Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN DESAIN ENVIRONMENTAL GRAPHIC DESIGN UMEDA HOSPITAL Brian Alvin Hananto; Eldad Timothy; Rafi Krisananda; Togu Stefanus
Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 1 No 2 (2019): Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.343 KB) | DOI: 10.33005/gestalt.v1i2.37

Abstract

Environmental graphic design (EGD) adalah sebuah obyek desain grafis yang belum banyak dibahas karena seringkali dinilai inferior. Hal itu dikarenakan EGD seringkali dinilai hanya ‘melengkapi’ desain interior ataupun arsitektur yang secara volume lebih tinggi dibangingkan EGD, namun hal itu bukan berarti EGD merupakan sebuah obyek desain yang remeh. Tulisan ini akan membahas EGD dari Umeda Hospital yang didesain oleh Kenya Hara. Kajian terhadap desain tersebut dilakukan dengan melihatnya sebagai obyek desain grafis: memiliki elemen gambar dan tulisan. Dengan melihat relasi antara kedua elemen tersebut dalam EGD Umeda Hospital, penulis mendapatkan kesimpulan bagaimana EGD tersebut dirancang tidak hanya fungsional semata, namun juga konseptual dan juga memiliki pertimbangan estetik yang tidak kalah penting. Penulis berharap tulisan ini dapat menunjukkan otoritas dan mungkin kompleksitas dari disiplin desain grafis dalam perancangan EGD yang tidak kalah dengan disiplin ilmu lainnya.
PEMBELAJARAN KONTRAS DALAM TIPOGRAFI MELALUI STUDI KOMPOSISIONAL Brian Alvin Hananto
Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 2 No 1 (2020): Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v2i1.56

Abstract

Tipografi telah menjadi salah satu disiplin ilmu yang keberadaannya semakin ditekan dengan berkembangnya disiplin desain yang lebih baru. Namun melihat jangkauanya, tipografi merupakan sebuah disiplin ilmu dasar yang penggunaannya banyak ditemukan sehari-hari. Dalam rangka mengajarkan dan meningkatkan kepekaan mahasiswa-mahasiswi DKV UPH dalam tipografi, penulis melakukan penelitian tindakan kelas untuk mengkaji dan mengevaluasi perkuliahan mata kuliah Tipografi Dasar yang diselenggarakan tiap tahunnya. Tulisan ini akan membahas mengenai salah satu latihan dalam mata kuliah tersebut, yakni latihan 3, dimana pada latihan ini mahasiswa-mahasiswi akan belajar mengenai kontras dalam tipografi dengan membuat rancangan komposisi desain. Melalui kuisioner kepada mahasiswa dan juga evaluasi tim dosen pengajar, penulis melihat bahwa latihan 3 ini menjadi sebuah latihan yang sangat efektif dalam perkuliahan di Tipografi Dasar DKV UPH, bahkan mungkin juga untuk diterapkan dalam universitas atau institusi lain yang juga memiliki kelas tipografi.
ANALISIS VISUAL POSTER FILM “PEREMPUAN TANAH JAHANAM (2019)” MENGGUNAKAN METODE ANALISIS CONTEXT, FORM, DAN CONTENT Audrey Alicia Silverstan; Injo Cindy Priscilla Wiryanto; Medelyn Aurellia; Tamara Audrey Tamosee; Brian Alvin Hananto
Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 3 No 1 (2021): Gestalt : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/gestalt.v3i1.74

Abstract

Dalam rangka melanjutkan penelitian tindakan kelas penulis, makalah ini akan membahas mengenai hasil analisis visual poster film “Perempuan Tanah Jahanam” dengan menggunakan metode analisis form, konten, dan konteks. Film “Perempuan Tanah Jahanam” adalah sebuah film horror yang memiliki poster yang berbeda dengan poster-poster film horror pada umumnya. Dengan menggunakan metode analisis form, konten, dan konteks, dapat dipahami bagaimana poster ini secara efektif mengkomunikasikan pesan dan kesan dari poster film itu. Metode ini merupakan sebuah materi utama dalam mata kuliah Metodologi Desain yang diselenggarakan pada Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Pelita Harapan. Dengan demikian, pemahaman mahasiswa-mahasiswi akan metode ini dan keberhasilan mahasiwa-mahasiswi dalam menggunakan metode ini menjadi sebuah indikator dari keberhasilan penelitian tindakan kelas dan juga pelaksanaan kelas tersebut.
Perancangan Environment Graphics Museum Gajah Brian Alvin Hananto; Hady Soenarjo
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 17 No. 2 (2017): JULY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.457 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.17.2.67-77

