Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementation of The Project Based Learning Model to Improve the Creativity of Grade V Students at SDN 1 Weru Lor Oktaviani, Anggra; Fikriyah, Fikriyah; Iman, Bagus Nurul
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 6 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.6.p.5126-5140

Abstract

This research was motivated by the need for educational innovation under the Merdeka Curriculum to boost 21st-century skills, especially creativity, in Indonesian human resources. Initial observations at UPTD SD Negeri 1 Weru Lor showed that a conventional 5th grade IPAS (Science and Social Studies) teaching method resulted in only 15% of students demonstrating creativity, demanding a change in approach. The study aimed to implement, assess the results of, and analyze the effectiveness of the Project-Based Learning (PjBL) model in improving the creativity of 5 th grade students. The methodology used was Kemmis and McTaggart’s Classroom Action Research (CAR), conducted over two cycles, involving planning, action, observation, and reflection. Data was collected via teacher and student activity observations, learning outcome tests, and documentation. The results showed a significant improvement. In Cycle I, average student creativity was 55.58% (Moderately Creative), with only 20.68% learning mastery. Following improvements in Cycle II, student creativity soared to 95.79% (Very Creative), and learning outcome mastery reached 96.55%. Teacher performance also increased from 95.23% to100%. The study concludes that the application of the PjBL model is significantly effective in increasing both creativity and learning outcomes for 5th grade IPAS students at UPTD SD Negeri 1 Weru Lor. 
Penerapan Model Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila (Penelitian Tindakan Kelas V di SD Negeri 1 Lemahabang) Kayla Haifa Winarto; Fikriyah, Fikriyah; Iman, Bagus Nurul
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v6i3.1550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V SD Negeri 1 Lemahabang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes tulis, dan wawancara, dengan indikator penilaian berpikir kritis meliputi fokus masalah, alasan logis, penarikan kesimpulan, pemahaman konteks, dan kejelasan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek yang diamati. Kualitas modul ajar meningkat dari 48,15% (pra siklus, kategori cukup) menjadi 81,48% (siklus I, kategori baik) dan 96,30% (siklus II, kategori sangat baik). Aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari 53,57% (pra siklus) menjadi 78,57% (siklus I) dan 96,42% (siklus II). Aktivitas siswa meningkat dari 40,17% (pra siklus) menjadi 58,03% (siklus I) dan 80,35% (siklus II). Kemampuan berpikir kritis siswa, yang diukur melalui tes tulis, naik dari 40,62% (pra siklus, kategori kurang) menjadi 60,31% (siklus I, kategori cukup) dan 81,56% (siklus II, kategori sangat baik). Temuan ini membuktikan bahwa penerapan model Two Stay Two Stray efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, terutama melalui interaksi aktif, kerja sama kelompok, pertukaran informasi antarkelompok, serta bimbingan intensif guru. Model ini relevan untuk diterapkan sebagai strategi pembelajaran aktif pada Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah dasar, karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, melatih keberanian berpendapat, serta mengasah keterampilan analisis secara kolaboratif.