Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Prologia

Pengaruh Citra Merek Hand Sanitizer Antis terhadap Keputusan Pembelian Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara Frissyla, Travela; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 6 No. 2 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i2.15581

Abstract

The limited space for washing hands is one of the main factors why people rely heavily on hand sanitizers. Hand sanitizers are much sought after because they are easy to use, very practical, and can be carried around. The purpose of the study was to see the influence of the brand image of a hand sanitizer company Antis on purchasing decisions made by Tarumanagara University students, precisely at the Faculty of Communication Science. This study uses brand image theory (variable X) and purchase decision theory (variable Y). In this study, a quantitative research methodology was used in which data was collected using questionnaires to 91 respondents. Purposive sampling technique was used for sampling. Respondents of this study were students of the Faculty of Communication, Tarumanagara University. From the research results obtained linear regression with a significance level of 0.001 < 0.05, which states that there is an influence between brand image on purchasing decisions for Antis hand sanitizer products. The conclusion is that there is an impact between brand image on purchasing decisions for Antis hand sanitizers by students of the Faculty of Communication Sciences, Tarumanagara University. Terbatasnya tempat untuk mencuci tangan menjadi salah satu faktor utama mengapa masyarakat sangat mengandalkan adanya hand sanitizer. Hand sanitizer banyak dicari karena karena sifatnya yang mudah digunakan, sangat praktis, dan bisa dibawa-bawa. Tujuan penelitian adalah melihat adanya pengaruh citra merek yang dimiliki sebuah perusahaan hand sanitizer Antis  terhadap keputusan pembelian yang dilakukan mahasiswa Universitas Tarumanagara tepatnya pada Fakultas Ilmu Komunikasi. Penelitian ini menggunakan teori citra merek (variabel X) dan teori keputusan pembelian (variabel Y). Dalam penelitian ini digunakan metodologi penelitian kuantitatif yang pengumpulan datanya menggunakan kuisioner kepada 91 responden. Teknik purposive sampling digunakan untuk penarikan sampel. Responden  penelitian ini merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara. Dari hasil penelitian diperoleh regresi linear dengan taraf signifikansi 0.001 < 0.05, yang menyatakan adanya pengaruh antara citra merek terhadap keputusan pembelian produk hand sanitizer Antis. Kesimpulan didapatkan bahwa adanya dampak antara citra merek terhadap keputusan pembelian hand sanitizer Antis oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara.
Tingkat Kepuasan Penggunaan Media Instagram @officialkvibes Pada Grup Line K-Popers Indonesia Saraswati, Ida Ayu Shanti; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 7 No. 1 (2023): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v7i1.15725

Abstract

The popularity of K-pop is increasing rapidly among the public every year, making K-pop fans want to know more things about K-pop information. The Instagram account @Officialkvibes is always provide the latest information about K-pop that is currently being popular topics in South Korea. The intention of this study is to discover how high satisfaction the K-pop fan community of the Line Kpopers Indonesia group uses Instagram @Officialkvibes media to read information and news about K-pop. This study uses several supporting theories and concepts, such as Uses and Gratification, New Media, Social Media, Instagram, and Fans (Fandom). This study uses a quantitative approach, using a survey method by distributing questionnaires to 100 respondents. This research technique uses probability sampling in method of simple random sampling, where in this study the population is the Indonesian Line Kpopers group. The data obtained is processed by finding the mean value in Gratification Sought (GS) and Gratification Obtained (GO). The mean GS score (4.06) is smaller than the mean GO score (4.16) (GS<GO) so it shows Kpop fans of the Line Kpopers Indonesia group are satisfied with the information shared by the Instagram account @Officialkvibes because Gratification Obtained (GO) higher than Gratification Sought (GS) with all the indicators category are in the high range. Kepopuleran K-pop yang semakin meningkat di kalangan masyarakat setiap tahunnya, membuat para penggemar K-pop ingin mengetahui lebih banyak mengenai hal-hal seputar K-pop tersebut. Akun Instagram @Officialkvibes hadir untuk selalu memberikan informasi terbaru mengenai K-pop yang sedang hangat dibicarakan di Korea Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu seberapa tinggi tingkat kepuasan komunitas penggemar K-pop grup Line Kpopers Indonesia menggunakan media Instagram @Officialkvibes untuk membaca informasi dan berita seputar K-pop. Penelitian ini memakai beberpa penunjang teori dan konsep yaitu Uses and Gratification, Media Baru (New Media), Media Sosial, Instagram, dan Penggemar (Fandom). Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif, dengan menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuisioner kepada 100 responden. Teknik penelitian ini menggunakan Probability Sampling dengan metodenya berupa simple random sampling, dimana pada penelitian ini populasinya berupa grup Line yang bernama Kpopers Indonesia. Data yang diperoleh diolah dengan mencari nilai mean pada Gratification Sought (GS) dan Gratification Obtained (GO). Perolehan nilai mean GS (4,06) lebih kecil daripada nilai mean GO (4,16) (GS<GO) sehingga menunjukkan penggemar Kpop grup Line Kpopers Indonesia puas terhadap informasi yang dibagikan oleh akun Instagram @Officialkvibes karena Gratification Obtained (GO) lebih besar dibandingkan Gratification Sought (GS) dengan keseluruhan indikator kategorinya berada pada rentang tinggi.
Strategi Divisi Media Sosial Pada Penerbit BRIN dalam Menginformasikan Program Akuisisi Pengetahuan Lokal Hermawan, Fajar; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 7 No. 1 (2023): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v7i1.16028

