Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN BELAJAR DI RUMAH BERBANTUAN MEDIA SOSIAL DI MASA PANDEMI COVID 19 Aprianti, Ema; Nurunnisa, Rita
Tunas Siliwangi Vol 6 No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p111-118.2148

Abstract

Pada penelitian ini mengangkat permasalahan terkait perkembangan social yang ingin di teliti pada anak usia dini mengenai bekerjasama, mau berbagi dan prilaku akrab. Dikarenakan di masa pandemi yang mana pembelajaran dilakukan dari rumah tanpa interaksi langsung dengan guru dan teman menunjukkan kurangnya interaksi sosial pada anak usia dini dikarenakan dimasa pendemi ini adanya sosial distancing yang mana berjaga jarak dengan orang lain yang hal tersebut mengurangi esensi dalam inteaksi sosial anak jadi kurang akrab, kurang bekerjasama dan tidak merasa bersaing. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan tujuan peneliti dapat menganalisis, mendeskripsikan serta meringkas berdasarkan kondisi, berdasarkan data yang terkumpul berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan(Subandi, 2011). Berdasarkan hasil peneiltian dapat disimpulkan proses meningkatkan interaksi social pada anak usia dini pada program pembiasaaan pembelajaran dari rumah  melalui bebantuan media social di masa pandemi Covid 19 dapat dinyatakan berhasil dilihat melalui hasilanak yang belum berkembang (BB) sebanyak 0%, dan mulai berkembang (MB) sebanyak 0%, kurang dari setengahnya berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 29%, dan  lebih dari setengahnya berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 71%.  Hasil ini sudah memenuhi kriteria kategori berkembang sangat baik, dan kriteria tersebut sudah memenuhi standar penelitian dan harapan peneliti anak mampu berbagi, anak mampu bekerjasama dan anak mulai akrab dengan anggota keluarga dirumah.
IMPLEMENTASI SUDUT BACA DALAM MENUMBUHKAN MINAT LITERASI ANAK USIA 5-6 TAHUN DI RA AGHNIYA PASIRPOGOR Bilquranin, Tazkiyatul Qalbi; Nurunnisa, Rita; Nurcahyani, Ratna Dwi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat baca pada anak kelompok B di RA Aghniya dilihat dari keseharian anak yang belum tertarik membaca buku, mereka sering menggunakan buku sebagai mainan dan melemparkannya. Hal ini disebabkan karena minat baca anak tidak distimulasi dengan baik sesuai dengan kebutuhan mereka. Maka peneliti menggunakan sudut literasi baca karena media ini dapat meningkatkan minat baca pada anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah sudut literasi baca dapat meningkatkan minat baca pada anak usia dini di RA Aghniya. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Prosedur penelitian terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dianalisis dengan menggunakan deskriptif kuantitatif dengan umus presentase. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 10 anak. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan minat baca melalui sudut baca. Minat baca pada siklus I mencapai 43%, siklus II mencapai 65% lalu meningkat lebih baik pada siklus III mencapai 83%. Dapat di simpulkan sudut baca dapat meningkatkan minatbaca anak kelompok B di RA Aghniya. The low interest in reading in children in group B at RA Aghniya can be seen from the daily lives of children who are not yet interested in reading books; they often use books as toys and throw them away. This is because children's interest in reading is not stimulated properly according to their needs. So the researcher used a reading literacy corner because this media can increase interest in reading in early childhood. The purpose of this study was to determine whether the reading literacy corner can increase interest in reading in early childhood at RA Aghniya. The research method is Classroom Action Research (CAR), which is carried out in three cycles. The research procedure consists of four stages, namely planning, action, observation, and reflection. The data collection technique analyzes observation using quantitative description with a percentage formula. The subjects of the study were 10 children in a group study results study showed an increase in interest in reading through the reading corner. Interest in reading in cycle I reached 43%, cycle II reached 65%, and then increased better in cycle III, reaching 83%. It can be concluded that the reading corner can increase the interest in reading in children in group B at RA Aghniya.
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Pada Anak Usia Dini melalui Permainan Media Boneka Tangan Safitry, Mia Cristy; Nurunnisa, Rita; Firmansayah, Dida
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i3.27236

Abstract

Language development in early childhood refers to the ability to listen, acquire vocabulary, communicate, and understand the use of symbols. However, some teachers still struggle to tell stories effectively. Therefore, teachers use hand puppets as engaging tools to enhance children's receptive language skills. This study aimed to examine the development of receptive language skills in children aged 5–6 years through the use of hand puppet media, employing a qualitative descriptive method. The subjects of this study were 10 children, consisting of seven girls and three boys. Data were collected through interviews and observations. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed a significant improvement in the children's receptive language skills, with no children remaining in the not-yet-developed category after participating in hand puppet activities. The learning process in Group B revealed that children demonstrated the ability to listen attentively, as seen in their correct responses to teacher questions and their ability to follow instructions, achieving a developing very well assessment.
Kegiatan Meronce Menggunakan Barang Bekas untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Senjaya, Fitria Aprilia; Nafiqoh, Heni; Nurunnisa, Rita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.28618

