Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Quality Education in Practice: How Muhammadiyah's Role in Realizing SDG-4 in Kendari Yusuf; Muallimah; Asman
Mimbar Agama Budaya Vol. 42 No. 2 (2025)
Publisher : Center for Research and Publication (PUSLITPEN), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/mimbar.v42i2.46542

Abstract

This research is motivated by the existing disparities in access to and quality of Islamic education in Kendari City. In this context, the establishment of Muhammadiyah educational institutions becomes crucial to support the achievement of Sustainable Development Goal 4 (Quality Education). This study employs a descriptive qualitative design, with research sites located in several Muhammadiyah schools and madrasahs in Kendari City. The participants include school principals, teachers, administrators of the Muhammadiyah regional boards, and students. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that the existence of Muhammadiyah in the field of Islamic education in Kendari contributes to the realization of SDG 4 on Quality Education through four key aspects: (1) the establishment of educational institutions, (2) the improvement of community education, (3) the promotion of moderate and progressive Islamic education through inclusive Muhammadiyah schools, and (4) the integration of Muhammadiyah education with the objectives of SDG 4. This suggests that strengthening the quality of Muhammadiyah education in Kendari requires a collaborative approach involving the organization, the government, and the community. Such collaboration should be accompanied by innovations in financing, management, and human resource development to ensure the sustainable achievement of the goals of providing equitable and high-quality Islamic education.
Legalitas Poligami dan Nikah Siri: Analisis Kritis Disharmoni Hukum Pidana dalam Dinamika Hukum Keluarga Islam Asman
Al Fuadiy Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 8 No. 1 (2026): January-June, Al Fuadiy : Journal of Islamic Family Law (in Press)
Publisher : Nurul Qarnain College of Sharia Studies, Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/af.v8i1.1838

Abstract

This study critically examines the approval of the Republic of Indonesia's Law No. 1 of 2023 on the Criminal Code (KUHP) as evidence of a growing paradigm change in the national criminal law, particularly in those areas that have historically fallen under the purview of family and religious law. The author sees this phenomenon as a kind of state expansion (penal expansion) that has the potential to create structural tensions between the criminal law of the nation, the core tenets of Islamic family law, and the constitutional protections for religious freedom and the practice of religious teachings for its people. The novelty of this study lies in its integrated and critical approach, which examines the legitimacy of polygamy and nikah siri practices from a fiqh munākaḥāt perspective while also using the uṣūl al-fiqh and maqāṣid al-syarī'ah frameworks to evaluate the criminalization scheme in the KUHP 2023. As a result, the study examines the systemic reasoning behind criminalization, which ignores the distinction between administrative infractions and criminal offenses (jarīmah), rather than merely describing the conflict of norms. Using a normative legal approach with legislative, conceptual, and Islamic legal components, this study analyzes the law. The author strongly argues that the KUHP 2023's regulation of polygamy and nikah siri reveals a normative conflict with fundamental Islamic family law principles, particularly in relation to the validity of the contract, the goals of marriage, and the protection of the public welfare. The research findings support the idea that criminalizing legitimate religious practice under syariah law has the potential to result in excessive criminalization and violate the principles of substantive fairness and proportionality in criminal law.The study makes a significant academic contribution by formulating a family criminal law reconstruction model that prioritizes welfare by advocating for a shift from criminal punishment to administrative sanction mechanisms and the protection of rights. This model is put forth as a normative alternative that is more in line with the precepts of Islamic law, the constitution, and the humanistic, plurality-sensitive path of national law reform in Indonesia.
IMPLEMENTASI PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 146 TAHUN 2023 PASAL 17 AYAT 1 SAMPAI 4 TERHADAP KRITERIA PENERIMA BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA BAGI MASYARAKAT MISKIN DI DESA KARTIASA KABUPATEN SAMBAS TAHUN ANGGARAN 2024 Fadillah; Asman; Apriati
Cross-border Vol. 8 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor 146 Tahun 2023 Pasal 17 Ayat 1 sampai 4 mengenai kriteria penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi masyarakat miskin di Desa Kartiasa, Kabupaten Sambas, Tahun Anggaran 2024. Program BLT-DD bertujuan untuk mengurangi kemiskinan ekstrem melalui penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran. Penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris ini menggunakan kerangka teori implementasi kebijakan George C. Edwards III (komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi). Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan Kepala Desa, perangkat desa, BPD, Ketua RT/RW, pendamping desa, dan masyarakat (penerima dan non-penerima), serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/2023 telah dilakukan secara terstruktur melalui tahapan sosialisasi, verifikasi data DTKS (desil 1–4) yang ketat, dan penetapan melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) yang transparan, didukung oleh komitmen multi-aktor desa dan kepatuhan administratif (Siskeudes). Meskipun demikian, program menghadapi hambatan signifikan, yaitu ketidakakuratan dan ketidakmutakhiran data DTKS dari pusat, keterbatasan kuota anggaran yang tidak sebanding dengan jumlah keluarga miskin, serta dinamika sosial-ekonomi masyarakat yang cepat berubah, yang memicu kecemburuan sosial dan tantangan dalam memastikan keadilan distribusi. Secara keseluruhan, BLT-DD di Desa Kartiasa efektif membantu penerima namun masih perlu perbaikan pada sistem pemutakhiran data terpadu dan penambahan alokasi kuota.
Pendidikan Islam Sebagai Pendidikan Moral Perspektif Kajian Pendidikan Moral Imam Nawawi al-Bantani Asman; Ajusman, Ajusman; Arsam, Arsam
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2023): Religi, Desember 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v1i2.612

