Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENDAMPINGAN PBM DENGAN PENDEKATAN REACT BERBASIS SADAR LINGKUNGAN PASCA ERA NEW NORMAL Algiranto Algiranto; Rikardus Feribertus Nikat
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v5i2.2086

Abstract

The profile of the service partner is the teacher of SMP Muhammadiyah Kartosentanan, Merauke, which is located on Jalan Mopah. SMP Muhammadiyah Kartosentono Merauke is one of the pilot schools that provides secondary level education and teaching. One of the problems experienced today is that almost all educational institutions are ready to carry out the learning process after the new normal era. The learning in question is a learning tool, an assessment system and a learning delivery method. Based on studies related to problems with partners, first, most teachers find it difficult to be ready for normal learning because of the pandemic which requires the online teaching and learning process to follow social distancing rules in learning. Second, students are still traumatized by the pandemic situation that forces every activity at school to be carried out online. The REACT approach by Michael Crawford is Relating, Experiencing, appliying, Cooperating and Transfering. Middle School teachers of Muhammadiyah Kartosentanan are expected partners from this service activity, namely the delivery of skills in the learning process with the REACT approach to support the post-new normal era of teachers in the learning system. The ultimate goal is that the teacher is able to master all learning activities in the post new normal era. In addition, this service is a form of reflection for academics at universities or writers' institutions in developing efficient, effective and creative learning systems.
Pelatihan Pembuatan E-Modul Terintegrasi Media Pembelajaran Untuk Menunjang Kompetensi Inovatif Guru Di SMPN 3 Merauke Rikardus Feribertus Nikat; Novike Bela Sumanik
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v5i2.543

Abstract

E-modul merupakan salah satu media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital. Sebagai salah satu media pembelajaran yang menarik dan efektif, guru diharapkan mampu mengaplikasikan e-modul dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil observasi pada system pembelajaran di sekolah mitra, ada beberapa permaslahan yang muncul. Pertama, pembelajaran masih menggunakan buku teks sebagai media ajar sehingga siswa hanya bias mempelajarinya jika membawa buku teks tersebut. Kedua, belum ada media yang dapat diakses oleh siswa selama masa pendemi Covid-19. Pelatihan penggunaan e-modul sebagai media ajar yang inovatif sesuai dengan era indutri 4.0 pada guru SMP Negeri 3 Merauke sebagai mitra sasaran. Pengabdian ini menggunakan metode berupa praktik, teori, ceramah, dan Fokus Group Discusion (FGD) dengan guru. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh guru-guru yang mengajar di SMP 3 Merauke. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tersampaikannya keterampilan Guru dalam pembuatan e-modul untuk menunjang kompetensi inovatif guru dalam sistem pembelajaran.
Pemahaman Konsep Dinamika dan Kinematika Berdasarkan Conceptual Knowledge Melalui Aplikasi Game Quizizz Rikardus Feribertus Nikat*; Algiranto Algiranto; Martha Loupatty; Anderias Henukh
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 10, No 2 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.551 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v10i2.23418

