Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan pemberian ASI ekslusif terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Jawa Tengah Debora Eunike; Sari Mariyati Dewi Nataprawira
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13719

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia, termasuk Indonesia, karena diare dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak di bawah usia 5 tahun. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ASI eksklusif terhadap kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Jawa Tengah. Studi ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang. Studi dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Jawa Tengah dengan total reponden sebanyak 58 responden. Sampel merupakan ibu yang memiliki bayi berusia 0-12 bulan dan mengunjungi RS PKU Muhammadiyah Karanganyar selama bulan Januari 2021. Analisis untuk menentukan hubungan antar variabel menggunakan uji chi-square. Hasil studi ini menunjukan bahwa kejadian diare pada bayi usia 0-12 bulan yang tidak mendapat ASI eksklusif sebanyak 17 bayi (54,8%), sedangkan pada bayi yang mendapat ASI eksklusif sebanyak 3 bayi (11,1%), dengan nilai p=0,001 (p<0,05). ASI eksklusif memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian diare, di mana bayi 0-12 bulan yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko terjadi diare 1,97 kali lebih sering dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.
Gambaran kadar hidrasi kulit sebelum dan sesudah fototerapi pada pasien Poli Kulit dan Kelamin di RS Sumber Waras Jakarta Winnia Tanely; Linda Julianti Wijayadi; Sari Mariyati Dewi Nataprawira
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13734

Abstract

Kadar hidrasi kulit merupakan salah satu parameter kesehatan kulit yang sangat dipengaruhi natural moisturizing factor (NMF) dan lipid interseluler. Terjadinya gangguan pada kedua komponen tersebut, baik yang disebabkan oleh faktor intrinsik maupun ekstrinsik akan menyebabkan penurunan kadar hidrasi kulit. Xerosis kutis atau kulit kering menimbulkan pruritus dan inflamasi. Fototerapi dengan narrow band ultraviolet B (NBUVB) yang digunakan untuk menurunkan inflamasi dan pruritus pada penyakit kulit dapat menyebabkan kadar hidrasi kulit menurun. Tujuan studi ini adalah mengetahui gambaran kadar hidrasi kulit pada subjek yang mendapatkan fototerapi narrow band UVB di Poli Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Sumber Waras serta pengaruh dosis dan durasi fototerapi terhadap kadar hidrasi kulit. Studi ini merupakan studi deskriptif dengan desain potong lintang pada 10 subjek yang diambil menggunakan teknik total sampling. Subyek merupakan pasien poli kulit dan kelamin RS Sumber Waras yang datang selama periode Januari - Agustus 2020. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, data rekam medis dan pengukuran kadar hidrasi kulit menggunakan korneometer. Hasil studi didapatkan kadar hidrasi kulit yang sangat kering pada seluruh subjek sebelum fototerapi dan kadar hidrasi kulit makin menurun setelah dilakukan fototerapi. Fototerapi narrow band UVB menurunkan kadar hidrasi kulit, namun tidak dipengaruhi oleh dosis dan durasi pemberian fototerapi.
Analisis evolusi dan imunogenisitas gen NA dari virus H3N2 endemik Indonesia tahun 2005-2018 secara in silico Sari Mariyati Dewi Nataprawira; Erick Sidarta; Triyana Sari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18154

