Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ADOPTION OF ELECTRONIC PRESCRIBING ACCEPTANCE FOR USERS: APPLYING AN EXTENDED TAM MODEL Lestari, Rinna Dwi; Sundari, Sri; Trisnadi, Setyo; Ardani, Yanuar
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 4 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i4.2365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penerimaan resep elektronik pada pengguna yang menerapkan model extended TAM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kausal dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 74 responden. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling yang merupakan teknik yang dapat mengurangi bias dalam penelitian. Variabel yang diteliti adalah Penerimaan Penggunaan, Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan Penggunaan dan Sikap Penggunaan. Analisis data menggunakan software Smart PLS untuk mengukur data dengan auto coding. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini diterima dengan hasil uji reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha. Penerimaan Penggunaan (0,730), Persepsi Kegunaan (0,877), Persepsi Kemudahan Penggunaan (0,887) dan Sikap Penggunaan (0,894). Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kegunaan difusi elektronik. Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap penggunaan infiltrasi elektronik. Persepsi kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap penggunaan infiltrasi elektronik. Persepsi kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan infiltrasi elektronik. Sikap terhadap teknologi ini secara positif dan signifikan memengaruhi penerimaan resep elektronik. Kegunaan yang dirasakan memediasi pengaruh persepsi kemudahan penggunaan terhadap sikap difusi elektronik. Kemudahan penggunaan mempengaruhi kegunaan infiltrasi elektronik. Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap penggunaan infiltrasi elektronik. Implikasi dari penelitian ini hanya menganalisis penerimaan resep elektronik dengan menggunakan model extended TAM. Diharapkan ada penelitian lebih lanjut dengan menggunakan alat dan pendekatan lain.
Optimalisasi dan Saintifikasi Produk Minuman Herbal Tradisional untuk Peningkatan Produktifitas Komunitas UMKM Unjukan Solo di Era Industri Wellness dan Tourism Lestari, Rinna Dwi; Shahab, Fatinah; Rosya, Shilva Putri; Prihantini, Malinda; Kholis, Nur; Setiyawan, Luky; Bukhori, M. Fariz Annas
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.647

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan produk minuman herbal yang bermanfaat secara kesehatan dan bernilai ekonomi. Melalui pendekatan pemberdayaan Masyarakat, kegiatan ini mencakup proses saintifikasi produk herbal, penyusunan informasi nilai gizi yang akurat serta klaim kesehatan pada label kemasan yang sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku. Program ini juga mendorong peningkatan kapasitas sekaligus memperkuat daya saing UMKM dalam aspek pemasaran dengan melakukan promosi yang bersifat edukatif, terutama terkait literasi kesehatan bagi konsumen. Kegiatan ini juga memberikan pendampingan dalam standardisasi proses produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat unjukan Solo mampu membuat berbagai jenis minuman herbal yang menarik dan berkualitas. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan saintifikasi minuman herbal menunjukkan bahwa pendampingan dalam standardisasi proses produksi diperlukan agar alur kerja menjadi lebih efisien, kualitas produk lebih stabil, dan mutu keseluruhan dapat dipertahankan secara konsisten dalam jangka panjang. Hal ini menjadi salah satu strategi yang efektif untuk mendukung kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Pentatalaksanaan Bedah Myxofibrosarcoma Punggung Kronis: Sebuah Laporan Kasus: Surgical Management of Chronic Myxofibrosarcoma of the Back: A Case Report Sukowati, Eko Gunawan; Nugroho, Dodhi Kuncoro Setiyo; Lestari, Rinna Dwi
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v5i1.174

Abstract

Soft tissue sarcoma is a rare malignant tumor that can arise in various parts of the body, including the back. One of its subtypes, myxofibrosarcoma, is known for its relatively slow growth but high risk of local recurrence, making early diagnosis and appropriate management crucial. This case report aims to describe the diagnostic process, surgical management, and functional as well as aesthetic outcomes in a patient with back myxofibrosarcoma. This study used a descriptive case report design involving a 63-year-old male patient who presented with a back mass that had been developing for approximately 20 years. The observed variables included the clinical characteristics of the mass, anatomical pathology findings, type of surgical intervention, and postoperative condition. The assessment tools consisted of clinical physical examination, histopathological evaluation of tumor tissue, and observation of functional outcomes and the patient’s ability to perform daily activities after surgery. The examination results revealed a large soft tissue mass with dilated blood vessels on the back. Anatomical pathology confirmed a malignant mesenchymal tumor suggestive of myxofibrosarcoma. The patient underwent wide excision followed by flap reconstruction. Postoperatively, the patient’s general condition was stable without significant complications, the surgical wound improved, and the patient was able to return to normal activities as a construction worker after routine follow-up and care. This case demonstrates that soft tissue sarcoma of the back, although progressive in appearance and often concerning, can yield good clinical outcomes when managed with adequate surgical intervention according to indications. Patient education regarding the potential success of therapy plays an important role in improving treatment adherence, trust in medical procedures, and optimization of postoperative functional and aesthetic results.
Kajian Hukum dan Etika Kesehatan terhadap Tanggung Jawab Tenaga Medis di Fasilitas Pelayanan Publik Rinna Dwi Lestari
RETORIKA: Journal of Law, Social, and Humanities Vol. 3 No. 2 (2025): Retorika: Journal of Law, Social, and Humanities
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/retorika.v3i2.1578

Abstract

This study aims to: 1) analyze the regulation of medical personnel's responsibilities in public service facilities from a legal and health ethics perspective, and 2) assess the standards and limits of accountability in the provision of services to patients. This is a normative legal study using statutory, conceptual, and historical approaches. The legal materials analyzed include regulations regarding medical practice, health personnel, health services, consent for medical procedures, patient safety, and medical records, as well as academic literature, supporting documents, and related scientific studies. The analysis is conducted through legal interpretation, legal theory, and legal principles to assess the conformity of medical actions with legal provisions and professional ethics. The results of the study indicate, first, that the responsibility of medical personnel is determined by compliance with professional standards, operational procedures, and the fulfillment of patient rights, including consent for medical procedures. Second, this regulation creates a balance between patient protection and legal certainty for medical personnel in the provision of public health services, so that inherent medical risks do not automatically give rise to liability as long as actions are carried out in accordance with applicable legal and ethical norms.