Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH VIDEO PEMBELAJARAN CERITA DAN LAGU TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK Winda Dwi Putri; Nila Fitria
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v2i2.585

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh video pembelajaran cerita dan lagu terhadap kemampuan berbicara anak usia 4-5 tahun di PAUD Harmoni. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian true experimental (eksperimen yang betul-betul) dengan teknik Postest Only Control Design. Sampel penelitian yaitu anak usia 4-5 tahun dengan jumlah 30 orang yang dibagi menjadi 2 kelas terdiri dari 15 anak sebagai kelompok eksperimen (video) dan 15 anak sebagai kelompok kontrol (buku cerita). Indikator kemampuan berbicara yang digunakan adalah kemampuan mengulang kembali kalimat sederhana, menjawab pertanyaan sesuai pertanyaan, dan menceritakan kembali cerita atau dongeng yang pernah didengar. Teknik pengumpulan data menggunakan tes lisan yang digunakan untuk melakukan penilaian posttest antara kelas kontrol (buku cerita) dan kelas eksperimen (video) dan dokumentasi.Hasil analisis data posttest pada nilai rata-rata (mean) kelas eksperimen (video) lebih besar dibandingkan kelas kontrol (buku cerita), yaitu sebesar 30.2667 untuk kelas eksperimen (video) dan 22.0667 untuk kelas kontrol (buku cerita). Jika dilihat dari standar deviasinya kelas eksperimen (video) lebih besar dibandingkan kelas kontrol (buku cerita) yaitu 3.12745 untuk kelas eksperimen (video) dan 2.34419 untuk kelas kontrol (buku cerita). Hal ini juga ditunjukkan dengan hasil uji  Independent  Sample  T-test  pada bagian equal variances assumed  diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000, menunjukkan bahwa 0.000 < 0.05 maka H0  ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan antara nilai belajar kelas control (buku cerita)  dan kelas eksperimen (video). Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh penggunaan video pembelajaran cerita dan lagu yang dilihat dari perbedaan nilai rata-rata kelas yang diberi video pembelajaran cerita dan lagu (treatment) dengan kelas yang tidak diberi perlakuan (control).
PENGEMBANGAN KEPERCAYAAN DIRI MELALUI METODE SHOW AND TELL PADA ANAK Thafa Nazla; Nila Fitria
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v3i1.590

Abstract

Kepercayaan diri merupakan suatu fikiran atau perasaan maupun pemahaman yang dimiliki anak untuk melakukan tindakan dan kemauan yang positif dan berani untuk memecahkan masalah. Untuk mendukung pengembangan kepercayaan diri tersebut harus sekolah harus membuat sebuah program yaitu salah satu nya adalah show and tell. Show and tell merupakan kegiatan dimana anak dapat membawa barang yang disukainya ataupun yang dianggapnya menarik lalu diceritakan di depan teman-temannya mengenai informasi seputar benda tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengembangan kepercayaan diri anak melalui metode show and tell usia 4 tahun yang dilakukan di Kidscenter Preschool Bintaro Utama 9 Pondok Pucung Tangerang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengmpulan data yang digunakan adalah wawancara,observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah,guru kelas, dan 3 orang anak preschool. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pengembangan kepercayaan diri melalui metode show and tell pada anak usia 4 tahun di Kidcenter Preschool Bintaro Utama 9 Pondok Pucung sudah dilakukan dengan baik.  Hal  tersebut  karena proses pelaksanaan show and tell dilakukan dengan baik. Guru  menjelaskan  mengenai  kegiatan yang akan dilakukan lalu guru mmberikan contoh kepada anak-anak secara klasikal lalu anak akan maju untuk melakukan show and tell dengan kemauannya sendiri.
Development of a Learning Device Information System for Kindergartens Rohita Rohita; Nila Fitria; Dody Haryadi; Radhiya Bustan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1378

