowest CFR was 0.08% in 2014 and 2018. Based on a preliminary study at the Anisa Clinic/BP, Banyuasin Regency, 35 parents have given the PCV vaccine to their children in the last 6 months. Based on the results of interviews with 30 respondents, mothers said they did not understand clearly what the PCV vaccine was and how to prevent pneumonia in infants. Based on this background, the researcher was interested in examining the title of the factors that influenced PCV immunization at the Anisa Clinic/BP, Banyuasin Regency. This research is a quantitative descriptive study with a cross sectional approach. The research was conducted at the Anisa Clinic/BP, Banyuasin Regency. Data collection was carried out from December 2022 to April 2023 using a purposive sampling technique of 30 respondents. The independent variables in this study were educational variables, knowledge and motivational variables while the dependent variable was giving PCV immunization to infants. Measuring tool used is a questionnaire. Statistical tests were carried out on 30 respondents using univariate analysis and bivariate analysis. The results of bivariate analysis using the chi square formula found that there was a significant relationship between mother's education, mother's knowledge and mother's motivation with giving PCV immunization to infants. mother with a p value = 0.001, it can be concluded that statistically at 5% alpha there is a significant relationship between education, knowledge, mother's motivation and giving PCV immunization to infants. Suggestions in this study are the need to increase counseling about PCV immunization at posyandu - posyandu in the working area of ​​the local puskesmas, especially midwives need training related to immunization to increase knowledge about immunization given the large number of new vaccines currently available
Hubungan antara Pengetahuan, Pendidikan dan Pekerjaan Ibu dengan Pemberian ASI Ekslusif Bina Aquari; Heru Listiono
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v13i2.388

Abstract

ASI merupakan sumber nutrisi yang penting untukperkembangan bayi khususnya pada 6 bulan pertama setelahia dilahirkan. Melansir dari laman Kementerian KesehatanRI, ASI mengandung zat seperti DHA, AA, Omega 6,laktosa, vitamin A, protein, lemak, zat besi dan masihbanyak lagi yang dibutuhkan oleh bayi. Oleh karena itu, ASIsangat penting untuk membentuk sistem imun di tubuh bayi.Berdasarkan hasil wawancara dengan 30 responden ibumengatakan alasan tidak memberikan ASI Ekskusif kepadaanaknya tidak yakin dengan kecukupan ASI yang diberikankepada bayinya. Berdasarkan latar belakang tersebutpeneliti tertarik untuk meneliti judul Hubungan AntaraPengetahuan, Pendidikan, dan Pekerjaan Ibu denganPemberian ASI Ekslusif di Klinik / Anisa Desa MainanKecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Tahun 2023”.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatifdengan metode pendekatan secara cross sectional. Penelitiandilakukan di Klinik/BP Anisa Kabupaten Banyuasin.Pengambilan data dilakukan pada bulan maret 2023 s/dAgustus 2023 dengan teknik purposive sampling sebanyak30 responden. Variabel independent dalam penelitian iniadalah variabel pendidikan, pengetahuan, pekerjaan danvariabel motivasi sedangkan variable dependent yaitupemberian Asi Eksklusif pada bayi. Alat ukur yangdigunakan adalah kuesioner. Uji statistik dilakukan pada 30responden dengan menggunakan analasis univariat dananalisi bivariat ada hubungan yang signifikan antarapendidikan, pengetahuan, pekerjaan ibu dengan pemberianAsi Eksklusif pada bayi