Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN KOMPONEN TRANSPORTASI VERTIKAL GEDUNG TELKOM REGIONAL IV JATENG & DIY Andayani, Erni; Sumartanto, Adi; Supriyo, Supriyo; Setiawan, Dedi Budi
Bangun Rekaprima Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v9i2.5132

Abstract

Pemeliharaan bangunan gedung merupakan kegiatan menjaga/mempertahankan bangunan gedung, komponen beserta sarana dan prasarana didalamnya agar tetap laik fungsi. Saat ini, salah satu masalah yang sering dijumpai pada sebuah gedung adalah kurangnya kesadaran manajemen program pemeliharaan komponen transportasi vertikal bangunan gedung yang sesuai dengan kebutuhan penghuni gedung. Hal ini berisiko dapat memengaruhi kenyamanan dan produktivitas kerja para penghuni gedung. Untuk mengurangi kekhawatiran tersebut dilakukanlah analisis prioritas program pemeliharaan terhadap komponen transportasi vertikal dengan mempertimbangkan aspek keselematan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahannya menggunakan metode Analytical Network Process (ANP). Penentuan bobot setiap komponen didapatkan dari hasil pengolahan data kuesioner penilaian kepentingan komponen transportasi vertikal. Hasil analisis menunjukkan, prioritas kegiatan yang diutamakan adalah perbaikan dengan bobot 63,00%, prioritas aspek yang diutamakan adalah keselamatan dengan bobot 56,00% dan prioritas komponen yang diutamakan adalah lift penumpang dengan bobot 53,00%.
KINERJA TUNDAAN LALU LINTAS DI SIMPANG PATUNG DIPONEGORO NGESREP PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL SEMARANG Warsiti, Warsiti; Risman, Risman; Satriyadi, Lilik; Mulyono, Tedjo; Setiawan, Dedi Budi
Bangun Rekaprima Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.349 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v8i2.3968

Abstract

Volume lalu lintas Kota Semarang mengalami peningkatan setiap tahunnya yang diakibatkan bertambahnya jumlah kepemilikan kendaraan. Dengan memperhatikan kondisi geometri jalan, volume arus lalu lintas, hambatan samping dan lingkungan simpang yang merupakan daerah komersil, maka dicoba untuk diatasi dengan menganalisis tundaan pada simpang tersebut. Cara penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan survey di lapangan untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder yang kemudian akan diolah dengan menggunakan manajemen simpang. Perencanaan menggunakan acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan menggunakan program Excel 2013 untuk mengolah data lalu lintas. Data lalu lintas diperoleh dari pencacahan jumlah kendaraan di lapangan yang dilakukan selama 3 hari (10, 13, dan 15 Mei 2017) pada jam-jam sibuk dan disajikan dalam bentuk tabel data kendaraan dan kemudian perilaku lalu lintas simpang dapat dianalisis. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa persimpangan Simpan Ptung Diponegoro Ngesrep memiliki nilai Derajat Kejenuhan (DS) = 1.14. Nilai ini telah melewati nilai derajat kejenuhan yang disarankan oleh MKJI 1997 untuk simpang bersinyal yaitu DS ≤ 0,85. Hasil analisis menunjukkan bahwa tundaan rata”“rata simpang tertinggi 335.84 detik, maka simpang ini memiliki memiliki Tingkat Pelayanan (LOS) F (>60).
Penggunaan Steel Fiber Sebagai Pengganti Besi Tulangan pada Pengecoran Pelat Lantai Proyek BPSP XI PT Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang Dianita Ratna Kusumastuti; Dedi Budi Setiawan; Aditya Deva Hernanda; Sunu Pandya Wicaksana
JURNAL INERSIA Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Inersia (Edisi Khusus Seminar Nasional Forum Ketua Jurusan Teknik Sipil
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/inersia.v16i1.986