Abstract

Concern over the documentation of the cultural diversity, customs, and local wisdom of the Indonesian people needs to be increased. In line with this, the National Research and Innovation Agency (BRIN) Publisher has a program to invite all levels of society to participate in the Local Knowledge Acquisition Program. With this program, the public can access validated, verified, and quality information so that it becomes useful knowledge. The information also becomes the basis for the government in making a policy. BRIN Publisher's social media is an active tool that is professionally managed by the BRIN Publisher division. The aim is to disseminate information on the Local Knowledge Acquisition Program to the public. This study wants to know the strategy of the social media division at BRIN Publishers. Publisher is a public institution that provides scientific publications in the form of books and audiovisuals through the Local Knowledge Acquisition Program. This research uses a qualitative approach with a case study method. The case study was conducted in the Social Media Division at BRIN Publisher with content shared on Instagram, Twitter, Facebook Fanpage, Tiktok, and Youtube platforms. The social media division has implemented a simplification of social media planning by implementing people, objectives, strategy and technology methods. Kesadaran terhadap pendokumentasian keanekaragaman budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal masyarakat Indonesia perlu ditingkatkan. Sejalan dengan hal tersebut, Penerbit Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki program untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat berpartisipasi dalam Program Akuisisi Pengetahuan Lokal. Dengan program ini, masyarakat dapat mengakses informasi yang tervalidasi, terverifikasi, dan berkualitas sehingga menjadi pengetahuan yang bermanfaat. Informasi tersebut juga menjadi pijakan bagi pemerintah dalam membuat suatu kebijakan. Media sosial Penerbit BRIN merupakan sarana aktif yang dikelola secara profesional oleh divisi Penerbit BRIN. Tujuannya untuk menyebarluaskan informasi Program Akuisisi Pengetahuan Lokal kepada publik. Penelitian ini ingin mengetahui strategi divisi media sosial pada Penerbit BRIN. Penerbit merupakan lembaga public yang memberikan publikasi ilmiah berupa buku dan audiovisual melalui Program Akuisisi Pengetahuan Lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Studi kasus dilakukan pada Divisi Media Sosial pada Penerbit BRIN dengan konten yang dibagikan pada platform Instagram, Twitter, Facebook Fanpage, Tiktok, dan Youtube. Divisi media sosial telah menjalankan penyederhanaan perencanaan media sosial dengan melakukan metode people, objectives, strategy, dan technology.
Tiktok Sebagai Sarana Promosi Program Kampus Merdeka Agnela, Teresia; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 7 No. 2 (2023): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v7i2.21366