Abstract

This study aimed to develop a learning device information system, abbreviated as SIPP, as a way of compiling multiple learning devices that include weekly learning implementation plans (RPPM), daily learning implementation plans (RPPH), and learning assessments. The system was built using unified modelling language (UML). After the system was tested at 15 kindergarten institutions in South Jakarta and Tangerang City, the data collected showed that out of 15 teachers, 88% stated that SIPP was very helpful in compiling RPPM and RPPH, as well as conducting assessments and filling out report cards. Additionally, of 15 school principals, 80% strongly agreed that SIPP can help conduct classroom management and monitor and evaluate teachers’ teaching preparations. Based on these findings, it can be concluded that the learning device information system developed can help teachers prepare lesson plans in kindergarten, as well as help school principals monitor teacher performance related to the preparation of lesson plans.
Pengaruh Flashcard Path To Literacy terhadap Kemampuan Literasi Baca Tulis Nila Fitria; Zahrina Amelia; Nurfadilah Nurfadilah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2236

Abstract

Kemampuan literasi menurut persepsi orang tua menjadi tuntutan orang tua supaya anaknya bisa menulis dan membaca sejak kecil. Hal tersebut membutuhkan alternatif media dan kompetensi guru guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Media yang diperlukan yaitu media yang dapat memberikan secara real, salah satunya Path to Literacy yang sudah diadaptasi menggunakan bahasa Indonesia. Penelitian ini memiliki tujuan jangka panjang yaitu bertujuan untuk pembaharuan teknik mengajar membaca dan menulis sesuai tahapan yang jelas. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan literasi baca tulis anak usia dini dengan menggunakan media path of literacy. Penelitian ini akan melihat pengaruh media flashcard path to literacy  terhadap kemampuan literasi baca tulis dengan subjek penelitian anak usia 4-5 tahun berjumlah 10 anak dengan metode  penelitian kuantitatif eksperimen. Tahapan penelitian dimulai dari merumuskan hipotesis, merumuskan instrument, melakukan pre-test, uji coba, post test dan pembahasan.Berdasarkan hasil perhitungan uji homogenitas diketahui bahwa nilai signifikansinya 0,05 data disimpulkan tidak mempunyai nilai varian yang sama/berbeda (tidak homogen). Hal tersebut dikarenakan kemampuan literasi baca tulis tidak dapat digeneralisasikan dikarenakan stimulasi yang berbeda dari lingkungan.
Teacher's Understanding of the Scientific Approach in the 2013 Curriculum for Early Childhood Education Rohita Rohita; Nila Fitria; Radhiya Bustan; Dody Haryadi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v2i2.105

Abstract

The purpose of this study was to determine the teacher's understanding of the scientific approach in the 2013 PAUD curriculum. The method used is a survey with data collection techniques using a questionnaire. Respondents were 100 teachers from 100 TK in 5 DKI Jakarta regions. The conclusion of this study is that the understanding of the kindergarten teacher about the 2013 curriculum of PAUD is in the category of meaningful interpreting not only the transfer of meaning from one language into another language but also from an abstract conception to become a model, namely a symbolic model to make it easier for people to learn, in terms it is easy to learn concept of the scientific approach which includes 5 scientific steps, namely observing, asking, gsthering information, reasoning, and communocating, so that it will be easy to learn and apply in the learning process which is characterized by 61% of respondents able to explain the scientific approach, and 7.14% of respondents able describe the scientific approach to RPPH correctly
Keterlibatan Orangtua dalam Progam Sekolah di TK Raudlatul Azhar Humaira Yuliasari; Nila Fitria; Zirmansyah Zirmansyah
JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education) Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jecce.v1i2.254

