Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Edukasi Kesehatan dan Olahraga Sebagai Pencegahan Obesitas dan Perilaku Sedentari Pada Siswa Agafian Dhuha, Ahad; Yogaswara, Andre; Seh Abu Bakar, Sayid Fariz bin; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad; , Mifbakhuddin; Prasetio, Diki Bima; , Sayono; Sumanto, Didik
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.112

Abstract

Latar belakang: Obesitas sudah menjadi epidemi global penyakit tidak menular yang mengancam seluruh penduduk dunia. Obesitas merupakan kondisi yang diakibatkan oleh tidak seimbangnya intake makanan yang masuk dengan energi yang dikeluarkan sehingga menyebabkan tumpukan lemak di dalam tubuh. Tujuan: untuk melakukan edukasi remaja terkait kebugaran dan kesehatan agar tidak terjebak dalam perangkap kemajuan teknologi yang membawa pada perilaku sedentary. Metode:  Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk edukasi melalui ceramah dan praktik latihan langsung di kelas. Pengetahuan responden diambil dengan kuesioner sebelum dan setelah kegiatan berlangsung. Hasil: siswa hanya melakukan aktivitas fisik 1 kali dalam seminggu yaitu saat jam pelajaran penjaskes di sekolah. Rerata denyut nadi siswa berkisar antara 90-100 kali per menit. Pada latihan kebugaran push up, kategori kurang sebanyak 28 siswa, kategori cukup 7 siswa, dan kategori baik 3 siswa.  Tes kebugaran sit up, kategori kurang sebanyak 26 siswa, kategori cukup 6 siswa, kategori baik 6 siswa. Kesimpulan: Sebagian besar tingkat kebugaran jasmani siswa SMA MIBS Kebumen dalam kategori kurang. Edukasi meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan dan kebugaran. Kata kunci: obesitas, sedentari, kebugaran _______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Obesity has become a global epidemic of non-communicable diseases threatening the entire world's population. Obesity is caused by an imbalance between incoming food intake and expended energy, causing fat deposits in the body. Objective: educate youth about fitness and health so they don't get caught in the trap of technological advances that lead to sedentary behavior. Method: Community service is done through education through lectures and hands-on practice in class. Respondents' knowledge was taken with a questionnaire before and after the activity. Result: students only do physical activity once a week at school, namely during physical education lessons. The average student's pulse ranges from 90-100 beats per minute. In the push-up fitness exercise, there were 28 students in the less category, seven students in the sufficient, and three in the good. Sit-up fitness test, 26 students were lacking, six were adequate, and six students were good. Conclusion: Most of the physical fitness levels of SMA MIBS Kebumen students are in the poor category. Education increases students' knowledge about health and wellness. Keywords: obesity, sedentary, fitness
Peningkatan Sumber Daya Manusia Pelatih Muda Taekwondo Kota Semarang Tentang Peningkatan Kondisi Fisik Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.656