Abstract

Sebagai salah satu museum yang tua, Museum Gajah memiliki ribuan koleksi yang dipamerkan dalam tempat yang terbatas. Pameran artefak yang padat di Museum Gajah tidak memiliki environment graphic yang  harusnya  dapat  menunjang  pameran  tersebut.  Kajian  ini  bertujuan  untuk  membuat  sebuah environment  graphic  baru.  Dengan  observasi  lapangan  dan  studi  referensi,  hasil  desain  dari  kajian  ini dapat menjadi model akan bagaimana proses desain environment graphic dapat dilakukan.
Evaluation of Pengenalan Tipografi 2021/2022 Course’s Hybrid Learning Format Brian Alvin Hananto
IMATYPE: Journal of Graphic Design Studies Vol 1, No 2: August 2022
Publisher : Penerbit Fakultas Desain Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/imatype.v1i2.5894

Abstract

As limitations of the physical classes because of the COVID-19 pandemic started to subdue, Universitas Pelita Harapan attempts to conduct Pengenalan Tipografi in a hybrid learning format. To measure the effectiveness of the hybrid learning format and the syllabus’s adjustments due to the shift in format, the author conducted classroom action research to evaluate the conduct of the hybrid learning format in the 2021/2022 academic year. The data used to assess the class is a combination of qualitative and quantitative data, such as the final grades, scores of each assignment, surveys, and interviews. The study shows that the conduct of the 2021/2022 academic year is considered successful as the students receive an overall mean of B-, and 77% of the students who participated in the survey gave the hybrid format learning a 4.27 out of 5 scores.
Studi Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Perusahaan Jasa Desain Grafis Brian Alvin Hananto
IMATYPE: Journal of Graphic Design Studies Vol 1, No 1: February 2022
Publisher : Penerbit Fakultas Desain Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/imatype.v1i1.5213

Abstract

Pandemi COVID-19 memiliki dampak pada perekonomian dan industri di Indonesia, tidak terkecuali kepada perusahaan jasa desain grafis. Guna mendapat gambaran lebih jelas terkait sejauh apa dampak pandemi COVID-19 pada perusahaan desain grafis di Indonesia, penulis melakukan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode pengumpulan data cross sectional pada empat belas responden. Keempat belas responden diberikan tiga pertanyaan yang menanyakan terkait bagaimana dampak pandemi COVID-19 pada perusahaan mereka; bagaimana pandangan mereka terhadap dampak pandemi COVID-19 terhadap industri desain; dan apa yang perlu dipersiapkan oleh desainer untuk menghadapi kondisi New Normal. Berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan, respon dari para responden memberikan gambaran bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan adanya penurunan pemasukan, perubahan cara kerja, perubahan proyek, dan juga perubahan pasar, sedangkan persiapan yang dilakukan berkisar persiapan mentalitas, adaptabilitas, menjaga kesehatan, cara kerja daring, kemampuan-kemampuan baru, dan juga menjaga produktivitas. Penulis berharap penelitian ini dapat menjadi referensi dari studi dampak pandemi COVID-19 pada industri desain grafis dan juga landasan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait hal ini.
KLASIFIKASI DAN TAKSONOMI EKSPLORASI VISUAL DALAM MONOGRAM Brian Alvin Hananto
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.759 KB) | DOI: 10.25105/jdd.v4i1.4561

