Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI STABILITAS ANTIOKSIDAN KRIM NANOPARTIKEL KITOSAN-EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) MENGGUNAKAN METODE CYCLING TEST Prihantini, Malinda; Wibowo, Danang Novianto; Azizah, Nur; Setya, Nopbrillian Fine
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v6i2.5525

Abstract

Ekstrak etanol (70%) daun sirsak mengandung flavonoid yang bersifat tidak stabil terhadap suhu tinggi, pH dan cahaya. Sistem nanopartikel dengan penyalut kitosan mengenkapsulasi flavonoid dan melindungi dari ketidakstabilan. Sediaan krim meningkatkan akseptabilitas dan kenyamanan penggunaan. Penelitian ini bertujuan melakukan formulasi dan mengetahui stabilitas antioksidan krim nanopartikel ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) setelah 6 siklus peyimpanan cycling test. Daun sirsak diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Nanopartikel EEDS dibuat menggunakan metode gelasi ionik dengan magnetic stirrer. Kemudian dibuat sediaan krim dengan variasi konsentrasi EEDS F1 (100 mg), F2 (200 mg), F3 (300 mg). Sediaan krim nanopartikel EEDS disimpan pada suhu 4⁰C selama 24 jam dan 40⁰C selama 24 jam (1 siklus) selama 6 siklus dan dibandingkan aktivitas antioksidannya sebelum dan sesudah cycling test. Karakteristik sediaan dianalisis secara deskriptif, sedangkan aktivitas antioksidan  dianalisis menggunakan Paired Sample T-test. Krim nanopartikel EEDS F1, F2, dan F3 memiliki warna putih, bentuk semi padat, homogen, pH 5-6 sesuai pH kulit, daya sebar 5-6 cm, daya lekat 3-5, dan viskositas sesuai rentang SNI 16-4399-1996.Aktivitas antioksidan F1, F2, dan F3 mengalami penurunan setelah disimpan selama 6 siklus cycling test dengan signifikansi <0,05, tetapi masih termasuk dalam kategori antioksidan kuat.Kata kunci: Annona muricata, antioksidan, freeze-thaw, sirsak, stabilitas
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DALAM SEDIAAN LOTION Setiawan, Pratama Yuda; Prihantini, Malinda; Heroweti, Junvidya
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v7i1.6584

Abstract

Daun sirsak mengandung senyawa aktif flavonoid yang bermanfaat sebagai antioksidan. Daun sirsak akan lebih praktis untuk diaplikasikan sebagai kosmetik dalam bentuk lotion. Penelitian ini bertujuan melakukan formulasi dan uji aktivitas antioksidan lotion ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode DPPH. Ekstrak etanol daun sirsak diperoleh dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% kemudian dibuat lotion dalam 3 formula FI (0,1%), FII (0,2%), FIII (0,3%). Lotion yang dibuat diuji karakteristik fisika meliputi uji organoleptis, homogenitas, tipe emulsi, pH, viskositas, daya lekat dan daya sebar. Serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil pengujian organoleptis, homogenitas dan tipe emulsi dianalisis secara deskriptif. Sedangkan pengujian pH, daya lekat, daya sebar, viskositas dan aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan regresi linier.Lotion ektrak etanol daun sirsak memiliki bentuk semikental, warna hijau muda, aroma khas lotion, pH 5,74 – 5,95 dan memiliki tipe emulsi M/A. Peningkatan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun sirsak dalam lotion meningkatkan viskositas, daya lekat dan aktivitas antioksidan. Nilai IC50 terjadi peningkatan sebesar FI 101,826 ppm (antioksidan sedang), FII 87,530 ppm (antioksidan kuat), dan FIII 73,188 ppm (antioksidan kuat). Ditemukan hasil bahwa peningkatan konsentrasi ektrak etanol daun sirsak berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas antioksidan dengan nilai signifikansi 0,001(p<0,05).Kata kunci: antioksidan, DPPH, daun sirsak, ekstrak etanol, lotion.
Physical Stability and Antihyperpigmentation Activity of Berenuk (Crescentia cujete Linn) Leaves Ethanol Extract in Cream with Variations of Cremophor RH40 as Surfactant Auliasari, Dewi Wulandari; Riyanti, Winanti Adi; Prihantini, Malinda; Shabrina, Ayu; Fithria, Risha Fillah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.492