Abstract

Selama ini, pendidikan Islam dalam pelaksanaannya hanya berfokus pada transfer pengetahuan (kognitif) saja. Sebab, pendidikan Islam kehilangan konsep pendidikan dan tujuan pendidikan yang belum diarahkan. Terakhir, mahasiswa diarahkan untuk hanya mengejar skil yan yang duniawi dan melupakan ajaran nilai-nilai Islam di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan Islam sebagai perspektif pendidikan moral terhadap kajian pendidikan moral Imam Nawawi al-Bantani. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan (penelitian pustaka) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari data primer dan sekunder yang berasal dari buku dan jurnal ilmiah. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan moral Imam Nawawi al-Bantani menunjukkan tiga konsep yang membuat pendidikan Islam diarahkan dan berfokus pada perkembangan moral atau ahklak peserta didik, yaitu, pendidikan moral dalam kaitannya dengan individu, pendidikan moral dalam kaitannya dengan keluarga dan pendidikan moral yang berkaitan dengan masyarakat. Ketiganya merupakan konsep pendidikan Islam yang menunjukkan bahwa pendidikan Islam adalah pendidikan moral.
Pendidikan Agama Islam di Era Digital Berbasis Holistik-Integratif Ajusman, Ajusman; Asman
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Religi, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v2i2.716

Abstract

The Islamic religious education material taught in schools currently still stands on its own, both in terms of its scientific field and in terms of other scientific aspects. Islamic religious education in the digital era must be based on an integrative holistic approach, this is due to the anxiety in education regarding the character of the students. is a scourge in education today, as well as the challenges of a very rapid era. The aim of this research is to find out Islamic religious education in the digital era based on an integrative holistic approach. The method used is library research (Library Research) by collecting and analyzing books and articles related to the theme. The results of this research: Integrative holistic Islamic religious education is an educational approach that aims to form complete students, not only from a cognitive perspective, but also morally and spiritually. This approach is expected to be able to answer current educational problems, namely moral degradation. Integrative holistic Islamic religious education is an educational approach that integrates religious knowledge with digital technology knowledge. This approach is expected to produce students who have adequate knowledge and skills, and have noble character.
Sarana Peningkatan Pengamalan Ibadah Mahasiswa Melalui Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Asman; Awardin
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Religi, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v2i2.1114