Abstract

The Directorate General of Higher Education has a program to invite students to get hands-on experience in the field in the Merdeka Learning Campus Merdeka program. The Directorate General of Higher Education utilizes social media to disseminate the program. From this social media, it is hoped that the public will understand the meaning of Freedom to Learn on an Independent Campus, and students will welcome this program. In addition, it is hoped that students will be interested in participating actively in the programs offered by universities. One of the social media used is TikTok, which has experienced rapid development in the last 2 years. The audience for TikTok is mostly young people. This study aims to determine the strategy of the social media division at the Directorate General of Higher Education in informing the Merdeka Learning Campus Merdeka program by using social media TikTok. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection is done by interviews, observation and documentation. Research informants are social media coordinators, content creators and the target audience for TikTok, Directorate General of Higher Education. The results of the study show that the strategy owned by the Directorate General of Higher Education is actually in accordance with the POST (People-Objectives-Strategy-Technology) method of social media planning, but for now the Directorate General of Higher Education is still more concerned with quantity than content quality. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi memiliki program untuk mengajak mahasiswa mendapat pengalaman langsung terjun ke lapangan dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Ditjen Dikti memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan program tersebut. Dari media sosial ini diharapkan masyarakat memahami makna Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan mahasiswa menyambut baik program ini. Di samping itu diharapkan mahasiswa tertarik untuk ikut serta secara aktif pada program-program yang ditawarkan oleh perguruan tinggi. Media sosial yang digunakan salah satunya adalah TikTok yang mengalami perkembangan pesat 2 tahun belakangan ini. Khalayak TikTok sebagian besar adalah anak muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi divisi media sosial pada Ditjen Dikti dalam menginformasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan menggunakan media sosial TikTok. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian adalah koordinator media sosial, pembuat konten dan target khalayak TikTok Ditjen Dikti. Hasil penelitian memperoleh hasil bahwa strategi yang dimiliki oleh Ditjen Dikti sebenarnya sudah sesuai dengan perencanaan media sosial metode POST (People-Objectives-Strategy-Technology), akan tetapi untuk saat ini Ditjen Dikti masih lebih mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas konten.
Tantangan PR dalam Mempromosikan Kawasan Bintan Resorts di Masa Pandemi Covid-19 Nelson, David; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.21535

Abstract

Bintan Resorts is a mainstay tourism area for the Riau Islands which has been affected economically due to the Covid-19 pandemic. Various efforts have been made to maintain business continuity in the Bintan Resort area, one of which is by increasing promotion through the role of public relations. The purpose of this research is to find out how public relations helped advertise the Bintan Resorts area during the Covid-19 pandemic. This research approach uses descriptive qualitative to see, identify, and explain the function of public relations in promoting the Bintan Resort area during the Covid-19 pandemic. The research uses a case study or a single case, in the form of PT. Bintan Resort Cakrawala. The research subject is the public relations of PT. Bintan Resort Cakrawala, while the object of research is the role of public relations in promoting the Bintan Resort area. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. In this study the researchers interviewed informants, the Head of Marketing Communications PT. Bintan Resort Cakrawala, Head of Public Relations of PT. Bintan Resort Cakrawala, and visitors to the Bintan Resort area. The data analysis technique was carried out using the Miles and Huberman analysis model. The research results show that the role of public relations in promoting the Bintan Resorts area during the Covid-19 pandemic is in accordance with the role of marketing public relations, including: namely: growing and developing consumer awareness of products/services during the Covid-19 pandemic, building consumer confidence in the image company or product benefits during the Covid-19 pandemic, encouraging enthusiasm (sales force) during the Covid-19 pandemic by maximizing the use of internal digital media, reducing the cost of promoting commercial advertisements during the Covid-19 pandemic, public relations commitment for the Bintan Resort Area to improving services to consumers during the Covid-19 pandemic, campaigning for the launch of new products, communicating continuously through media public relations about activities and work programs during the Covid-1 pandemic, promoting and maintaining the company's reputation for its goods and services, and always take the initiative to overcome any negative situations that arise g may have appeared during the Covid-19 pandemic. Bintan Resorts adalah kawasan pariwisata andalan Kepulauan Riau yang merasakan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Berbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan keberlangsungan bisnis kawasan Resort Bintan, salah satunya dengan meningkatkan promosi melalui peran Public Relations. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kehumasan membantu mengiklankan kawasan Resort Bintan selama pandemi Covid-19. Menggunakan kalimat hasil wawancara, pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk melihat, mengidentifikasi, dan menjelaskan fungsi kehumasan dalam mempromosikan kawasan Bintan Resort di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian menggunakan studi kasus atau kasus tunggal, berupa aktivitas perusahaan PT. Bintan Resort Cakrawala. Subjek penelitian adalah Public Relations PT. Bintan Resort Cakrawala, sedangkan objek penelitian adalah peran public relations dalam mempromosikan kawasan Resort Bintan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, obervasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti mewawancarai para informan, yaitu head of marketing communications PT. Bintan Resort Cakrawala, head of public relations PT. Bintan Resort Cakrawala, dan pengunjung kawasan Resort Bintan. Teknik analisis data dilakukan dengan model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian diketahui bahwa peran public relations dalam mempromosikan kawasan Resort Bintan di masa pandemi Covid-19 sesuai peranan marketing public relations, antara lain adalah menumbuh dan kembangkan kesadaran konsumen terhadap produk/jasa di masa pandemi Covid-19, membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat atas produk di masa pandemi Covid-19, mendorong antusiasme (sales force) di masa pandemi Covid-19 dengan memaksimalkan penggunaan media digital internal, menekan biaya promosi iklan komersial di masa pandemi Covid-19, public relations kawasan Resort Bintan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada konsumen di masa pandemi Covid-19, mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru, mengkomunikasikan terus-menerus melalui media public relations tentang aktivitas dan program kerja di masa pandemi Covid-19, mempromosikan dan menjaga reputasi perusahaan untuk barang dan jasanya, dan selalu mengambil inisiatif untuk mengatasi setiap situasi negatif yang mungkin muncul selama pandemi Covid-19.
Iklan Bibit di YouTube Memengaruhi Pemakaian Aplikasi Bibit Victor, Nicholas; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.21551