Abstract

AbstractClassification and Taxonomy of Visual Explorations in Monogram. Today we can find many monograms being designed. A monogram is composed by using two or more letters. These letters composition is used as a sign that is often used for identification, similar like a logo. As the design of monogram itself uses letters as it’s fundamental elemen, this indicates that typography is an essential knowledge to be learnt to enabledesigners to create monograms. This paper using 16 samples that were taken from several classes from the Visual Communication Design department on Universitas Pelita Harapan. A classification on the visual explorations created from samples that were found. The result were six different categories on explorations approaches for designing monograms. From the six categories, the categories maped and created ataxonomy based on the level of understanding of structure on letter and monograms. The taxonomy and classifications resulted from the study is expected to be applicable for design explorations concerning monogram designs, may it be on class, or outside of class.AbstrakKlasifikasi dan Taksonomi Eksplorasi Visual dalam Monogram. Dewasa ini terdapat banyak desain monogram yang bermunculan. Monogram tersusun dari dua atau lebih huruf yang disusun guna menjadi sebuah penanda identitas. Desain monogram yang menggunakan huruf sebagai elemen fundamentalnya tentu tidak lepas dari pemahaman tipografi. Dengan pemahaman yang cukup, eksplorasi menjadi hal yang terfasilitasi dan tidak mustahil untuk dilakukan. Pembahasan ini menggunakan 16 sampel hasil karya mahasiswa yang diambil dari perkuliahan mata kuliah Tipografi Dasar di program studi Desain Komunikasi Visual pada Universitas Pelita Harapan. Dari keseluruhan sampel dibuat klasifikasi terhadap eksplorasi-eksplorasi visual yang ditemukan. Hasilnya adalahenam kategori pendekatan eksplorasi visual untuk perancangan monogram. Dari keenam kategori tersebut, dipetakan kategori-kategori tersebut dan disusun sebuah taksonomi berdasarkan tingkatan pemahaman dan penguasaan dari struktur huruf dan monogram.Taksonomi serta klasifikasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai basis dalam eksplorasi desain monogram lainnya, baik dalam praktik di kelas maupun di luar kelas
IMPLEMENTASI BUDAYA KOREA PADA PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL “MIREOKKI” Brian Alvin Hananto
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.18 KB) | DOI: 10.25105/jdd.v5i1.6855

Abstract

AbstractThe Implementation of Korean Culture in Mireokki’s Visual Identity Design. Globalization made Indonesia exposed to other nation’s cultures. One of the mainstream cultures that are being exposed to Indonesian peoples is the popular culture of Korea. From foods, music, films, lifestyles and also design artifacts from Korea can be found here in Indonesia. One of Korean’s food that is widely favored in Indonesia is tteokbokkis, in which tteokbokki became the basis for food innovation development conducted by Stefani Octavia from the department of Food Technology, Universitas Pelita Harapan. On a collaborative work held by the Department of Food Technology and the Department of Visual Communication Design, there is a visual identity design made by Shella Subagia towards the product developed by Octavia, called “Mireokki”. Using qualitative design methods, Subagia succeeded in designing a logo, packaging, digital promotion media and brand activation which incorporates visuals from the Korean culture. This article contains the research and assessment that the author had done on the design works made by Subagia. The conclusion is that the form implementation of external contexts can be performed when the designer had the basic ability to create a design that is coherent and also united. AbstrakImplementasi Budaya Korea pada Perancangan Identitas Visual “Mireokki”. Globalisasi membuat kita semakin terekspos dengan budaya-budaya luar. Salah satu bentuk budaya populer yang tengah dikonsumsi masyarakat Indonesia adalah budaya Korea. Mulai dari makanan, musik, film, gaya hidup sampai artefak-artefak desain dari Korea banyak ditemukan di Indonesia. Salah satu makanan Korea yang tengah digemari di Indonesia adalah tteokbokki. Jenis makanan tersebut menjadi referensi dari pengembangan makanan dan inovasi yang dilakukan oleh Stefani Octavia dari program studi Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan. Pengembangan dilakukan dalam rangka kerjasama antara program studi Teknologi Pangan dan Desain Komunikasi Visual, melalui perancangan identitas visual oleh Shella Subagia terhadap produk inovasi Octavia yang bernama “Mireokki”. Dengan menggunakan metode perancangan kualitatif, Subagia berhasil menggagas perancangan logo, kemasan, media digital promosi dan juga brand activation yang mengimplementasikan karakter visual dari budaya Korea. Tulisan ini berisi penelitian dan penilaian kritis terhadap proses perancangan yang dilakukan oleh Subagia. Simpulan yang dihasilkan bahwa implementasi rupa dari konteks eksternal dapat dilakukan selama desainer memiliki kemampuan dasar untuk menggagas desain yang koheren dan menyatu.
ANALISIS PRINSIP GESTALT PADA SPREAD “HANGING AT CARMINE STREET” MAJALAH BEACH CULTURE Brian Alvin Hananto; Chrisya -; Rahel Kristhea; The -; Jemima Deka Jenaya
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.162 KB) | DOI: 10.25105/jdd.v6i1.9127