Abstract

Indonesia has high exposure to sunlight which can cause skin problems such as hyperpigmentation. Treatment of hyperpigmentation with hydroquinone can cause side effects. Therefore, it is necessary to develop antihyperpigmentation products from natural ingredients to minimize these side effects. Berenuk leaves (Crescentia cujete Linn) have antioxidant activity with an IC50 value of 80.21 µg/ml in ethanol extract. This antioxidant compound can be used to treat hyperpigmentation problems. In its use, Berenuk Leaf Ethanol Extract (BLEE) is formulated in a cream dosage form. Cremophor RH40 is a type of nonionic surfactant that can affect the physical stability of cream. This study aims to determine the effect of Cremophor RH40 on the physical stability of cream preparations and their antihyperpigmentation activity. Cream preparations were made with varying concentrations of Cremophor RH40 5% (F1), 10% (F2), 15% (F3). Physical stability evaluation was tested using the cycling test method. Data were analyzed statistically with paired samples t-test. Analysis of antihyperpigmentation test data in the form of the amount of melanin in all test groups was analyzed for differences using Kruskal Wallis and continued with the Mann-Whitney test. BLEE cream’s physical stability test result show that the most stable formula is formula 1 because it is stable up to the 5th cycle. in contrast, formula 2 only goes up to the 3rd cycle, and formula 3 in the first cycle has experienced 2-phase separation. BLEE cream (F1) has antihyperpigmentation activity because it has an average melanin intensity less than the negative and positive controls.
Formulation of Nanoemulsion Gel Pogostemon cablin Benth. And Anti-acne Activity Heroweti, Junvidya; Mindiono, Imam Arif; Mahmud, Nurlela; Pradasari, Frisya; Fresiva, Urva; Prihantini, Malinda
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v12i3.60143

Abstract

Patchouli oil (Pogostemon cablin Benth.) contains patchouli alcohol, a compound known for its antibacterial properties, including activity against Propionibacterium acnes (Cutibacterium acnes), a key bacterium implicated in the pathogenesis of acne. This study aims to evaluate the anti-acne potential of a nanoemulsion gel formulation of patchouli oil using three different gelling agents: HPMC (F1), Na CMC (F2), and Carbopol 940 (F3). Each formulation was assessed for its physicochemical characteristics, including color, odor, texture, pH, adhesion, spreadability, viscosity, particle size, polydispersity index (PDI), and zeta potential. All formulations appeared milky white, retained the characteristic aroma of patchouli oil, and exhibited a smooth gel texture. Among the three, F1 demonstrated the highest viscosity, while F3 exhibited superior adhesion. The average pH value (6.19 ± 0.23) was within the acceptable range for topical application. In vivo evaluations indicated that F3 exhibited the most significant reduction in erythema and edema, with minimal irritation potential. Additionally, F3 received the highest respondent satisfaction rating (77.6%), indicating better acceptance. Based on these findings, Carbopol 940 is identified as the most suitable gelling agent for the development of a patchouli oil nanoemulsion gel with promising anti-acne efficacy and favorable respondent acceptability.
Pelatihan Daur Ulang Limbah Organik Dapur Menjadi Eco Enzyme Multiguna di Lingkungan Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal Prihantini, Malinda; Windriyati, Yulias Ninik; Rochman, M Fatchur; Wibowo, Danang Novianto; Fresiva, Urva; Heroweti, Junvidya; Ikhsan, Muhammad; Sholehah, I Ana; Mahardika, Muhammad Farel; Najibah, Muna Ulya; Wafa, Nurul
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.7870

