Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Riset

Dispersi Pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Pada Pengrajin Perahu Nelayan Fiberglass Dusun Pattontongan Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Fachruddin, Farianto; Asri, Syamsul; Firmansyah, Mohammad Rizal; Mustafa, Wahyuddin; Yusuf, Zulkifli; Bochary, Lukman; Clausthaldi, Fadhil Rizki; Azis, Muhammad Akbar
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.122023.06

Abstract

Kecamatan Binamu merupakan penghasil terbesar rumput laut Kabupaten Jeneponto (14% dari total produksi rumput laut). Kecamatan ini merupakan salah satu dari tujuh kecamatan di Kabupaten Jeneponto sebagai penghasil rumput laut. Perahu kecil merupakan sarana operasional budidaya rumput laut sering mengalami kerusakan lambung akibat pendaratan. Perahu ini umumnya terbuat dari material kayu atau fiberglass. “Cahaya Laut”  sebagai salah satu kelompok nelayan-pebudidaya rumput laut di Kecamatan Binamu dusun  Pattontongan  beranggotakan sepuluh orang. Kelompok ini sudah lima tahun menjadi binaan dari dosen program studi Teknik Perkapalan. Salah satu kompetensinya adalah ketrampilan sebagai pengrajin fiberglass dalam perbaikan dan pembuatan perahu nelayan. Dalam proses pembangunan dan perbaikan perahunya mereka belum menerapkan tata cara kerja aman dan sehat sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan  memberikan pemahaman tentang pentingnya aspek  K3, kemudian menerapkan tindakan tindakan pencegahan terhadap hal-hal yang bisa menyebabkan kecelakaan dan masalah kesehatan kerja pada lingkungan kerja mereka. Hasil wawancara awal, menunjukkan fakta bahwa sering terjadi kecelakaan kerja  berakibat pada cedera ringan dan berat. Sebab itu, penting dilakukan desiminasi tentang K3 bagi pengrajin (pebudidaya rumput) perahu fiberglass di dusun Patotontongan kecamatan Binamu. Hasil kegiatan  desiminasi ini menunjukkan bahwa semua pengrajin telah paham akan pentingnya aspek K3 dalam pekerjaan perbaikan dan pembuatan perahu fiberglass.
Pengenalan Metode Resin Infusion Moulding Pada Pembuatan Cetakan Perahu Nelayan Bagi Kelompok Pengrajin Perahu FRP Desa Punaga Kecamatan Laikang Kabupaten Takalar Fachruddin, Farianto; Asri, Syamsul; Firmansyah, M. Risal; Mustafa, Wahyuddin; Idrus, Misliah; Sitepu, Ganding; Rosmani; Ardianti, Andi; Djafar, Wihdat; Haris Djalante, Abdul; Baso, Suandar; St. Chaerunnisa, Andi; Hamzah; Riski Clausthaldi, Fadhil; Akbar Azis, Muhammad
Jurnal Riset & Teknologi Terapan Kemaritiman Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jrt2k.062024.06

Abstract

Kecamatan Laikang sebagai salah satu lokasi penghasil rumput laut dari Kabupaten Takalar dan merupakan salah satu dari enam kecamatan di Kabupaten Kabuapten Takalar sebagai penghasil rumput laut. Sarana operasional budidaya rumput laut oleh pembudidaya/nelayan adalah perahu kecil dan secara umum berbahan kayu, walaupun sudah ada bermaterial FRP. Saat ini, bahan kayu sudah sulit ditemukan dan berharga mahal. Salah satu kelompok pembudidaya/nelayan rumput laut di Desa Punaga bernama “MATAHARIKU” beranggotakan delapan orang. Sejak tahun lalu 2022 telah menjadi kelompok binaan dari dosen program studi Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Salah satu kompetensi kelompok tersebut adalah ketrampilan sebagai pengrajin fiberglass dalam pembuatan dan perbaikan perahu nelayan. P2M ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kompetensi pembudidaya/nelayan dalam pembangunan dan perawatan perahu melalui metode VARI. Secara keseluruhan, P2M ini tidak hanya meningkatkan keterampilan mereka, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Hasil kegiatan P2M ini menunjukkan bahwa sebagian besar anggota kelompok pembudidaya/nelayan telah paham tentang hal-hal terkait dengan metode VARI sebagai materi pembelajaran/bahasan.