Abstract

Seeds is a mobile application-based online platform for stock and mutual fund investments. Launched simultaneously in 2019 and mainly used by the millennial generation with OJK permission. The capital market is currently being influenced by developments in advertising information technology. This exchange trading system was originally operated manually. Online securities trading systems, on the other hand, are a recent innovation that has emerged because of the growth of information technology. Therefore, the purpose of this research is to find out how advertisements on YouTube are used to attract interest in using the Seeds application. This study used a quantitative method with primary data obtained by distributing questionnaires to each of the 100 respondents. The Independent Sample T Test is the method of analysis, and an analysis program called SPSS Version 25 is used. Based on the findings of this study, Untar Communication Faculty students have very different levels of interest in utilizing the Seeds application in terms of its service features. Regarding issues that have recently had a negative impact on investment, people's interest in using Seeds varies greatly. Users also experience feelings of insecurity because of this problem. As a result, researchers want to see if there are Seed advertisements on YouTube and whether this Seed application will make users feel safe and comfortable. Currently creating an advertisement for the Seeds app on YouTube to encourage students to use it as a place to invest in the digital age. Bibit adalah platform online berbasis aplikasi mobile untuk investasi saham dan reksadana. Diluncurkan secara bersamaan pada tahun 2019 dan terutama digunakan oleh generasi milenial dengan izin OJK. Pasar modal saat ini sedang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi periklanan. Sistem perdagangan bursa ini awalnya dioperasikan secara manual. Sistem perdagangan efek online, di sisi lain, merupakan inovasi baru yang muncul sebagai hasil dari pertumbuhan teknologi informasi. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui iklan di YouTube digunakan untuk menarik minat menggunakan aplikasi Bibit. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang diperoleh dengan membagikan kuesioner kepada masing-masing 100 responden. Uji T Sampel Independen adalah metode analisis, dan program analisis yang disebut SPSS Versi 25 digunakan. Berdasarkan temuan penelitian ini, Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Untar memiliki tingkat ketertarikan yang sangat berbeda dalam memanfaatkan aplikasi Bibit dari segi fitur layanannya. Terkait isu-isu yang akhir-akhir ini berdampak negatif terhadap investasi, minat masyarakat untuk menggunakan Bibit sangat bervariasi. Pengguna juga mengalami perasaan tidak aman sebagai akibat dari masalah ini. Alhasil, peneliti ingin melihat apakah ada iklan Bibit di YouTube dan apakah aplikasi Bibit ini akan membuat pengguna merasa aman dan nyaman. Sedang membuat iklan untuk aplikasi Bibit di YouTube untuk mendorong siswa menggunakannya sebagai tempat berinvestasi di era digital.
Strategi Promosi Karya Musik Label Musik Bagus Indonesia melalui Akun Instagram @musikbagusrecords Roseline, Cheyene Nadine; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27638