Abstract

Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal merupakan salah satu desa yang terletak di dalam area perkebunan yang jauh dari perkotaan. Lokasinya berjarak 28 km dari pusat Kabupaten Kendal dan 35 km dari pusat Kota Semarang. Sebanyak tiga perempat bagian wilayah desa adalah tanah perkebunan milik pemerintah yang terdiri dari ± 43,37% Tanah Perkebunan PTPN IX Merbuh dan ± 30,86% Tanah Perhutani RPH Ngareanak. Warga Desa Ngareanak selama ini membuang sampah organik ke wilayah perkebunan tanpa diolah terlebih dahulu, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan merusak asset pemerintah.  Diperlukan adanya gerakan yang massif dan terstruktur sebagai upaya pengelolaan limbah yang berdayaguna optimal. Pembuatan eco enzyme dapat mengolah sampah organik menjadi larutan yang berdayaguna. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan daur ulang limbah organik dapur menjadi eco enzyme dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di Desa Ngareanak, Singorojo Kabupaten Kendal. Kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode participatory action melalui pendekatan partisipatif berkelanjutan untuk pemberdayaan kelompok masyarakat di Desa Ngareanak. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan yaitu penyampaian materi eco enzyme oleh tim dosen sebagai pembicara, pelatihan pembuatan eco enzyme dengan melibatkan masyarakat, dan evaluasi. Sebanyak 20 peserta dibagi menjadi 4 kelompok dengan setiap kelompok didampingi oleh 2 orang fasilitator dari tim pengabdian. Setiap kelompok membuat 1 wadah eco enzyme di dalam galon bekas air mineral.  Hasil pengabdian berupa empat wadah eco enzyme dengan komposisi dan jenis sampah organik yang berbeda untuk setiap kelompok. Keempat wadah eco enzyme tersebut disimpan oleh masing-masing kelompok untuk melalui masa fermentasi selama minimum dua bulan.
Optimalisasi dan Saintifikasi Produk Minuman Herbal Tradisional untuk Peningkatan Produktifitas Komunitas UMKM Unjukan Solo di Era Industri Wellness dan Tourism Lestari, Rinna Dwi; Shahab, Fatinah; Rosya, Shilva Putri; Prihantini, Malinda; Kholis, Nur; Setiyawan, Luky; Bukhori, M. Fariz Annas
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.647

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan produk minuman herbal yang bermanfaat secara kesehatan dan bernilai ekonomi. Melalui pendekatan pemberdayaan Masyarakat, kegiatan ini mencakup proses saintifikasi produk herbal, penyusunan informasi nilai gizi yang akurat serta klaim kesehatan pada label kemasan yang sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku. Program ini juga mendorong peningkatan kapasitas sekaligus memperkuat daya saing UMKM dalam aspek pemasaran dengan melakukan promosi yang bersifat edukatif, terutama terkait literasi kesehatan bagi konsumen. Kegiatan ini juga memberikan pendampingan dalam standardisasi proses produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat unjukan Solo mampu membuat berbagai jenis minuman herbal yang menarik dan berkualitas. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan saintifikasi minuman herbal menunjukkan bahwa pendampingan dalam standardisasi proses produksi diperlukan agar alur kerja menjadi lebih efisien, kualitas produk lebih stabil, dan mutu keseluruhan dapat dipertahankan secara konsisten dalam jangka panjang. Hal ini menjadi salah satu strategi yang efektif untuk mendukung kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Pengembangan Dispersi Padat Glukosamin-PEG 6000/PVP untuk Meningkatkan Disolusi Celecoxib sebagai Agen Antiinflamasi Wibowo, Danang Novianto; Prihantini, Malinda; Nazilah, Nur Milatin; Novitaningrum, Pramesti Ayu; Fina, Ya’ti Nur
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i1.51711

Abstract

Celecoxib memiliki disolusi yang rendah sehingga memengaruhi bioavailabilitas obat. Sistem dispersi padat dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan disolusi obat. Glukosamin HCl, PEG 6000, dan PVP merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai pembawa dalam sistem dispersi padat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan disolusi celecoxib melalui pembentukan dispersi padat, dan mengevaluasi perubahan kristalinitas yang terbentuk. Dispersi padat dan campuran fisik celecoxib dibuat menggunakan pembawa glukosamin HCl dengan rasio (F1) 1:1, (F2) 1:2, dan (F3) 2:1; glukosamin HCl–PEG 6000 dengan rasio (F4) 1:1:1, (F5) 1:2:1, dan (F6) 1:1:2; serta glukosamin HCl–PVP dengan rasio (F7) 1:1:1, (F8) 1:2:1, dan (F9) 1:1:2. Dispersi padat dipreparasi menggunakan metode pelarutan. Celecoxib murni, campuran fisik, dan dispersi padat diuji disolusinya serta dikarakterisasi sifat kristalnya menggunakan x-ray diffraction (XRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disolusi celecoxib meningkat pada sistem dispersi padat. Nilai Q45 dispersi padat celecoxib memenuhi kriteria karena memiliki nilai lebih dari 45%. Nilai DE60 tertinggi diperoleh pada sistem dispersi padat celecoxib dengan pembawa glukosamin HCl pada rasio 1:2, yaitu 80,28% ± 0,58. Hasil difraktogram menunjukkan bahwa dispersi padat dapat mengubah sifat kristalin celecoxib. Secara keseluruhan, sistem dispersi padat meningkatkan disolusi celecoxib dengan pembawa glukosamin, baik tunggal maupun dikombinasikan dengan PEG 6000 atau PVP.