Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KADAR TESTOSTERON PADA PRIA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN TERAPI METFORMIN Sabrina, Maiyeni; Lukas, Stefanus
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Ibnu Sina
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jiis.v10i2.2721

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a metabolic disorder often accompanied by decreased testosterone levels in men. Metformin is effective in lowering blood glucose, but its impact on testosterone remains controversial.To evaluate the effects of metformin dose, age, and changes in body mass index (BMI) on testosterone levels in men with T2DM. A pre–post study was conducted on 79 male T2DM patients receiving metformin. Data included metformin dose, age, BMI, and testosterone levels before and after therapy. Spearman correlation and multiple linear regression were used for analysis. Changes in BMI showed a strong correlation (ρ = 0.608; p = 0.000) and metformin dose showed a moderate correlation (ρ = 0.564; p = 0.000) with changes in testosterone. Regression analysis identified BMI as the dominant factor (β = 0.523; p = 0.009), while age was not significant (p > 0.05). This study provides simultaneous analysis of metformin dose, BMI, and age using a pre–post design. A unique finding was that BMI reduction was followed by decreased testosterone levels, contrasting with most international studies. Changes in BMI were the most dominant factor influencing testosterone levels in men with T2DM receiving metformin.
Cost Effectiveness Analysis Therapeutic Outcome Antihipertensi Kombinasi A ( Valsartan, Amlodipin, Furosemid) Dan Kombinasi B (Valsartan, Hidroklortiazid, Amlodipin) Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Pendidikan Jakarta Malasari, Wahyuni; Sormin, Ida Paulina; Liandhajani, Liandhajani; Lukas, Stefanus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55970

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan terapi jangka panjang, sehingga biaya pengobatan menjadi faktor krusial dalam keberhasilan terapi. Pemilihan kombinasi antihipertensi yang efektif secara klinis dan efisien secara ekonomi sangat penting untuk mengoptimalkan manajemen pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya antara dua terapi, yaitu Kombinasi A (Valsartan, Amlodipin, Furosemid) dan Kombinasi B (Valsartan, Hidroklortiazid, Amlodipin) pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pendidikan Jakarta periode Januari-Juni 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (Cross-Sectional) dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam medis. Sampel penelitian berjumlah 216 pasien yang dibagi rata menjadi 108 pasien per kelompok. Efektivitas terapi diukur berdasarkan persentase ketercapaian target tekanan darah terkontrol (MAP). Analisis ekonomi dihitung berdasarkan biaya medis langsung yang meliputi biaya obat, jasa dokter, dan pemeriksaan laboratorium menggunakan parameter Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien adalah perempuan (51,4%) dengan kelompok usia terbanyak 50-59 tahun (32,4%). Kombinasi A memiliki efektivitas klinis lebih tinggi (93,5%) dibandingkan Kombinasi B (72,2%). Total biaya medis langsung Kombinasi A (Rp392.326.893) lebih rendah daripada Kombinasi B (Rp452.799.996). Nilai ACER Kombinasi A adalah Rp4.038.777/MAP, lebih rendah dari Kombinasi B (Rp4.498.311/MAP). Perhitungan ICER menghasilkan nilai negatif (-2.839.112) yang menunjukkan posisi dominan Kombinasi A. Kesimpulannya, terapi Kombinasi A lebih efektif secara klinis dan biaya dibandingkan Kombinasi