Abstract

Kawasan industri merupakan area di mana berbagai jenis industri beroperasi seperti manufaktur, produksi, perakitan, dan pengolahan. Salah satu kawasan industri di Indonesia adalah Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW). Sebagai pengembang dan pengelola kawasan, pemanfaatan lahan yang dimiliki KIW selalu ditingkatkan guna memenuhi pelayanan terhadap tenant seperti pembangunan pabrik/gudang BPSP XI ini KIW melakukan inovasi yaitu dengan menggunakan Steel Fiber (Dramix) sebagai pengganti besi tulangan atau wiremesh pada pengecoran pelat lantai dasar, hal ini dilakukan untuk menekan cost, namun tetap mengutamakan mutu yang berkualitas. Penelitian ini menggunakan metode trial and error dan juga observasi yang dilakukan di laboratorium dengan mengacu pada SNI 03- 2834-2000. Sampel beton menggunakan balok dengan dimensi 15x15x60 cm dan kubus 15x15x15 cm. Komposisi campuran beton dramix dilakukan dengan trial untuk mendapatkan prosentase dari total agregat kasar yang optimum dengan kuat tekan rencana K-175 dengan perbandingan FAS 0,46. Hasil trial dalam penelitian ini menghasilkan persentase 17,29 % lebih besar kuat tekan beton dramix yaitu 241,90 Kg/cm2 dibandingkan dengan kuat tekan beton normal yaitu 212,87 Kg/cm2 di umur 28 hari. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat beton dramix ini lebih murah Rp 197.816 per m3 dibandingkan dengan beton bertulang dengan rancang campur kuat tekan yang sama. Penggunaan steel fiber (dramix) pada pengecoran pelat lantai dasar merupakan inovasi yang tepat, karena memiliki kuat tekan yang tinggi dan harga terjangkau.
Perilaku Mekanik Beton Ringan Styrofoam Dengan Variasi Penambahan Abu Sekam Padi Wibowo, Hadi; Setiawan, Dedi Budi
Bangun Rekaprima Vol. 5 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.683 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v5i1.1407

Abstract

Beton ringan adalah beton yang mempunyai berat jenis yang lebih ringan dibandingkan dengan beton biasa.Beton ringan dapat di artikan sebagai beton yang mempunyai berat jenis yang tidak lebih dari 1600 kg/m3. Penggunaan material lain yang memiliki berat jenis ringan dalam campuran beton akan mengurangi berat beton secara keseluruhan sehingga mengurangi dimensi struktur yang akhirnya didapat struktur yang lebih ekonomis. Styrofoam yang memiliki nama lain polystyrene, begitu banyak digunakan oleh manusia dalam kehidupannya sehari hari. Abu sekam padi memiliki sifat pozzolan dan dapat bereaksi dengan kapur pada suhu ruang dengan media air dan membentuk senyawa yang bersifat mengikat. Perpaduan styrofoam untuk mendapatkan beton ringan dan penambahan abu sekam padi untuk meningkatkan ikatan beton / kuat tekan beton diharapkan mampu memberikan peningkatan mutu beton ringan yang berarti. Adapun material penyusun beton ringan yang digunakan pada penelitian ini yakni Semen PCC, agregat halus, agregat kasar, air, dan styrofoam dengan perbandingan variasi yang berbeda-beda yakni 10% dan 30% terhadap volume beton serta penambahan abu sekam padi dengan variasi 5%, 10% dan 15% terhadap volume semen. Dari hasilpercobaankuat tekan beton kandungan styrofoam 10% dengan variasi abu sekam 15% yaitu rata rata sebesar 90,79 kg/cm2. Mengalami peningkatan sebesar 3,34%. Dari hasil percobaan uat tekan beton kandungan styrofoam 30% dengan variasi abu sekam 15% yaitu sebesar 67,35 kg/cm2. Mengalami peningkatan sebesar 3,9%. Kuat lentur beton kandungan styrofoam 10% dengan variasi abu sekam 15% yaitu sebesar 3,21MPa meningkat sebesar 6%. Kuat lentur beton kandungan styrofoam 30% dengan variasi abu sekam 15% yaitu sebesar 2,79MPa meningkat sebesar 7%. Beton dengan kandungan styrofoam 30% mempunyai berat per isi rata-rata sebesar1866,67 kg/m3. Artinya beton tersebut bisa dikategorikan sebagai beton ringan karena berat jenisnya kurang dari 1900 kg/m3 seperti yang dipersyaratkan SNI 03 ”“ 1729 ”“ 2002. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat memberi informasi mengenai perilaku mekanik beton ringan dengan tambahan styrofoam dan abu sekam padi. Dapat dijadikan bahan referensi mengenai persentase styrofoam dengan tambahan abu sekam padi yang baik digunakan dalam campuran beton.
TEKNIK PEMERIKSAAN KEANDALAN STRUKTUR RANGKA ATAP BAJA: TEKNIK PEMERIKSAAN KEANDALAN STRUKTUR RANGKA ATAP BAJA Abdillah, Rifqi Aulia; Setiawan, Dedi Budi; Supriyo; Ariyanto, Arief Subakti; Pamungkas, Nur Setiaji
Bangun Rekaprima Vol. 11 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v11i1.6384