Abstract

Teaching materials are a crucial component of the learning process. With appropriate teaching materials, learning activities can be conducted more effectively, particularly in supporting the development of children's social-emotional skills. To enhance these aspects, teachers often rely on classical approaches, which may not optimally stimulate children's social-emotional development. The purpose of this study was to improve children's social-emotional aspects, including patience, independence, responsibility, perseverance, and self-confidence. This study employed a qualitative descriptive method, with data collected through direct observation. The sample consisted of 15 children aged 4–5 years at Koner Siti Masitoh, observed over seven sessions. Data processing involved data reduction, data display, and conclusion. The results of the study showed an improvement in children's social-emotional development. In the initial condition, most children had not yet developed the targeted social-emotional skills. By the seventh session, their social-emotional development had progressed to the levels of “Developing as Expected” and “Developing Very Well.” This was evident in their behavior: initially, children were unwilling to follow rules, were impatient, and refused to complete their string-threading activities. However, by the seventh meeting, they were able to follow rules, showed greater patience during the string-threading tasks, and were willing to complete them independently. Bahan ajar adalah bagian terpenting dalam proses pembelajaran.dengan bahan ajar yang tepat, kegiatan pembelajaran akan berjalan efektif, khususnya untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak. Untuk meningkatkan aspek sosial emosional anak, guru biasanya hanya menstimulasi dengan cara klasikal saja, sehingga aspek sosial emosional anak kurang terstimulus dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aspek sosial emosional anak, diantaranya yaitu sabar, mandiri, tanggung jawab, pantang menyerah dan percaya diri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dengan sampel data anak usia 4-5 Tahun di Koner Siti Masitoh dengan jumlah 15 anak yang dilaksanakan selama tujuh kali pertemuan. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyaian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan aspek sosial emosional pada anak yaitu pada kondsi awal, aspek sosial emosional rata-rata anak belum berkembang. Pada pertemuan ketujuh aspek sosial emosional anak meningkat menjadi berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik. Hal ini dapat dilihat pada prilaku anak ketika kondisi awal anak tidak mau mengikuti aturan, tidak sabar dan tidak mau mengerjakan ronceannya sampai selesai, sedangkan pada pertemuan ketujuh anak menjadi mampu mengikuti aturan, lebih sabar saat membuat roncean dan mau mengerjakan ronceannya sampai selesai.
Pengaruh Media Audio Visual terhadap Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini Yulianti, Eti; Nurunnisa, Rita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.28741

Abstract

Receptive language ability refers to the capacity to understand or receive messages conveyed by others. It is a critical aspect of language development, as it significantly influences a person’s overall language skills. Based on observations conducted at Karunia Jaya Kindergarten, the receptive language skills of children aged 5–6 years were found to be suboptimal. This was evident in their difficulty understanding lessons delivered by the teacher. Therefore, appropriate stimulation through learning media is necessary, one of which is the use of audio-visual media. However, this type of media had not previously been utilized due to limited school facilities. The purpose of this study was to examine the effect of audio-visual media on the receptive language skills of children aged 5–6 years. The research employed a pre-experimental design. The subjects were 15 children aged 5–6 years. Data were collected through observation over the course of eight meetings. Data were analyzed using parametric statistical methods, with hypothesis testing conducted via a t-test using the SPSS version 25 application. The analysis results showed a calculated t-value of 6.790 and a t-table value of 1.753, meaning that t<sub>count</sub> > t<sub>table; thus, the alternative hypothesis (Ha) was accepted. This indicates that the use of audio-visual media has a significant effect on the receptive language skills of children aged 5–6 years. Kemampuan bahasa reseptif adalah kemampuan menerima pesan yang disampaikan orang lain. Bahasa reseptif sangat penting karena akan mempengaruhi kemampuan berbahasa seseorang. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di TK Karunia Jaya bahwa kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun belum tercapai dengan baik, ditunjukan dengan kesulitan anak untuk memahami pembelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga diperlukan stimulasi melalui media pembelajaran, salah satunya adalah penggunaan media audio visual. Media audio visual ini termasuk media yang belum digunakan untuk pembelajaran karena kurangnya sarana yang ada di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media audio visual visual terhadap kemampuan bahasa reseptif pada anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian ini menggunakan ekperimen dengan jenis pra eksperimental. Subjek penelitian adalah 15 anak usia 5-6. Pengumpulan data menggunakan observasi selama delapan kali pertemuan. Analisis data menggunakan statistic parametik dengan uji hipotesis menggunakan Uji-t menggunakan bantuan aplikasi SPPS versi 25. Hasil analisis pada penelitian menunjukkan thitung sebesar 6,790 dan ttabel 1,753, artinya thitung > ttabel atau sama dengan Ha diterima yaitu adanya pengaruh penggunaan media audio visual terhadap kemampuan bahasa reseptif anak usia 5-6 tahun.