Abstract

Program sekolah ialah suatu rangkaian kegiatan yang disusun untuk menjalankan sebuah visi serta misi dalam proses perubahan sikap dan perilaku anak didik serta demi mencapai tujuan sekolah. Dalam mencapai tujuan sekolah memerlukan keterlibatan orangtua, keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak sangat diperlukan khususnya bagi pihak sekolah, karena bagaimana pun juga sekolah tidak dapat berdiri sendiri, karena sekolah dan orangtua merupakan suatu kesatuan dalam suatu proses pendidikan. Berdasarkan  hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana keterlibatan orangtua dalam program sekolah di TK Raudlatul Azhar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dilihat upaya pihak sekolah dalam melibatkan orangtua dalam program sekolah ialah dengan menjalin kerja sama dengan komite orangtua melalui POM (Persatuan Orangtua Murid). Pihak sekolah mampu melibatkan orangtua dalam program sekolah dengan berbagai tipe, akan tetapi tipe yang lebih banyak diterapkan ialah tipe sukarelawan. Adapun faktor penghambatnya ialah waktu dan dana sedangkan faktor pendukungnya ialah kesadaran dari pihak orangtua dan sekolah akan keterlibatan mereka terhadap pendidikan perkembangan anak.
PELAKSANAAN PENGASUHAN DI TAMAN ANAK SEJAHTERA Nurfadilah Nurfadilah; Rohita Rohita; Nila Fitria
Jurnal Ilmiah Visi Vol 12 No 1 (2017): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Direktorat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.463 KB) | DOI: 10.21009/JIV.1201.3

Abstract

Taman Anak Sejahtera (TAS) is one of the forms of social service which aims to provide treatment, care and protection to children of three months up to eight years. The purpose of this study is to describe the implementation of nurturing principles in TAS . The study was conducted in Jakarta as from August through October 2016 applying descriptive-qualitative method, with data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. While, the data was analyzed using qualitative data analysis techniques. This research was conducted at TAS Lentera Nusantara in South Jakarta, TAS Akur Kurnia in East Jakarta, and TAS Kesuma in Central Jakarta. The selection of the three TAS is based on the consideration given by the Ministry of Social Affairs as the Department which supervises the existence of TAS. The results from this study revealed that caregivers can not provide care services that include health and nutrition, education, and care and protection in accordance with the objectives of TAS.
Pelatihan Kiat Membangun Karakter Anak Radhiya Bustan; Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.932 KB) | DOI: 10.36722/sh.v4i1.250