Abstract

Damage to the roof frame construction can have an impact on other components, for example if the roof frame sags resulting in the roof covering becoming loose resulting in a leak, the leak can impact the ceiling, causing moldy damage to the worst case, collapsing. So it is necessary to ensure that the roof frame construction is always in a reliable condition, so that it does not endanger the building occupants. The method used in this research is a case study method, a model of the damaged steel roof frame construction will be made, Then a visual inspection will be carried out until further inspection. Based on the results of a visual inspection of the truss frame construction, it was found that there was a deflection in the lower frame of 4mm, there was rust which reduced the thickness of the elbow profile by 0.51mm, and the loss of some of the bolt connections was 20bh. The results of the inspection were then carried out with a strength analysis, it was found that based on the deflection results it was still below 9.33 mm, it was still safe, based on rust damage, a strength reduction of 13.31% was obtained, while based on the loss of some of the bolted connections, a strength reduction of 23.81% was obtained. Then a direct loading test was carried out on the construction of the truss frame after it had been conditioned to experience damage, capable of withstanding a maximum point load of 249 kg, where the test results experienced a decrease in strength from the plan and were still greater than the inspection results. So it can be concluded that the method for checking the construction condition of steel truss frames for deflection, rust conditions and joints can be used as a guide because the results are close to the actual conditions. The intensity of damage that occurred in the truss frame construction was categorized as light damage, because the decrease in strength that occurred was 23.81% smaller than 35%.
PEMANFAATAN POLYURETHANE DENGAN VARIASI VOLUME SEBAGAI PERKUATAN STRUKTUR DINDING BATA RINGAN RUMAH PENDUDUK DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG: PEMANFAATAN POLYURETHANE DENGAN VARIASI VOLUME SEBAGAI PERKUATAN STRUKTUR DINDING BATA RINGAN RUMAH PENDUDUK DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Widoanindyawati, Vemi; Triwardaya; Harprastanti, Primasiwi; Setiawan, Dedi Budi; Sismedi, Gud
Bangun Rekaprima Vol. 11 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v11i1.6504

Abstract

The vulnerability to earthquake hazards in Semarang City is still quite low. Many people have houses that are not yet standardized to the Indonesian National Standards (SNI). Mijen District, Semarang City, is one of the districts that is quite prone to earthquake hazards because of its location close to the source of the Kaligarang fault. Therefore, it is necessary to provide preventive measures and measures for community housing buildings. The house is an earthquake-resistant building and is able to withstand sudden ground movements. By building houses that comply with Indonesian National Standards, it is hoped that damage to the building will be minimized and there will be no loss of life. By using light building materials and strong adhesive between joints, it will increase the ability to withstand seismic loads in a building. In wall construction, you can apply light bricks with polyurethane adhesive because the load caused is relatively light. Apart from being able to strengthen the bond between each layer of brick properly, this adhesive is easy to apply. It is hoped that this adhesive material will be capable of gluing and creating a strong bond in the lightweight brick layers. Varying polyurethane volume is needed to determine the effective and efficient quantity of polyurethane to produce a strong bond. For this reason, "Using Polyurethane with Varying Volumes to Strengthen the Structure of Light Brick Walls of Residents' Houses in Mijen District, Semarang City" is very important as a community service step in presenting innovations that are easy to implement independently by residents in earthquake-prone areas.