Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Fenomena Informed Consent: Tantangan dan Anomali bagi Dokter Muda di Jawa Timur Isnoviana, Meivy; Lestari, Rinna Dwi; Nurkhamida, Nurkhamida; Agnes, Andra
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15652

Abstract

ABSTRACT Clerkship who are studying at Network Hospital often deal directly with patients. Clerkships also learn to convey informed consent, which will determine the patient's willingness or refusal to perform the action. This study aims to determine clerkship' understanding of informed consent and how to convey it at the X Faculty of Medicine Network Hospital in East Java. This research method is a mixed-method sequential explanatory design. The population of this study was all clerkships who were studying at Hospital A and Hospital B using the total sampling method. The research instrument used a questionnaire on informed consent based on Permenkes No.290 Th 2008, which was validated. The data obtained were analyzed as univariate and bivariate and then combined with qualitative data based on FGD. Data will be presented in the form of tables and narrative text. It was found that the understanding of medium category informed consent was 50%, high and medium 20%, while for the delivery of informed consent in accordance with the ethical theory of the category was less than 45%, the medium category was 40%, and good was 12%. There is an anomaly where 19 respondents who are considered lacking in understanding turned out to be able to convey well. Shows that factors such as language, knowledge of disease, role models, and socio-culture are quite influential. Statistically, there is a relationship between the understanding and knowledge of clerkship in the delivery of informed consent, and overall factors such as language, educational background, knowledge of the patient's disease, and socio-culture have an important role in delivering informed consent effectively and ethically. Keywords: Clerkship, Understanding Informed Consent, Ethics of Informed Consent, Conveying Informed Consent  ABSTRAK Dokter muda yang sedang menempuh pendidikan di Network Hospital sering berhadapan langsung dengan pasien. Dokter muda juga belajar untuk menyampaikan informed consent, yang akan menentukan kesediaan atau penolakan pasien untuk melakukan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dokter muda tentang informed consent dan cara menyampaikannya di Rumah Sakit Jaringan X Fakultas Kedokteran di Jawa Timur. Metode penelitian ini adalah metode desain campuran dengan penjelasan berurutan. Populasi penelitian ini adalah semuanya dokter muda yang sedang menempuh pendidikan di Rumah Sakit A dan Rumah Sakit B dengan menggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner informed consent berdasarkan Permenkes No.290 Th 2008 yang telah divalidasi. Data yang diperoleh dianalisis menjadi univariat dan bivariat kemudian dikombinasikan dengan data kualitatif berdasarkan FGD. Penyajian data dalam bentuk tabel dan teks naratif. Ditemukan bahwa pengertian informed consent kategori medium adalah 50%, tinggi dan sedang 20%, sedangkan untuk penyampaian informed consent sesuai dengan teori etika kategori kurang dari 45%, kategori sedang adalah 40% dan baik adalah 12%. Terdapat anomali dimana diantara 19 responden yang dianggap kurang paham ternyata mampu menyampaikan dengan baik. Menunjukkan bahwa berbagai faktor seperti bahasa, pengetahuan tentang penyakit, panutan, dan sosial budaya cukup berpengaruh. secara statistik ada hubungan antara pemahaman dan pengetahuan dokter muda dalam pemberian informed consent, dan keseluruhan faktor seperti bahasa, latar belakang pendidikan, pengetahuan tentang penyakit pasien, sosial budaya memiliki peran penting dalam memberikan informed consent secara efektif dan etis. Kata Kunci: Dokter Muda, Pengertian Informed Consent, Etika Informed Consent, Penyampaian Informed Consent. 
ADOPTION OF ELECTRONIC PRESCRIBING ACCEPTANCE FOR USERS: APPLYING AN EXTENDED TAM MODEL Lestari, Rinna Dwi; Sundari, Sri; Trisnadi, Setyo; Ardani, Yanuar
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 4 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i4.2365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penerimaan resep elektronik pada pengguna yang menerapkan model extended TAM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kausal dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 74 responden. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling yang merupakan teknik yang dapat mengurangi bias dalam penelitian. Variabel yang diteliti adalah Penerimaan Penggunaan, Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan Penggunaan dan Sikap Penggunaan. Analisis data menggunakan software Smart PLS untuk mengukur data dengan auto coding. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini diterima dengan hasil uji reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha. Penerimaan Penggunaan (0,730), Persepsi Kegunaan (0,877), Persepsi Kemudahan Penggunaan (0,887) dan Sikap Penggunaan (0,894). Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kegunaan difusi elektronik. Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap penggunaan infiltrasi elektronik. Persepsi kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap penggunaan infiltrasi elektronik. Persepsi kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan infiltrasi elektronik. Sikap terhadap teknologi ini secara positif dan signifikan memengaruhi penerimaan resep elektronik. Kegunaan yang dirasakan memediasi pengaruh persepsi kemudahan penggunaan terhadap sikap difusi elektronik. Kemudahan penggunaan mempengaruhi kegunaan infiltrasi elektronik. Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap penggunaan infiltrasi elektronik. Implikasi dari penelitian ini hanya menganalisis penerimaan resep elektronik dengan menggunakan model extended TAM. Diharapkan ada penelitian lebih lanjut dengan menggunakan alat dan pendekatan lain.
Optimalisasi dan Saintifikasi Produk Minuman Herbal Tradisional untuk Peningkatan Produktifitas Komunitas UMKM Unjukan Solo di Era Industri Wellness dan Tourism Lestari, Rinna Dwi; Shahab, Fatinah; Rosya, Shilva Putri; Prihantini, Malinda; Kholis, Nur; Setiyawan, Luky; Bukhori, M. Fariz Annas
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.647

