Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

PENATALAKSANAAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Marbun, Agnes Silvina; Siregar, Rinco; Martina, Siska Evi; Safitri, Salma; Ziliwu, Bakhtiar Agus; Simanjuntak, Juliana
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) yang biasa juga disebut dengan penyakit kencing manis dan merupakan penyakit tidak menular, hal ini terjadi oleh karena peningkatan kadar gula dalam darah. Prevalensi angka kejadian DM setiap tahunnya di Indonesia mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan penderita DM yang belum memahami cara mempertahankan dan menjaga kesehatannya, sehingga diperlukan penanganan secara klinis dengan prosedur yang tepat untuk mengurangi risiko multi faktorial hiperglikemia. Dalam hal ini untuk mendukung manajemen diri pasien dalam mempertahakan status kesehatannya dengan cara menerapkan metode Diabetes Self Management Education (DSME). Proses ini dimana penderita DM diberikan pengetahuan tentang pelaksanaan cara yang tepat dalam melakuakn perawatan secara mandiri sehingga dapat mempertahankan kontrol gula darah, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup penderita DM. Kegiatan pengabdian masyarakat dihadiri oleh 25 orang peserta. Pemberian edukasi DSME sangat diterima oleh masyarakat dibuktikan dengan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan serta mampu menjelaskan semua yang berhubungan dengan DSME.
PENCEGAHAN RESIKO CEDERA KEPALA Marbun, Agnes Silvina; Evi, Siska; Bengi, Nanda Simah; Telambanua, Swasti; Hafizuddin, Hafizuddin
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera kepala merupakan masalah pada struktur kepala akibat mengalami benturan yang berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi otak. Cedera kepala cenderung mengalami masalah yang komplit karena akan terjadi masalah pada otak dan saraf. Masalah ini dapat berupa luka ringan, memar di kulit kepala, bengkak, perdarahan, patah tulang tengkorak, atau gegar otak. Penyebab kematian atau kecacatan yang dapat terjadi apabila cedera kepala tidak mendapatkan pertolongan yang benar pada saat kegawatdaruratan. Melihat besarnya dampak yang dapat diakibatkan dari cedera kepala perlu adanya pencegahan dan sistem pendukung yang intensif, sehingga diharapkan masalah yang ada dapat teratasi dan komplikasi yang mungkin terjadi dapat dihindari secara dini, serta tindakan pencegahan yang komprehensif. Pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi resiko cedera kepala di dalam masyarakat adalah dengan menggunakan alat pengaman saat berolahraga, selalu menggunakan alat keselamatan seperti helm atau pelindung kepala apabila bekerja di lingkungan yang berisiko menimbulkan cedera kepala. Memasang pegangan besi di kamar mandi dan di samping tangga untuk mengurangi risiko terpeleset Memastikan lantai selalu kering dan tidak licin. Memasang penerangan yang baik di seluruh bagian rumah. Memeriksa kondisi mata secara rutin, terutama jika mengalami gejala gangguan penglihatan, seperti buram atau penglihatan berbayang. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, telah dilakukan penjelasan tentang pencegahan resiko cedera kepala pada 20 orang dan peserta mampu menjelaskan tentang pencegahan resiko cedera kepala.
PELAKSANAAN EMPAT PILAR PADA PENDERITA DIABETES MELITUS Marbun, Agnes Silvina; Brahmana, Netti; Parida Sipayung, Normi; Sinaga, Ceria; Uli Marbun, Kesia Lina; Halianja, Rahul
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya dan merupakan penyakit menahun yang akan disandang seumur hidup. DM termasuk dalam masalah kesehatan yang belum dapat disembuhkan, hal yang mungkin dapat dilakukan oleh penderita DM adalah mengontrol dan mengendalikan penyakitnya agar dapat mempertahankan kualitas hidup. Hal yang perlu dilakukan pada penderita DM agar tetap hidup sehat yaitu mengetahui pengolahan kadar gula darah melalui pelaksanaan empat pilar. Pengolahan empat pilar yang harus diketahui penderita DM adalah edukasi, nutrisi, aktifitas fisik dan farmakologi. Pilar pertama edukasi yang memiliki peranan penting agar penderita DM mempunyai pengetahuan dan keterampilan sehingga dapat merawat diabetes secara mandiri, pilar kedua perencanaan makan atau diet yaitu makanan seimbang sesuai dengan kebutuhan kalori, pilar ketiga olahraga dengan berolahraga tubuh menggunakan sebagian glukosa darah sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah agar kembali normal, dan pilar yang keempat obat jika diperlukan apabila makanan dan olahraga tidak dapat membuat glukosa darah turun, obat oral diabetes bukan hormon insulin, obat ini membantu penyandang diabetes menggunakan insulinnya sendiri dengan lebih baik dan menurunkan pelepasan glukosa oleh hati sehingga kadar glukosa darah terkontrol. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang pelaksanaan empat pilar pada penderita diabetes melitus dengan peserta sebanyak 20 orang. Diharapkan dapat meningkatkan sikap tentang kepedulian penderita DM terhadap penyakitnya, sehingga penderita DM diharapkan proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