Abstract

Understanding the concept of physics is the basic cognitive skill to understand, know, apply and analyze a physical phenomenon.  Problems of conceptual knowledge of physics Students are minimal causing their inability to solve problems with Physics. The understanding of physical concepts can be learned in several ways, one of which is based on conceptual knowledge. Conceptual knowledge can be classified based on several sub dimensions of knowledge including knowledge of classifying, generalizing, basic or general concepts. The purpose of this research is to analyze and describe the understanding of physical concepts based on several indicators of conceptual knowledge through the Quizizz Online Game application. This research uses quantitative-qualitative mixed research methods that are interpreted together. Data retrieval techniques use test instruments and in-person interviews. The results showed that the average understanding of student concepts is in a moderate category with a concept understanding index reaching 47%. Students' concept understanding on each conceptual knowledge such as classifying, generalizing knowledge and knowledge of concepts or theories with results at a moderate level
Kajian Implementasi Filsafat Ki Hajar Dewantara Dalam Konteks Pemecahan Masalah Fisika Di SMA Islam Nu Pujon Malang Rikardus Feribertus Nikat
Musamus Journal of Science Education Vol 5 No 1 (2022): Musamus Science Education Journal (MJOSE)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjose.v5i1.4590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pemikiran Ki Hajar dewantara dalam proses pembelajaran fisika khususnya pemecahan masalalah materi medan magnet di SMA Islam NU Pujon. Metode penelitian dilakukan dengan mixed method explanatory design. Sampel diambil pada seluruh siswa kelas XII IPA SMA Islam NU Pujon. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dari hasil penilaian formatif selama pembelajaran dan dikuatkan dengan data kualitatif berupa wawancara terstruktur. Capaian pada penilaian formatif didapatkan bahwa seluruh siswa mendapatkan nilai diatas standar minimal sekolah yakni 70 poin dari skala 0-100 poin. Nilai-nilai tersebut yakni nilai rata-rata sebesar 78 poin, nilai tengah sebesar 72 poin dan nilai yang sering muncul sebesar 76 poin dari skala 0-100 poin. Hasil wawancara ditemukan beberapa kategori diantaranya: kejujuran pada fase pengumpulan informasi dan data, percaya diri dan menghargai pendapat orang lain pada fase diskusi dan presentasi serta balikan formatif sebagai penguat pengambilan keputusan
Kajian Pendekatan Multirepresentasi dalam Konteks Pembelajaran Fisika Rikardus Feribertus Nikat; Martha Loupatty; Shofie Hikmatuz Zahroh
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 1, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v1i2.1449

Abstract

Pendekatan multirepresentasi merupakan salah satu pendekatan yang menekankan beberapa sudut pandang makna dalam bentuk representasi verbal, gambar, persamaan, diagram, tabel dan grafik. Bantuan pendekatan multirepresentasi dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan proses dan evaluasi pembelajaran fisika. Beberapa fitur multirepresentasi dalam pembelajaran fisika memberikan dampak yang signifikan pada laur pembelajaran fisika. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara kualitatif peranan pendekatan multirepresentasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran fisika secara komprehensif. Secara khusus kajian penelitian ini adalah pendekatan multirepresentasi dapat terintegrasi ke dalam beberapa model, media, strategi dan metode pembelajaran. Fisika serta pengaruhnya terhadap kemampuan kognitif mulai dari level rendah hingga level tinggi.  Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kajian Pustaka dengan berbagai sumber berupa artikel jurnal dan beberapa literatur lainnya. Hasil review sumber referensi menunjukan bahwa pendekatan multirepresentasi dapat dintegrasikan pada beberapa model, media, strategi, metode, dan pendekatan pada pembelajaran fisika sehingga mampu meningkatkan beberapa kemampuan kognitif seperti kemampuan pemecahan masalah, argumentasi, pemahaman konsep fisika siswa.
Analisis Suseptibilitas Magnetik Tanah Perkebunan Apel di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang: Indonesia Rikardus Feribertus Nikat; Ninik Munfarikha
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 11 No 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v11i1.42539

Abstract

This research aims to analyze the magnetic susceptibility value of apple plantation soil to determine the magnetic value as a representation of the heavy metal content on the soil surface due to pesticide residues. This research was carried out by taking samples at nine predetermined points. Each sample was taken from the ground surface at varying depths of 10 cm, 20 cm, and 30 cm. The total number of samples was as large as samples and tested for magnetic susceptibility values ​​at the central laboratory of the State University of Malang. The average value of low-frequency magnetic susceptibility per mass χ_LF is 673.642 x 10-8m^3/kg, and the average value of high-frequency magnetic susceptibility per mass χ_HF is 649.0473 x 10-8 m^3/kg. The average frequency-dependent magnetic susceptibility value χ_FD per mass is 2.04%. The surface soil of plantations contains high concentrations of ferrimagnetic minerals in the form of magnetite and maghemite with grain properties in the form of multi-domain (MD) and superparamagnetic (SP).
Kajian Pendekatan Multirepresentasi dalam Konteks Pembelajaran Fisika Nikat, Rikardus Feribertus; Loupatty, Martha; Zahroh, Shofie Hikmatuz
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 1 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v1i2.1449