Abstract

Latar belakang: Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penentuan keberhasilan sebuah klub olahraga, semakin banyaknya dojang atau klub taekwondo membuat kebutuhan pelatih juga semakin tinggi akan tetapi kualifikasi pendidikan pelatih muda taekwondo Kota Semarang tidak linier dengan bidang kepelatihan olahraga. Berdasarkan pengambilan data menggunakan kuesioner tentang pemahaman peningkatan kondisi fisik didapatkan hasil sebagian besar pelatih muda masuk dalam kategori sangat kurang, sedangkan kondisi fisik adalah faktor terpenting dalam peningkatan prestasi. Tujuan: program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pelatih tentang peningkatan kondisi fisik sehingga mampu diterapkan didalam melatih. Metode: metode dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan peningkatan sumber daya pelatih tentang kondisi fisik. Hasil: hasil dalam pengabdian kepada masyarakat ini terdapat peningkatan nilai rata rata sebelum diberikan pelatihan sebesar 40, mengalami peningkatan nilai rata rata menjadi 58. Indikator penilaian sebelum diberikan pelatihan adalah 2% peserta kategori cukup, 18% peserta kategori kurang dan 82% peserta kategori sangat kurang, setelah diberikan pelatihan menjadi 1% peserta kategori baik, 19% peserta kategori cukup dan 80% peserta kategori kurang. Kesimpulan: Peningkatan sumber daya pelatih mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelatih tentang openingkatan kondisi fisik yang berguna dalam peningkatan prestasi. Kata kunci: pelatih muda, peningkatan kondisi fisik, sumber daya manusia, taekwondo ______________________________________________________________________ Abstract Background: Human resources are one of the determining factors for the success of a sports club, the increasing number of dojangs or taekwondo clubs makes the need for coaches also higher, but the educational qualifications of young taekwondo coaches in Semarang City are not linear with the field of sports coaching. Data collection using a questionnaire on understanding physical condition improvement, showed that most young coaches were in the inferior category. In contrast, physical condition is the most important factor in improving achievement. Objective: To increase the knowledge of coaches about improving physical condition so that it can be applied in training. Method: The method in this community service is to provide training to improve coach resources about physical condition. Result: The results of this community service showed an increase in the average value before being given training of 40, experiencing an increase in the average value to 58. The assessment indicators before being given training were 2% of participants in the sufficient category, 18% of participants in the poor category and 82% of participants in the very poor category, after being given training it became 1% of participants in the good category, 19% of participants in the sufficient category and 80% of participants in the poor category. Conclusion: Increasing coach resources can increase the knowledge and understanding of coaches about improving physical condition which is useful in improving achievement. Keywords: young coaches, improving physical condition, human resources, taekwondo
Pendampingan Peningkatan Kondisi Fisik pada Atlet Pencak Silat Satria Muda Indonesia Kota Semarang Hamied, Osama Yusril; Dhuha, Ahad Agafian; Fajar Firdaus, Mohammad
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: kondisi fisik merupakan salah stau faktor yang menentukan kemenangan atlet, sehingga dibutuhkan latihan untuk meningkatkan kondisi fisik. Atlet pencak silat satria muda Indonesia kota semarang tidak ada sesi latihan fisik pada jadwal latihannya sehingga dibutuhkan latihan peningkatan kondisi fisik. Tujuan: program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kondisi fisik atlet pencak silat satria muda Indonesia kota semarang. Metode: metode dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan peningkatan kondisi fisik dengan latihan kekuatan meliputi wall sit, push up dan sit up. Hasil: hasil dalam pengabdian kepada masyarakat ini atlet diberikan teori dan praktik peningkatan kondisi fisik komponen kekuatan dan mengetahui tingkat kondisi fisik komponen kekuatan. Kesimpulan: dibutuhkan latihan peningkatan kondisi fisik bagi atlet untuk meningkatkan kualitas gerak. Kata kunci: atlet, peningkatan kondisi fisik, kekuatan, pencak silat ___________________________________________________________________ Abstract Background: Physical condition is one factor determining an athlete's victory, so training is needed to improve physical condition. Young Indonesian Satria Pencak Silat athletes in Semarang City do not have physical training sessions on their training schedule, so training is required to improve physical condition. Objective: This community service program aims to improve the physical condition of young Indonesian Satria Pencak Silat athletes in Semarang City. Method: To provide training to improve physical condition with strength training, including wall-sit, push-up, and sit-up. Result: The results of this community service are that athletes are given theory and practice to improve the physical condition of the strength component, and to know the level of physical condition of the strength component. Conclusion: Physical condition improvement training is needed for athletes to improve the quality of movement. Keywords: athlete, improving physical condition, strength, pencak silat
Effect of Plyometric and Weight Training on Explosive Power and Muscle Mass in Taekwondo Athletes In Semarang City Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh; Sinaga, David Hasian Barutu
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : Physical Education, Health and Recreation Study Program, Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v9i1.2528

