Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hakikat Penegakan Hukum yang Progresif terhadap Korupsi dan Upaya Pencegahannya di Masyarakat Pratama, Widhy Andrian; Widyaningsih, Halimah Endang
Verfassung: Jurnal Hukum Tata Negara Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/vjhtn.v4i1.689

Abstract

Fenomena korupsi bagaikan penyakit yang merusak integritas seseorang dan sulit untuk diatasi. Meskipun semboyan antikorupsi banyak terlihat di berbagai tempat, hal itu sering kali terasa seperti hanya sekadar simbol tanpa makna. Artikel ini menerapkan pendekatan berbasis data dengan menggunakan metode penelitian socio-legal yang mengumpulkan data melalui pencarian berbagai dokumen yang relevan dan dianalisis secara substantif. Hasilnya, penegakan hukum yang progresif tidak terikat pada pandangan lama dalam menangani korupsi dan mampu mengambil langkah hukum terhadap pejabat daerah demi tercapainya kesetaraan sosial. Dampak buruk dari korupsi dapat dirasakan di berbagai sektor, seperti kemiskinan sosial, birokrasi pemerintahan, sistem politik dan demokrasi, penegakan hukum, pertahanan dan keamanan, serta kerusakan lingkungan.
HAK WARIS ANAK DILUAR NIKAH PERSFEKTIF HUKUM ISLAM DAN PERDATA Pratama, Widhy Andrian; Yuliani, Adis Nevi; Pusvita, Djulya Eka; Murdiono, Murdiono

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jjh.v12i2.4660

Abstract

An illegitimate child refers to a child born from a relationship outside of a legal marriage at a certain time. The status and position of the child are highly dependent on the legality of the marriage of his parents. Based on National Law, a marriage is considered valid if it is registered by an authorized institution or agency. A child born out of wedlock only has a legal relationship with his mother and is entitled to inherit property from the mother's side. If the child's blood relationship with his biological father is severed, then the child's inheritance rights only apply to the mother's family, and not to the biological father's family. Therefore, an illegitimate child is not entitled to receive an inheritance from his biological father. However, this provision only applies in terms of the distribution of inheritance to illegitimate children. The recipient of the inheritance is an individual who has legal inheritance rights, such as Zawil Khurd and Zawir Alham. This article adopts a normative research approach, which utilizes literature and books as sources to analyze doctrine from a normative perspective. In the study of normative law, the main focus lies on understanding the essence and scope of law as a system that studies reality. This discipline involves two aspects, namely analytical and normative, with law included in this category. It can be concluded that illegitimate children have the right to inherit together with heirs from groups I, II, III, or IV, and can receive inheritances even though they come from groups with different degrees. However, in certain situations, if heirs from groups I to IV do not leave descendants and there are only illegitimate children, then the legitimate illegitimate children are recognized as heirs who have the right to receive all inheritance, in accordance with the provisions of Article 865 of the Civil Code. In marriage law, the legal status of illegitimate children is regulated by Law Number 1 of 1974, specifically Article 43 paragraph (1), which states that illegitimate children only have a civil relationship with their mother and family. Therefore, illegitimate children are only legally bound to their mother and family, without any legal relationship with the father who raised them.
TANGGUNG JAWAB DEVELOPER YANG WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI PERUMAHAN Pratama, Widhy Andrian; Widyaningsih, Halimah Endang

