Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

INTELECTUAL CAPITAL IN PUBLIC ZAKAH INSTITUTION ON ZAKAH MANAGEMENT Ansoriyah, Faizatul; Haryanti, Rina Herlina; Sulistyo W, Wahyu Febriyanto; Permatasari, Dinar; Nugraheni, Jacika Pifi; Purwasih, Ratna Amy
Spirit Publik: Jurnal Administrasi Publik Volume 10, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.427 KB) | DOI: 10.20961/sp.v10i1.1260

Abstract

Indonesia is the biggest moslem country, it has chance to reduction poverty through zakah. One of the zakah intitution is BAZ (Public Zakah Intitution). The purpose in study is to know about intelectual capital in public zakah Institution. Intelectual capital is important in zakah management. It consist of human capital, structural capital and relational capital.Research methodology is empirically qualitative research. The result of this study show that intelectual capital is not maximized.  Although the level of employee education is high but still lower innovation and creativity still low. Bazda In Surakarta is the temporal institution in Ministry of Religion.  Keywords:Intellectual Capital, Pengelolaan Zakat
Perspektif Community Governance dalam Pemberdayaan Masyarakat Penyandang Disabilitas oleh Kelompok Swadaya Masyarakat Sambung Roso Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan Octavia, Laura; Haryanti, Rina Herlina
Jurnal Mahasiswa Wacana Publik Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v3i2.76191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pemberdayaan masyarakat penyandang disabilitas dalam perspektif community governance oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sambung Roso Simbatan Kecamatan Nguntoronaadi Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui obsercasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validitas data dalam penelitian ini melalui triangulasi sumber. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan dan verifikasi menggunakan teknik analisis data model Miles, Hubberman, and Saldana (2014). Penelitian ini menggunakan teori tiga tahapan pemberdayaan masyarakat tahap penyadaran, tahap pengkapasitasan, dan tahap pendayaaan. Masing-masing sudah memberikan pemberdayaan yang baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses kegiatan pemberdayaan masyarakat penyandang disabilitas yang dilihat dari ketiga tahapan dalam perspektif community governance meliputi aspek-aspek community governance seperti social capital melalui tujuan untuk keberhasilan penyandang disabilitas berupa (bonding social capital, bridging social capital, dan linking social capital), organizational resources berupa tersedianya sumber daya manusia dan sumber daya organisasi untuk pemenuhan pmebrdayaan. Sayangnya pada human capital, kemampuan dan keahlian dari sumber daya manusia yang dimiliki KSM Sambung Roso masih terbatas untuk proses pemenuhan kemampuan dan keahlian dari beberapa anggota pendamping KSM Sambung Roso belum dilaksanakan secara kuat.
Fenomena Glass Ceiling dalam Peningkatan Karir Aparatur Sipil Negara di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Pamungkas, Agra; Nabila, Ajeng Nasywa; Fawnia, Antesa Farah; Febrianto, Bagus Fery; Putri, Eryka Amelia; Handayani, Ferry Dyah; Haryanti, Rina Herlina
Jurnal Mahasiswa Wacana Publik Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v5i1.105476

Abstract

Komposisi jumlah laki – laki dan perempuan pada jajaran pimpinan yaitu ketua tim kerja atau penanggung jawab urusan pada struktur organisasi di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V penyesuaian sistem kerja terhitung mulai Februari 2025 menarik perhatian akan indikasi terjadinya fenomena glass ceiling dalam peningkatan jenjang karir ASN perempuan pada lembaga tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 6 (enam) informan dari berbagai bidang di LLDIKTI Wilayah V. Data dianalisis berdasarkan pendekatan analisis data Creswell (2014) melalui tahap pengkodean, pengelompokan tema, dan interpretasi mendalam terhadap factor peran gender, stereotip gender, dan lingkungan kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa glass ceiling tidak muncul secara eksplisit melalui kebijakan diskriminatif, melainkan faktor implisit seperti konstruksi gender serta pertimbangan individual tetap menjadi hambatan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan program afirmatif berbasis gender dan penguatan sistem merit di lembaga pemerintahan yang lebih adil dan inklusif.
Respon Tentang Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (Studi Pada Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sukoharjo) Rahmasari, Mei Diana Murti; Haryanti, Rina Herlina
Jurnal Mahasiswa Wacana Publik Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v3i1.75892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon yang ditunjukkan oleh penyandang disabilitas tentang implementasi Program JKN KIS di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Cara snowball digunakan untuk menentukan informan dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas penyandang disabilitas di Kabupaten Sukoharjo menunjukkan respon adaptif kompromistis dalam semua aspek implementasi Program JKN KIS. Respon analitis dan respon kritis juga ditunjukkan dalam beberapa aspek namun tidak semua. Respon yang tidak pernah dimunculkan dalam semua aspek implementasi Program JKN KIS di Kabupaten Sukoharjo adalah respon skeptis dan respon reaktif konfrontatif.