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan produk minuman herbal yang bermanfaat secara kesehatan dan bernilai ekonomi. Melalui pendekatan pemberdayaan Masyarakat, kegiatan ini mencakup proses saintifikasi produk herbal, penyusunan informasi nilai gizi yang akurat serta klaim kesehatan pada label kemasan yang sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku. Program ini juga mendorong peningkatan kapasitas sekaligus memperkuat daya saing UMKM dalam aspek pemasaran dengan melakukan promosi yang bersifat edukatif, terutama terkait literasi kesehatan bagi konsumen. Kegiatan ini juga memberikan pendampingan dalam standardisasi proses produksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat unjukan Solo mampu membuat berbagai jenis minuman herbal yang menarik dan berkualitas. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam memanfaatkan saintifikasi minuman herbal menunjukkan bahwa pendampingan dalam standardisasi proses produksi diperlukan agar alur kerja menjadi lebih efisien, kualitas produk lebih stabil, dan mutu keseluruhan dapat dipertahankan secara konsisten dalam jangka panjang. Hal ini menjadi salah satu strategi yang efektif untuk mendukung kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi.
Pentatalaksanaan Bedah Myxofibrosarcoma Punggung Kronis: Sebuah Laporan Kasus: Surgical Management of Chronic Myxofibrosarcoma of the Back: A Case Report Sukowati, Eko Gunawan; Nugroho, Dodhi Kuncoro Setiyo; Lestari, Rinna Dwi
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v5i1.174

Abstract

Soft tissue sarcoma is a rare malignant tumor that can arise in various parts of the body, including the back. One of its subtypes, myxofibrosarcoma, is known for its relatively slow growth but high risk of local recurrence, making early diagnosis and appropriate management crucial. This case report aims to describe the diagnostic process, surgical management, and functional as well as aesthetic outcomes in a patient with back myxofibrosarcoma. This study used a descriptive case report design involving a 63-year-old male patient who presented with a back mass that had been developing for approximately 20 years. The observed variables included the clinical characteristics of the mass, anatomical pathology findings, type of surgical intervention, and postoperative condition. The assessment tools consisted of clinical physical examination, histopathological evaluation of tumor tissue, and observation of functional outcomes and the patient’s ability to perform daily activities after surgery. The examination results revealed a large soft tissue mass with dilated blood vessels on the back. Anatomical pathology confirmed a malignant mesenchymal tumor suggestive of myxofibrosarcoma. The patient underwent wide excision followed by flap reconstruction. Postoperatively, the patient’s general condition was stable without significant complications, the surgical wound improved, and the patient was able to return to normal activities as a construction worker after routine follow-up and care. This case demonstrates that soft tissue sarcoma of the back, although progressive in appearance and often concerning, can yield good clinical outcomes when managed with adequate surgical intervention according to indications. Patient education regarding the potential success of therapy plays an important role in improving treatment adherence, trust in medical procedures, and optimization of postoperative functional and aesthetic results.