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/jjh.v12i2.4663

Abstract

The implementation of landed house construction by developers still relies on conventional construction methods or on-site construction. This method is a construction technique that has long been known and widely used, and is supported by the availability of experts and construction service providers who are competent in planning and implementation. However, this method is not free from weaknesses, including uncertainty in determining the technical specifications of the building accurately. In addition, the implementation process also has the potential to experience increased costs, especially when disrupted by external factors such as uncertain weather conditions. This article uses a normative approach, which focuses on the analysis of law as a system of rules that are binding and serve as guidelines in community life. Therefore, the normative legal approach focuses on the analysis of positive law, legal principles and doctrines, legal interpretation in concrete cases, the structure of the legal system, harmonization of legal norms, comparative legal studies, and historical aspects of the legal system being studied. This research is descriptive-analytical. From this research, it can be concluded that the legal implications of the implementation of the pre-project selling system arise when business actors do not carry out their obligations as determined, so that it can cause objections or complaints from consumers if the results received are not in accordance with the agreement in the sale and purchase contract. In an agreement, a business actor is said to have made an achievement if he is able to carry out his obligations properly. Conversely, if he fails to carry out his responsibilities, then this condition is called a breach of contract. A breach of contract is a form of non-compliance with an agreement that has been agreed upon, and this gives the injured party the right to claim compensation as a form of accountability for the violation
Kegunaan Bedah Mayat Terhadap Korban Tindak Pidana Dalam Perspektif Normatif Hukum Pratama, Widhy Andrian
Vifada Assumption Journal of Law Vol. 1 No. 1 (2023): January - June
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/xtwza863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganlisis kegunaan bedah mayat terhadap korban tindak pidana dalam perspektif normatif hukum. Metode Penelitian yang di pergunakan adalah Metode penelitian hukum normatif/doktrinal (normative legal research) yaitu tipe penelitian yang dilakukan dengan cara menganalisis kegunaaan bedah mayat terhadap korban tindak pidana serta mengkaji peraturan perundang-undangan yang diterapkan terhadap bedah mayat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegunaan bedah mayat terhadap korban tindak pidana, dapat menemukan sebab akibat kematian dari korban tindak pidana dengan menggunakan metode bedah mayat. Beda mayat merupakan bagian dari proses hukum formil dengan tujuan membantu penegakan hukum dalam rangka membuat terang kebenaran materil terhadap suatu tindakan yang telah terjadi.
HUKUMAN MATI BAGI BANDAR NARKOTIKA DALAM PERSFEKTIF HUKUM DAN HAM Pratama, Widhy Andrian; Adis, Adis Nevi Yuliani
Realism: Law Review Vol. 2 No. 3 (2024): Realism: Law Review
Publisher : Sabtida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71250/rlr.v2i3.46

Abstract

Artikel ini menggunakan metode Penelitian Normatif, artinya meneliti secara doktrinal dengan literatur dan buku-buku dari segi perspektif normatif hukum, yang berguna memberikan pengetahuan tambahan tentang informasi, dan gambaran umum mengenai apa yang diteliti dalam penelitian ini. Dari penelitian ini dapat kita simpulkan bahwa hukuman mati bagi bandar narkotika merupakan suatu langkah yang terbaik dari penegakan hukum, disebabkan tanpa adanya suatu pengendalian dan pengawasan yang extra ketat, maka penyalahgunaan peredaran narkotika yang dilakukan oleh bandar-bandar akan merugikan dan menimbulkan bahaya yang sangat besar bagi kehidupan berbangsa, dan bernegara. Dan hendaknya pemerintah melakukan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika dengan melakukan sosialisasi tentang narkotika ke masyarakat, karena potensi penyalahgunaan dan peredaran narkotika merupakan ancaman nyata yang perlu segera di berantas.
PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP SISWA-SISWI SMK DI ERA LITERASI DIGITAL Pratama, Widhy Andrian
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): PRAXIS Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v3i2.1133

Abstract

Community Service Activities (PKM), this is basically a form of initiative from the Lecturer of the Law Study Program, Syekh Yusuf Al-Makassari University, Gowa, in implementing the Tri Dharma of Higher Education, which is considered good and useful for character education for students of Syekh Yusuf Al-Makassari Gowa Pharmacy Vocational School. And this activity is carried out by presenting percentage material and direct interaction responding to students' responses. Community Service Activities (PKM), this was carried out on Thursday, July 25, 2024, at Syekh Yusuf Al-Makassari Gowa Pharmacy Vocational School. Which is located and located on Jl Andi tonro Permai, Tombolo, Somba Opu, Gowa Regency. So it can be concluded that Community Service Activities (PKM), this has been carried out up to providing knowledge in the form of presentations and also providing an understanding of digital literacy learning which is an effort to improve the learning process for students of Syekh Yusuf Al-Makassari Gowa Pharmacy Vocational School. This PKM activity ran orderly and smoothly. The students actively answered questions raised by the speakers and the school also felt helped by this PKM activity, because it could be an inspiration or input for educators in teaching in schools. And we also as the PKM implementation team hope that activities related to the utilization or use of digital technology for the learning process in schools can be held again
HAKEKAT MEDIASI DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI Pratama, Widhy Andrian
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 2 No. 6 (2023): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Desember 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v2i6.1045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui secara singkat mengenai Hakekat Mediasi Dalam Penyelesaian Perkara Perdata Di Pengadilan Negeri serta Metode Penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu: Penelitian hukum normatif/doktrinal adalah yakni melakukan suatu penalaran atau perbandingan data kepustakaan berupa literatur-literatur hukum atau buku-buku bacaan yang mana hal tersebut, disusun secara sistematis serta kemudian ditarik suatu kesimpulan dalam hubungannya dengan masalah yang diteliti. Dapat kita simpulkan bahwa Mediasi merupakan salah satu cara yang efektif dalam proses penyelesaian sengketa di pengadilan dengan melibatkan pihak ketiga sebagai mediator, di mana pihak mediator adalah pihak yang bersifat netral dengan melibatkan dirinya untuk menyelesaikan masalah para pihak yang bersengketa.
Penguatan Pemahaman dan Implementasi CSR Berbasis Partisipasi Masyarakat di Kecamatan Bungku Utara Nisa, Ayu Chairun; Pratama, Widhy Andrian
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2025): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v3i6.1284