Senam Kaki Diabetik Terhadap Sirkulasi Darah Marbun, Agnes Silvina; Ariyani, Novita; Sipayung, Normi Parida; Ginting, Azwara Andika; Sinaga, Aan Sanita; Sinaga, Wina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senam kaki diabetik dapat membantu memperbaiki peredaran darah yang terganggu dan memperkuat otot-otot kecil kaki pada pasien diabetes dengan neuropati. Selain itu dapat memperkuat otot betis dan otot paha, mengatasi keterbatasan gerak sendi dan mencegah terjadinya deformitas. Keterbatasan jumlah insulin pada penderita diabetes melitus mengakibatkan kadar gula dalam darah meningkat hal ini menyebabkan rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainya. Sehingga pasokan darah ke kaki semakin terhambat, akibatnya pasien diabetes melitus akan mengalami gangguan sirkulasi darah pada kakinya. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, telah dilakukan senam kaki diabetik pada 19 orang dan hasil menunjukkan bahwa sebelum dilakukan senam kaki memiliki nilai rata-rata sirkulasi darah kaki 2,16 dengan nilai (SD sama dengan 0,602), dan setelah dilakukan senam kaki nilai rata-rata sirkulasi darah kaki meningkat menjadi 2,68 (SD sama dengan 0,478). Berdasarkan uji wilxocon sign rank test dengan taraf kesalahan alpha = 0,05 diperoleh nilai sirkulasi darah kaki p sama dengan 0,002 (p < alpha). Saran untuk praktek keperawatan diharapkan perawat hendaknya membuat prosedur tetap senam kaki diabetik dan sebaiknya menggunakan alat yang lebih akurat untuk mengukur sirkulasi darah kaki seperti Dopller HI-doop.
Perawatan Payudara Dalam Masa Puerperium Untuk Memperlancar Pengeluaran ASI Marbun, Agnes Silvina; Sapitri, Henny; Sipayung, Normi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas atau peurperium berasal dari bahasa latin yaitu puer yang artinya bayi dan paraous yang artinya melahirkan atau berarti masa sesudah melahirkan. Masa nifas merupakan masa pemulihan dari sembilan bulan kehamilan dan proses kelahiran. Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan fisiologis yaitu salah satunya adalah laktasi atau pengeluaran air susu. Air Susu Ibu (ASI) merupakan cairan kehidupan terbaik yang mengandung zat dan sangat dibutuhkan oleh bayi karena baik untuk pertumbuhan dan dapat meningkatkan imun bayi. Untuk menjamin pemenuhan ASI bagi bayi secara optimal, maka faktor yang sangat menentukan dalam pemberian ASI salah satunya ialah perawatan payudara sejak kehamilan dan setelah melahirkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh 10 orang peserta, dengan urutan kegiatan memberikan penjelasan tehnik perawatan payudara dan kemudian melakukan pelatihan payudara yang dilakukan oleh ibu-ibu nifas. Hasil evaluasi didapatkan bahwa peserta mampu memahami dan menjelaskan serta melakukan perawatan payudara untuk memperlancar pengeluaran ASI secara mandiri.    
Edukasi Kesehatan Pentingnya Sarapan Bagi Anak Sekolah di SD Negeri 173328 Kec. Pangasean Lintongnihuta, Kab. Humbahas Marbun, Agnes Silvina; Marthalena Simamora; Lasma Rina Sinurat
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarapan pagi merupakan asupan makanan pertama yang masuk ke dalam tubuh setelah puasa saat tidur di malam hari. Saat sarapan, otak kembali mendapatkan asupan nutrisi. Sarapan yang sehat harus memenuhi sekurangnya seperempat dari kebutuhan nutrisi harian. Jadi, setidaknya menu sarapan pagi harus mengandung karbohodrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat, serta air yang cukup untuk membantu proses pencernaan, meningkatkan energi juga konsentrasi dan daya ingat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada siswa tentang sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah agar pada saat proses pembelajaran siswa dapat berkonsentrasi penuh dalam menerima pelajaran yang ditujukan kepada siswa/i. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan bagi siswa/i kelas V dan VI SD Negeri 173328 Kec. Pangasean Lintongnihuta, Kabupaten Humbahas dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang. Kegiatan dilaksanakan pada 10 November 2023. Hasil pre test sebelum edukasi kesehatan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan pentingnya sarapan pagi mayoritas kurang yaitu sebanyak 90%, dan setelah diberikan edukasi kesehatan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan pentingnya sarapan pagi mayoritas baik yaitu sebanyak 80%.