Abstract

Abstrak - Dampak negatif dari globalisasi perlu diantisipasi sejak dini. Mulai dari struktur terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga dengan penanaman karakter sejak dini. Perlu kiranya orang tua, guru, maupun anggota masyarakat untuk memahami bagaimana membangun karakter Islami pada anak. Untuk itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan dengan tema “Kiat Membangun Karakter Anak” diberikan kepada orangtua dan guru TK Raudhatul Azhar. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada orangtua terkait pendekatan psikologis sesuai masa perkembangan anak, agar orangtua dapat menjalankan perannya dalam menanamkan karakter positif dan Islami pada anak. Karakter dalam Islam disebut juga dengan akhlak. Akhlak termasuk didalamnya adab yang meliputi pembiasaan, keteladanan, dan disiplin. Adapun materi pelatihan yang diberikan untuk orangtua berkaitan dengan “Kiat Membangun Karakter Anak Ditinjau dari Aspek Agama dan Psikologis”, dan materi yang diberikan untuk guru berkaitan dengan “Pembelajaran Moral dan Perilaku Anak Usia Dini”. Hasil pelatihan menggambarkan bahwa pelatihan terkait “Kiat Membangun Karakter Anak” dibutuhkan oleh orangtua, terlihat dari hasil evaluasi bahwa hampir 90% orangtua merasa memperoleh pemahaman terkait membangun karakter anak, walaupun baru sekitar 85% orangtua yang sudah mulai menerapkan materi tersebut. Begitu pula dengan hasil evaluasi yang diperoleh dari guru TK Raudlatul Azhar, bahwa 90% guru TK memperoleh pengetahuan tentang rancangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis karakter dari materi pelatihan. Berdasarkan hasil tersebut, diperoleh masukan agar pada kegiatan selanjutnya lebih banyak ditambahkan materi praktek dan tugas rumah yang dievaluasi secara berkala. Kata Kunci -  Membangun Karakter Anak, Pendekatan Psikologis, Pembelajaran Moral dan Perilaku Abstract - The negative impact of globalization should be anticipated early. Starting from the smallest structures in society. It would need to parents, teachers, and community members to understand how to build an Islamic character to children. For that, this public service activities such as training on the theme "Ways to Build Character in Early Childhood" are given to the parents and teacher in kindergarten Raudhatul Azhar. Its objective is to provide insight to parents related psychological approaches appropriate future development of the child, so parents can fulfill their role in instilling positive and Islamic character in children. Characters in Islam is also called morals. Morals including adab include habituation, modelling, and discipline. The training materials provided to a parent related to "Ways to Build Character in Early Childhood - Psychological and Religion Aspects". And the material given to the teachers is about "Moral and Behavior Education in Early Childhood". The results illustrate that the training are required by parents, seen from the results of the evaluation that nearly 90% of parents feel gain related knowledge to build the character of children, although only about 85% of parents who have started to apply the material. Similarly, the evaluation results obtained from kindergarten teacher Raudlatul Azhar, that 90% of kindergarten teachers to acquire knowledge about the design and implementation of curriculum-based character of the training materials. Based on these results, obtained input for the next activity focused on material practice and chores are evaluated regularly. Keyword - Building Child Character, Psychological Approach, Moral Learning and Behavior
Pengaruh Kecerdasan Emosi dan Konsep Diri Terhadap Kemampuan Mengajar Guru Taman Kanak-Kanak Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.018 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.207

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan antara kedua variabel bebas (kecerdasan emosi dan konsep diri) dengan variabel terikat (kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak). Populasi dalam penelitian ini adalah adalah seluruh guru Taman Kanak-Kanak se-Kecamatan Larangan Tangerang (jumlah guru sebanyak 310 orang). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosi (X1) dengan kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak (Y), koefisien korelasi antara kecerdasan emosi (X1) dengan kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak sebesar 0, 32. Melalui uji-t diperoleh thit sebesar 2,48 lebih besar dari pada ttab sebesar 1,67 sehingga koefisien korelasi (ry1) dinyatakan signifikan. (2) Terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri (X2) dengan kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak, koefisien korelasi antara konsep diri X2 dengan kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak (Y) sebesar 0,48. Melalui uji-t diperoleh thit sebesar 3,98 lebih besar dari pada ttab sebesar 1,67 sehingga koefisien korelasi (ry2) dinyatakan signifikan. (3) Koefisien korelasi ganda secara bersama-sama antara kecerdasan emosi dan konsep diri dengan kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak diperoleh (Ry12) sebesar 0,48. Pengujian signifikansi melalui uji F diperoleh Fhit sebesar 8,00 lebih besar dari pada Ftab sebesar 3,18 sehingga koefisien korelasi ganda (Ry12) dinyatakan signifikan berarti bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi dan konsep diri secara bersama-sama semakin tinggi juga kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak. Sebaliknya, semakin rendah kecerdasan emosi dan konsep diri semakin rendah juga kemampuan mengajar guru taman kanak-kanak.Kata Kunci - Kecerdasan Emosi, Konsep Diri, Kemampuan Mengajar Guru TK Abstract - This study aims to find out about the relationship between the two  independent variables(emotional intelligence and self-concept) with the dependent variable(the ability of teachers to teach kindergarten).The population in this study is the entire kindergarten teacher as Tangerang District Larangan(the number of teachers as much as310 people).The results of this study concluded that: (1) There is a significant relationship between emotional intelligence(X1) with the ability to teach a kindergarten teacher(Y), the coefficient of correlation between emotional intelligence(X1) with the ability to teach a kindergarten teacher (Y) at 0,32. Through the t-test of 2.48 obtained t-calculate is greater than-table correlation coefficient f1.67 (ry1) expressed significant. (2 )There is a significant relationship between self-concept (X2) with the ability of teachers to teach kindergarten, the correlation coefficient between self-concept X2 with the ability to teach a kindergarten teacher(Y) at 0,48. Through the t-test of 3.98 obtained Thit is greater than that-table correlation coefficient of 1.67(ry2) expressed significant. (3)The coefficient of multiple correlation jointly between emotional intelligence and self-concept and ability to teach a kindergarten teacher was obtained (Ry12) of 0.48. Testing the significance of F-calculate obtained through the F-test of 8.00 greater than 3.18 so F-table for multiple correlation coefficient(Ry12) revealed a significant means that the higher the emotional intelligence and self-concept together the higher the ability of teachers to teach kindergarten as children.Conversely, the lower the self-concept of emotional intelligence and the lower the ability of teachers to teach kindergarten.Keyword – Emotional Intelligence, Self Concept, Teaching Skills Kindergarten Teachers
Pembelajaran Guru PAUD Jabodetabek: Studi Terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembelajaran Guru PAUD JABODETABEK Tahun 2014/2015 Fidesrinur Fidesrinur; Nurfadilah Nurfadilah; Nila Fitria
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.136 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i4.229