Abstract

The purpose of this study was to determine the effects of plyometric and weight training on explosive power and muscle mass, and to determine which method was more effective at increasing both. Taekwondo is a sport that requires considerable explosive power and muscle mass, so training is needed to improve these components. Explosive power enables athletes to attack quickly and forcefully, while muscle mass provides ideal proportions. The research method used was a quasi-experimental pre-test-post-test two-group design with treatment consisting of plyometric and weight training. The research instruments were the standing board jump and body analysis. The research sample consisted of 15 taekwondo athletes from Semarang. The results showed that plyometric and weight training exercises increased explosive power and muscle mass. Still, plyometric training was more effective at increasing explosive power, and weight training was more effective at increasing muscle mass. The paired sample t-test results show that all variables have a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000, which is less than 0.05. This indicates a significant difference between the pre-test and posttest values across all groups. This study is expected to serve as a reference for the development of training programs to increase explosive power and muscle mass.
Skrining Tekanan Darah Sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di Posyandu Kenanga 1 Desa Bendan Natalia Novel, Desi; Dhuha, Ahad Agafian; Vionyca, Faureladinda; Yumna, Destya Ashila; Nanda, Evilia; Purnama, Ghafari Surya; Fathurrohman, Muhammad
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 5 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah di atas batas normal dan menjadi salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadikan hipertensi sebagai “silent killer” yang berbahaya. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hipertensi melalui skrining tekanan darah dan memberikan informasi kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Posyandu Kenanga I Desa Bendan pada 7 Februari 2026 dengan sasaran 35 peserta usia dewasa dan lansia. Kegiatan skrining tekanan darah menggunakan tensimeter digital untuk mengukur tekanan darah dan selanjutnya penyuluhan kesehatan kepada peserta posyandu. Penyuluhan disampaikan melalui metode ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet. Hasil: Sebanyak 28 partisipan (80%) mengalami hipertensi, sedangkan 7 partisipan (20%) tidak mengalami hipertensi. Setelah dilakukan intervensi, terjadi penurunan yang mengalami hipertensi menjadi 22 partisipan (63%) dan peningkatan yang tidak hipertensi menjadi 13 partisipan (37%). Skrining tekanan darah dan penyuluhan memberikan pemahaman kepada peserta posyandu mengenai pentingnya mencegah dan mengendalikan hipertensi. Kesimpulan: Skrining tekanan darah berperan untuk membantu mendeteksi dini hipertensi dan penyuluhan memberikan informasi kesehatan yang bermanfaat untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi. Kata kunci: hipertensi, penyuluhan kesehatan, posyandu, skrining, tekanan darah _______________________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a condition characterized by blood pressure levels exceeding the normal threshold and is a major contributor to cardiovascular diseases. Low public awareness regarding routine blood pressure monitoring has rendered hypertension a dangerous “silent killer.” Objective: To identify hypertension through blood pressure screening and to provide health education as an effort to prevent and control hypertension. Method: This community service activity was conducted at Posyandu Kenanga I, Bendan Village, on February 7, 2026, involving 35 adult and elderly participants. Blood pressure screening was performed using a digital sphygmomanometer, followed by health education for the participants. The educational intervention was delivered through lectures and interactive discussions supported by leaflet media. Result: A total of 28 participants (80%) were identified as having hypertension, while 7 participants (20%) were normotensive. Following the intervention, the number of participants with hypertension decreased to 22 (63%), while those without hypertension increased to 13 (37%). Blood pressure screening and health education improved participants’ understanding of the importance of preventing and controlling hypertension. Conclusion: Blood pressure screening plays an important role in the early detection of hypertension, while health education provides beneficial information for its prevention and management. Keywords: hypertension, health education, posyandu, screening, blood pressure
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENGGUNAAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN JASMANI TERINTEGRASI ISMUBA DI SD MUHAMMADIYAH Agung Widodo; Ahad Agafian Dhuha; Wening Nugraheni; Titis Nurina; Zulfan Nasby
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : PROFICIO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6543

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya bahan ajar yang secara sistematis mengintegrasikan nilai Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA) dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di sekolah Muhammadiyah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan nilai ISMUBA melalui penggunaan bahan ajar terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan di SD Muhammadiyah 08 Semarang dengan melibatkan tiga guru PJOK menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis situasi, sosialisasi, dan pendampingan implementasi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kebutuhan, observasi, serta pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru belum memiliki bahan ajar terintegrasi dan mengalami kesulitan dalam mengaitkan nilai ISMUBA dalam pembelajaran. Setelah kegiatan, guru menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan implementasi, yang ditunjukkan dengan peningkatan skor rata-rata dari 55 menjadi 80. Guru juga memberikan respon positif terhadap kemudahan penggunaan, kesesuaian, dan kebermanfaatan bahan ajar. Simpulan menunjukkan bahwa sosialisasi dan pendampingan bahan ajar terintegrasi ISMUBA efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dan mendukung pembelajaran PJOK yang bermakna.