Pertolongan Pertama Pada Remaja Tersedak (choking) Di SMA Muhammadiyah 3 Medan Marbun, Agnes Silvina; Lasma Rina Efrina Sinurat; Henny Syapitri
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tersedak merupakan kondisi gawat darurat yang harus cepat ditangani. Tersedak bisa dialami oleh semua golongan usia. Tersedak adalah penyebab utama keempat kematian yang tidak disengaja. Akibat kondisi tersedak seseorang akan mengalami gangguan atau penyumbatan pada saluran pernafasan dan bila dibiarkan terlalu lama dan tidak segera ditangani tubuh bisa mengalami kekurangan oksigen (hipoksia) dan dapat mengakibatkan kecacatan maupun kematian. Untuk melakukan pertolongan terhadap kejadian ini diperlukan teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD) penanganan tersedak. Teknik ini, selain harus dikuasai oleh petugas medis, juga penting diketahui oleh orangtua sebagai pertolongan pertama jika menemukan anak tersedak sebelum mendapatkan penanganan medis selanjutnya. Oleh karena itu orangtua perlu memiliki wawasan yang didapatkan dari penyuluhan yang diberikan oleh tim tentang pencegahan dan penatalaksanaan tersedak pada anak di rumah untuk mengurangi angka kejadian dan kemungkinan perburukan kondisi pada anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada remaja untuk mengetahui dan mengaplikasikan prosedur pertolongan pertama pada tersedak. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan bagi siswa/i SMA Muhammadiyah 3 Medan, dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang. Hasil pre test sebelum edukasi kesehatan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan tentang pertolongan pertama tersedak mayoritas kurang yaitu sebanyak 90%, dan setelah diberikan edukasi kesehatan tentang pertolongan pertama tersedak didapatkan bahwa tingkat pengetahuan mayoritas baik yaitu sebanyak 80%.
Edukasi Kualitas Tidur Pada Penderita Hipertensi Marbun, Agnes Silvina; Lasma Rina Efrina Sinurat; Henny Syapitri; Putri Lestari; Rifki Amtenar; Satidasar Halawa
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur adalah salah satu kebutuhan fisiologi yang memiliki dampak terhadap kualitas serta keseimbangan hidup. Kualitas tidur yang jelek artinya faktor resiko terjadinya masalah fisik serta psikologis. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang penting untuk segera diatasi karena jumlah penderitanya semakin tinggi. Yang menjadi salah satu faktor terjadinya peningkatan tekanan darah adalah kualitas tidur yang buruk. Selain kualitas tidur yang buruk ada beberapa pencetus terjadinya peningkatan tekanan darah yaitu tingkat stres yang berat. Proses degeneratif pada lansia menyebabkan waktu tidur efektif semakin berkurang, sehingga tidak mencapai kualitas tidur yang adekuat dan akan menimbulkan berbagai macam keluhan tidur. Makin bertambah usia, makin besar kemungkinan seseorang mengalami permasalahan fisik, jiwa, spiritual, ekonomi dan sosial. Proses degeneratif pada lansia menyebabkan waktu tidur efektif semakin berkurang, kualitas tidur yang buruk atau kurang jam tidur akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah atau hipertensi.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi tentang kualitas tidur pada penderita hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan kepada penderita hipertensi di UPT. Puskesmas Sumbul, dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang. Hasil pre test sebelum edukasi kesehatan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan tentang kualitas tidur kurang yaitu sebanyak 90%, dan setelah diberikan edukasi kesehatan tentang kualitas tidur didapatkan bahwa tingkat pengetahuan mayoritas baik yaitu sebanyak 80%.
DIET SEHAT DAN GIZI SEIMBANG PADA PENDERITA HIPERTENSI Marbun, Agnes Silvina; Sipayung, Rosetty Rita; Sidomuncul, Lamhot; Rex, Dean; Dharma, Sonya
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan gangguan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan suplai oksigen dan juga nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. Hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, konsumsi garam yang berlebihan, kurang aktifitas fisik, dan berat badan yang berlebih. Komplikasi dari hipertensi dapat berupa infark miokardium, stroke, gagal ginjal dan gagal jantung. Cara menghindari dan mencegah terjadinya hipertensi baik yang telah berulang sebaiknya merubah pola hidup seperti mengatur pola makan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi tentang diet sehat dan gizi seimbang pada penderita hipertensi dengan peserta sebanyak 20 orang. Modifikasi pola asupan makanan sehari-hari merupakan salah satu komponen perubahan gaya hidup yang mempunyai peran paling besar dalam menurunkan tekanan darah. Modifikasi pola asupan makanan yang dimaksud adalah mengikuti pedoman umum gizi seimbang juga sesuai dengan dietary approach to stop hypertension (DASH), yaitu tinggi sayuran dan buah, bahan makanan tinggi serat, susu rendah lemak, daging, dan kacang- kacangan dan yang menjadi perhatian juga adalah asupan energi, jumlah dan jenis protein, serta komponen lemak dan karbohidrat. Bahan makanan kaya akan mineral dan vitamin, serta nutrien spesifik, seperti asam lemak tak jenuh omega-3 mempunyai peran dalam pencegahan dan penatalaksanaan hipertensi. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi kepada seluruh peserta dan hasilnya seluruh peserta mampu memahami dan menjelaskan diet sehat dan gizi seimbang pada penderita hipertensi.