Abstract

Abstrak - Perkembangan pendidikan anak usia dini berkembang dengan pesat. Hal tersebut tentunya tidak lepas dari konteks pembelajaran yang dilakukan di lembaga PAUD. Konteks pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai factor, (1)sarana prasarana,(2) tenaga pendidik, sekolah, (3) tenaga kependidikan, dan factor psikologis lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran guru PAUD Jabodetabek. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik, yaitu data dideskripsikan dengan menggunakan statistik deskriptif, dan dimaknai secara mendalam berdasarkan perspektif emik yaitu penyajian data secara alamiah tanpa melakukan suatu manipulasi atau perlakuan terhadap subjek yang diteliti serta diperkuat melalui triangulasi data melalui observasi dan wawancara pengurus dan pendidik PAUD, orang tua, dan masyarakat sekitar sekolah. Terdapat 21 lembaga PAUD dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : pertama, terdapat 85% pembelajaran dilakukan dengan konteks pembelajaran klasikal, kedua, terdapat beberapa factor yang mempengaruhi pembelajaran guru PAUD, yaitu: (1) luas lahan yang tidak memenuhi standar (2) kompetensi pendidik yang kurang mengeksplore potensi anak didik (3) biaya pendidikan yang bersaing dengan lembaga PAUD lainnya dan (4) sarana prasarana yang sangat minim.Kata Kunci: Penguasaan Pembelajran, Pendekatan Pembelajaran, Pendidikan Anak Usia Dini, GuruAbstract - The development of early childhood education is growing rapidly. It certainly can not be separated from the context of learning conducted in PAUD institutions. The context of learning is influenced by various factors, (1) infrastructure, (2) educators, schools, (3) education personnel, and other psychological factors. The purpose of this study is to determine the factors that affect learning early childhood teachers Jabodetabek. This research is analytic descriptive, the data is described by using descriptive statistics, and interpreted in depth based on the perspective of emik is the presentation of data naturally without doing a manipulation or treatment of the subject under study and strengthened through triangulation of data through observation and interviews of PAUD administrators and educators, parents, and communities around the school. There are 21 PAUD institutions in this study. Based on the result of the research, it can be concluded that firstly, 85% of learning is done with the context of classical learning. Secondly, there are several factors influencing the learning of early childhood teachers: (1) the area of land that does not meet the standard (2) educative (3) educational costs that compete with other early childhood institutions and (4) infrastructure facilities are very minimal.Keyword - Learning Mastery, Learning Approach, Early Childhood Education, Teacher