Abstract

Keberadaan pembelajaran Pendidikan agama Islam sangatlah penting dalam pemahaman ibadah mahasiswa di perguruan tinggi. Pendidikan Islam saat ini banyak mengalami persoalan, salah satunya pemahaman dan praktiknya yang menunjukkan perbedaan bahkan keadaan itu sering bertolak belakang dengan realitas yang terjadi. Tujuan dari penulisan artikel ini ialah menjelaskan peran AIK sebagai sarana peningkatan pengamalan ibadah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Metode penelitian yang menjadi rujukan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara atau tes secara langsung kepada mahasiswa, setelah itu barulah kemudian dilakukan analisis data dengan seksama sehingga menghasilkan kesimpulan data penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mata kuliah AIK mampu menjadi sarana peningkatan pengamalan ibadah pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari pada program studi Pendidikan agama Islam. Mahasiswa sudah mampu memahami ruang lingkup ibadah melalui AIK dan mahasiswa juga sudah mampu mempraktikkan pemahaman ibadah melalui mata kuliah AIK
Analysis of Error Completion of HP Full Memory: Perspective of Islamic Education in the Era of Depression in the Covid-19 Period Its Implications for Millennials Jailani, Mohammad; Asman
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Religi, Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v2i2.1121

Abstract

Terjadinya masalah pada HP yaitu eror, dan memori penuh disebabkan banyaknya data dan banyaknya group yang tidak berfaedah. Di tambah lagi banyaknya aplikasi sosial media yang kurang mendukung. Hal itu berdampak kepada kaum mellinial tidak bisa menganalisis atau menilai mana informasi yang bermanfaat atau hp yang kualitas bagus. Penelitian ini bertujuan menindaklanjuti adanya Hp yg sering eror (memory penuh). Hal itu menyebabkan keurasakan terhadap beberapa fungsi pada komponen HP di era desrupsi. Setting penelitian ini di kota Yogyakarta, adapun subyek penelitian ini terdiri dari 5 orang yakni, Irman, parno dll. Pendekatan yg digunakan dalam penelitian ini ada kualitatif analitik method. Pengumpulan data melalui dengan data on-line berita, serta wawancara mendalam, oberservasi dan dikumentasi. teknik analis data menggunakan teori mules dan huberman, yaitu display data, reduksi data, dan verivikasi data. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pentingnya memeilih HP yg kualitas bagus. Berdasarkan data penelitian banyak kaum mellenial kurang teliti dalam menyaring informasi dalam HP. Sehingga menyebabkan data dan informasi yang masuk dalam HP, lebih banyak informasi negative dibandingkan dengan informasi yang positif. Dibuktikan dari data di sekolah, peneliti mengambil angket atau sampel penelitian di sekolah yang bekerjasama dengan guru dan wali kelas. 20 siswa dalam HPnya banyak informasi dan aplikasi yang kurang mendukung, kurang seleksif dalam mengoperasikan SOSMED, YOUTUBE, dan GAMES, bahkan ditemukan beberapa gambar dan video yang kurang baik. Implikasi dan kontribusi penelitian ini untuk meningkatkan semangat kaum mellenial untuk berhati-hati dan seleksif dalam membeli HP, mengoperasikan HP, serta mencari dan mendapatkan informasi dari teknologi, penelitian ini mendukung dengan penguatan spiritual, moral, dan pendidikan Islam di era desrupsi mellenial Covid-19
Analisis Kepastian Hukum Alokasi Hak Pemajakan Indonesia Atas Laba Perusahaan Digital Multinasional (Over-The-Top) Luar Negeri Berdasarkan Pilar Satu Base Erosion And Profit Shifting (BEPS) 2.0 Asman; Sujono; Sudarto
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.4438

Abstract

Revolusi ekonomi digital telah menantang arsitektur pajak internasional tradisional yang bergantung pada kehadiran fisik (nexus). Perusahaan multinasional Over-The-Top (OTT) meraup laba signifikan di negara pasar seperti Indonesia tanpa memiliki Badan Usaha Tetap (BUT) fisik, menciptakan kekosongan hukum dan ketidakadilan pajak. Pemerintah Indonesia merespons dengan konsep Significant Economic Presence (SEP) dalam UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), namun implementasinya ditangguhkan demi menunggu konsensus global Pilar Satu BEPS 2.0. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepastian hukum alokasi hak pemajakan serta harmonisasi Pilar Satu ke dalam hukum nasional. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekosongan hukum saat ini menciptakan ketidakpastian. Adopsi Pilar Satu (Amount A) menawarkan solusi yang lebih adil berbasis market nexus dibandingkan SEP unilateral, namun memerlukan harmonisasi hukum yang cermat melalui ratifikasi Multilateral Convention (MLC) untuk menjamin kesesuaian dengan Konstitusi dan UU PPh Indonesia.