Abstract

Social media has become one of the primary needs of everyone. Many things can be done on social media, one of which is as a place to do marketing or promotion. Whatever products and services are offered have a very big chance of being sold on social media. Currently, there are so many kinds of social media used for promotion, one of which is Instagram. So many industries use Instagram as a tool for marketing or promoting the products and services offered, and it is possible for music labels that use Instagram as a tool to promote the music works owned by musicians contained in the music label. One of the music labels that uses Instagram social media as a forum to promote the musical works of the creators under its auspices is the Musik Bagus Indonesia label. The purpose of this research is to find out how the promotion strategy carried out by Musik Bagus Indonesia for the music works of its musicians using Instagram. This research uses a qualitative approach with the method of case studies. The data collection method in this research is by means of interviews, observation, and documentation. The result of this research is the utilization of Instagram social media by uploading creative content that informs, persuades, increases and can modify public behavior. Media sosial telah menjadi salah satu bagian yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Banyak yang dapat dilakukan dalam media sosial, salah satunya adalah untuk melakukan pemasaran atau promosi. Sangat besar peluang untuk terjual ketika menawarkan produk dan jasa di media sosial. Salah satu media sosial yang digunakan sebagai sarana untuk melakukan promosi, yaitu Instagram. Begitu banyak industri yang menggunakan Instagram sebagai alat untuk melakukan pemasaran atau promosi terhadap produk dan jasa yang ditawarkan, dan tak menutup kemungkinan bagi label musik untuk menggunakan Instagram sebagai alat untuk melakukan promosi karya-karya musik yang dimiliki oleh musisi suatu label musik. Salah satu label musik yang menggunakan media sosial Instagram sebagai wadah untuk mempromosikan karya musik para pencipta di bawah naungannya yaitu label Musik Bagus Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi promosi yang dilakukan oleh Musik Bagus Indonesia bagi karya-karya musik para musisinya menggunakan Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan media sosial Instagram dengan melakukan pengunggahan konten-konten kreatif yang sifatnya memberitahu, membujuk, meningkatkan serta dapat memodifikasi tingkah laku publik.
Influencer dalam Meningkatkan Brand Awareness pada Media Sosial Vadiyanur, Alda; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27673

Abstract

Instagram is a social media platform that can function for uploading photos and videos. The enthusiasm of Instagram users has created a concept known as influencers. An influencer has a persona that they intentionally present to the public, creating their own personal narrative, and enabling interaction between other users and the influencer in cyberspace. Brand awareness is an important thing needed by a brand to expand consumer reach and ultimately encourage purchases. Quantitative survey method is the method of this research. The distribution of questionnaires was carried out using a respondent determination technique, namely simple random sampling from 100 respondents. The aim of this research is to find out whether influencer Tasya Farasya can influence brand awareness of Bene Fiber products on Instagram @beneofficialid. Techniques for analyzing data include validity tests, reliability tests, classical assumption tests, simple linear regression tests, and hypothesis testing. Based on the results obtained in the research, it was found that the influencer Tasya Farasya and the brand awareness of the Instagram account @beneofficialid did not have a significant influence. Instagram merupakan platform media sosial yang dapat berfungsi untuk mengunggah foto juga video. Antusiasme pengguna Instagram telah menciptakan konsep yang dikenal sebagai influencer. Seorang influencer memiliki persona yang mereka tampilkan secara sengaja kepada publik, menciptakan narasi pribadi mereka sendiri, dan memungkinkan interaksi antara pengguna lain dan influencer di dunia maya. Kesadaran merek atau brand awareness adalah hal penting yang dibutuhkan oleh suatu merek untuk memperluas jangkauan konsumen dan akhirnya mendorong pembelian. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei merupakan metode penelitian ini. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan teknik penentuan responden yaitu simple random sampling dari 100 responden. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah influencer Tasya Farasya dapat memengaruhi brand awarenessproduk Bene Fiber di Instagram @beneofficialid. Teknik dalam menganalisis data yaitu meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier sederhana, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian, ditemukan bahwa influencer Tasya Farasya dan kesadaran merek akun Instagram @beneofficialid tidak memiliki pengaruh yang signifikan.
Strategi Komunikasi Pemanfaatan Key Opinion Leader dalam Meningkatkan Brand Awareness di Media Sosial Dharmawan, Michelle Ruth; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27691