Abstract

Influenza merupakan penyakit yang masih menjadi perhatian pemerintah terutama Indonesia karena dapat menyebabkan endemik sepanjang tahun dan dapat menimbulkan dampak yang berat bagi penderitanya. Virus Influenza A/H3N2 merupakan virus penyebab yang dominan di Indonesia. Pada permukaan virus terdapat protein yang berperan pada proses fusi virus ke sel pejamu, salah satunya adalah neuraminidase. Protein ini berperan untuk memotong sialic acid yang terdapat pada sekret di bronkus saluran pernafasan dan permukaan sel pejamu sehingga memudahkan virus pada proses invasi dan replikasi. Protein inilah yang menjadi salah satu target antibodi yang terbentuk paska infeksi atau vaksin. Namun, virus akan melakukan evolusi untuk dapat lolos dari antibodi. Studi ini bertujuan untuk melihat evolusi yang terjadi pada genetik NA virus A/H3N2 yang beredar di Indonesia beserta prediksi perubahan antigenisitas dan epitop pada human leukocyte antigen (HLA) kelas II. Studi ini menggunakan sebanyak 129 spesimen NA dari Indonesia tahun 2005-2018, diperoleh dari bank data National Center for Biotechnology Information (NCBI), Global Initiative on Sharing All Influence Data (GISAID). Analisa evolusi dan filodinamika dilakukan menggunakan software BEAST versi 1.8.3 dilanjutkan dengan analisa antigenisitas, dengan metode Kolaskar dan Tongaonkar. Analisa prediksi pengikatan MHC kelas II dilakukan menggunakan Immune Epitope Database (IEDb). Hasil didapatkan evolusi pada virus A/H3N2 terutama pada gen neuraminidase dengan pola antigenic drift sehingga terdapat dua klaster berbeda. Pada analisa keragaman genetik juga didapatkan hasil jumlah varian yang berfluktuasi dari tahun ke tahun. Sekalipun demikian, pada prediksi imunogenisitas didapatkan mayoritas sekuens memiliki prediksi yang sama. Pada studi ini juga ditemukan beberapa situs prediksi imunogensitas mengalami penurunan atau peningkatan yang menunjukkan adanya seleksi negatif dan positif pada virus yang endemik di Indonesia.
Overview of workers hand skin hydration levels on tofu maker at the tofu factory in Matraman district, East Jakarta Fitri Rahmawati; Linda Julianti Wijayadi; Sari Mariyati Dewi N
Science Midwifery Vol 10 No 4 (2022): October: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i4.746

Abstract

The parameters of human skin health can be assessed from the level of skin hydration. Skin hydration level is the water content in the stratum corneum which is strongly influenced by natural moisturizing factor (NMF) and intercellular lipids. These components can be disrupted when exposed to irritants, such as detergents, too acidic substances, and so on. This condition can cause a decrease in skin hydration levels and becomes inactive, thereby it increases the skin's sensitivity to exogenous factors and infections. Traditional tofu factory workers are workers who have a risk of experiencing a decrease in skin hydration levels due to frequent exposure to tofu-making ingredients with an acidic pH. In Matraman Sub-district, East Jakarta, there are several tofu factories with the manufacturing process that is still processed traditionally. This descriptive observational study with a cross-sectional design aims to determine the overview of hand skin hydration levels in tofu-making workers located in the traditional tofu factory at Matraman District, East Jakarta. So that the workers and factory owners are expected to improve the quality of their workers. Data were obtained by measuring skin hydration levels in 100 study subjects using SK-IV corneometer and filling out questionnaires. Results: an overview of the skin hydration levels of right-handed and left-handed subjects with an average of 20,42% (very dry skin). The average level of skin hydration was lowest in the 60-70 year age group (19,35%), and in the 20-30 year age group (21,65%) and the male group had higher levels (20,59%). Level measurement at the hand location was obtained very dry skin category on the back of the right hand (100%). The more frequent of the frequency exposure to chemicals, the lower the hydration level of the skin (20,08%).
Development of Amplification Refractory Mutation System PCR to Detect Androgen Receptor Gene G1773A (rs6152) Polymorphism Triyana Sari; Erick Sidarta; Sari Mariyati Dewi Nataprawira; Giovani Evangelista Alfonsius; Damar Sajiwo
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 03 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, 2023 (June-August)
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v12i03.1694