Abstract

AbstractGestalt Principles Analysis in Beach Culture’s “Hanging at Carmine Street” Spread. The famous David Carson once stated that creativity can’t be taught; as if removing any possibility for people who felt uncreative to learn and develop themselves. In order to reframe and highlight that creativity in design can be taught methodologically, this study is to analyze one of Carson’s well-known work, Beach Culture’s spread “Hanging at Carmine Spread”. The analysis is using the Day formal analysis, which is to identify snapshot and the relation of visual elements and types, and to see how visual elements perceived with Gestalt principles. The result of this analysis is the mapping of four Gestalt principles which are similarity, proximity, common fate, and good continuation that work together side by side. By deconstructing Carson’s work, the author hoped to shed a possibility that creativity on design can be understood and learned by having principles, theories, and also methodologies as a framework.Keywords: gestalt, Beach Culture, David Carson, magazine, creativity Abstrak Analisis Prinsip Gestalt pada Spread “Hanging at Carmine Street” Majalah Beach Culture. David Carson pernah mengungkapkan bahwa kreativitas tidak dapat diajarkan. Hal tersebut seolah menutup kesempatan bagi orang-orang yang merasa tidak kreatif untuk bisa belajar dan mengembangkan dirinya. Dalam rangka membingkai dan menegaskan bahwa pemahaman kreatif dalam desain dapat diajarkan dan dipelajari secara metodologis, maka dilakukan studi untuk menganalisis salah satu karya David Carson yang terkenal, yaitu spread “Hanging at Carmine Street” dari majalah Beach Culture. Analisis dilakukan menggunakan kacamata analisis formal Day, yaitu dengan mengidentifikasi snapshot dan membahas relasi elemen gambar dan huruf, dan melihat bagaimana elemen-elemen visual tersebut dipersepsikan berdasarkan prinsip-prinsip Gestalt. Hasil dari analisis ini adalah pemetaan adanya empat prinsip Gestalt yaitu similarity, proximity, common fate, dan good continuation yang bekerja sekaligus dan secara berdampingan. Melalui dekonstruksi karya Carson diharapkan dapat ditunjukkan bahwa kreativitas dalam berkarya dapat dipahami dan setidaknya dipelajari dengan berpegangan dalam prinsip, teori ataupun metodologi tertentu.Kata kunci: gestalt, Beach Culture, David Carson, majalah, kreativitas 
Pengembangan Motif Batik Semarangan Menggunakan Tipografi sebagai Gagasan Visual Brian Alvin Hananto; Achmad Syarief; Agus Nugroho ujianto
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Seni & Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.225 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v1i1.3874

Abstract

AbstractIn the past 10 years, as production knowledge evolved and consumption increased, batik is flourished in Indonesia either through self-development business or county’s development centre programme. One of the promising development centre project is Semarang Batik Village (Kampung Batik Semarang) that produce both traditional motif of Semarang’s Batik (Semarangan) and contemporary motifs using visuals of popular icon of Semarang such as culinary, architectural, and tourism spot objects. Based on the premise of batik as visual medium, the research developed new and contemporary Semarangan batik using typography as visual elements. It conducted in 2 (two) phases: first phase was using literature review, on site observation and interview with batik craftsmen at Kampung Batik Semarang. Second phase was the designing process on the purpose to visualize motif through digital means. Results of batik development are 5 (five) new contemporary motifs of Batik Semarangan that each produce in 2 (two) tone colours.AbstrakDalam dasawarsa terakhir teknologi produksi, desain motif dan konsumsi batik telah berkembang pesat di hampir seluruh pelosok Indonesia baik melalui program pengembangan usaha batik mandiri maupun pengembangan sentra batik daerah. Salah satu proyek sentra batik daerah yang menunjukkan perkembangan positif adalah Kampung Batik Semarang, yang direvitalisasi setelah sempat menghilang di masa penjajahan Belanda-Jepang. Melalui kampung batik Semarang diproduksi kembali motif-motif batik Semarangan lama serta motif-motif Semarangan baru/kontemporer melalui visualisasi ikon populer kota Semarang seperti kuliner, bangunan arsitektural, dan situs wisata. Berdasarkan premis batik sebagai medium visual, dalam penelitian dikembangkan motif batik Semarangan baru/kontemporer dengan memanfaatkan elemen visual tipografi. Proses penelitian dilaksanakan dalam 2 (dua) fase yaitu fase pertama memanfaatkan kajian kepustakaan mengenai Batik Semarangan, serta observasi dan wawancara pada pelaku produksi batik di Kampung Batik Semarang. Fase kedua proses perancangan dan visualisasi motif batik secara digital. Hasil pengembangan berupa 5 (lima) motif batik yang menggunakan 2 (dua) pewarnaan untuk masing-masing motif.