Abstract

Brand Miss Daisy as a newcomer in the self-care and health industry in Indonesia consistently uses marketing communication strategies through opinion leaders on social media Instagram and TikTok. The purpose of this research is to find out and analyze whether the marketing communication strategy using Key Opinion Leader since the beginning of 2022 until now has succeeded in attracting consumer buying interest. Also to find out what challenges Miss Daisy faced from the beginning of planning to implementation. This research was conducted using a descriptive qualitative approach. The theories used are marketing communication theory, social media marketing theory, key opinion leader theory and brand awareness theory. The data collection technique was obtained through in-depth interviews with resource persons, both internal Miss Daisy and external resource persons. The data obtained from the research was analyzed using data analysis techniques and source triangulation. The research shows that marketing strategies using Key Opinion Leaders are closely related to content; it is this KOL content that will play a role in increasing consumer awareness of the brand and attracting their buying interest. Brand Miss Daisy sebagai pendatang baru dalam industri perawatan diri dan kesehatan di Indonesia secara konsisten menggunakan strategi komunikasi pemasaran melalui pemimpin opini di media sosial Instagram dan TikTok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa apakah strategi komunikasi pemasaran menggunakan Key Opinion Leader sejak awal tahun 2022 hingga sekarang berhasil menarik minat beli konsumen. Juga untuk mengetahui tantangan apa yang dihadapi Miss Daisy sedari awal perencanaan hingga implementasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori komunikasi pemasaran, teori pemasaran media sosial, teori key opinion leader dan teori brand awareness. Untuk teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para narasumber, baik internal Miss Daisy sampai narasumber eksternal. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis data dan triangulasi sumber. Penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran menggunakan Key Opinion Leader erat kaitannya dengan konten; konten KOL inilah yang akan berperan dalam meningkatkan kesadaran konsumen tentang merek dan menarik minat beli mereka.
NCT Dream, Tap Cash BNI, dan Minat Beli Komunitas NCTzen Rini, Cika Puspita; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 9 No. 2 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i2.35349

Abstract

The rise of the Korean Wave throughout the world, including in Indonesia, means companies have a great opportunity to attract consumers who are enthusiastic about K-Pop. One of the business strategies taken is to make K-Pop idol groups as models or Brand Ambassadors. An example is the collaboration between the boy group NCT Dream and Tap Cash BNI in Indonesia, which is the author's research. This research aims to determine the influence of NCT Dream as BNI's Tap Cash model on the purchasing interest of their fan community, NCTzen, in Indonesia. The research method used was quantitative by conducting a survey using a questionnaire distributed to 100 respondents who were members of the NCTzen community in Jakarta WhatsApp NCTzen – Jakarta under the auspices of KLY (KapanLagi Youniverse). Data analysis was carried out using validity tests, T tests, simple linear regression analysis, and coefficient of determination using SPSS Statistics 26. The results of the analysis show that as much as 85.7% of the variation in buying interest of NCTzen community members can be explained by the influence of NCT Dream as BNI's Tap Cash model. The remaining 14.3% was influenced by other variables not examined in this study. This research contributes to understanding the relationship between the K-Pop music industry and marketing communications through the use of K-Pop idols as models. Maraknya Korean Wave di seluruh dunia, termasuk di Indonesia membuat perusahaan memiliki peluang besar untuk menarik konsumen yang antusias terhadap K-Pop. Salah satu strategi bisnis yang diambil adalah menjadikan grup idol K-Pop sebagai model atau Brand Ambassador. Contohnya adalah kolaborasi antara boy group NCT Dream dan Tap Cash BNI di Indonesia yang merupakan penelitian penulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh NCT Dream sebagai model Tap Cash BNI terhadap minat beli komunitas penggemar mereka, NCTzen, di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden anggota komunitas NCTzen di Jakarta WhatsApp NCTzen – Jakarta dibawah naungan KLY (KapanLagi Youniverse). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, uji T, analisis regresi linier sederhana, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS Statistic 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 85.7% dari variasi minat beli anggota komunitas NCTzen dapat dijelaskan oleh pengaruh NCT Dream sebagai model Tap Cash BNI. Sisanya, 14.3%, dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami keterkaitan antara industri musik K-Pop dan komunikasi pemasaran melalui penggunaan idol K-Pop sebagai model.