Abstract

Androgen receptor (AR) is a ubiquitous receptor responsible for responses by androgen stimulus. Androgen, a hormone which will bind to the AR, is essentials for normal male sexual development. Nevertheless, one of the polymorphisms in the AR gene, G1733A (rs6152) have been associated with numerous clinical risks such as cardiovascular disease (CD), androgenetic alopecia, high prostate-specific antigen (PSA) levels, male infertility, recurrent spontaneous abortions and prostate cancer. This study aims to develop an alternative and cost-effective method to detect G1773A (rs6152) polymorphism. In this study, amplification refractory mutation system-polymerase chain reaction (ARMS-PCR) using two pair of primers was used to detect the G1733A (rs6152) polymorphism. Primer design was done using http://primer1.soton.ac.uk/primer1.html online tools and then manually adjusted to increase the specificity. A total of 54 samples were screened using ARMS PCR and 2 representative samples of each allele from previous screening were used to validate the results using Sanger DNA sequencing. Among 54 subjects screened, we found 52 (96.3%) subjects carry G allele and 2 (3.7%) subjects carry A allele. No heterozygote was found in this study. The frequency of G allele was 96.97% and the frequency of A allele was 3.03%. Result validation using DNA sequencing was in agreement with ARMS-PCR method results. ARMS-PCR can be used as efficient alternative for genotyping of G1733A (rs6152) AR gene polymorphism.
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA ANGKATAN 2012-2016 DENGAN OBESITAS Patterson, Daniel Albar R; Dewi, Sari Mariyati
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 1 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i1.12155

Abstract

Obesity is the condition that can adversely affect health especially on the cardiovascular system. The lack of activity as a result of advances in technology and service system today causes an increase obesity occurs in people more than 18 years old. Based on fat distributed, obesity divided into central obesity and peripheral obesity. Central obesity is more at risk of an inflammatory process that is the basis of atherosclerosis. The high production of cytokines TNF? and IL-6 cytokines can affect the process of megakaryocytopoiesis and platelet activation so that can increase in the number of platelets. In previous study, it was found a correlation between the platelet count and obesity in Korean adolescents. In Indonesia, there was no data. Medical students of Universitas Tarumanagara are also at risk of obesity, the large number of task and materials that need to be studied, makes the students less physical activity. This study was cross-sectional descriptive method to decide an increase in platelets counts in obese students as a sign of an inflammatory process.  There was 54 respondents with obesity that obtained by non-random consecutive sampling. Results: base on nutritional status, most respondents (66,7%) were obese II with female higher that man, contrast with obesity I group (male, 55%.) Base on platelet count, all respondents have normal platelet count but the average of platelet count higher in obesity II group.
GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT, NEUTROFIL, DAN LIMFOSIT PADA MAHASISWA ANGKATAN 2011- 2016 DENGAN OBESITAS DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA PERIODE MEI 2017 Ivoni, Siska; Dewi, Sari Mariyati
Ebers Papyrus Vol. 27 No. 2 (2021): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v27i2.16121

Abstract

Akhir-akhir ini obesitas menjadi masalah kesehatan global bagi dunia. Hal ini dikarenakan prevalensinya yang terus meningkat dan banyaknya kematian yang merupakan akibat tidak langsung dari obesitas. Jantung koroner merupakan salah satu penyakit akibat obesitas, terutama obesitas sentral. Terjadinya disfungsi adiposit mengakibatkan terjadi peningkatan produksi sitokin proinflamasi dan rekrutmen sel-sel radang. Pada penelitian terdahulu, terhadap orang sampel obesitas sentral dengan rentang usia 18-65 tahun, didapatkan adanya peningkatan jumlah leukosit, neutrofil, dan limfosit. Penelitian ini dilakukan terhadap 60 sampel (17-28 tahun) mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara yang mengalami obesitas. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan jumlah leukosit, neutrofil, dan limfosit ini dilakukan dengan disain deskriptif cross-sectional. Hasil penelitian ini didapatkan adanya peningkatan jumlah leukosit dan neutrofil pada sampel dengan obesitas II dan peningkatan jumlah limfosit pada obesitas I. Peningkatan jumlah limfosit ini merupakan tahap awal terjadinya metabolik sindrom pada responden dengan peningkatan jaringan adiposit viseral.