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman dan pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara. CSR tidak lagi dipandang sebagai beban biaya perusahaan, tetapi sebagai investasi sosial yang mampu menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi, pendampingan, dan forum kolaboratif antara perguruan tinggi, perusahaan, dan masyarakat, program ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program CSR yang berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peningkatan pemahaman mengenai konsep CSR, mekanisme pelaksanaannya, serta peluang pemanfaatannya untuk pembangunan sosial-ekonomi lokal. Selain itu, perusahaan memperoleh umpan balik yang konstruktif untuk memperbaiki strategi CSR-nya agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Program ini menegaskan bahwa pelaksanaan CSR berperan penting dalam membangun hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat, memperkuat legitimasi perusahaan, serta menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi berbagai pemangku kepentingan.
LOKALISASI DAN PROSTITUSI DALAM PERSFEKTIF HUKUM ISLAM SERTA IMPLIKASINYA Pratama, Widhy Andrian
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8671

Abstract

ABSTRACT Localization areas are often perceived as unsafe social spaces for women, both for those who work within them and for residents living in surrounding communities. This condition is not only caused by vulnerability to acts of violence but also by the negative social stigma attached to localization. The existence of localization is frequently regarded as a social problem as it generates public unrest, disrupts social order, and raises moral, health, and public security concerns. This study aims to analyze the legal regulation of prostitution and localization and to examine the effectiveness of government policies in addressing these issues, particularly from the perspective of women’s protection and public order. The research employs a doctrinal (normative) legal method by examining statutory regulations, legal principles, and legal doctrines through secondary data. The data are obtained from legal textbooks, statutory provisions, scholarly literature, records, and relevant reports. The findings indicate that the issue of prostitution and localization has not yet been comprehensively and sustainably resolved. Therefore, legal regulatory reform and a broader collaborative approach involving the government, religious leaders, local communities, and non-governmental organizations are necessary to develop fair, humane, and effective solutions. ABSTRAK Daerah lokalisasi kerap dipersepsikan sebagai ruang sosial yang tidak aman bagi perempuan, baik bagi mereka yang bekerja di dalamnya maupun masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh kerentanan terhadap tindak kekerasan, tetapi juga akibat stigma sosial negatif yang melekat pada lokalisasi. Keberadaan lokalisasi sering dipandang sebagai permasalahan sosial karena menimbulkan keresahan, mengganggu ketenteraman warga, serta memunculkan persoalan moral, kesehatan, dan ketertiban umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum terkait prostitusi dan lokalisasi serta mengkaji efektivitas kebijakan pemerintah dalam menangani permasalahan tersebut, khususnya dari perspektif perlindungan perempuan dan ketertiban masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode doktrinal (normatif), dengan menelaah peraturan perundang-undangan, prinsip-prinsip hukum, dan doktrin hukum melalui data sekunder yang diperoleh dari buku hukum, pasal-pasal peraturan, literatur ilmiah, catatan, serta laporan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga saat ini permasalahan prostitusi dan lokalisasi belum tertangani secara komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi hukum serta pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, masyarakat lokal, dan lembaga swadaya masyarakat guna menciptakan solusi yang berkeadilan, humanis, dan efektif.