Abstract

Pendekatan multirepresentasi merupakan salah satu pendekatan yang menekankan beberapa sudut pandang makna dalam bentuk representasi verbal, gambar, persamaan, diagram, tabel dan grafik. Bantuan pendekatan multirepresentasi dalam pembelajaran fisika dapat meningkatkan proses dan evaluasi pembelajaran fisika. Beberapa fitur multirepresentasi dalam pembelajaran fisika memberikan dampak yang signifikan pada laur pembelajaran fisika. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara kualitatif peranan pendekatan multirepresentasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran fisika secara komprehensif. Secara khusus kajian penelitian ini adalah pendekatan multirepresentasi dapat terintegrasi ke dalam beberapa model, media, strategi dan metode pembelajaran. Fisika serta pengaruhnya terhadap kemampuan kognitif mulai dari level rendah hingga level tinggi.  Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kajian Pustaka dengan berbagai sumber berupa artikel jurnal dan beberapa literatur lainnya. Hasil review sumber referensi menunjukan bahwa pendekatan multirepresentasi dapat dintegrasikan pada beberapa model, media, strategi, metode, dan pendekatan pada pembelajaran fisika sehingga mampu meningkatkan beberapa kemampuan kognitif seperti kemampuan pemecahan masalah, argumentasi, pemahaman konsep fisika siswa.
How Do High School Students Perceive Magnets (Mental Models about Magnets, Magnetic Fields, and Magnetic Force)? Ninik Rikha; Farhadi Farhadi; Anisak Intan; Rikardus F Nikat; M Lukman
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 14, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v14i1.23872

Abstract

This study aims to explore the initial knowledge of high school students about magnets from two schools with different PUSPRESNAS science and technology scores, namely SMA Islam NU Pujon with a score of 0 and MAN Kota Batu with a score of 50. The research sample was selected randomly from grades X and XI, with the assumption that the research sample had gained knowledge about the concept of magnets at the previous level. The research method was qualitative descriptive. Data collection was carried out through clinical interviews. The results of the interviews were analyzed and represented in the form of categorization. The findings of the interview results showed that all research samples had the same mental model about magnets, namely: 1. Magnets interact with iron, copper, and aluminum and do not interact with wood, paper, and other non-conductive materials. 2. Magnets have separate north and south poles. 3. Magnetic fields and magnetic forces depend on distance: If the magnet is closer to the object, the magnetic field and magnetic force will be stronger and vice versa. 4. Magnetic properties are only collected at the poles. 5. The strength of a magnet is determined by its size. 6. Magnetic fields are only created by magnets. 7. Field lines are only formed outside the magnet.
Pelestarian dan Nilai Sosial Permainan Tradisional Kweritop Pada Siswa SMP Laurensia Elya Puspita; Paskha Marini Thana; Deddy Abdianto Nggego; Doddy A Longgy; Rikardus Feribertus Nikat
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 7 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i7.7973

Abstract

Permainan tradisional merupakan warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, pendidikan, dan sosial, namun keberadaannya semakin terancam akibat meningkatnya dominasi permainan digital di kalangan generasi muda. Permainan tradisional Kweritop yang berasal dari masyarakat Wambon di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, merupakan salah satu kekayaan budaya lokal yang memiliki potensi dalam mendukung pelestarian budaya serta penguatan nilai sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran permainan Kweritop sebagai media pelestarian budaya dan penanaman nilai sosial pada siswa Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi audiovisual terhadap siswa SMP Negeri Gudang Arang dan SMPK Yohanes Eart Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta identifikasi pola perilaku sosial dan pemahaman budaya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Kweritop berperan dalam pelestarian budaya melalui pengalaman budaya dan pengetahuan budaya dengan melibatkan siswa secara langsung dalam aktivitas permainan serta mengintegrasikannya dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, permainan Kweritop mampu menanamkan berbagai nilai sosial seperti tolong-menolong, kesetiaan, empati, disiplin, kerja sama, dan toleransi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kweritop tidak hanya menjadi bentuk permainan tradisional, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter yang mendukung perkembangan sosial siswa. Oleh karena itu, integrasi permainan tradisional dalam pembelajaran sekolah perlu dikembangkan sebagai strategi pelestarian budaya lokal di era digital.